LOGINre·pent /rəˈpent/ verb feel or express sincere regret or remorse about one's wrongdoing or sin. Haven is your average Christian young woman. She attends church, always reads her bible, and is the leader of her church's Youth Group. She even has the perfect Christian boyfriend, who she's sure she'll marry. Tristian is your average trouble maker. He drinks, smokes, and has no interest in religion. He's been sent to live with his religious grandmother harboring a lot of guilt and a horrible secret. When Haven meets Tristian, he turns her Christian world upside down and offers to show her a life outside of God. Her faith wavers as she falls in love with him and sets down a passionate, sinful path. She tells herself God will forgive her if she repents. But repentance means nothing when you're not sorry for what you've done.
View MorePrologue
"Kau serius akan menikahi pria tua itu?""Vanya, jaga kata-katamu," ucap Tania kemudian menghela napasnya. "Kami saling mencintai."Vanya tertawa hambar. "Ya Tuhan, jangan bikin aku sakit perut. Aku tahu kau bersedia menikahi pria tua itu karena menginginkan jabatan di partai politik, bukan karena cinta."Vanya kemudian bertopang dagu di atas meja makan seraya menatap ibunya, bibirnya mengulas senyum sinis karena bukan hanya faktor usia Raul yang membuatnya tidak setuju ibunya menikah pria itu. Tetapi, Raul baru bercerai dari istrinya kurang lebih tiga pekan yang lalu dan tentu pernikahan yang dikatakan ibunya seolah menegaskan jika gosip bahwa pimpinan partai Nasional di Spanyol itu memiliki hubungan gelap dengan salah satu anggotanya.Tania menggeleng kan kepalanya. "Lusa pernikahan kami, kuharap setelah itu kau bisa menjaga sikapmu di depan Raul karena bagaimanapun dia akan menjadi keluarga kita."Vanya jijik mendengar nama pria yang lebih dari separuh hidupnya selalu disebut-sebut oleh ibunya. Pria itu berusia enam puluh lima tahun dan ibunya berusia tiga puluh tujuh tahun. Dia tidak habis pikir bagaimana bisa ibunya memiliki ide untuk jatuh cinta pada pria yang lebih cocok menjadi kakeknya?"Jadi, benar jika selama ini kau dan dia menjalani hubungan gelap?" tanya Vanya dengan nada sangat dingin."Itu tidak benar. Raul dan mantan istrinya telah lama tidak harmonis dan....""Dan itu karena kau, benar, 'kan?" potong Vanya dengan nada lebih sinis. "Semua orang di Madrid juga tahu. Gosip kalian sudah menjadi rahasia umum selama bertahun-tahun, tapi kau bersikap seolah tidak pernah mendengarnya.""Vanya, dia pria lajang dan aku juga wanita lajang. Apa salahnya jika kami jatuh cinta kemudian memutuskan menikah?""Secepat itu?" Vanya terkekeh hambar. "Kau sudah lama menjadi gundiknya, 'kan?""Vanya!" bentak Tania.Vanya kembali tertawa. "Ada banyak sekali pria di dunia ini. Kau bisa pilih yang lebih muda atau yang usianya tidak terpaut jauh darimu. Kau tidak perlu jatuh cinta pada... ya Tuhan, dia pantas menjadi ayahmu!"Tania menghela napasnya dalam-dalam. "Vanya, aku ini ibumu. Kau tidak pantas menceramahiku."Vanya mengedikkan bahunya. "Aku tidak merestui pernikahan kalian.""Aku sedang memberitahumu, bukan meminta restu darimu," ucap Tania.Vanya bangkit dari kursinya "Menikah saja, terserah! Setelah dua tahun mungkin kau akan mengurus pria sakit-sakitan yang duduk di kursi roda." Ia tertawa mengejek. "Tapi, setelah itu mungkin kau akan mendapatkan warisan yang sangat banyak dan tujuanmu tercapai. Selamat.""Vanya, bukan begitu dan kita belum selesai bicara. Duduklah!" ucap Tania seraya meninggalkan kursinya."Jangan khawatir, aku tidak akan menghalangimu! Aku akan tinggal di rumah ayahku!" ucap Vanya seraya meninggalkan ruangan makan."Vanya, kau tidak akan ke mana-mana, kau tetap tinggal bersamaku." Tania mengikuti Vanya yang sepertinya sama sekali tidak akan menoleh meskipun ia berteriak. "Ayahmu tidak akan peduli padamu meskipun kau di sana, dia hanya peduli pada Julio."Air mata Vanya sudah mendesak di kelopak matanya. "Itu kesalahanmu! Kau tidak melahirkanku sebagai laki-laki!" Ia berbalik seraya menyeka air mata yang akhirnya meleleh di pipi. "Andai kau tidak keras kepala mempertahankan apa yang egomu, kita bisa menjadi keluarga yang utuh!""Vanya... aku melakukan semua ini karena kau, aku ingin....""Apa? Karena aku?" Vanya menggeleng. "Papa memang tidak kaya raya. Tetapi, dia memiliki pekerjaan!""Vanya, kau salah paham," desah Tania."Di mana letak salah pahamnya? Aku cukup dewasa untuk mengerti kalau kau tidak bisa hidup sederhana!""Papamu tidak bekerja, dia hanya mengurus mesin-mesin itu dan tidak peduli padaku! Dia hanya peduli pada Julio! Dia terobsesi agar Julio menjadi pembalap!""Bohong! Kau yang tidak mau dinikahi Papa dan kau yang egois!" jerit Vanya.Vanya berlari ke kamarnya, mengemasi beberapa barang dan memasukkan ke dalam tas lalu berlari meninggalkan rumah itu. Gadis berusia delapan belas tahun itu menuju stasiun kereta untuk pergi ke rumah ayahnya. Di sana, pintu terbuka hanya dengan sekali saja Vanya menekan bel."Vanya, kau menangis?" tanya Julio, kakaknya. "Apa yang terjadi?""Kita harus bicara," ujar Vanya."Masuklah.""Apa Papa ada di rumah?" tanya Vanya seraya melangkah masuk."Ya. Dia di kamar.""Aku ingin bicara dengannya." Vanya buru-buru melangkah mendekati tangga yang menghubungkan lantai atas di mana kamar ayahnya berada. "Dengar, Julio. Mama akan menikah. Papa harus membujuk agar Mama tidak menikahi pimpinan partai politik itu."Julio menarik pergelangan tangan Vanya dan berhenti, ditatapnya adiknya dengan bimbang. "Kurasa kita harus menunggu. Kita bicara dengan Papa nanti, setelah kekasihnya pergi."Hola....Jangan bosan, ya.Authornya malas riset tempat lain di belahan bumi ini. Jadi, kita pake Spanyol lagi deh.