Share

Pengawal Tersembunyi

Penulis: Anjaly
last update Tanggal publikasi: 2025-03-28 11:23:02

Malam ini Joya sangat gugup dan berjalan bolak- balik di sekitar ruang tamu. Dia tidak tahu apa yang akan dia katakan begitu Irwan kembali. Dia tahu ini salahnya lagi.

Kemarin malam setelah mereka bercerita, Irwan sudah mengatakan kepadanya bahwa seharusnya membawa pengawal bersamanya setiap kali dia meninggalkan rumah. Tetapi dia menjadi wanita yang keras kepala dan bodoh, dia tidak mematuhi kata- kata suaminya.

Dia sangat terlalu percaya diri bahwa tidak ada yang akan terjadi padanya karena m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Bukankah Kamu Seorang Prajurit?

    "Kakak, hari ini aku ada urusan yang sangat penting di rumah," ujar Jiangchu saat mereka mulai berjalan menuju pintu. Sambil melangkah, ia teringat sesuatu dan menatap kakaknya dengan wajah bingung."Ada apa?" tanya Junfeng saat melihat adiknya menatapnya dengan aneh."Kakak, bukankah hari ini Kakak ada rapat penting?" tanya Jiangchu."Aku membatalkannya." Junfeng mengangkat bahu."Apa?" Jiangchu terkejut. Langkahnya terhenti sejenak dan ia kembali menatap kakaknya dengan heran. Ia mengamati wajah kakaknya lekat-lekat selama sesaat sebelum menempelkan telapak tangannya ke dahi Junfeng."Apa yang kau lakukan?" Junfeng mengernyit, menepis tangan adiknya dari dahinya, lalu mundur selangkah."Kakak, apa kau sakit?" tanya Jiangchu dengan serius. Sebelum Junfeng sempat berkata apa-apa, Jiangchu mengernyit dan menggelengkan kepalanya sendiri. "Kurasa bukan itu alasannya, karena biasanya Kakak tetap menghadiri rapat meski sedang sakit. Jadi, kenapa Kakak membatalkannya?" tanyanya.Junfeng be

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Lindungi Dia

    Akibat tendangan itu, lutut Irwan lemas dan ia pun jatuh berlutut di hadapan Rahul. Ia terbatuk-batuk dan terengah-engah; baru setelah satu menit berlalu, ia bisa bernapas dengan normal kembali. Sambil berpegangan pada mobil di belakangnya sebagai penopang, ia berusaha bangkit berdiri."Rahul, aku benar-benar tidak...""Diamlah, Irwan! Aku tahu kau tidak bermaksud melakukannya, sama seperti saat kau tidak bermaksud membunuh ayahku," ujar Rahul dengan nada sinis. "Semuanya terjadi begitu saja karena sihir, kan? Semuanya terjadi dengan sendirinya.""Rahul...""Dengar, Irwan, kau masih hidup hanya karena Joya. Aku mencintainya, dan itulah sebabnya aku membiarkanmu tetap hidup. Kalau tidak, aku pasti sudah membunuhmu sekarang juga.""Jangan memancingku untuk membunuhmu. Jadi, sebaiknya kau menjauh dariku," ancam Rahul. "Itu akan lebih baik bagi semua orang."Setelah mengatakan itu, Rahul tidak menunggu jawaban Irwan. Ia berbalik dan berjalan menuju mobilnya. Namun, sebelum sempat masuk ke

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Aku Kuat

    Rahul memutar bola matanya, mengira Irwan mungkin akhirnya memutuskan untuk pergi. Namun, tepat saat ia berpikir demikian, Irwan berbalik dan mulai berjalan ke arahnya sambil membawa kotak P3K."Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Rahul dengan alis terangkat saat melihat Irwan menghampirinya dengan kotak P3K.Irwan tidak menjawab. Ia meraih tangan Rahul dan memeriksa tangan yang memar itu dengan saksama. "Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Irwan sembari membuka kotak P3K dan mulai mengoleskan obat pada tangan Rahul.Rahul terdiam sejenak.Ia menatap tangannya dan baru menyadari bahwa tangannya memar parah. Saat memukul dinding tadi pagi, ia tidak merasakan sakit apa pun ataupun melihat adanya luka. Sejak kecil, Rahul terbiasa tidak memedulikan luka-lukanya sendiri.Selalu ada seseorang yang merawatnya. Sebelum kejadian itu, ada orang lain yang biasa mengurus luka-luka Rahul, namun setelah kejadian tersebut, tugas itu beralih ke tangan Kepala Pelayan Qin."Bagaimana kau bisa terluka?"

