Home / Romansa / Rahasia Pernikahan Darurat / 36. Keputusan Reina

Share

36. Keputusan Reina

Author: nsr.andini
last update Huling Na-update: 2025-08-13 07:25:01

Pagi telah datang menyapa Reina yang masih tertidur dalam dekapan Arga. Tiba-tiba handphone yang berada di atas nakas berdering, bunyinya mengisi seluruh ruang Kamar, membuat Arga membuka matanya lebih dahulu. Menyingkirkan tangan Reina yang memeluknya dengan perlahan, karena takut membangunkan. Kemudian, Arga mengambil handphone miliknya, menatap sebentar sebelum akhirnya mengangkat telepon itu.

"Ada apa, Bas?" tanya Arga dengan nada pelan.

"Pak Arga harus melihat apa yang sedang trending sejak semalam di berbagai sosial media!" Dengan nada yang membuat seseorang penasaran.

"Memangnya apa?"

"Pak Arga harus melihatnya sendiri, saya kirim tautannya."

"Okay."

Setelah panggilan berakhir Arga langsung membuka tautan yang dikirimkan Baskara. Terdapat foto saat Arga menggandeng tangan Reina, dan mereka yang masuk ke dalam Kamar bersama di mana Kamar yang ditempati Reina saat di Hotel.

Arga tidak menyangka bahwa ada yang diam-diam memotret mereka. Banyak yang nge-like dan komen. Arga pun mem
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Rahasia Pernikahan Darurat   36. Keputusan Reina

    Pagi telah datang menyapa Reina yang masih tertidur dalam dekapan Arga. Tiba-tiba handphone yang berada di atas nakas berdering, bunyinya mengisi seluruh ruang Kamar, membuat Arga membuka matanya lebih dahulu. Menyingkirkan tangan Reina yang memeluknya dengan perlahan, karena takut membangunkan. Kemudian, Arga mengambil handphone miliknya, menatap sebentar sebelum akhirnya mengangkat telepon itu."Ada apa, Bas?" tanya Arga dengan nada pelan."Pak Arga harus melihat apa yang sedang trending sejak semalam di berbagai sosial media!" Dengan nada yang membuat seseorang penasaran."Memangnya apa?""Pak Arga harus melihatnya sendiri, saya kirim tautannya.""Okay."Setelah panggilan berakhir Arga langsung membuka tautan yang dikirimkan Baskara. Terdapat foto saat Arga menggandeng tangan Reina, dan mereka yang masuk ke dalam Kamar bersama di mana Kamar yang ditempati Reina saat di Hotel.Arga tidak menyangka bahwa ada yang diam-diam memotret mereka. Banyak yang nge-like dan komen. Arga pun mem

  • Rahasia Pernikahan Darurat   35. Suprise yang Gagal

    Reina memundurkan tubuhnya saat Arga masih meniup matanya yang katanya kelilipan. "Ada apa? Makin perih?" tanya Arga dengan tatapan khawatir.Reina tersenyum. "Aku ke Toilet dulu, Mas." Segera Reina melangkah pergi dari hadapan Arga. Arga membalikan tubuh ke arah Reina yang berdiri di depan lift.Keluar dari dalam lift, Reina berjalan sedikit cepat. Tidak membutuhkan waktu lama, Reina tiba di dalam Toilet perempuan. Masuk ke dalam salah satu bilik, baru saja menutup pintu, air mata langsung turun membasahi pipi.Melangkah mundur dengan salah satu tangan yang membekap mulut. Duduk di atas closet, Reina menangis dengan suara yang ditahan. Betapa terlihat menyedihkannya Reina. Kemarahan yang sudah ia bayangkan sebelumnya pun, tidak benar-benar ada.Maafin aku, Mas. Bukannya membuat hidup kamu lebih berwarna, tanpa aku tahu aku justru menempatkan kamu dalam bahaya. Aku sudah merusak hidup kamu yang tenang, Mas...Reina pun mulai membenci dirinya yang selama ini hanya diam, tidak berbuat a

