Dalam Rengkuhan Cinta Istri Ketiga

Dalam Rengkuhan Cinta Istri Ketiga

last updateآخر تحديث : 2026-08-21
بواسطة:  Stary Dreamتم تحديثه الآن
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
لا يكفي التصنيفات
10فصول
8وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Regita (nama samaran) menjadi istri ketiga Elang dalam situasi tak terduga. Seorang Pewaris. Pemimpin terbesar yang memiliki kekuasaan dalam genggaman tangannya. Dalam menjalani perannya, Regita diminta memberikannya pewaris baru dimana kedua istri yang sebelumnya tak mampu memberikan anak laki-laki seperti yang diinginkan oleh Elang. Intrik dan konflik dalam rumah tangga Elang membuat kondisi Regita disudutkan oleh dua istri suaminya yang lain. Sampai Regita berhasil memberikan seorang pewaris.. mereka yang tak menyukai Elang mulai menyerang pria itu dengan Regita sebagai kelemahannya. Hingga sebuah titik balik menyadarkan Elang, jika selama ini yang menjadi musuh terbesarnya adalah......

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1

"Siapa namamu?"

Bisiknya lembut. Helaan nafas itu menggelitik wajah hingga telinga Regita. Detak jantung wanita ini berpacu dengan cepat saat tangan pria bermata elang ini menyusuri kakinya.

"Re.. gita." Jawab Regita sesak nafas.

Pria ini menarik diri menatap manik mata wanita yang tampak ketakutan. Wajah itu cantik sekali walau terbalut pucat. Dan entah kenapa, Elang seperti kecanduan saat menatapnya.

"Nama yang indah. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

Regita menggeleng cepat. Jantungnya benar-benar ingin melompat saat pria itu memandangnya dengan seksama.

"Ti-tidak, Tuan."

Elang menyeringai. Ia mengangkat tubuhnya. Regita kini bisa bernafas lega.

"Perawat di rumah sakit ini akan mengobati lukamu. Jangan dulu pergi sebelum sembuh." Ucapnya lagi.

"Ba-baik."

Elang membalik diri menuju pintu kamar rawat yang ada di sebelah kanan. Saat handle pintu terdorong, Elang sekali lagi melirik Regita.

Wanita itu nampak ketakutan dengan tangan yang meremas selimutnya.

"Hanya wanita biasa." Elang tersenyum miring.

Pria ini keluar dari kamar. Di depannya ada tiga pengawal yang datang menghadang.

"Kami sudah menyelidikinya, tuan." Lapor pengawal berkepala pelontos. "Dia hanya wanita biasa yang tak sengaja lewat di depan mobil kita."

Elang mengangguk. Saat di perjalanan pulang ke rumah, mereka tak sengaja menabrak seorang wanita yang melintas dengan tiba-tiba.

Wanita itu terjatuh dan terguling-guling di aspal. Pengawal Elang langsung bersikap waspada. Mungkin saja wanita itu adalah kiriman musuh yang hendak mencelakai tuannya.

Mengingat Elang baru saja melakukan akusisi pada perusahaan besar. Tak ayal posisi Elang pasti menjadi ancaman bagi beberapa orang.

"Tolong awasi wanita itu disini. Jika sudah sembuh kembalikan dia ke rumahnya."

Bersama dengan asisten setianya, Rico. Elang pulang ke rumah kayu miliknya. Rumah kayu yang luar biasa besar.

Nampak sederhana dari luar dengan kebun yang menyambut. Namun di tengah terdapat rumah kayu ala vila pedesaan yang lapang. Sangat besar dan dihuni banyak orang.

Elang tiba di rumahnya. Sesampainya di depan pintu sudah ada Alisa yang menunggu.

"Mas Elang." Alisa menyambut suaminya dengan senyum manis. Pria ini pun menatapnya datar.

"Tidak perlu repot menyambutku. Bukannya dokter bilang kamu harus banyak istirahat?"

"Iya. Tapi aku bosan di kamar."

"Malam ini adalah jatahmu. Aku akan mengunjungimu nanti malam."

Elang melewati Alisa begitu saja setelah mengatakan itu. Tak perduli jika raut wajah Alisa yang berubah kecewa.

Dia hanya ingin menyapa suaminya. Empat hari terlewati, Alisa rindu sekali akan belaian dari Elang. Apalagi di kondisinya yang tengah berbadan dua membuat Alisa selalu ingin berdekatan dengan suaminya.

"Nyonya Alisa." Tegur seorang pelayan paruh baya bernama Nilam. "Mari saya antar ke kamar. Anda harus banyak istirahat."

Alisa mengangguk. Dia mengikuti Nilam pergi ke kamar pondok kayunya sendiri.

Sementara, Elang masuk ke kamar utama di bagian tengah rumah kayu ini. Kamar yang memang ditempatkan khusus untuk dirinya seorang.

Tok. Tok.