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Minggir dari Jalanku

    "Apa maumu?" tanya Rahul. Dia melirik jam tangannya; dia tahu waktunya terbatas dan tidak ingin membuang-buang waktu untuk Irwan, jadi dia mengernyitkan dahi. Orang ini adalah sosok terakhir yang ingin dia temui saat ini dalam daftar orang yang paling dia benci."Rahul, aku perlu bicara denganmu," ujar Irwan sambil tersenyum."Kalau ini soal kau yang tidak membunuh ayahku, aku sedang tidak ingin mendengarnya." Rahul memutar bola matanya. "Aku sudah terlambat, jadi menyingkirlah dari jalanku."Irwan terdiam sejenak. Sebenarnya, tidak ada hal khusus yang ingin dia bicarakan dengan Rahul. Tanpa bukti terkait insiden itu, dia tidak berniat menyinggungnya sama sekali karena dia tahu Rahul tidak akan memercayai kata-katanya tanpa bukti nyata. Dia datang ke sini hanya karena ingin bertemu Rahul.Irwan mengangkat bahu, "Aku tidak datang ke sini untuk membahas hal itu.""Oh! Aneh sekali." Rahul tampak terkejut. "Selain hal itu, kurasa tidak ada topik pembicaraan lain yang bisa kita bahas bersa

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Bersihkan Hama

    "Paman Lin, tolong berhati-hatilah terhadap Rahul. Selain aku, Paman adalah orang yang paling dia benci," ujar Irwan dengan nada serius.Mendengar hal itu, mata Joke membelalak. Dia menatap Irwan, lalu melirik suaminya. Setelah berpikir sejenak, dia bertanya, "Irwan, bisakah kau beri tahu aku di mana Rahul berada? Aku ingin menemuinya.""Sama sekali tidak boleh!" tolak John. Dia menggenggam tangan Joke dan menggelengkan kepalanya. "Untuk saat ini, kau tidak boleh mendekati Rahul.""Tapi...""Sayang, tidak! Aku tidak pernah melarangmu melakukan apa pun sebelumnya. Tapi kali ini, kau harus mendengarkanku," tegas John."John, aku tahu kau mengkhawatirkanku. Tapi percayalah, aku hanya ingin bicara sebentar dengannya. Mungkin aku bisa mengubah pendiriannya," ujar Joke.Dia mengerti mengapa John begitu menentang keputusan ini. Namun, dia benar-benar ingin mengatakan sesuatu kepada Rahul. Dia sudah lelah menyimpan rahasia ini sendirian. Mungkin jika rahasia ini terungkap, segalanya akan beru

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Waspada

    Joya merasa cukup gugup saat harus keluar dari mobil begitu mereka tiba di Kediaman Keluarga Lin. Ia menggenggam erat tangan Irwan dan enggan beranjak dari tempat duduknya."Kau gugup?" tanya Irwan."Sedikit," jawab Joya dengan suara pelan."Sayang, semuanya akan baik-baik saja. Mereka menyukaimu bahkan saat mereka belum tahu bahwa kau adalah putri mereka," ujar Irwan sambil terkekeh. "Justru akulah yang seharusnya merasa gugup karena akan bertemu orang tuamu.""Kenapa?""Karena kakak-kakak laki-lakimu tidak terlalu menyukaiku," jelas Irwan sambil tersenyum."Benarkah? Tapi kenapa?" Joya tampak bingung."Karena aku telah mencuri adik perempuan mereka yang cantik," tawa Irwan sembari mencubit hidung Joya. "Dan kalau mereka tahu soal itu, mereka pasti akan membenciku."Joya tertawa. "Jangan khawatir, kalau itu sampai terjadi, aku akan menceraikanmu dan tinggal bersama mereka. Dengan begitu, mereka tidak akan membencimu lagi."Irwan: ".....""Sayang, kau jahat sekali," ujar Irwan dengan

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Aku membencimu, Joke

    Rahul marah, dia sangat marah. Seolah- olah seseorang menusuk jantungnya lagi dan lagi. Dia lalu lalang di depan TV dan memelototi wanita yang muncul di acara itu.“ Aku membencimu, Joke! Apa kamu dengar itu? Aku membencimu!” Rahul berteriak saat dia meninju layar dengan marah. Pukulan itu begitu p

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Ini adalah Kebenarannya

    Joya tidak marah sambil terus tersenyum, "Aku tidak berbohong padamu. Pemeran utama wanita 'Enchanted' adalah aku. Windy adalah adik perempuanku dan aku berperan sebagai penggantinya di film itu..." Mata Yang Mi membelalak tak percaya. Apa? Apa yang wanita ini bicarakan? Kakak perempuan Windy? Jo

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Bertemu Yang Mi

    Di kantor Leonard... Leonard linglung sambil memegang teleponnya. "Kakak Leo dia menyangkal, kan?" Windy bertanya "Hah ..." Leonard memandangnya, "Windy, apakah menurutmu dia mencurigai kita?" Windy mencibir, "Dia tidak secerdas itu. Dia memercayai kami seperti orang bodoh. Kenapa kamu bertany

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Kalian akan membayar semuanya

    Joya mengedipkan matanya ketika dia menyadari bahwa dia berada di apartemennya sendiri. Melempar selimut dia bangkit dari tempat tidur dan berlari menuju cermin. Dengan teliti memeriksa seluruh tubuhnya, dia mencari bekas luka atau luka bakar. Melihat cermin, dia bingung. Tidak ada bekas luka ba

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status