author-banner
Namorae
Namorae
Author

Novels by Namorae

Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!

Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!

Althea Roselyn mengira membeli apartemen sendiri adalah awal dari kehidupan barunya. Namun sebuah kesalahan administrasi justru membuatnya harus berbagi tempat tinggal dengan pria yang paling tidak ingin ia temui. Naren Wijaya—bos barunya yang dingin, arogan, dan terkenal kejam. Setiap hari mereka selalu bertengkar dan tidak pernah mau mengalah. Bagi Althea, Naren adalah pria paling menyebalkan yang pernah ia kenal. Sementara bagi Naren, Althea hanyalah wanita keras kepala yang mengganggu ketenangannya. Namun semakin sering mereka bersama, semakin sulit bagi keduanya untuk menyangkal perasaan yang mulai tumbuh.
Read
Chapter: Bab 5 Bos Gila
Setelah tiga kali laporannya dikembalikan tanpa alasan yang jelas, Althea kembali berdiri di depan ruang kerja Naren Wijaya. Tangannya menggenggam map laporan itu erat. Jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Seharusnya satu jam lalu ia sudah meninggalkan gedung perusahaan, tetapi sampai sekarang ia masih harus berurusan dengan bos barunya itu. Saat hendak mengetuk pintu, suara beberapa karyawan yang masih lembur terdengar dari dekat meja mereka. “Baru kali ini ada anak baru yang langsung lembur,” bisik salah seorang karyawan. “Iya. Tadi aku sempat lihat Pak Naren sampai turun tangan sendiri,” sahut yang lain sambil melirik ke arah ruangan Naren. “Serius? Padahal aku dengar beliau paling tidak suka membuang waktu.” Langkah Althea terhenti. Ia menoleh sekilas ke arah mereka. Dahi Althea sedikit berkerut. Jadi, bukan hanya dirinya yang merasa ada yang aneh dengan perlakuan Naren hari ini? Namun, rasa penasaran itu segera ia singkirkan. Althea mena
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Bab 4 Bosku? Teman Apartemenku?
Naren menatap ke arah Althea yang terlihat begitu terkejut. Gadis itu hanya diam, seakan otaknya membutuhkan waktu untuk mencerna kenyataan yang baru saja ia ketahui.Pria yang setiap hari akan ia temui di apartemen, pria yang kemarin ia ajak berdebat, pria yang selama ini ia anggap sebagai pekerja kantoran biasa. Ternyata adalah CEO dari perusahaan tempatnya bekerja.Bosku? Teman Apartemenku? Dua fakta itu terus berputar di kepala Althea, rasanya ia ingin tertawa karena merasa situasi ini terlalu tidak masuk akal.'Dari semua orang di dunia ini, kenapa harus dia?' keluhnya dalam hati.Naren hanya mengamati perubahan ekspresinya. Ia tidak mengatakan apa pun, tetapi tatapannya membuat Althea semakin tidak nyaman. Beberapa detik kemudian, Naren berjalan menuju kursinya."Silakan tunggu di luar," ucapnya kepada asisten dan staf HRD yang masih berada di ruangan. "Saya akan melanjutkan wawancara ini sendiri."Althea yang tadi masih bisa bersikap percaya diri, kini duduk dengan tubuh sediki
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Bab 3 Tinggal bersama
Naren menatap Althea cukup lama. Ekspresinya masih sulit dibaca, membuat Althea tidak tahu apakah pria itu sedang mempertimbangkan usulannya atau justru mencari alasan untuk menolaknya. “Aku tahu ini bukan situasi yang ideal,” ujar Althea akhirnya. “Tapi kita sama-sama sudah membayar apartemen ini. Kalau salah satu dari kita pergi sekarang, uangnya juga ikut hilang. Jadi menurutku, untuk sementara kita bisa tinggal di sini bersama.” Naren masih terdiam, ia hanya mengangkat satu alisnya seolah tak memahami ucapan Althea. Althea terdiam sejenak, berpikir sebelum akhirnya kembali bersuara. “Dua tahun. Kurasa cukup untukku mengumpulkan uang dan mencari tempat lain. Kalau semuanya sudah siap, aku akan pindah lebih dulu. Jadi kita juga nggak perlu terus tinggal bersama,” lanjut Althea dengan penuh percaya diri. Naren tidak langsung menjawab. Ia kembali mengamati ruangan di sekitarnya, seolah sedang memastikan apakah keputusan itu benar-benar layak diambil. Apartemen tersebut memang cuk
