Compartilhar

Bab 51 Menjauh

Autor: Namorae
last update Data de publicação: 2026-10-20 13:18:37

Naren yang mendengar pernyataan dari Althea segera mengernyit, bingung akan maksud dari wanita itu.

"Kenapa kamu? Apa ada masalah?" tanyanya, bingung.

Althea memejamkan matanya sejenak, ia tidak tahu harus merespon apa bosnya yang sepertinya enggan untuk menjaga jarak darinya. Althea terdiam sejenak, mencoba mencari alasan untuk bisa buru buru menjauh dari bosnya itu, sekaligus menepati janjinya kepada ibunya Naren, untuk menjauhi bosnya.

"Sudah lah pak, mulai sekarang jangan ganggu saya
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 57 Kenapa?

    Naren mengangkat sebelah alisnya. Pria itu menatap Althea yang masih sibuk memperhatikan wajahnya dengan ekspresi bingung. Entah apa yang ada di dalam pikiran wanita itu hingga berani menyebutnya pria galak, padahal beberapa detik sebelumnya ia masih memujinya setampan itu."Kamu mengatakan saya pria galak?" tanyanya.Althea mengerucutkan bibirnya. Ia kembali mencubit pipi Naren pelan, kemudian menggelengkan kepala dengan ekspresi kesal."Iya iya seperti pak Naren, satu satunya pria galak yang suka marah-marah. Kalau bicara sama aku, mukanya selalu kayak orang mau makan orang. Apalagi wajahnya selalu saja dingin seperti batu es. " Ia menggerakkan tangannya di depan wajah Naren, menirukan ekspresi pria itu. "Sini, sini, Althea! Kerjakan ini! Althea, masuk ke ruangan saya! Althea, kenapa kamu menghindari saya?"Lisa yang berjalan di samping mereka seketika menutup mulutnya, berusaha keras menahan tawa. Ia tidak menyangka Althea yang biasanya cukup tenang bisa menirukan atasannya dengan

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 56 Memalukan

    Helena menatapnya tidak percaya. "Kamu benar-benar akan menolak pilihan Kakek demi wanita itu?" "Saya tidak pernah mengatakan bahwa saya akan menikahi Althea." "Kalau begitu, kenapa kamu terus membelanya? Apa pentingnya wanita sepertinya?" Pertanyaan itu membuat Naren terdiam sesaat. Ia sendiri belum pernah mengungkapkan perasaannya secara langsung kepada Althea. Bahkan, beberapa hari terakhir, wanita itu justru terus menghindarinya. Setiap kali Naren mencoba mendekat, Althea selalu berusaha menciptakan jarak di antara mereka, seolah-olah keberadaan dirinya adalah sesuatu yang harus dihindari. Namun, satu hal yang ia yakini adalah bahwa Althea tidak pantas menerima perlakuan seperti ini. Lagi pula wanita itu tidak pernah berbuat nekat untuk mendekatkan dirinya kepadanya, walau wnaita itu begitu cererwt tetapi bersamanya Naren bisa merasa nyaman,setidkanya ia tidak merasakan sepi lagi. "Karena saya tahu dia tidak melakukan kesalahan apa pun kepada Ibu," jawabnya. "Dan s

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 55 Tidak akan menjauh!

    Naren terdiam selama beberapa detik. Rahangnya mengeras mendengar bagaimana ibunya kembali merendahkan Althea tanpa sedikit pun merasa bersalah. Bagi Helena, status sosial dan latar belakang keluarga seolah menjadi satu-satunya hal yang menentukan kelayakan seseorang untuk berada di sisi putranya. Padahal, wanita yang terus-menerus direndahkannya itu bahkan tidak pernah melakukan sesuatu yang pantas untuk mendapatkan perlakuan seperti ini. Bahkan semenjak kenal wanita itu tidak pernah merayunya. "Jadi, menurut Ibu, seseorang hanya pantas dicintai kalau dia berasal dari keluarga kaya?" tanya Naren dengan suara rendah. Helena mendengus. "Jangan memutarbalikkan ucapan Ibu! Kamu tahu betul apa yang Ibu maksud. Keluarga kita bukan keluarga sembarangan, Naren. Ada nama besar yang harus kita jaga. Ibu tidak akan membiarkan seorang wanita yang tidak jelas asal-usulnya merusak semua yang sudah kita bangun selama ini." "Merusak?" Naren mengulang kata itu dengan senyum sinis. "Apa sebenarny

