Chapter: Bab 69 WartawanDokter itu berjalan pergi ke luar kamar, disusul Jonathan yang mengantarnya pergi. Zevran terduduk diatasi ranjang, wajahnya masih memerah tetapi rasa panas ditubuhnya mulai mereda. Nerlina menatap pria itu dengan tatapan kekhawatiran, ia ikut duduk dipinggir ranjang dan menatap ke arah luka goresan yang sengaja di buat oleh Zevran. "Tuan, kenapa kau melukai dirimu," tanyanya, pelan. Zevran dengan wajah yang lemes menoleh, ia menatap ke arah luka di pergelangan tangannya. "Soal itu, aku hanya mau mengendalikan diriku. Aku tidak mau jika perbuatanku tadi malah melukaimu," ujarnya. Zevran tahu dirinya sedang di dalam obat perangsang, jika ia tidak melukai tangannya ia malah berbuat nekat dan malah melukai Nerlina. Ia menghela napas sejenak," Maaf Nerlina jika aku tadi menakutimu," ujarnya, pelan. Nelina menunduk dengan cepat ia menggeleng, "Tidak apa apa tuan, aku tahu bahwa kau sedang dikendalikan racun. Tapi aku masih bingung, siapa yang berbuat jahat kepadamu," jelasnya. Ze
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: Bab 68 PanasNerlina menatap Zevran yang tampak lemah di pelukannya, tubuhnya terasa hangat ditambah wajahnya mulai memerah. Zevran mulai menarik narik dasinya. Nerlina menatap Zevran dengan penuh kekhawatiran, ia merasa ada yang aneh dengan tubuh Zevran. Nerlina segera menatap Jonathan lalu mengangguk. "Baik, aku akan membantunya," ucap Nerlina mantap. Ia dengan hati-hati menopang tubuh Zevran, merasakan berat tubuh pria itu. Namun dengan perlahan dan sigap, ia mulai membantu Zevran berjalan ke arah kamarnya yang tidak jauh dari sana. Jonathan hanya mengamati kepergian dari Nerlina dan Zevran. Saat Nerlina dan Zevran sudah tidak kelihatan, ia segera menatap Sarah yang tengah pingsan. "Dasar gadis rendahan, untung saja Nyonya Wulan merasa curiga denganmu," gumam Jonathan sambil menendang nendang tubuh Sarah yang tengah pingsan. Jonathan menatap sekeliling, lalu ia menghentikan satu pelayan pria yang tengah berjalan ke arahnya. "Kau mau uang?" tanya Jonathan. Pelayan itu memberhentika
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: Bab 67 Menjebak‘Hmm… aku rasa gadis bukan hanya berani dan cerdas, tapi sepertinya bisa menjadi menantu yang tepat bagi keluarga Suryani,’ batin Nyonya Hartono, matanya menyala penuh perhitungan. ‘Dengan hubungan ini, keluarga Hartono bisa semakin diperhitungkan dan mungkin bisa lebih terkenal dan kaya di kota ini.’ Raisa yang berada di dekat ibunya, menyadari perubahan sikap Nyonya Hartono. Wajahnya memerah, campuran antara kesal dan takut. Ia tahu, dari sekarang Nerlina bukan lagi sekadar gadis yang bisa diremehkan ibunya mulai melihatnya sebagai seseorang yang berpotensi menguntungkan keluarga mereka. "Sialan! Kenapa sekarang semua orang memuji. Seharusnya aku...aku yang harus dipuji!" gumamnya, kesal. Nyonya Hartono dengan wajah sumringah segera mendekat kearah Wulan, ia merangkul tangan Wulan dan mengajaknya berjalan menjauh. Saya melihat ibu dan Wulan menjauh, Raisa dengan kesal segera mendekat ke arah Nerlina. " Dasar gadis sialan! Kenapa kau merebut semua perhatian dariku," kesalnya.
