Share

Sakit

Author: Pulungan
last update publish date: 2026-01-10 09:00:50

Suasana sekolah saat itu sedang ramai. Bel akan berbunyi beberapa menit lagi.

Di dalam kelas 12 IPS 3 suasana juga sudah ramai dengan murid yang heboh karena si bendahara sedang melaksanakan tugas negara, _alias ngutip uang kas._

Suasana itu hanya di pandangi oleh Tivane yang duduk sambil main handphone di kursinya.

"GOOD MORNING EVERYONE" lagi lagi suara Skyler dan River terdengar saat mereka memasuki kelas.

" Sini uang kas lo!" Tagih si bendahara saat mereka baru masuk.

" Set dah, baru juga gue mau nyapa lo pada" ucap River manyun dan langsung merogoh saku nya.

" Gini kek lo pada, nggak perlu gue cakarin dulu tuh kantong kalian" ucap si bendahara saat sudah mendapatkan dari masing masing mereka.

" Nih, uang kas si Tivane" ucap Rigecherta menyodorkan uang untuk ia dan Tivane.

" Ih, mau juga dong. Masa Tivane doang yang di traktir" ucap si wakil ketua kelas.

" Brisik, lo punya duit" ketus Rigecherta melenggang ke kursinya di ikuti ke tiga temannya.

" Morning Vane.." sapa Skyler melihat Tivane duduk di kursinya denga santai.

" Iyaa" balas Tivane mengangguk saja.

" Aduh, dek Vane, cantik banget deh" goda River membuat Rigecherta langsung menatap tajam ke arah nya.

" Kok lemes banget?" Tanya Rigecherta duduk di samping Tivane.

" Nggak kok" jawab Tivane tersenyum tipis.

" Btw kok lo duduk sendirian sih?" Tanya Tivane karena melihat hanya Rigecherta yang duduk sendirian, sementara ketiga temannya duduk satu meja.

" Si River berisik, gue usir" jawab Rigecherta enteng.

" Lah, jadi tuh mereka bertiga karena lo?" Tanya Tivane geleng geleng.

" Ya emang tuh mejanya juga buat yang bertiga gitu, makanya di bolehin dia pindah." Jelas Rigecherta membuat Tivane mengangguk dan meletakkan kepala ke meja.

"Rige Mabar yok" ajak Skyler karena bosan. Nggak mungkin masih pagi dia udah karokean kayak biasanya, kan nggak estetik masih pagi udah kumat.

" Males duluan aja" jawab Rigecherta singkat sambil menatapi Tivane.

" Ah, lo mah gitu, tapi kalo di ajak berenang pasti semangat." Kata Skyler mencak-mencak.

" Udah lah, bertiga aja kita sini" lerai Veros pada akhirnya. Jadilah mereka Mabar bertiga karena Rigecherta tidak mau join.

Sedangkan Rigecherta juga ikut meletakkan kepala nya ke meja menghadap ke arah Tivane.

" Lo kenapa?" Tanya Tivane karena cowok itu berenang pagi-pagi.

" Nggak sih, kenapa emang? Lagian kalo gue sakit lo mau apa?" Tanya Rigecherta dengan senyum simpul.

" Ya bilang ke teman teman lo lah, biar di bawa ke UKS" sahut Tivane santai.

"Hahaha" Rigecherta hanya terkekeh kalem dan menatap Tivane lama. Entahlah, bersama gadis ini ia bisa merasa santai dan entah kemana perginya wajah datarnya itu.

River yang sedang Mabar tak sengaja menoleh dan mendelik karena sangat jarang melihat Rigecherta tertawa sesantai itu.

"Liat deh tuh temen lo, dia kenapa coba ketawa gitu, takut dia lagi kesambet" bisik River pada Veros yang hanya mengangguk santai.

"Namanya juga sayang" ucapnya pelan.

"Hah?" Tanya River karena tak terlalu dengar.

"Udah, diem lo" Veros tak menjawab lagi

♥⁠╣ Malamnya╠⁠♥

Tivane sedang tiduran di kasurnya, dengan hidung memerah dan wajah yang juga sedikit memerah karena flu.

"Hcuuh" ia lagi-lagi bersin untuk yang keberapa kalinya.

"Aduh..." Lenguh Tivane.

Tiba-tiba handphone nya bergetar tanda ada pesan.

"Siapa tuh" ia langsung mengambil handphonenya dan membaca pesan itu. Rigecherta: ngapain lo?

Tivane: nafas.

Rigecherta:kirain dah lewat.

Tivane: anjir lo, gue lagi sakit nggak usah ngajak gelut deh, lagi sakit gue

Rigecherta: siapa yang ngajak gelut coba. Btw sakit apa?"

Tivane: flu gue :(

Rigecherta: gara gara tadi.