  • Rahasia Pernikahan Darurat   34. The Secret

    Arga dan Reina melangkah memasuki kantor dengan saling bersebelahan. Di depan sana terdapat seorang karyawan dan karyawati yang berjalan sembari bergandengan tangan dengan masing-masing tangan yang terbebas memegang handphone. Perhatian Reina tertuju pada gantungan handphone couple yang dipakai keduanya.Ya, Arga tidak melarang untuk pegawainya berpacaran sesama teman kerja. Ketika Arga menoleh ke arah Reina, Arga pun mengetahui apa yang menarik perhatian Reina."Ada hal yang kamu inginkan hari ini?" tanya Arga sembari menatap Reina saat mereka tiba di depan lift.Reina menekan tombol depan lift, lalu menoleh ke arah Arga. "Gak ada, Pak. Atau mungkin Pak Arga yang sedang ingin sesuatu?" Dengan mode sekretaris."Saya gak ingin apa-apa, cuma bertanya siapa tahu kamu lagi ingin sesuatu." Reina membalas perkataan itu dengan tersenyum.Ketika sudah berada di atas, tak ada lagi pembicaraan di antara mereka. Arga langsung disibukkan dengan menandatangi beberapa dokumen, dan Reina memeriksa k

  • Rahasia Pernikahan Darurat   33. Keychain

    Sembari melihat-lihat toko toko yang menjual oleh-oleh, mulai dari makanan sampai pernak pernik, salah satu tangan Arga sibuk memegang handphone yang layarnya menampilkan wajah Reina. Karena Reina tidak ingin ikut, Arga pun melakukan video call, memperlihatkan apa saja yang ada di tempat jual oleh-oleh, sehingga Reina bisa melihatnya."Kenapa Bu Reina gak ikut?" tanya salah seorang karyawati yang menghampiri Arga, seorang diri. Menatap layar yang memperlihatkan Reina yang sibuk melihat-lihat pernak pernik yang tergantung di depan sana."Tiba-tiba Reina gak enak badan, jadi gak bisa ikut," jawab Arga santai."Terus, biar Bu Reina tetap bisa bawa pulang oleh-oleh tanpa perlu ikut, Pak Arga melakukan video call. Alih-alih gak peduli Bu Reina bawa pulang oleh-oleh atau nggak, Pak Arga justru melakukan hal yang gak ingin membuat Bu Reina bingung dengan harus memilih, pergi atau nggak. Orang asing akan mengira kalian memiliki hubungan lebih dari atasan dan bawahan lho," ucap karyawati itu y

  • Rahasia Pernikahan Darurat   32. Malu

    Perlahan mata Reina terbuka dengan perasaan yang baru pertama kali ia rasakan sejauh ia hidup sampai hari ini. Saat melihat ke arah Arga yang sedang berdiri di depan jendela dengan matahari yang sinarnya sudah menyinari seisi Kamar, pikiran Reina langsung dipenuhi adegan tiap adegan tadi malam. Saat Reina memutuskan tak ada lagi jarak di antara mereka.Ketika Arga membalikan tubuh, Reina langsung memalingkan wajah, menatap ke arah lain. Reina terlalu malu untuk bertatapan dengan Arga. Arga berjalan ke arah ranjang, mendudukkan diri di samping Reina."Pagi, Re," kata Arga dengan nada lembut. Sembari menatap Reina yang masih menatap ke arah lain."Pagi, Mas.""Kalau bicara tuh lihat orangnya.""Gak mau!""Lho, kenapa?"Alih-alih mengatakan bagaimana perasaannya, bahwa ia sedang dilanda rasa malu, Reina menarik selimut, menutupi kepalanya."Kok ditutup gitu sih," ucap Arga yang mencoba membuka selimut yang menutupi kepala Reina.Akhirnya manik mata Reina bertemu dengan manik mata Arga ya

  • Rahasia Pernikahan Darurat   31. Tonight...

    Kembalinya Reina ke Pantai, terlihat Arga yang sedang duduk di atas pasir tanpa alas bersama Baskara. Reina bukannya tidak ingin mengganggu Arga, hanya saja Reina belum siap jika pernikahannya itu diketahui seisi kantor dengan memilih duduk lumayan jauh dari tempat Arga.Dengan perasaan tidak jelas apa yang dirasa, pikiran yang selalu penuh dengan memecahkan teka teki rahasia yang disembunyikan Arga, Reina tatap langit malam dengan beberapa bintang yang membuatnya menjadi indah. Angin yang berhembus lembut itu menggoyangkan rambut Reina yang seperti menari-nari.Ketika Arga menoleh ke arah lain, bukan lagi langit, Arga baru menyadari kehadiran Reina yang duduk sendirian, tidakkah merasa kesepian?Arga berdiri dari duduk, ingin menghampiri Reina, namun saat hendak melangkah ia terdiam. Ada seorang laki-laki menghampiri Reina, bahkan duduk di samping Reina."Ternyata benar kamu, Reina," kata lelaki berwajah sedikit bule itu sembari menatap Reina dari samping."Kak Jovian!" Dengan wajah

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status