共有

53. Rencana

作者: HaniHadi_LTF
last update 公開日: 2026-02-16 21:32:33

Sebulan kemudian, saat Nilna mendapat gaji dari Bu Maryam Nilna menghitung uangnya. Mulai dari celengan, sampai uang yang ia letakkan di paperbag yang ia dapat dari Renji yang akhir-akhir ini tiap menjemputnya untuk dibawa ke hotel seperti kapan hari, selalu memberinya uang.

"Uangnya segini," guman Nilna. Nada suaranya tak yakin. Bukan karena ia tak bisa menghitung, tapi karena angka-angka itu seperti menolak untuk menjadi harapan.

Nilna merapatkan lutut, menggeser lampu meja lebih dekat. Uca
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   208. Ketika.....

    Reyhan tidak menjawab, tapi tatapannya tidak lepas.Nilna terdiam sesaat. Dadanya terasa sesak, tapi bukan karena sakit. Karena penuh. Sesuatu dalam dirinya bergerak. Pelan, tapi pasti. Namun sebelum ia sempat memahami, Reyhan menariknya dalam pelukan. Gerakannya tidak tiba-tiba. Masih sama seperti sebelumnya. Hati-hati. Seolah masih memberi ruang.Kali ini, Nilna tidak membeku. Tangannya perlahan naik. Ragu. Lalu akhirnya bertumpu di dada Reyhan.Jarak mereka hilang. Tubuh mereka saling bersentuhan.Nilna memejamkan mata. Ia tidak merasa harus menjaga jarak. Tidak merasa harus menahan diri. Ia hanya… berada di sana. Dalam pelukan itu.Reyhan menghela napas panjang, seolah beban yang ia tahan selama ini sedikit terlepas. Tangannya menahan punggung Nilna dengan lembut. Tidak erat. Hanya cukup untuk memastikan… ia tidak pergi.Waktu kembali berjalan. Perlahan. Detik demi detik. Dan tanpa mereka sadari, jarak yang dulu terasa harus dijaga…sudah hilang. Bibir mereka salin bertaut. Nafas

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   207.Ketila kata tak terucap

    Kalimat Reyhan menggantung.Nilna tidak langsung menoleh.“Aku khilaf,” lanjut Reyhan, suara lebih pelan. “Aku tidak akan ulangi.”Hening. Pisau di tangan Nilna berhenti memotong. Beberapa detik. Lalu ia meletakkannya.Pelan. Ia menoleh. Tatapan mereka bertemu lagi. Kali ini tidak dihindari.Ingatan tentang semalam menghantui Nilna lagi. Nilna mengalihkan pandangan, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.Reyhan menelan ludah.“Kalau kamu tidak nyaman ...”“Aku tidak bilang tidak nyaman,” potong Nilna tanpa sadar. Reyhan reflek menatapnya. Kali ini lebih lama.Anaya mengeluarkan suara kecil, memecah ketegangan. Tangan mungilnya bergerak, meminta perhatian.Reyhan segera menggendongnya. Anaya menguap kecil. Rupanya tidak tidur malam hari membuat dia mengantuk. Reyhan mengayunnya pelan. Tak lama, Anaya sudah tertidur. “Tidurkan saja Anaya di kamar, Mas. Ayo makan,” ucap Nilna. Reyhan mengangguk pelan, lalu beranjak ke kamar. Dengan pelan, bayi montok itu diletakkan. Namun, jeritan

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   206. Saat canggung menguasai

    Akhirnya, tanpa banyak bicara, mereka duduk di atas tempat tidur yang sama. Jarak masih ada, tapi tidak sejauh sebelumnya. Anaya berada di tengah. Waktu berjalan. Suara kota dari kejauhan terdengar samar. Lampu kamar redup. Anaya akhirnya mulai mengantuk. Gerakannya melambat. Matanya setengah terpejam. Nilna tanpa sadar ikut merebahkan tubuh dengan serba salah. Dia yang tidak mengira Reyhan ikut tidur bersama mereka, mengenakan baju tidur. Beberapa menit kemudian, napas Nilna berubah teratur. Ia tertidur. Reyhan masih terjaga. Pandangan lelaki itu kembali jatuh ke wajah Nilna. Sama seperti di mobil, tapi kali ini lebih dekat. Jauh lebih dekat. Seoalh tidak ada lagi batas Anaya. Hanya jarak tipis yang bisa dihilangkan kapan saja. Reyhan menahan napas. Tangannya terangkat sedikit, seolah ingin menyentuh, tapi berhenti di atas kepala Nilna. Ia menatap lama. Lalu... perlahan, ia mendekat dengan sangat pelan. Hingga akhirnya, tanpa benar-benar berpikir, bibirnya menyentuh bibi