~Haven’s POV~ “So you chose Tristian?” Aleecia asked as we got ready for the wedding. “Are you surprised?” Grace snorted. “I mean it was always going to be him.” “Yeah, I suppose. But what are you two going to do in different states?” Aleecia questioned. “We’ll figure it out.” I answered. I didn’t want to take the attention off of Grace by telling them that I was moving to New York. Tristian talked to Avery this morning, who was thrilled to hear that I would be coming there too. I think it was all going to work out perfectly. This was what was meant to happen. “I’m gonna go check on Heath.” I stated. As I reached the door to the boy’s room, Logan stepped out of it. We stared at each other for a moment. “You look beautiful.” Logan whispered. “You look really handsome.” I offered. “I’m sorry for how I left things last night. I just...I’m tired Haven. Tired of pretending everything w
~Haven’s POV~Tristian was right.I wasn’t as happy as everyone thought I was.Up until now I couldn't figure out why. I knew something was missing, but didn’t know what it was.I now knew it was Tristian.It was strange because there was nothing wrong with Logan. He was perfect. But maybe too perfect. Sure that sounds dumb, but it was true.When we had gotten together he was exactly what I needed. Sweet, funny, loyal. During that time in my life, I required that kind of man.But three years later, things are different. I’ve grown as a person and while Logan has grown with me, I wasn’t sure he grew into someone that complimented the person I had grown into.Tristian had.Or had he? Was this me trying to relive a time in my life that was long gone? Did I still have that bad boy fantasy or something?I wasn’t sure. What I did know was I almost h
Three Years Later~Haven’s POV~Planning a wedding was not easy.It’s even harder when it’s not your wedding that you're planning.I was the Maid of Honor for Grace and Heath’s wedding that was in a mere five days!I was relieved that it would be over soon. I was ready to fully get back to life without thoughts of flowers and table cloths coming up.I sighed and sat back in my seat. Finally the work day was done. I looked next to my computer at the framed photo of me, Mom, Heath, Grace and Logan at mine and Tristian’s first and last gallery exhibit together.Mom passed away nine months after that. It was easier than Dad’s death. We knew it would happen. We were prepared. It was still painful.I felt guilty about the sense of relief I felt. I didn’t have to take care of her anymore. I could fully pursue my career after that and I did.I was now the cu
~Haven’s POV~Logan had been kind of distant with me since the trial. It had been a week of tiptoeing around the issue, but I just couldn’t take it anymore.“Logan, baby, is something wrong?” I asked.I knew we had to talk about what I had said at the trial. I hoped he wasn’t too upset with me.“Did you mean all that?” Logan whispered. “That he was your best relationship? He’s the love of your life...are you not happy with me Haven?”“Of course I am. Logan I love you. I meant that! At the time yes it was everything to me and I felt like my life had crumbled. But you’ve made it better. I’m happy with you. That’s why you’ve been the one by my side through this whole ordeal. I couldn’t have gotten through without you.”Logan studied me before smiling. “Alright. Good. Because I love you too and you being happy is the most impor
~Haven's POV~ I could barely sleep that night. I was always incredibly excited for the first day of school. And knowing I had art classes only made me even more excited. I had the perf
~Haven's POV~I was beyond furious after dropping Tristian off. What's his problem? Who throws quarters at people?And saying that Gabe pleasures himself to substitute the fact that we d
~Haven's POV~ The Devil is everywhere. Especially outside this store. Don't get me wrong, I love collecting donations for the church, but some of these people really need Jesus! I crie
*Tristian's POV*I’d only known the girl like two months, but Haven has somehow captured my attention something fierce. She’s just unlike any other girl I’ve ever met. She's completely insane and yet makes so much












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Ratings
reviewsMore