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Bab 2 Kesalahan
Pengelola apartemen terlihat semakin canggung melihat dua penyewa di hadapannya. Ia tidak menyangka kesalahan administrasi kecil dari pihak mereka bisa menyebabkan situasi serumit ini.“Baik, Bapak Naren Wijaya dan Ibu Althea Roselyn. Karena kesalahan ini berasal dari pihak kami, kami akan memberikan waktu untuk Bapak dan Ibu berdiskusi terlebih dahulu mengenai masalah ini. Silakan hubungi kami dalam tiga hari ke depan setelah mendapatkan keputusan. Jika tidak ada konfirmasi sampai batas waktu tersebut, kami akan menganggap masalah ini telah selesai. Tentu saja, kami juga akan membantu proses penyelesaian, termasuk pengajuan refund sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”Althea mengerutkan kening. Ia masih tidak percaya apartemen yang sudah ia cari selama berbulan-bulan ternyata memiliki masalah seperti ini.Pengelola apartemen kemudian membungkuk kecil sebelum beranjak meninggalkan mereka.Pintu apartemen tertutup, meninggalkan suasana hening yang terasa jauh lebih canggung dari sebel
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Bab 1 Apartemen baru
"B–baju siapa itu?" Althea menatap sekeliling ruang apartemen itu. Ia baru saja menginjakkan kaki di apartemen barunya itu setelah hampir dua tahun tinggal di kamar kos sempit.Kini, kerja keras Althea seolah terbayar. Ia mampu membeli apartemen sendiri, meskipun memang bukan apartemen mewah.Namun, melihat keadaan apartemen itu yang agak berantakan — beberapa pakaian tergeletak sembarangan, Althea merasa janggal. Ia melangkah masuk perlahan setelah meletakkan koper dan beberapa tasnya di depan pintu. Pandangannya menyapu ke segala penjuru, mencoba mencari keberadaan seseorang.Untungnya, tak ada siapapun di sana.Althea menghela napas pelan. Ia tidak ingin merusak suasana hari pertamanya di rumah baru. Ia mulai membereskan beberapa barang yang berantakan sambil memperhatikan ruangan itu.“Mungkin pemilik sebelumnya lupa beresin,” gumam Althea sambil meletakkan beberapa potong pakaian itu di tempat sampah.Lepas membereskan sedikit kekacauan itu, Althea menarik kembali kopernya menuj
Last Updated: 2026-06-30
Kesempatan Kedua Seorang Ibu

Kesempatan Kedua Seorang Ibu

Wulan Suryani ibu yang mencurahkan segalanya untuk anak-anaknya berakhir tragis dibunuh sosok yang paling disayang hanya demi harta warisan. Dalam keputusasaan dan rasa tidak adil, Tuhan memberikan kesempatan kedua untuk Wulan. Ia kembali ke masa lalu, tepat sebelum sang suami meninggal dan sebelum keluarganya jatuh dalam kehancuran yang disebabkan oleh tipu daya kekasih dari anak mereka. Wulan bertekad memperbaiki kesalahan di masa lalu dan mencegah nasib buruk yang menimpa keluarga mereka. Dengan kecerdikan, Wulan mengatur siasat untuk memperbaiki sikap anaknya, menghancurkan rencana licik para musuh dan mengembalikan kebahagiaan keluarganya. Berhasilkah usaha Wulan atau justru wanita itu terjatuh di lubang yang sama kembali?
