Share

276. APA ... KAU SIBUK?

Auteur: A mum to be
last update Date de publication: 2026-05-21 18:21:19

Sabrina : [Kael... besok jam makan siang, apa ...kau sibuk? Aku ingin bertemu.]

            Kael mematung di tempat duduknya, menatap layar ponsel itu dengan sepasang mata yang membelalak sempurna, sementara jantungnya mendadak berdegup kencang dengan debaran yang teramat liar. Jemarinya yang semula kaku segera bergerak cepat di atas papan ketik, menolak membuang waktu bahkan untuk satu detik pun.

Kael: [Aku tidak pernah sib

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   276. APA ... KAU SIBUK?

    Sabrina : [Kael... besok jam makan siang, apa ...kau sibuk? Aku ingin bertemu.] Kael mematung di tempat duduknya, menatap layar ponsel itu dengan sepasang mata yang membelalak sempurna, sementara jantungnya mendadak berdegup kencang dengan debaran yang teramat liar. Jemarinya yang semula kaku segera bergerak cepat di atas papan ketik, menolak membuang waktu bahkan untuk satu detik pun.Kael: [Aku tidak pernah sibuk jika itu untukmu. Di mana dan jam berapa?] Di ujung sana, Sabrina menghela napas panjang melihat balasan kilat tersebut. Rasa hangat sekaligus gugup merayapi dadanya sebelum ia mengetikkan sebuah nama restoran privat yang tenang di pusat kota. Keesokan harinya, suasana di lantai teratas gedung O'Shea Group mendadak berubah seratus delapan puluh de

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   275. MENJAGA JARAK

    Tiga hari telah berlalu sejak kepulangan Sabrina dari kediaman O'Shea, namun atmosfer di sekelilingnya belum sepenuhnya membaik. Ruangan laboratorium yang biasanya menjadi tempat paling menenangkan kini terasa pengap. Di bawah pendar lampu neon, Sabrina menatap deretan formula kimia dan data riset di layar monitor, tetapi fokusnya terus pecah. Sesuai dengan kalimat terakhirnya, Kael benar-benar tidak mengirim pesan ataupun menelepon sama sekali. Ruang yang sempat diinginkan Sabrina kini justru terasa begitu hampa, dingin, dan perlahan-lahan menyiksanya dengan rasa sepi yang asing."Masih belum mau pulang, Sabi? Ini sudah lewat jam makan malam," sebuah suara familier memecah keheningan laboratorium. Ganda berjalan masuk sembari menggendong Aliz yang sudah setengah m

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   274. BIARKAN DIA

    Setelah mobil sedan hitam itu menghilang sepenuhnya di balik gerbang besi tinggi, Kael kembali melangkah masuk ke dalam rumah. Aura di sekitarnya mendadak berubah dingin dan gusar, membuat para pelayan yang berpapasan dengannya refleks menundukkan kepala. Langkah lebarnya terhenti di ruang tengah saat sebuah suara berwibawa menginterupsi gerakannya yang hendak mengambil kunci mobil di atas meja konsol."Mau ke mana kau, Kael?" tanya Nyonya Maureen sembari menyesap tehnya yang mulai mendingin."Menyusulnya ke apartemen, Grandma. Aku tidak bisa membiarkannya pergi dalam keadaan seperti tadi," jawab Kael tanpa menoleh, suaranya terdengar serak oleh frustrasi yang tertahan.Nyonya Maureen meletakkan cangkir porselennya dengan ketukan pelan namun tegas. "Pria bodoh mengejar wanita yang sedang bersembunyi. Pria bijak memberinya r

