Share

Bab 27

Author: Ry-santi
last update publish date: 2026-09-27 14:37:45

Deru mesin motor menggelegar telinga seakan-akan ingin merontokkan jantung dari dada. Anna yang baru saja menyemprotkan parfum beraroma white musk dan vanila nyaris menjatuhkan botol Victoria Secret ke lantai. Dia mendecak kesal, buru-buru beranjak dari pinggir kasur tuk mengintip siapa yang datang. Selama ini di kampungnya belum pernah ada orang yang memiliki motor bersuara bagai geraman singa tersebut sebagai bentuk menghargai ketenangan antar tetangga. Tidak salah kan kalau Anna menegurnya?

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Rahasia Sang CEO   Bab 27

    Deru mesin motor menggelegar telinga seakan-akan ingin merontokkan jantung dari dada. Anna yang baru saja menyemprotkan parfum beraroma white musk dan vanila nyaris menjatuhkan botol Victoria Secret ke lantai. Dia mendecak kesal, buru-buru beranjak dari pinggir kasur tuk mengintip siapa yang datang. Selama ini di kampungnya belum pernah ada orang yang memiliki motor bersuara bagai geraman singa tersebut sebagai bentuk menghargai ketenangan antar tetangga. Tidak salah kan kalau Anna menegurnya? Jake! Bola mata gadis itu hampir saja menggelinding ke lantai mendapati sosok menawan tengah berdiri di depan pagar besinya. Dia melepas helm hitam mengilap, celingukan seraya merogoh ponsel dan tak lama ponsel Anna berdering. Secepat mungkin Anna mengemasi barang-barang yang perlu dibawa ke dalam tas ransel lantas berlari menghampiri Jake. Dia meraih papan surfing yang ada di ruang tamu agak kepayahan. Begitu sampai di teras rumah, rasa ingin melabrak si pengendara motor pun lenyap berganti

  • Rahasia Sang CEO   Bab 26

    "Makasih, Bli!" ucap Anna selepas dua orang pria suruhan Jake memasang CCTV di teras rumahnya. Dia mengeluarkan dua botol minuman dingin dan dua bungkus nasi Padang untuk diberikan sebagai imbalan sudah mau membantunya. "Oh iya, ini diminum dulu, Bli. Cuacanya panas. Saya beliin makanan juga.""Iya, Mbok," kata si pria bertubuh tambun. "Makasih."Mereka berdua duduk di kursi berbahan kayu jati, membuka penutup botol lalu meneguknya cepat. Sementara Anna mengamati mereka dalam diam karena rasa sungkan mengapa majikan mereka berbuat sampai sejauh ini. "Pak Jake itu ... emang kayak gitu ya, Bli?" tanya Anna duduk di salah satu kursi sembari melepas jaket denim kemudian mengikat rambutnya yang mulai memanjang. Rasa penasaran makin membelenggu Anna kenapa Jake terus-menerus menabur kebaikan kepada orang yang pernah membantu neneknya satu kali. Mungkin orang lain akan suka cita menerimanya, tapi Anna tidak bisa selamanya berpangku tangan membiarkan Jake mengurusnya terus. Dia sadar diri k

  • Rahasia Sang CEO   Bab 25

    "Are you okay?" tanya Jake sembari menangkup wajah pucat pasi Anna begitu sampai di rumah gadis itu. "Apa yang terjadi?"Bibir Anna bergetar tanpa mampu meloloskan kalimat-kalimat yang berputar-putar dalam kepala. Semua untaian kata mendadak lenyap tanpa bekas menyisakan bayangan-bayangan mencekam saat seseorang menerima ancaman seperti itu. Kristal bening yang keluar dari pelupuk matanya makin mengucur tanpa henti hingga korneanya terasa pedih. Dia takut setengah mati sampai-sampai memukul dadanya sendiri, mencoba membangunkan diri siapa tahu ini hanyalah sekadar mimpi buruk. Tapi, sebesar apa pun usahanya untuk bangkit dari kekacauan, semuanya terlalu seram tuk menjadi kenyataan.Apakah ada orang yang membencinya sampai tega mengirim benda mengerikan itu?Begitu mendapat paket menjijikkan tersebut hingga mengeluarkan isi perut. Alarm dalam kepala Anna langsung mengarah ke nama Jake. Dia berlari ke dalam kamar, meraih ponsel dan terpaksa memutus sambungan video call Shanon lalu mengh