Tivane: nggak tau deh, iya deh kayaknya.

Rigecherta: Sono lo minum obat, beneran lewat tau rasa lo.

Tivane: apaan banget sih, ngedoain gue lewat.

Rigecherta: bukan gitu Tivane maksud gue, lo minum obat, biar cepat sembuh... Aduh, lo anak siapa sih?

Tivane: oh.. perhatian toh. Bilang kek.

Rigecherta:udah sih, gue nyuruh lo minum obat. Buruan!.

Tivane: iya iya, minum nih gue. Bawel lo.

Tivane dengan mals meraih obat dan air minum di atas nakas lalu meminum obat itu.

"Serasa di omelin emak-emak njir." Gerutunya sendiri.

Tiba-tiba ada ketukan di pintu membuat Tivane tersentak dan langsung membuka pintu.

"Pesanan atas nama mbak Tivane" ucap sang kurir.

"Eh, iya, makasih ya mbak.." Tivane langsung menerima makanan itu dengan dahi mengerut heran, lalu ia menutup pintu dan membawa makanan itu ke meja makan.

Saat ia duduk, handphone di tangannya bergetar membuat ia melihat pesan tersebut.

Rigecherta: makan deh lo biar cepat sembuh

Tivane: thanks ya, btw lo tau alamat rumah gue dari mana?

Rigecherta: selamat makan.

"Lah, malah nggak di jawab, tapi yaudah lah. Mau makan gue" ucapnya kesenangan melihat makanan di depannya.

Sementara di rumah Rigecherta ia terlihat mendecak keras.

" Kan, beneran sakit anak orang" ia mendecak khawatir.

" Nanti kalo gue samperin apa nggak di cambuk papanya gue?" Tanyanya pada dirinya sendiri.

"Ah bodo amat lah" ia langsung menyambar kunci motornya lalu melaju ke rumah Tivane.

Sementara itu di rumah Tivane, ia sudah selesai makan dan duduk duduk di balkon kamarnya untuk menghirup udara segar.

Rigecherta yang sudah sampai di depan gerbang rumah Tivane, ia melihat ke arah kamar Tivane dan melihat lampu masih menyala, pertanda orangnya belum tidur. Ia merogoh sakunya mencari handphone.

Handphone Tivane bergetar membuat ia melihat pesan yang muncul di layar.

Rigecherta: udah siap makannya?

Tivane: udah kenapa?

Dari bawah Rigecherta melihat bayangan orang yang duduk di balkon itu pun tersenyum kemudian dengan jahil Muali menyalakan flash handphone dan mengarahkannya pada Tivane.

Sementara di balkon Tivane mendelik melihat tidak ada jawaban.

"Eh, apa tuh terang banget" ia menyernyit melihat silau ke arah bawah dan mengikuti arah cahaya dan melihat pelakunya.

"LO?" Pekiknya kaget melihat Rigecherta tertawa sambil dadah dadah di bawah.

Tivane langsung turun dan membuka pagar dengan aura sok melabrak.

" Ngapain lo di rumah gue malam-malam" tanya Tivane sok ketus.

" Mau ngajakin lo Malmingan" jawab Rigecherta enteng membuat Tivane membulatkan mata.

" Tapi karna lo sakit, nggak jadi deh, ntar tambah sakit" sambungnya sambil mematikan flas handphone.

"Dih, kayak gue mau aja" ketus Tivane sinis.

"Yaudah sih kalo nggak mau Sono masuk" suruhnya kalem.

" Yaudah lo pulang sono" usirnya dengan gaya tak santai.

"Gue mau disini aja deh. Kenapa emang kalo gue di sini?" Tanyanya ingin memancing keributan saja sebenarnya.

" Ya ngapain lo disini anjay? Dingin woi" omel Tivane tapi Rigecherta malah terkekeh geli.

" Lo lucu kalo lagi ngomel, pipi lo merah" ejeknya membuat Tivane ingin menjambak ya.

" Ihh.. gue Jambak ya lo" geram Tivane sambil mengangkat tangan seolah ingin mencakarnya.

" Set dah, gue pikir kalem lo " ucak Rigecherta sambil sedikit mundur.

"Mana ada gue kalem, asal lo tau, gue itu cewek paling cerewet dan barbar " ucap Tivane menggebu-gebu, membuat Rigecherta menahan senyum. Entah lah, melihat nya seperti itu membuat Rigecherta gemas.

" Dan ceroboh kan?" Tanya Rigecherta lagi-lagi ingin mencari gara-gara.

" Ya. Gue itu emang ceroboh banget, tapi tenang, kata papa selagi cantik itu anggun" sengaknya percaya diri.

" Lucu banget sih lo.." ucap Rigecherta sambil mengunyel pipi Tivane membuat Tivane menggeplak tangannya. Rigecherta mengaduh dan menatapnya gemas.