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   205. Saat dekat

    Reyhan mengangguk paham, namun Nilna mrnatap Arjun heran."Dad, sebenarnya ada apa di kamar itu?"Seketika Arjun menegang."Sebenarnya, aku mau ngajak Nilna tinggal di resort, tapi kayaknya perlu persiapan.""Apa? Resort? Di desa itu? Kamu yakin, Rey?" tanya Rea.Reyhan menatap Nilna sejenak. "Entah kenapa saat itu aku sudah membangun sebuah rumah di sana yang aku desain khusus. Cuma, kebali ke Nilna, dia mau di mana."Suara Reyhan terdengar pelan, nyaris tenggelam dalam sisa riuh yang belum benar-benar hilang.Nilna menatapnya sebentar. Lalu mengangguk kecil.“Aku ikut kamu saja.”"Kalau gitu, sementara kalian di penthouse. Soal pindah, urusan nanti."Tidak ada perdebatan lagi.Reyhan hanya mengangguk, lalu mengalihkan perhatian ke Anaya yang masih terlelap di pelukan pengasuh. Dengan hati-hati, ia mengambil bayi itu, memastikan kepala kecilnya tersangga dengan baik.“Ayo.”Langkah mereka menjauh dari tempat itu tanpa menoleh lagi.Mobil melaju meninggalkan area acara. Lampu-lampu ko

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   304. Syarat

    Nilna tidak langsung menjawab. Ia menatap Renji lama, seolah memastikan setiap kata yang akan keluar tidak akan bisa ditarik kembali.Di belakangnya, Reyhan mulai gelisah.“Nilna…” panggilnya pelan.Namun Nilna tidak menoleh. “Dia menipumu,” ucapnya akhirnya, seolah mencibir Renji.Hening. Benar-benar hening. Bahkan suara kamera pun seolah berhenti sesaat.Renji menatapnya tajam.“Apa?”“Keysha menipumu.” Kali ini lebih jelas. Lebih tegas.Renji menggeleng kecil.“Itu tidak masuk akal.”“Benarkah?” balas Nilna cepat.Tatapan mereka bertemu. Sama-sama tajam. Sama-sama tidak mau mundur.“Jangan mainkan hal seperti ini,” kata Renji, suaranya mulai berubah.Nilna mengangkat sedikit dagunya.“Kamu pikir aku seseorang yang pandai berbohong?”Renji terdiam. Wajahnya mulai kehilangan ketenangan yang sejak tadi ia pertahankan.“Apa yang kamu tahu?” tanyanya akhirnya.Nada suaranya tidak lagi santai. Lebih berat dan lebih menuntut.Nilna menatapnya tanpa berkedip.“Kamu benar-benar tidak sadar?

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   203. Menyesal

    "Rey...aku senang,” ujar Renji akhirnya. Nada suaranya berubah. Lebih pelan dan lebih dalam. “Karena akhirnya… kecuriganku dulu, sekarang, semuanya jelas.”Reyhan menatap bingung.Rea mengerutkan kening. “Maksudmu apa?”Renji tersenyum. Kali ini bukan senyum santai. Ada sesuatu di baliknya. Sesuatu yang terasa… seperti kepastian.Ia menatap Reyhan. Lalu beralih ke Nilna. Bergantian. Seolah menghubungkan dua titik yang sejak lama ia amati.“Kalian,” katanya perlahan, “sudah membuktikan sesuatu."Reyhan menegang. Nilna membeku.Para wartawan refleks mengangkat kamera lebih tinggi.Klik. Klik. Klik.Renji sedikit memiringkan kepala. Tatapannya tajam. Lurus.“Kalau kalian…” ia berhenti sebentar, lalu melanjutkan dengan nada yang sama tenangnya, “memang sudah saling menyukai sejak dulu. Kamu, Nilna, telah selingkuh."Seketika, tidak ada yang bergerak. Tidak ada yang bernapas dengan normal. Genggaman Reyhan pada tangan Nilna semakin kuat.Namun kali ini… Nilna tidak membalas. Tangannya ding

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   102. Tamu

    "Siapa?" tanya Nilna khawatir, nyaris tanpa napas."Saya, Mbak."Nilna membuka pintu, ternyata dua satpam yang berjaga malam ini."Pak Prayit, Pak Romi? Ada apa?""Apa Mbak Nilna baik-baik saja?" tanya Pak Prayit, lelaki berperawakan tinggi proporsional itu."Memang ada apa, Pak?" tanya Nilna khaw

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   101. Bayangan

    "Entahlah."Satu kata itu keluar lirih, nyaris tak berbentuk.Reyhan menatap Nilna lama. Sendok berhenti setengah jalan. Uap bakso mengambang tipis, seolah ikut menunggu kelanjutan yang tak kunjung tiba."Kamu tak punya rencana apa pun?" tanyanya pelan.Nilna menggeleng. Jarinya saling kait. "Aku s

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   101. Rencana

    Reyhan turun.Langkahnya terhenti saat mata bertemu. Kaget, lega, cemas bercampur."Nilna?" Panggilan Reyhan tertahan oleh keterkejutan. Suara itu terdengar ragu, seolah takut mengganggu. Nilna menoleh perlahan. Langkahnya terhenti. Senyum yang tadi sempat terukir saat melayani tamu menghilang beg

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   100. Wisata Hutan Bakau

    Wanita bercadar menarik lengannya. "Jangan hiraukan, ayo cepat jalan! "Nilna kebingungan. Suara iru entah kenapa seolah ingin ia berhenti." Nilna, ayo. Apa kamu ingin kembali pada hidup ketidakpastian seperti dulu?"Sebentar Nilna menatap perempuan itu, heran, seoolah ia tahu penderitaannya, tap

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status