Sopir angkot itu ikut menoleh, tapi bukannya takut, ia malah tetap memaksa Nilna masuk ke dalam angkotnya.“Mas, tolongin saya,” pinta Nilna pada Reyhan sambil berusaha melepaskan diri dari cengkeraman sopir angkot itu.“Aku bilang sekali lagi, lepasin dia!” Suara tegas Reyhan kembali terdengar.Akhirnya, cengkeraman tangan kasar pada bahu Nilna mengendur. Lelaki berseragam angkot itu menatap Reyhan setengah malas, lalu menyeringai ketika melihat Reyhan maju beberapa langkah.“Ada masalah, Mas? Ini cuma salah paham saya sama istri saya, kenapa Masnya gak suka gitu?” kata sopir angkot itu dengan enteng."Istri? " tanya Reyhan. Nada suaranya menurun, justru lebih berbahaya.Nilna menelan ludah. Bahunya masih terasa nyeri. Tangannya mencengkeram tali tas lusuhnya kuat-kuat, seolah itu satu-satunya penopang agar ia tak jatuh."Iya, dia istri saya, memangnya kamu siapa?" kata sopir angkot itu tak kalah berani."Dia tetangga saya, masih lajang," kata Reyhan datar, dengan senyum remeh.Tentu
최신 업데이트 : 2026-02-03 더 보기