Read
Chapter: Bab 229 Kalah
Gunawan terdiam. Untuk beberapa detik, ruangan itu terasa begitu sunyi. Hanya suara napas berat dari Baskara, Zevran, dan Jonathan yang masih terdengar di antara ketegangan yang semakin meningkat. Tatapan Gunawan yang sebelumnya penuh kemenangan perlahan berubah menjadi dingin. Namun, ia masih berusaha mempertahankan senyum tipis di wajahnya. "Jadi..." gumamnya pelan. "Akhirnya kau tahu juga." Bagas menatapnya tajam. Ia benar benar tidak menyangka pria yang dulu selalu ia patuhi adalah orang yang sudah menghancurkan keluarganya. "Aku ingin tahu satu hal," lanjut Gunawan sambil melangkah mendekat. "Siapa yang memberitahumu? Siapa yang cukup bodoh untuk membuka semua rahasia itu kepadamu?" Bagas yang ingin menjawab pertanyaan itu, segera ditahan oleh Wulan. Wulan berdiri di depan Gunawan dengan senyum miringnya. "Semua bukti kejahatanmu diberikan oleh putri kandungmu sendiri. Oh ya, aku harus mengatakannya." Wulan menatap ke arah Gunawan tanpa rasa takut sedikitpun. "Putri
Last Updated: 2026-09-08
Chapter: Bab 228 Aku tahu
Bagas segera menarik tangan Wulan untuk masuk lebih dalam ke ruang bawah tanah. Namun, semakin jauh mereka berjalan, semakin Wulan merasa tempat itu berbeda dari bayangannya. Ia mengira mereka akan menemukan ruangan gelap dan kotor seperti gudang terbengkalai. Tetapi kenyataannya justru sebaliknya. Lorong panjang itu memiliki lampu dinding berwarna hangat yang menyala sempurna. Lantainya terbuat dari marmer hitam mengkilap. Di sepanjang dinding terdapat kamera keamanan, lukisan mahal, dan beberapa pajangan antik yang terlihat bernilai tinggi. Wulan mengerutkan kening. "Ini... bukan ruang bawah tanah biasa," gumamnya. Bagas mengangguk pelan. Tatapannya tetap waspada. "Gunawan sudah bersembunyi disini cukup lama, bahkan jika bukan orang kepercayaan Gunawan. Tidak ada yang menyangka bahwa gedung tua itu dihuni oleh orang kejam." Wulan hanya mengangguk, mereka segera menyusuri lorong itu sambil mengendap endap. Bagas yang dulu merupakan orang kepercayaan dari Gunawan sudah paham
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: Bab 227 Khawatir
Bagas menatap Raka cukup lama. Ia bisa melihat sesuatu yang berbeda dari tatapan pria itu. Bukan lagi kemarahan atau kebencian, melainkan rasa kehilangan yang berusaha pria itu sembunyikan. "Raka, apa kamu tidak mau menutup mata Reina? Untuk terakhir kalinya," ujar Bagas, pelan. Namun Raka tidak menoleh. Ia masih menatap tubuh Reina yang kini telah ditutupi oleh kain putih yang telah dibawa pengawal. Ia menatap Seira yang tengah me genggam tangannya. "Bagaimanapun juga, dia pernah menjadi bagian dari hidupmu," lanjut Bagas. Raka mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras. Entah kenapa menatap mayat Reina, membuatnya kembali merasa kesal. "Dia melakukan banyak kesalahan," ucap Raka dengan suara rendah. "Dia menyakiti banyak orang." Bagas mengangguk pelan. "Tapi dia juga orang yang menyerahkan bukti untuk menghancurkan Gunawan. Dia bisa saja membawa semua itu dan melarikan diri. Dia bisa saja menyimpan dendamnya sampai akhir. Tapi dia memilih memberikannya kepada kita," uj
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: Bab 226 Maaf dan Terimakasih