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   273. JAWABAN ADRIAN

    "Aku pikir itu terserah keduanya saja. Sebagai orangtua kita hanya bisa mendukung," ungkap Adrian sambil tersenyum pada Sabrina, mencoba mencairkan atmosfer yang mendadak membeku pasca-pertanyaan di luar dugaan barusan. Nyonya Maureen mengedarkan pandangannya pada Sabrina dan Kael secara bergantian, mengamati kediaman sejenak sebelum akhirnya ia terkekeh pelan. "Benar juga. Mungkin aku yang terlalu buru-buru. Maklum saja, aku takut malaikat maut menjemputku sebelum cucu kesayanganku ini menikah.""Grandma?" tegur Kael refleks, keningnya berkerut dalam mendengar seloroh sang nenek yang terdengar terlalu ekstrem di tengah meja makan. Semenjak perbincangan sensitif tentang pernikahan itu bergulir, atmosfer di sekitar Sabrina langsung berubah drastis. Gadis itu menjadi jauh lebih banyak diam. 

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   272. APA KAU TIDAK MALU?

    Tanpa memedulikan tatapan bingung dari semua orang yang sedang berdiri di dekat meja makan tersebut, Kael melangkah lebar memangkas jarak. Langkahnya yang tergesa-gesa itu langsung berhenti tepat di hadapan Sabrina. Sebelum gadis itu sempat menaruh cangkir porselen di tangannya, Kael langsung menarik Sabrina ke dalam pelukannya. Sangat erat, seolah ingin memastikan bahwa sang gadis nyata dan tidak menghilang ditelan kegelapan seperti di dalam mimpi buruknya tadi. Sabrina tersentak kaget, wajahnya mendadak merona merah akibat luapan emosi Kael yang begitu tiba-tiba."Kael, lepas... ada Ayah dan Nyonya Maureen!" bisik Sabrina setengah memprotes, mencoba mendorong pelan dada bidang Kael karena merasa sangat tidak nyaman ditonton oleh keluarga mereka. “Apa kau ti

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   271. MIMPI BURUK

    "Sabrina!" pekiknya dengan suara serak menahan panik. Kael terbangun dengan sentakan hebat dan napas yang memburu tidak beraturan di dalam keheningan kamar. Ia mendapati pelipisnya basah oleh keringat dingin, sementara dadanya berdenyut menyakitkan oleh sisa kengerian fajar yang rupanya sudah mulai menyingsing, menerobos masuk melalui celah gorden yang sedikit terbuka. Napas Kael masih memburu-buru saat matanya mengedar ke setiap sudut ruangan. Ia tak tahu entah barusan itu berada dalam pengaruh mimpi buruk atau apa, tetapi rasa takut yang mencengkeram ulu hatinya terasa begitu nyata. Terlebih saat ia meraba sisi ranjang di sebelahnya dan mendapati ruang itu kosong. Benar. Sang gadis tidak ada di sekitarnya, tidak juga terlihat di sofa tempatnya tertidur semalam. K

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   76. BAU MULUT

    "Maksudku... itu... bau mulutmu," kilah Kael cepat, suaranya sedikit serak. Ia membuang muka, menatap deretan buku di belakang Sabrina seolah itu benda paling menarik di dunia. "Bau cabainya tercium sampai sini. Penciumanku sangat tajam."&nb

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   75. TAHU DARI MANA?

    Jam sudah menunjukkan pukul dua pagi. Namun, lambung Sabrina masih terasa seperti disayat sembilu. Efek seblak sialan itu belum sepenuhnya hilang, meninggalkan rasa perih yang membuatnya menyerah pada kantuk. Dengan langkah gontai

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   74. INI AKU!

    "Awas kau ya!!" Suara Sabrina melengking, memecah keheningan jalanan perumahan yang mulai gelap. Ia tidak lari. Tangannya merogoh tas, menarik keluar payung lipat besi, lalu berbalik dengan cepat. Amarah yang tersisa dari k

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   70. TAHU POSISI

    Pagi itu, Sabrina berjalan di koridor kantor dengan punggung tegak, namun tatapannya kosong. Pakaian formal pemberian Kael terasa sangat pas di tubuhnya, tapi ia tidak merasa nyaman memakainya. Di meja kerjanya, Sabrina bekerja de

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status