مشاركة

71. APA LIHAT-LIHAT?

مؤلف: A mum to be
last update تاريخ النشر: 2026-03-13 11:24:26

            Suasana di dalam mobil mewah itu mendadak menjadi sangat tipis. Kalimat Kael yang menyebut kata hina masih terngiang di telinga Sabrina, membakar sisa-sisa harga diri yang ia coba kumpulkan sejak pagi.

            Sabrina tidak membalas. Ia memilih memalingkan wajahnya ke arah jendela, menatap deretan gedung pencakar langit Jakarta yang kabur karena matanya mulai be

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   282. BELAJAR MENGENDALIKAN DIRI

    Ponsel di tangan Sabrina terasa begitu dingin, berbanding terbalik dengan darahnya yang mendadak berdesir panas akibat foto provokatif yang baru saja diterimanya. Selama beberapa detik, napasnya tertahan di tenggorokan. Rasa cemas dan cemburu yang paling primitif nyaris saja menariknya kembali ke dalam cangkang pertahanan diri yang membuatnya ingin mematikan ponsel, mengunci diri di laboratorium, dan mungkin saja akan mengabaikan Kael seperti yang biasa ia lakukan jika menghadapi konflik emosional sebelumnya. Namun, Sabrina menarik napas sedalam mungkin. Ia mencengkeram pinggiran meja laboratorium, memaksa logikanya untuk mengambil alih kendali. Tidak. Ia menolak menjadi wanita lemah yang langsung hancur hanya karena foto dari nomor asing. Setelah apa yang terjadi di bahu

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   281. RASA CEMAS

    "Hei, kau baik-baik saja? Wajahmu mendadak pucat," tanya Kael lembut, memecah keheningan begitu pintu apartemen tertutup rapat. Ia melangkah mendekat, menyimpan ponselnya ke dalam saku jas, lalu menatap lekat sepasang mata Sabrina yang tampak kosong.Sabrina tersentak, buru-buru menarik napas dalam demi menguasai gemuruh di dadanya. "Aku... aku tidak apa-apa, Kael. Hanya mendadak merasa sangat lelah."Ganda yang berdiri tidak jauh dari mereka, segera mendekat sembari menggendong Aliz yang sudah kembali memejamkan mata di ceruk lehernya. "Lebih baik kau segera istirahat, Sabi. Biar Aliz tidur denganku di kamar sebelah malam ini. Dan Kael, sepertinya kau juga harus pulang.""Terima kasih, Ganda," ucap Kael tulus. Setelah Ganda melangkah masuk ke dalam kamar, Kael beralih sepenuhnya pada Sabrina. Ia meraih kedua tangan gadis itu, mengusap punggung tangannya dengan ibu jari. "Jangan pikirkan u

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   280. MINTA MAAF

    Kehangatan romantis yang baru saja mereka bawa dari jalanan seketika menguap tanpa sisa, digantikan oleh atmosfer yang mendadak mencekam dan menegangkan begitu pintu apartemen terbuka lebar. Pemandangan di dalam ruang tengah yang luas itu membuat Kael langsung menegang sempurna dengan rahang mengeras kokoh, sementara Sabrina refleks melangkah mundur satu tapak dengan jantung yang mencelos. Di atas sofa ruang tamu, Ganda sedang duduk sembari memangku Aliz yang masih menyesuaikan diri lantaran baru saja bangun dari tidur siangnya. Namun, keberadaan mereka berdua bukanlah alasan di balik perubahan drastis ekspresi Kael. Di tengah ruangan itu, duduk sosok Nyonya Maureen yang memancarkan aura wibawa yang teramat kuat. Dan tepat di sebelah sang nenek, Rosaleen melemparkan senyu