Bagas segera mengangguk. Ia bisa melihat amarah yang selama ini disimpan Wulan akhirnya meledak. Wanita itu bukan hanya marah karena kejadian hari ini, tetapi karena luka dari kehidupan sebelumnya yang masih membekas di hatinya. Semua penderitaan yang ia lalui akhirnya ia bisa bayarkan karena berhasil menangkap pembunuhnya di kehidupan masa lalu. "Baik, Wulan," ujar Bagas pelan. Namun sebelum Bagas sempat mengambil ponselnya, Reina tiba-tiba tertawa kecil. Tawa itu bukan tawa bahagia, melainkan tawa seseorang yang sudah tidak memiliki alasan untuk menyembunyikan apa pun lagi. Ia menatap dingin ke arah Wulan. "Kalian benar-benar berpikir semuanya akan selesai hanya dengan menangkapku?" ucap Reina sambil menatap mereka. Wulan mengerutkan kening. "Apa maksudmu?" Reina mengangkat wajahnya. Tatapannya berubah dingin. "Aku memang bekerja untuk Gunawan. Aku mendekati Raka karena dia memerintahkanku. Aku membuat Raka percaya padaku, aku mencari informasi tentang keluarga kalian, d
Last Updated: 2026-09-01
Chapter: Bab 225 Terungkap
Gunawan terdiam beberapa saat. Untuk pertama kalinya, senyum di wajah pria tua itu menghilang. Tatapannya berubah menjadi dingin, penuh luka dan kemarahan yang selama puluhan tahun ia coba pendam. "Berhenti menyalahkan?Bukankah karena kalian hidupku menjadi hancur seperti ini!" tegasnya. Ia tertawa kecil, tetapi suara tawanya terdengar lebih seperti seseorang yang sudah kehilangan akal sehat. "Kau benar-benar tidak tahu apa pun, Baskara." Baskara tetap mengarahkan pistolnya. "Aku tahu cukup banyak untuk tahu bahwa kamu adalah pembunuh. Dan itu lah kenyataannya." Baskara mengambil ponsel dari sakunya, ia melempar ponsel itu ke arah Gunawan. "Lihat, kalau kau peduli dengan putrimu lebih baik kau menyerahkan diri." Gunawan mengambil ponsel itu, ia menatapnya hingga senyum miring terukir di wajahnya. "Aku tidak peduli dengan dirinya, kalau kau mau bunuh. Bunuh saja," jawabnya, tenang. Gunawan meletakkan ponsel itu di atas meja dengan santai. Tidak ada sedikit pun rasa p
Last Updated: 2026-08-31
Chapter: Bab 224 Penyerangan
Raka menatap Reina yang masih bersandar di bahunya. Wajah wanita itu terlihat begitu tulus, seolah ia benar-benar menyesali apa yang telah terjadi. Namun bagi Raka, semua ekspresi itu hanyalah sandiwara. Ia sudah mengenal Reina cukup lama. Wanita itu selalu pandai memainkan peran sebagai korban, membuat orang lain merasa iba kepadanya, lalu perlahan menarik mereka masuk ke dalam masalahnya. Kali ini, ia harus menyelesaikan tugas dari ibunya, sekaligus untuk membalas kebaikan ibunya yang menariknya dari wanita sejahat Reina. "Reina, apa kamu mau datang ke rumahku?" tanyanya. Reina segera mendongakkan kepalanya, ia menatap wajah Raka yang tanpa ekspresi. Lalu ia tersenyum dan mengangguk. "Boleh, apa sekarang tente Wulan mengizinkanku untuk kerumahmu?" Raka tidak menjawab, ia segera menarik tangan Reina untuk masuk ke dalam mobilnya. Raka menatap ponselnya sebelum menjalankan mobilnya, ia harus melihat titik lokasi yang sudah dikirimkan ibunya. Reina masih di sebelahnya menatap
Last Updated: 2026-08-29
You May Also Like
APA KABAR MANTAN ISTRIKU?
APA KABAR MANTAN ISTRIKU?
Romansa · Evie Yuzuma
86.8K views
Mengejar Cinta Mantan Istriku
Mengejar Cinta Mantan Istriku
Romansa · Queenazalea
86.4K views
Sentuhan Cinta
Sentuhan Cinta
Romansa · Miracle
86.3K views
My Hot Husband is My Dangerous
My Hot Husband is My Dangerous
Romansa · Mrs Dream Writer
86.2K views
Istri Kesayangan Mafia
Istri Kesayangan Mafia
Romansa · Erna Azura
86.2K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status