"Galak banget sih, anak siapa sih ini?" Ia malah lanjut mengunyel pipi Tivane membuat Tivane manyun.

" Lucunya, kayak ukan buntal" katanya membuat cewek itu melotot geram.

" Udah ah, sono lo pulang." Usirnya kesal.

" Okey, bye bye.." Rigecherta kembali ke motor nya dan menyalakan mesin.

" Dah.. _kesayangan aku, kali ini aku bakalan ngambil hati kamu_ " ia mengucapkan nya dengan pelan di bagian akhir mungkin Tivane tidak mendengarnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Pulungan
happy reading
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 24/ Ending

    * Beberapa bulan kemudian * Sudah sekitar 6 bulan pernikahan mereka, kini Chesia terlihat sedang mengandung anak mereka, bulan ini usia kehamilannya 5 bulan. Perutnya sudah mulai membuncit namun masih belum terlalu besar karena baru 5 bulan. Chesia kini tampak sedang duduk santai di taman belakang rumahnya dengan Seriazer sambil nyemil dan membaca novel. Wanita itu tampak santai menghabiskan waktu si sana dengan dunianya sendiri sampai tidak sadar ada yang mendekat dari arah belakang dan langsung memeluknya. Chesia tersentak kaget dan menoleh mendapati wajah suaminya yang baru pulang dari kantor sedang bersandar di bahunya. " Udah pulang? Kok nggak salam? Kaget aku" ucap Chesia mengelus punggung tangan suaminya yang berada tepat di atas perutnya. " Udah salam kok tadi, tapi nggak ada yang nyahut, jadi aku datang ke sini" jawab Seriazer semakin endusel manja pada Chesia. " Oh iya kah? Maaf ya, kayaknya aku keasyikan baca novel" ringis Chesia mengusap lembut kep

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 23 S2/ Sah

    Seriazer telah satu Minggu di Indonesia. Selama itu juga, pemuda itu tak pernah terlihat diam sebentar saja di rumah nya, kalau nggak kekantor ya ke rumah Chesia. Ia hanya pulang malam untuk beristirahat membuat paman nya geleng-geleng kecil namun tetap membiarkan karena dari dulu Seriazer memang tak pernah berdiam lama-lama di rumah, Selalu ada saja kegiatannya, takau nggak ke danau ya ke perpus, kalau nggak ya.. ngintilin Chesia dari jauh. Malam sudah terlihat larut, Seriazer yang sedang menuang air minum di dapur menoleh saat melihat Rizky sedang duduk di meja makan sendirian. " Om, belum tidur?" Tanya Seriazer mendekat. " Nggak bisa tidur. Om tiba-tiba kangen sama Tante kamu" ucap Rizky membuat Seriazer menyernyit. " Kamu belum tau kan? Om dulu punya pacar, tapi putus karena saling gengsi dan ego yang sama-sama tinggi, sampai sekarang om masih belum bisa move on dari calon Tante kamu itu. Tapi.. dia udah nikah sama cowo lain sekarang" curhat Rizky membuat S

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 22 S2/ saingan sama adek sendiri.

    Chesia dengan cepat langsung melaju di depan Seriazer yang sedari tadi mengikutinya dengan santai di belakang. " Eci! Belok kanan dulu!" Seru Seriazer namun Chesia dengan cepat menggeleng dan memeletkan lidah meledak saat menoleh sedikit ke belakang. Seriazer yang melihat itupun terkekeh kecil dan menggeleng pelan. " Dasar bocah" gumam Seriazer akhirnya pasrah mengikuti gadis itu. Chesia sampai di depan rumahnya dan langsung memarkirkan motornya di depan gerbang. " Eh udah pulang non Chesia? Mau di masukin nggak motornya?" Tanya pak satpam yang dengan sigap berdiri. " Iya pak, ini kuncinya, makasih ya" ucap Chesia lalu berdiri di depan gerbang dengan tangan berkacak pinggang, seolah menunggu musuh bebuyutan. Motor Seriazer akhirnya sampai dan pemuda itu langsung membuka helm lalu turun dari motornya. " Kenapa mukanya masih di tekuk gitu? Masih marah hmm?" Tanya Seriazer lembut menghampiri Chesia dan merapikan rambut gadis itu karena habis ngebut di jalanan.