Last Updated: 2026-06-05
Chapter: Bab 66 PelayanBaskara hanya tersenyum ke arah istrinya sedangkan Zevran segera mengambil alih kue besar itu dan menaruhnya dimeja kecil di depan Wulan. "Ayo ma kita potong kuenya," ujar Zevran menyodorkan satu pisau kecil yang sudah dihiasi pita. Wulan tersenyum ia segera memotong kue berlapis emas itu. Potongan pertama ia berikan kepada suaminya dan potongan kedua ia berikan kepada Putra sulungnya. Wulan merasa sangat bahagia pada hari ini, setelah beberapa minggu terlahir kembali ini adalah momen yang paling ia sukai. Ditambah ia mulai berhasil mengubah takdir suaminya dan Zevran. 'Terimakasih.. Terimakasih tuhan,' batinnya. Baskara, yang berdiri di samping mereka, tersenyum lembut menyaksikan momen itu. Ia tahu hari ini bukan hanya tentang ulang tahunnya Wulan, tetapi juga tentang bagaimana keluarga kecil ini mulai menemukan harmoni setelah beberapa konflik yang mereka lalui dan kesalahpahaman. Wulan segera menatap ke arah para tamu yang sedang memandanginya. Ia dengan lembut segera berk
Last Updated: 2026-06-05
Chapter: Bab 65 Selamat Ulang TahunWulan segera mengambil tablet itu dari tangan Jonathan, ia segera mengangkatnya dan menunjukan kejadian yang sebenarnya terjadi tadi. Semua orang menatap tablet itu dengan saksama, Raisa menggaruk ujung kukunya akibat rasa ketakutan yang menggerogoti tubuhnya. Saat tablet itu menampilkan Raisa yang sengaja menarik tangan Nerlina hingga ia terjatuh sendiri, semua orang memandanginya dengan tatapan penuh tanda tanya. "Setelah kalian melihat cctv ini, seharusnya kalian tahu siapa yang salah disini," jelasnya. Wulan memberikan tablet itu kembali kepada Jonathan, ia segera berjalan mendekat ke arah Nyonya Hartono. "Sudah jelas kan nyonya Hartono, melihatmu tadi saya merasa kalau Nerlina bukan anak kandung anda. Saya lebih merasa Raisa lebih cocok untuk menjadi anak kandung,ditambah anda yang selalu membelanya padahal masalah ini belum jelas, " ujarnya, penuh wibawa. Nyonya Hartono terdiam sejenak, tatapannya kosong dan mulutnya sedikit terbuka. Ia merasa dunia seolah berputar di se
Last Updated: 2026-06-05
Chapter: Bab 64 Jangan menilai dari satu sisiNerlina menatap Raisa dengan mata setajam pisau, seolah menilai seberapa jauh gadis itu bisa berpura-pura. Ia menghela napas, menenangkan diri agar tidak terjerumus emosi yang akan menguntungkan Raisa. "Kalau kau mau minta maaf lakukanlah," jawab Nerlina suaranya dingin tapi tegas. "Bukankah kau memang suka berpura pura di hadapan semua orang," ujarnya, datar. Raisa mengerutkan dahi, wajahnya memerah bukan karena malu, tapi karena frustasi. Ia tidak menyangka Nerlina bisa tetap tenang dan menolak tunduk di hadapannya. Ia menggigit bibir, mencoba menahan amarah dan mulai merencanakan langkah berikutnya.ia mendekat ke arah Nyonya Hartono, ia menatap ibunya itu dengan memelas. "Ma, aku tidak berniat seperti itu," ujarnya, memelas. Nyonya Hartono mengangguk, ia menepuk nepuk punggung tangan putri angkatnya agar bisa menenangkan gadis itu. Nyonya Hartono berjalan mendekat ke arah Nerlina, tatapannya tajam mengarah ke arah Nerlina. Raisa yang melihat emosi dari ibu angkatnya tersen
Last Updated: 2026-06-04