Pintu yang diketuk membuat Elang menoleh sekilas. Saat pintu itu terbuka, seorang wanita cantik dengan rambut sebahu kembali masuk dan membantu Elang membuka jas kerjanya.

"Aku dengar suara mobilmu tadi. Makanya aku kemari. Apa kamu sudah makan, sayang?" Tanya Silvya perhatian.

"Sudah." Elang lalu menatap Silvya. "Ini bukan harimu."

"Aku tahu. Aku masih ingat jatah hari yang kamu berikan padaku."

"Aku hanya tidak mau Alisa melihatmu keluar masuk ke kamarku seenaknya, Vya. Ingat jika Alisa tengah mengandung."

Silvya tersenyum. Dia adalah istri pertama dari Elang. Teman masa kecil yang menjadi teman hidup karena perjodohan orang tua.

"Aku paham. Aku berani kemari karena melihat Alisa sudah masuk ke kamarnya." Elisa membantu Elang berpakaian dan mengusap punggung kokoh itu. "Nanti malam papa ingin mengajak kita makan malam bersama."

Elang menganggung. Ia tak lupa jika papanya ingin makan bersama dengan anak dan kedua menantunya.

"Aku juga ingin membawa Rafika. Nggak masalah, kan?" Tanyanya.

"Asal dia tidak menyusahkan."

"Aku berjanji dia tidak akan membuat ulah seperti kemarin." Sahut Silvya pasti.

Malam tiba, Elang datang didampingi oleh Silvya. Di kursi makan kepala keluarga ada Raja yang sudah menunggu. Keduanya mengambil tempat duduk masing-masing. Sementara, Alisa tiba lima menit kemudian.

"Maaf aku terlambat. Tadi perutku sakit." Ucap Alisa tersenyum tak enak.

Raja berdeham. "Berapa usia kandunganmu sekarang?"

"Akan masuk empat bulan, pa."

"Apa kita bisa memeriksa jenis kelamin anakmu sekarang?"

Alisa jadi gugup karena mata tajam dari mertuanya.

"Maksudnya malam ini?" Tanya Alisa terbata.

"Besok saja." Sela Elang. "Hari sudah malam."

"Di rumah sakit Cakrawala saja. Dokter disana lebih baik dari rumah sakit manapun."

Elang mengangguk. Keempatnya lalu memulai makan malam bersama.

"Hari ini kamu sudah berhasil mengambil alih YK grup, Elang. Perusahaan kita mulai berkembang menjadi perusahan raksasa di Asia. Tapi itu saja tidak cukup. Papa mau kamu menguasai Eropa dan Amerika. Kalau perlu, seluruh dunia." Ujar Raja memandang lekat.

"Akan kulakukan sebisaku." Sahut Elang meneguk minumannya.

"Sebab itulah aku menginginkan cucu laki-laki yang bisa menjadi pewaris di keluarga ini. Yang bisa memimpin dan meneruskan tanggung jawab Elang nantinya." Pandangan Raja beralih pada Alisa dan Silvya.

Kedua wanita ini menundukkan wajah. Terutama Alisa yang ketakutan. Istri kedua Elang ini belum terbiasa dengan peraturan ketat di rumah ini. Apalagi, Raja yang sangat mengharapkan seorang cucu laki-laki.

"Iya, papa. Aku berharap anak yang dikandung Alisa adalah laki-laki. Jadi, kita bisa memiliki pewaris untuk perusahaan Cakra." Ujar Silvya tulus. Ia memandang adik madunya dengan tersenyum.

Alisa tersenyum canggung membalas ucapan kakak madunya. Namun jantungnya masih bergemuruh. Bagaimana jika dia mengandung anak perempuan bukan anak laki-laki? Oh.. Alisa takut terdepak dari keluarga ini.

Sudah cukup dia keguguran satu kali. Dimana Elang saat itu sangat berharap Alisa bisa melahirkan anak laki-laki. Dan semoga, bayi yang dikandung Alisa adalah sesuai yang diharapkan oleh suami dan juga mertuanya.

Ketenangan keempat orang yang sedang menyantap makanannya ini terganggu akibat suara keras dari luar.

Brakk!

Silvya melotot saat mendengar suara anak kecil yang menjerit setelah memecahkan vas bunga.

"Rafika!" Seru Silvya terkejut.

Prangg!

Tak hanya satu vas bunga. Kini vas bunga yang ada di atas nakas ikut diambil dan dilemparkannya ke dinding rumah. Sedangkan pengasuh anak itu kesulitan menenangkannya.

"Maaf, Nyonya. Rafika nggak bisa dicegah!" Ujar pengasuh anak ini ketakutan.

Raja dan Elang langsung memberikan tatapan tajamnya. Bukan pada Rafika melainkan pada ibunya, Silvya.

"Ajari anakmu itu sopan santun, Silvya!"

Suara menggelegar itu berhasil membuat Silvya gemetaran.

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
10 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status