Hak Putriku Bukan Milik Kalian

Hak Putriku Bukan Milik Kalian

last updateLast Updated : 2026-08-04
By:  Rias ArdaniOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
8Chapters
6views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Nadira kehilangan suaminya dalam sebuah kecelakaan tragis yang diyakini merenggut nyawa Arga. Kesedihannya belum usai ketika ibu mertua dan adik iparnya justru mengusir dirinya dan Alya dari rumah keluarga Pratama. Tidak hanya kehilangan suami, Nadira juga kehilangan tempat tinggal, harta, dan hak putrinya sebagai ahli waris. Saat semua orang menutup pintu untuknya, Adrian Winata datang sebagai satu-satunya pengacara yang bersedia membela Nadira. Dari perjuangan hukum itulah Nadira mengetahui bahwa dirinya adalah pewaris keluarga Maheswari, sebuah keluarga konglomerat yang telah lama mencarinya.

View More

Chapter 1

Bab 1 Dia yang Menghilang

BAB 1

**Suamiku Tak Pernah Pulang**

"Ma, Ayah kapan pulang?" tanya Alya dengan mata berbinar sambil memegang sebuah kartu ucapan yang dibuatnya sendiri.

Nadira hanya tersenyum lembut. Ia mengusap rambut putrinya yang baru berusia empat tahun itu. Mata polos itu menatap dengan tuntutan.

"Sebentar lagi, Sayang. Ayah bilang malam ini kita makan malam bersama." Nadira mengucapkan itu dengan penuh keyakinan, hal itu tentu saja membuat Alya bahagia.

Alya langsung bertepuk tangan kegirangan. Hatinya penuh harap dan diliputi ketidaksabaran.

Di atas meja makan telah tersaji berbagai hidangan favorit Arga. Sup buntut hangat masih mengepulkan uap, ikan bakar dengan sambal kecap, serta puding cokelat yang dibuat Nadira sejak siang. Malam itu terasa begitu istimewa karena tepat lima tahun lalu mereka mengikat janji suci sebagai suami istri.

Malam ini adalah saksi cinta mereka.

Nadira bahkan telah menyiapkan sebuah jam tangan sebagai hadiah ulang tahun pernikahan. Benda itu dibungkus rapi dengan pita berwarna biru tua, warna kesukaan Arga.

Matanya sesekali melirik jam dinding, merasa waktu begitu bergerak lambat.

Pukul delapan malam.

Biasanya Arga sudah tiba di rumah sebelum pukul tujuh jika tidak ada rapat mendadak.

"Nanti kalau Ayah pulang, Alya mau kasih hadiah sendiri," ucap Alya sambil memeluk kotak kecil berisi gantungan kunci berbentuk hati.

Nadira tertawa pelan, sembari mengusap lembut rambut hitam legam milik Alya.

"Ayah pasti senang," tuturnya.

Namun, semakin malam, perasaan Nadira justru semakin gelisah.

Ia mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor Arga.

"Nomor yang Anda tuju sedang tidak dapat dihubungi."

Kening Nadira berkerut, ada secercah perasaan yang tidak nyaman mulai mengusiknya.

"Kenapa dimatikan?" gumamnya.

Meskipun dia merasa sedikit kesal, tapi dia juga merasa mulai curiga. Ia mencoba lagi, dengan hati yang coba dia buat tenang.

Tetap tidak aktif, Nadira benar-benar benar mulai kesal.

"Ma... Ayah lupa pulang?" tanya Alya polos. Nadira mengernyit.

"Tidak mungkin. Ayah tidak pernah lupa janji."

Nadira meyakinkan Alya. Meski berkata demikian, jantung Nadira mulai berdetak tidak nyaman.

Arga adalah pria yang sangat disiplin. Jika terlambat, dia pasti akan memberi kabar.

Sepuluh menit kemudian, ponsel Nadira kembali berdering.

Bukan nama Arga yang muncul. Akan tetapi nomor tak dikenal. Sejenak Nadira terdiam, kemudian menjawab telepon itu.

"Halo?"

"Apakah benar ini Ibu Nadira, istri Bapak Arga Pratama?"

Suara berat di seberang membuat tubuh Nadira menegang.

"Iya... saya sendiri." Nadira menjawab pelan.

"Saya dari Kepolisian Resor Kota. Mohon Ibu tetap tenang."

Kalimat itu membuat tangan Nadira gemetar.

"Ada apa dengan suami saya?"

"Mobil yang dikendarai Bapak Arga mengalami kecelakaan di Jalan Bukit Raya sekitar satu jam yang lalu."

Dunia Nadira seakan berhenti berputar.

"Kecelakaan...?"

"Iya, Bu. Mohon Ibu segera datang ke lokasi."

Ponsel di tangan Nadira hampir terjatuh.

Wajahnya mendadak pucat.

"Ma... kenapa?" Alya menarik ujung bajunya.

Nadira berusaha tersenyum, meski bibirnya bergetar.

"Ayah... mengalami kecelakaan."

Tanpa membuang waktu, Nadira membawa Alya menuju lokasi yang disebutkan polisi. Sepanjang perjalanan dia terus berdoa.

"Ya Allah... lindungi suamiku. Jangan ambil dia dariku."

Begitu tiba, suara sirene ambulans dan mobil pemadam memenuhi udara malam.

Asap masih mengepul dari dasar jurang.

Nadira memaksa menerobos garis polisi.

"Itu suami saya! Tolong biarkan saya lewat!"

Seorang petugas menahannya.

"Ibu, jangan mendekat! Lokasinya masih berbahaya."

Air mata Nadira mengalir deras saat melihat sebuah mobil hitam yang sudah tak berbentuk.

Itu mobil Arga.

Mobil yang pagi tadi masih diantar pergi olehnya sambil melambaikan tangan.

"Kami menduga kendaraan kehilangan kendali saat hujan deras, kemudian menabrak pembatas jalan dan jatuh ke jurang," jelas seorang petugas.

Nadira menggeleng keras.

"Tidak... suami saya pasti selamat." Nadira berusaha menerobos, dengan membawa perasaan kacau.

"Tim SAR masih melakukan pencarian." Petugas meyakinkan, agar Nadira bisa tenang.

Harapan itu membuat Nadira sedikit bernapas lega. Namun tetap saja ketenangannya terus terusik karena pikiran khawatir nya pada sang suami.

Belum ditemukan. Suara petugas lainnya terdengar, membuat Nadira semakin gelisah dan ketakutan.

"Berarti pak Arga mungkin masih hidup." Suara lainnya ikut menyahut. Nadira diam mematung, kehilangan daya untuk mencerna pendengarnya saat ini.

Namun beberapa menit kemudian...

Seorang petugas berjalan mendekat sambil membawa sebuah kantong plastik bening.

"Ibu... apakah cincin ini milik suami Anda?"

Nadira menatap benda di dalam plastik itu.

Cincin emas sederhana dengan ukiran nama mereka berdua.

Arga ❤ Nadira

Itu adalah cincin yang dipakaikan Arga ke jari manisnya lima tahun lalu.

Tangis Nadira pecah seketika.

Tubuhnya lemas.

Lututnya tak lagi mampu menopang beban tubuhnya.

"Arga...."

Suara itu keluar lirih, sebelum pandangannya menggelap.

Ia jatuh pingsan tepat di depan jurang tempat suaminya dinyatakan hilang.

Di tengah derasnya arus sungai, seorang petugas berteriak kepada rekannya.

"Jasad korban belum ditemukan! Lanjutkan pencarian!"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status