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 54 Amarah

    Naren dengan langkah tegas segera melangkah memasuki rumah mewah, rumah yang selalu ia benci. Dengan tatapan tajam dan amarah yang membara ia membuka pintu rumah itu dengan kasar. Seorang wanita paruh baya yang tengah menyesap tehnya dan membaca majalah. "Ibu!" teriak Naren.Helena yang tengah menikmati tehnya seketika mengangkat kepala. Suara bentakan yang menggema di seluruh ruangan itu membuatnya terkejut hingga hampir menjatuhkan cangkir yang berada di tangannya. Ia segera meletakkan cangkir tersebut di atas meja, kemudian menoleh ke arah sumber suara.Tatapannya langsung bertemu dengan Naren yang berdiri beberapa langkah darinya. Pria itu masih mengenakan pakaian kerjanya, tetapi tidak ada sedikit pun ketenangan yang tersisa di wajahnya. Rahangnya mengeras, sementara kedua matanya menatap Helena dengan sorot tajam yang seolah-olah mampu membongkar seluruh kebohongan wanita itu.Helena mengerutkan kening. Ia sama sekali tidak menyangka putranya akan datang tanpa pemberitahuan, te

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 53 Mengintai

    Althea terdiam. Pertanyaan Naren itu seketika membuat pikirannya kembali tertuju pada wanita paruh baya yang telah menawarinya uang dua ratus juta untuk menjauhi putranya. "Tidak ada," jawabnya, cepat. Naren menyipitkan mata. Ia mengenal Althea cukup lama untuk menyadari bahwa perempuan itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya. "Lihat saya ketika menjawab pertanyaan yang saya lontarkan!" Althea terpaksa mengangkat wajahnya. Ia mencoba untuk bersikap tenang, seolah tidak ada masalah apapun. "Saya sudah menjawabnya, Pak. Apa Bapak masih tidak percaya?" "Bukan masalah percaya atau tidak. Saya hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi." "Kalau begitu, sebaiknya Bapak tidak perlu terlalu memikirkan saya." Althea berusaha mempertahankan ketenangannya. "Saya hanya bawahan Bapak. Selama saya masih mengerjakan pekerjaan dengan baik, seharusnya sikap saya di luar urusan pekerjaan tidak menjadi masalah, bukan?" Rahang Naren mengeras. Ia tidak menyukai jawaban itu, terlebih

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 52 Salah?

    Naren kembali menghela napas. Ia melonggarkan dasi yang melingkar di lehernya, berusaha mengusir perasaan tidak nyaman yang sejak tadi mengganggu pikirannya. Sungguh menyebalkan. Ia bahkan tidak pernah merasa sepusing ini hanya karena seseorang menghindarinya. "Kalau teman saya ingin memperbaiki keadaan, apa yang sebaiknya dia lakukan?" tanyanya,lagi. Robert akhirnya menundukkan kepala, menyembunyikan senyum yang semakin sulit ditahan. Ia tidak menyangka akan menyaksikan bosnya yang terkenal dingin dan tidak pernah peduli terhadap urusan pribadi orang lain justru sibuk memikirkan alasan seorang wanita menjauhinya. "Menurut saya, teman Bapak sebaiknya bertanya langsung kepada wanita itu. Daripada terus menebak-nebak, lebih baik mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi." "Bagaimana kalau wanita itu terus menghindar setiap kali dia berusaha mendekat?" "Kalau begitu, mungkin teman Bapak harus mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengannya." Naren terdiam sejenak. Ia mengang

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status