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   279. DIA BEGITU SEMPURNA

    “Ayo katakan!” Itu dikatakan Sabrina sembari memandang Kael dengan tatapan berapi-api penuh emosi yang tertahan. Napasnya memburu, sementara kedua tangannya masih mencengkeram kemudi dengan begitu erat hingga buku-buku jarinya memucat. Di dalam kabin mobil yang mendadak sunyi setelah sentakan rem mendadak di bahu jalan itu, Sabrina menuntut jawaban. Kael tidak langsung membalas dengan bentakan. Menghadapi kobaran amarah dan kecemburuan yang meletup-letup dari kekasihnya, sepasang mata elang pria itu justru melunak. Ada gurat kelelahan yang nyata di sana, berbaur dengan rasa takut yang teramat besar akan kehilangan. Secara perlahan, Kael mengulurkan kedua tangannya. Ia meraih jemari Sabrina, melepaskan cengkeraman erat gadis itu dari setir mobil, lalu menggenggamnya dengan lembut namun penuh penekanan."Aku mau kau melihatku saja. Hanya fokus pada kita berdua. Bukan Rosaleen, bukan juga Daniel," ucap Kael, nadanya berangsur rendah dan teramat dalam.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   278. KENAPA HARUS BERBOHONG?

    Sabrina memaku pandangannya pada sosok Rosaleen yang baru saja melangkah masuk tanpa permisi tadi. Wanita itu memiliki garis wajah bule keturunan Irlandia yang sangat kental. Kulitnya seputih porselen, rambut pirang madu yang bergelombang alami, serta sepasang mata hijau jernih yang tampak berkilau percaya diri. Pakaian yang dikenakannya merupakan setelan blazer desainer ternama berwarna krem yang melekat sempurna di tubuh tingginya, memancarkan aura kemewahan yang teramat intimidatif. Sungguh sebuah perpaduan visual yang nyaris sempurna. Kenyataan bahwa Rosaleen adalah sosok wanita asing yang begitu memesona seketika memicu rasa minder yang halus di lubuk hati Sabrina, membuat dinding pertahanan dirinya yang sempat runtuh semalam kini kembali merapat dengan begitu kokoh."Sepertinya kalian punya urusan keluarga yang harus diselesaikan. Aku harus kembali ke laboratorium sekarang," ucap Sabrina memotong dengan nada suara yang teramat tenang dan formal. Ia segera

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   277. BUKAN SIAPA-SIAPA

    Kael mengangguk, lalu menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel ke telinganya. "O'Shea di sini. Siapa ini?""Lama tidak terdengar suaramu, Tuan Muda Kael," sebuah suara perempuan yang terdengar manja namun bernada menuntut menyahut dari seberang sana. "Kael! Aku baru saja mendarat di Jakarta. Grandma bilang kau sedang sibuk berkencan, jadi aku terpaksa meminta nomor barumu pada asistenmu. Jemput aku sekarang, ya?" Rahang Kael mendadak mengeras sempurna. Ekspresi wajahnya yang semula hangat pada Sabrina langsung berubah menjadi sangat dingin dan dipenuhi rasa tidak suka. "Jangan menggangguku. Aku sedang sibuk.""Busy? Dengan kekasih barumu itu?" kekeh suara di seberang sana, terdengar meremehkan. "Kau benar-benar berubah ya sejak dua tahun lalu. Jangan dingin begitu padaku." Tanpa membalas sepatah kata pun, Kael langsung memutus sambungan secara sepihak. Ia meletakkan ponselnya kembali ke atas meja dengan ketukan yang sedikit kasar, mencoba mered

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   67. SAYA SANGAT PANAS

    "Kael! Kenapa diam sih? Mau jadi patung ya? Hehe. Atau loyo?” Suara Sabrina meluncur pelan, serak, namun memiliki daya hancur yang luar biasa bagi pertahanan Kael. Ia tidak lagi tampak seperti gadis miskin yang selalu

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   66. JANGAN JADI BAJINGAN

    Kael memacu kendaraannya membelah kemacetan Jakarta Selatan dengan sisa kewarasan yang kian menipis.“Kita mau ke mana, hmm?” Kael hanya berdecak sebagai respon dari pertanyaan bernada bahaya barusan.“Tuan?” rengek Sabrina manja.“Kita akan ke apartemenku yang kemarin.”Sab

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   65. APA SAYA KURANG CANTIK?

    Ruangan VIP Lounge yang semula terasa lapang mendadak menyempit bagi Kael. Pria itu terpaku di ambang pintu, menyaksikan pemandangan yang menghancurkan seluruh rencana logis di

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   64. WELCOME DRINK

    Sabrina muncul di ambang pintu ruangan Kael dengan handuk kecil yang tersampir di bahunya. Tangannya masih menggenggam erat sebuah sapu, sisa dari pekerjaannya membersihkan selasar lantai eksekutif. Napasnya sedikit memburu karena

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status