Chapter: Bab 12 Usir"Sudah! Cukup, tidak usah berpura-pura peduli kepadaku!" tegas Zevran, amarahnya meledak. Ia benar-benar kesal dengan sikap ibunya yang kini mulai ikut campur dalam hubungannya dengan Sarah.Wulan menatap sedih ke arah putranya, tetapi ia mencoba menguatkan dirinya. Ia tahu ini adalah kesempatan kedua yang diberikan oleh Tuhan, dan ia tidak bisa menyia-nyiakannya. Wulan menghela napas panjang, lalu memandang Zevran yang tengah memandangnya dengan amarah yang meluap-luap."Kalau kamu berpikir mama tidak peduli denganmu, baiklah. Mulai sekarang, hiduplah sendiri dan jangan kembali ke kediaman Suryani!" tegas Wulan, suaranya tegas namun penuh kepedihan.Mendengar itu, Zevran tersentak. Ibunya memilih untuk mengusirnya. Ia diam sejenak, mencoba mencerna ucapan ibunya. Sejujurnya, ia tidak menyangka bahwa ibunya yang selama ini selalu baik dan perhatian kepadanya, bisa mengusirnya dari rumah. Namun, karena ego yang terlalu besar, ia segera mengangguk dan menatap nanar ke arah Wulan. ."Bai
Last Updated: 2026-04-24
Chapter: Bab 11 Kesepian"Nyonya, tuan muda sepertinya ada di mall pribadi milik kita," ujar Jonathan yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat Zevran.‘Apa yang akan diperbuat anak nakal itu kali ini?’ pikir Wulan, matanya menyipit menatap Jonathan."Kalau begitu, kirim pesan agar para pegawai memberikan perlakuan biasa kepada Raka dan jangan lupa Raka harus membayar semua yang dia ambil untuk gadis murahan itu!" tegas Wulan dengan nada penuh perhitungan.Jonathan mengangguk, lalu segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon manajer dari mall mewah Suryani."Jangan perlakukan khusus tuan Raka Suryani," ujar Jonathan dengan tegas."Sudah, Nyonya." Jonathan menganggukkan kepalanya lalu bergegas mendekat ke arah Wulan seolah ingin memberikan kabar rahasia. "Saya juga menemukan beberapa dokumen mengenai Pak Budi yang menggelapkan beberapa aset perusahaan," bisik Jonathan agar tidak terdengar oleh Zevran yang sedang memandangi mereka dengan tatapan penasaran."Kalau begitu kita segera keluar." Wulan bergegas kelu
Last Updated: 2026-04-23
Chapter: Bab 10 Pinjam 100Bel sekolah berdenting nyaring menandakan pelajaran terakhir telah selesai, guru yang telah selesai mengajar segera keluar, disusul beberapa murid. Raka dengan pikiran tentang ibunya yang menyita kartu dan kendaraannya membuatnya kebingungan. Ditambah setelah ia menerima pesan dari Reina yang mengajaknya pergi ke mall."Dan," Raka menoleh ke sebelah, tepat di tempat sahabatnya duduk. "Ada apa lo, mukanya kusut kayak gitu," ujar Zidan, sahabat Raka.Raka menghela napas sejenak. Sejujurnya, ia ragu untuk menceritakan masalahnya kepada Zidan. Bukan karena dia percaya, tapi karena ini pertama kalinya ia meminta pertolongan kepada sahabatnya. "Dan, gue boleh minjem duit lo dulu ga? Nanti gue ganti, beneran deh," ujar Raka, menundukkan kepala, merasa malu.Zidan yang mendengar itu malah tertawa. Ia sudah mengenal Raka sejak kecil, dan tahu betul bahwa Raka tidak akan pernah kekurangan uang, apalagi sampai menurunkan harga dirinya untuk meminjam uang. Zidan sangat mengenal sifat Raka, dia
Last Updated: 2026-04-23
Chapter: Bab 9 Gagal"Makanan apa saja yang telah dikonsumsi?" tanya seorang pria dengan jas putih yang membalut tubuhnya.Wulan, yang berada di sisi Zevran, segera menatap ke arah putranya yang masih memegangi perutnya dengan ekspresi kesakitan di bangsal rumah sakit. Pandangannya penuh ketegasan, seolah dia sudah tahu apa yang terjadi. "Kamu abis makan apa saja, Zevran?" tanya Wulan dengan suara lembut, menunggu jawaban yang bisa memberi petunjuk lebih lanjut. Zevran diam sejenak, matanya kosong seolah berusaha mengingat apa yang telah ia makan sepanjang hari. Namun, rasa sakit di perutnya yang semakin melilit membuatnya sedikit bingung. Setelah beberapa menit berusaha mengingat, akhirnya ia menjawab. "Aku hanya makan sandwich itu," ujarnya dengan ragu, mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa tak ada yang salah. "Tapi... tidak mungkin Sarah mau meracuni, dia adalah gadis baik. Pasti ini bukan masalah makanan," tambahnya, suaranya terdengar penuh keraguan. Wulan menatap Zevran dengan penuh perha
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: Bab 8 KeracunanSari yang melihat Wulan menjatuhkan paperbag itu langsung terdiam, matanya melebar dengan kebingungan dan sedikit rasa malu. Namun, ia mencoba tetap menjaga senyumannya yang mulai tampak dipaksakan. "Mbak Wulan, itu—" Sari terhenti, tak tahu harus melanjutkan apa setelah melihat perlakuan Wulan yang jelas-jelas menunjukkan penolakannya. Wulan segera mengubah ekspresinya menjadi datar, ia segera mengambil paperbag yang terjatuh. "Aduh, maaf ya. Tadi ga sengaja jatuh, ." Wulan melihat isi paperbagnya, dari kejauhan saja ia bisa mencium bau aneh yang cukup pekat. Mungkin bagi dirinya yang dulu ia tidak akan sadar atas bau itu, akan tetapi sekarang ia sudah berbeda. Dikehiduoan sebelumnya ia pernah bekerja di toko obat untuk mencari uang sebagai tambahan biaya untuk menghidupi anak anaknya dan mengembalikan kejayaan Suryani group. 'Jadi benar yang aku pikirkan, makanan ini benar benar beracun. Di kehidupan sebelumnya Sari dan Sarah memberikan makanan ini saat rapat investor dan sekar
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: Bab 7 Permintaan maafSetelah kepergian Zevran, Wulan memegangi kepalanya yang terasa pusing. Kelakuan dua putranya itu terlalu menguras energinya yang membuatnya cukup kewalahan. "Kenapa mereka bisa jadi budak cinta yang bodoh seperti itu?" gumamnya lirih, suaranya penuh dengan keletihan dan keputusasaan. Dari arah pintu terdengar suara ketukan yang membuyarkan isi pikiran Wulan. "Masuk," ujar Wulan. Setelah Wulan memberikan jawaban, seorang pria dengan jas rapih segera masuk dan berdiri di hadapan Wulan. "Jonathan, cepat cari siapa gadis yang menyelamatkan Zevran saat itu," ujarnya. Jonathan— Asisten Wulan mengangguk dengan cepat, matanya yang tajam menandakan keseriusannya. "Tentu, Nyonya Wulan. Saya akan segera mencari informasi mengenai gadis itu. Apakah ada petunjuk lain yang perlu saya ketahui?" Wulan menatap ke arah meja yang tampak rapih, pandangannya ke arah kotak yang berisi jepit bunga itu. Ia segera mengambilnya dan menyerahkan kepada Jonathan. "Ini. Zevran mengatakan bahwa gadi
Last Updated: 2026-04-21