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 21 S2/ bertemu kembali

    Hari berganti terasa sangat cepat, bahkan tidak terasa kini sudah lima tahun sejak kejadian di bandara yang menguras air mata. Chesia terlihat lebih dewasa karena ia sekarang bukan lagi murid SMP melainkan mahasiswi di salah satu universitas yang ia impikan sedari dulu. Chesia terlihat sedang fokus pada dosen yang sedang mengajar di depan, sesekali tangannya akan mengetik cepat di handphone nya. Ia sedang chatan dengan Seriazer namun masih bisa mendengarkan walaupun sesekali akan tersenyum sendiri. " Chesia, nanti mau nongki dulu nggak di cafe depan?" Bisik teman Chesia namun tak ada sahutan karena Chesia sedang berbunga-bunga dengan chat Seriazer. " Chesi.. Chesia!" Panggil temannya itu membuat satu kelas termasuk dosen di depan menatap mereka berdua. Chesia sendiri sudah malu setengah mati apalagi melihat ekspresi teman sekelasnya yang sudah menahan tawa masing-masing. " Ada apa itu?" Tanya sang dosen menatapi keduanya. " Ohh.. nggak kok pak, tadi itu ada

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 20 S2/ berpisah

    Suasana bandara yang ramai siang itu seolah lenyap dalam pandangan Chesia. Gadis itu terus menangis dalam pelukan ayahnya tanpa peduli beberapa orang yang lewat memperhatikan nya yang menangis keras. Tivane dan Rigecherta hanya bisa menghela nafas kecil dan memilih menenangkan gadis itu dulu. " Kakak apaan deh? Alay banget" celatuk Vergean menatap kakak nya jengah. " Mamih.. aku masih mau ketemu sama kak Azer, aku masih pengen ngobrol sama dia.." lirih Chesia sesenggukan. " Mami udah bilang dari kemarin. Udah jangan jangan nangis lagi" ucap Tivane lembut mengusap air mata putri sulungnya itu. " Tapi sekarang gimana? Aku tau aku salah. Tapi aku juga nggak tau kalau dia hari ini mau berangkat" ucap Chesia menunduk dalam. " Sudah jangan nangis." Ucap Rigecherta menenangkan sambil memegang pundak putrinya. " Beneran udah berangkat ya?" Tanya Kiara terdiam di samping Rizky. Saat semua orang berusaha menenangkan Chesia. Seriazer datang dari belakang gadis

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 19 S2/ bandara

    Setelah sesi foto bersama, Seriazer langsung pergi tanpa menunggu apa-apa lagi. Motornya melaju cepat di jalanan, sementara pikirannya penuh oleh pertanyaan mengapa Chesia tiba-tiba marah padanya serta kemungkinan kemungkinan buruk yang terus terngiang membuat kepalanya terasa penuh. Setelah sampai di depan gerbang rumah Chesia, pemuda itu langsung turun dari motor nya dengan cepat lalu melihat ke dalam karena gerbang itu tertutup. " Pak satpam!" Panggil Seriazer sedikit keras saat melihat ada satpam yang berjaga di sana. Satpam itu terlonjak dan bangun dengan cepat karna tadi sempat ketiduran. " Siapa den?" Tanya si satpam mendekat. " Temen Chesia pak, Chesia nya ada di dalam nggak?" Tanya Seriazer membuat pria itu menggeleng pelan. " Belum pulang den, tadi katanya mau jumpain temen." Jawab si satpam membuat Seriazer menyernyit heran. " Belum pulang? Dia ada bilang nggak tadi mau kemana?" Tanya Seriazer lagi. " Nggak ada den. Katanya suruh saya

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 59/ Couple baru lagi

    Rumah Tivane dan Rigecherta kini terasa sangat hangat dan penuh karena par sahabat mereke yang masih setia di sana sampai sore hari. Bahkan saat siang tadi beberapa dari mereka ada yang tertidur karena lelah atau mengantuk dengan cerita yang lainnya mungkin. Kini Tivane sudah duduk di ter

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Rigecherta My Possesive Best Friend    pasar malam

    Kini semua sedang berkumpul di meja panjang yang sudah di siapkan di belakang rumah Tivane tersebut. Rigecherta dan Tivane di tengah-tengah, ayah Tivane di ujung kiri dan ibu Tivane di ujung lainnya. Semuanya makan sambil mengobrol dengan ceria, suasana terasa hangat serta pemandangan yang in

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Main ke rumah sahabat lama

    Rigecherta menarik tangan Tivane untuk masuk ke rumah nya. Rigecherta masuk sambil melepas sepatu. " Rige pulang!" Ucap Rigecherta sambil membuka sepatunya dan langsung duduk di sofa di ikuti oleh Tivane yang duduk canggung tak jauh darinya. "Udah pulang dek?" Ibu Rigecherta datang dari dap

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Rigecherta My Possesive Best Friend    I'm sorry Rigecherta.

    Keesokan harinya Tivane berangkat ke sekolah lebih semangat karena ia ingin menjumpai Rigecherta. ' sorry bikin lo nunggu lama Rige ' Tivane berkata dalam hati. "Papa boleh tanya sama kamu?" Tanya Aliandra saat mereka sedang berada di mobil dalam perjalanan ke sekolah. "Mau tanya apa pah?" Tan

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status