INICIAR SESIÓNApakah waktu tengah mempermainkan Anna dikala masih ingin mencicipi bagaimana rasanya dicintai seorang pria? Apakah semesta memang tak pernah suka melihat Anna tenggelam dalam kesenangan yang diciptakannya sendiri? Apakah dia harus berkubang dalam kesedihan yang ke sekian kali ketika mendapati nyawa ibunya lagi-lagi di tepi jurang?Berpacu dengan waktu, Anna meminta Jake segera membawanya kembali ke pelabuhan Benoa setelah mendapat berita dari Saras bahwa Silawarti mengalami kejang berulang-ulang. Salah satu faktor risiko pasien yang menjalani operasi stroke hemorrhagic--perdarahan di pembuluh darah otak. Bila dihitung, bukan hari ini saja ibunya mengalami kondisi yang sama melainkan setelah beberapa hari keluar dari ruang operasi, Silawarti sempat kejang-kejang tapi tak lama. Dia masih ingat penjelasan dokter Putu--seorang spesialis saraf--yang menangani Silawarti sejak pertama kali masuk rumah sakit hingga hari ini. Dokter tersebut mengatakan jika kemungkinan besar terjadi kejang b
Bagai gerbang terbuka lebar di depan mata dan menyajikan sisi lain dari dunia yang tidak pernah dipijak, Jake tidak mengira kalau hubungannya bersama Anna bisa sampai segila ini. Bagaimana akhirnya dia merajut ikatan itu dalam percintaan hebat, membisikkan kalau dia telah menaruh hati pada Anna. Jake tersenyum penuh suka cita saat Anna menerima dan juga menyatakan perasaannya. Dia bertanya-tanya dalam hati, apakah ini takdir lain yang dibangun Tuhan untuknya? Apakah dia sudah diperbolehkan memilih mana yang sesuai kata hati dibanding sebuah tuntutan yang selalu melilit tanpa jeda?Dibelai lembut rambut Anna ketika gadis itu masih terlelap usai pergumulan panas mereka semalam. Saat kulit saling bersentuhan tuk berbagi kedamaian dari caruk-maruk kehidupan, jemari saling bertautan mesra seolah-olah tidak ada yang bisa memisahkan dua raga yang disatukan cinta, wangi tubuh berbaur sempurna bersama sisa-sisa percintaan mereka, hingga rayuan lirih agar saling menepati janji bahwa tidak akan
Tangan Jake terulur untuk mengambil gelas wine miliknya, menghidu sebentar aroma-aroma yang mirip blackcurrants berbaur tobacco, bubuk coklat dan lada hitam. Walau agak kuat baunya, tapi minuman yang terbuat dari anggur Cabernet Sauvignon Lagom ini menjadi teman yang cocok di saat-saat seperti ini. Ketika tidak semua roda kehidupan diwarnai oleh sesuatu yang manis-manis, adakalanya roda tersebut berada di posisi terendah menghadirkan sebuah pelajaran untuk diceritakan di masa depan. Dia menyesap sebentar red wine itu, membiarkan lidahnya membuka sinyal-sinyal rasa sepat yang dominan disusul sensasi tebal di langit-langit mulut dan keasaman yang pas sebelum turun ke kerongkongan. "Elliot Yamin dan Nickelback," jawab Jake menempatkan kembali gelasnya dan memetik gitar. "Coba tebak lagu mana ini?"Anna menyipitkan pandangan, menajamkan pendengaran untuk membuka ingatan-ingatan akan lagu-lagu lama yang dinyanyikan penyanyi berambut gondrong tersebut. "Nickelback yang Far away?""Good gir
Anna menuang wine berwarna merah gelap ke dalam gelas tulip ketika mendengar Jake memetik gitar sambil bergumam seolah-olah nyanyiannya hanya untuk didengar sendiri. Dia mengepalkan tangan beberapa saat seraya menarik napas sekuat tenaga merasakan desakan akibat sentuhan juga rayuan-rayuan Jake makin tajam. Apalagi lelaki itu nyaris menciumnya, nyaris menghentikan detak jantung Anna, dan nyaris melelehkan seluruh tulang Anna dalam hitungan detik. Kalau seperti ini, bukankah Jake sudah mengendalikan diri Anna sepenuhnya? Sekelebat pemikiran liar mendadak memenuhi kepala Anna, memunculkan gelombang kuat kemudian menghantam dada dan merambat ke pipi. Desiran dalam darahnya makin deras sementara perutnya ikut menegang tentang apa yang akan terjadi nanti. Gelenyar panas berkumpul di sana tapi efeknya sampai ke tulang belakang Anna dan makin mengaduk-aduk perut seolah-olah memikirkan Jake seperti ini bisa melumpuhkan saraf. Bisakah dia mengelak godaan Jake lebih lama? Bisakah dia tetap me
Sesuai janji untuk melupakan perbincangan yang terkesan canggung tersebut, Jake membawa Anna ke pelabuhan Benoa dengan motor Harley Davidson sembari bercerita tentang anjingnya--Oslo. Hewan menggemaskan itu didapatkan Jake ketika Oslo terlantar di jalanan sekitar Sanur dalam kondisi kelaparan dan dehidrasi. Awalnya dia menebak kalau Oslo terlepas dari pengawasan majikan. Walhasil, Jake membawanya ke dokter hewan supaya segera tertangani sembari membuat pengumuman. Tapi, sampai beberapa minggu tidak ada satu orang pun yang datang menjemput sehingga dia memutuskan untuk memelihara anjing doberman tersebut. Anna manggut-manggut, pantas saja ketika pertama kali datang ke rumah Jake, Oslo begitu antusias menyambut tuannya. "Oleh sebab itu kamu nggak anggap dia anjing penjaga?" Jake melenggut seraya membelokkan motornya ke area pelabuhan di mana puluhan perahu bersandar. Dia terus melaju melewati jalanan beraspal sampai pada akhirnya di sambut kapal-kapal yacht mewah. Sebelah tangannya me
Bila pertanyaan tersebut dibalik, mungkin Jake juga tidak dapat memberi jawaban pasti. Sesungguhnya masalah ini juga sudah lama berputar-putar dalam benaknya sampai tidak bisa mengantarkan Jake ke dalam ketenangan malam. Setiap kali memejamkan mata, pikirannya akan terpecah belah seolah-olah dunia memaksa Jake untuk memilih mana yang pantas menjadi mahkota hati. Di satu sisi, dia teringat bahwa ada cincin yang mengikat dirinya bersama Aria, perempuan yang selama tiga tahun ini telah menjadi tunangan Jake atas dasar kesepakatan bisnis antara keluarga Luciano dan Rogmana.Jalan yang dipijaki Jake tak lagi mulus semenjak Anna hadir dalam hidupnya. Rasa kesetiaan yang dijunjung tinggi kepada Aria kini mulai goyah bagai diombang-ambing ombak sebelum karam membentur karang. Jujur saja, selama 38 tahun hidup sebagai pria berpikiran konservatif, belum pernah dia merasakan perasaan menggebu-gebu seperti ini. Bagaimana dia begitu ingin memiliki perempuan lain selain Aria.Or