  • Rahasia Sang CEO   Bab 24

    "Hei, Mate!" teriak Shanon ketika berhasil tersambung melalui video call. "How ya goin?" (Bagaimana kabarmu) "Rasanya campur aduk!" seru Anna seraya memasang sheet mask dan mengambil roller agar kandungan dalam masker cepat menyerap di kulit. "Maksudmu?" Shanon terdiam beberapa saat lalu mengerlingkan mata penuh arti. "Oh ... aku merasakan ada sesuatu terjadi di antara kalian. Aku benar kan? That's fuckin ace, Mate!" (Itu sialan bagus, kawan) Anna memutar bola matanya. "Aku tidak ingin berlebihan, Shanon. Hei, apa botol Lagom yang diberi Jake sudah datang?" "Belum." Shanon menggeleng. "Hei, jangan mengalihkan pembicaraan Annie. Jadi, katakan padaku apa yang terjadi?" "Kau tak akan percaya," tandas Anna kemudian menarik napas panjang bersiap menerima reaksi menghebohkan temannya. "Aku mendapat tawaran dari Barbara, neneknya untuk mendampinginya selama di Bali dan kemungkinan besar lanjut ke Tuscany." "Really?" Suara Shanon mendadak melengking nyaris menembus gendang telinga An

  • Rahasia Sang CEO   Bab 23

    "Ibu," sapa Anna saat menjenguk Silawarti lalu mengecup keningnya penuh kerinduan. "Ibu udah enakan ya? Kata dokter tadi, tangan ibu udah gerak-gerak."Anna membelai rambut panjang nan bergelombang Silawarti masih setengah basah usai dicuci menggunakan sampo beraroma bunga kesukaannya semasa masih sehat dulu. Entah waktu yang terlalu cepat berlalu atau memang Anna tidak menyadarinya secara detail kalau ada helai-helai rambut yang mulai memutih mengintip malu-malu di kepala Silawarti. Walau begitu, tak menghilangkan kecantikan ibunya sebagai perempuan Bali yang menjadikannya primadona sewaktu masih muda. Meski harus menelan kekecewaan ditinggal kekasihnya! Dia menopang dagu, minggu depan adalah ulang tahun ibunya yang ke-52 tahun. Biasanya mereka akan mengadakan syukuran bersama tetangga baru lalu makan seafood bakar dari ikan-ikan segar di warung pinggir pantai dilanjut belanja di Kuta. Silawarti paling suka pernak-pernik yang dijual oleh warga lokal atau camilan semacam pie susu, k

  • Rahasia Sang CEO   Bab 22

    Begitu sampai di kediaman mewah yang ada di Sanur, Jake memanggil hewan kesayangannya demi mencairkan suasana yang sedikit tegang selama di perjalanan. Seekor anjing jenis Doberman Pinscher berbulu hitam mengilat tampak memesona langsung berlari menghampiri sang majikan seraya menggonggong penuh semangat. Jake percaya bahwa hewan bisa merajut kembali hubungan yang tadinya merenggang menjadi rekat kembali. Jake berjongkok, merangkul anjing jantan itu sembari mengelus-elus punggungnya lalu berkata, "Ini Oslo." Anna ikut jongkok sementara Barbara berkata ingin beristirahat sebentar sebelum jamuan makan malam. Jake hanya melenggut dan meminta Noah--pengawal pribadi neneknya--mengantar ke kamar. Dia melirik Anna yang sepertinya sudah lupa akan masalah kecil di mobil tadi, melepas Oslo yang tampak kegirangan menyambut gadis manis itu. "Ups, berat sekali kamu!" seru Anna saat Oslo menghamburkan diri ke dalam dekapan. "Apa dia selalu seperti ini jika ada orang baru?" "Nggak semua sih, t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status