Share

56

Author: Anna Sahara
last update Huling Na-update: 2025-12-13 16:00:08

56

Arsyila berdiri di depan sebuah rumah kontrakan, mengetuk pintu berulang kali, tapi tak ada jawaban. "Ke mana orangnya?"

Dia mulai merasa kesal, terutama setelah mencoba menghubungi orang yang dicarinya melalui sambungan telepon, tapi hanya mendapat balasan yang sama dari operator seluler.

'Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, silakan lakukan beberapa saat lagi.'

"Dasar sialan, berani-beraninya dia mempermainkan aku," gumam Arsyila sembari mencengkram ponselnya.

Dengan kejadian ini, Arsyila yang mudah marah langsung menaruh dendam pada orang yang telah berani mengerjainya. Dia harus membuat orang itu menyesal karena telah berani mengusiknya.

Di tempat lain, Mikaila ternyata sedang duduk bersama mantan kekasihnya yang tiba-tiba membawanya ke sebuah tempat.

Bryan juga menonaktifkan ponsel Mikhayla agar wanita itu tidak berhubungan dengan siapapun saat mereka bersama.

Bryan memegang
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • SKANDAL DUA MENANTU   78

    "Aku ada di sini, Zoya. Aku baru saja selesai merapikan persediaan makan malam untuk kita nanti," terdengar suara Amy dari arah dapur. Suara itu diikuti oleh langkah-langkah kaki yang semakin dekat, dan kemudian Amy muncul di ruang tamu dengan senyum yang manis di wajahnya.Amy dalam suasana bahagia saat ini. Kunjungan Shenny selalu membawa aura positif untuknya. Itu sebabnya, dia tersenyum menyambut kedatangan Zoya.Namun, saat melihat Erlang, senyum Amy sedikit berubah, menjadi lebih dingin dan terukur. "Oh, kamu datang ke sini juga," katanya dengan nada yang kurang suka.Erlang membalas perlakuan Amy dengan sebuah senyuman. Dia tidak terpengaruh oleh perubahan ekspresi Amy dan justru bersemangat saat menyerahkan hadiah pada wanita itu. "Selamat siang, Bu Amy, ini oleh-oleh yang saya bawakan," ucapnya dengan ramah.Amy mengangkat alisnya, sedikit terkejut dengan perkataan Erlang. Dia tidak mengatakan apa-apa lagi, karena matanya langsung tertuju pada paperbag yang masih berada di ta

  • SKANDAL DUA MENANTU   77

    Sudah sejak lama Erlang melakukan hal itu, namun baru saat ini bisa terlaksana. Saat di mana dia memiliki kesempatan untuk mendekati kedua orang tua Zoya dengan caranya sendiri.Tidak peduli seberapa banyak dia harus mengeluarkan biaya untuk menarik simpati Amy, Erlang rela melakukannya demi Zoya."Hadiah ini terlalu berlebih-lebihan, Lang." Zoya tidak setuju sikap Erlang yang demikian. "Jangan biasakan menghambur-hamburkan uang untuk ibuku, nanti dia malah ngelunjak.""Tidak masalah." Erlang terlihat santai ketika memisahkan barang-barang yang akan diberikan pada Amy, dan juga ibu angkatnya di panti asuhan. "Setelah dari rumah orang tuamu, temani aku ke panti asuhan, Buk Gina pasti bahagia melihat kamu, terkahir kali aku meninggalkannya, dia masih sempat menanyakan keadaan kamu.""Aku juga merindukannya, Lang." Zoya membantu sebisa mungkin, membawa barang-barang mereka menuju tempat parkir, lalu memasukkannya ke dalam mobil. Kurang dari satu jam, mobil Erlang tiba di depan rumah ora

  • SKANDAL DUA MENANTU   76

    7Zoya merasa risih dengan tatapan Arsya yang membuatnya merasa seperti objek yang sedang dipelajari. Meski pria itu adalah suaminya, dia tidak suka diperhatikan seperti itu. "Aku tidak nyaman dengan cara kamu melihatku," Zoya berkata sambil mencoba mengalihkan pandangan. "Aku hanya melihat betapa berharganya barang-barang yang melekat di tubuhmu, Zoya." Arsya tersenyum sinis. "Apa kamu akan pergi ke suatu tempat?" Dia berharap diminta bantuan, tapi merasa gengsi untuk mengungkapkannya.Zoya mengatur napas. "Seperti yang aku katakan saat makan siang tadi, aku akan keluar untuk mengurus kepentingan toko dan aku akan pergi sendiri saja."Decak kesal terdengar dari mulut Arsya. Dia muak mendengar penjelasan yang menurutnya hanya sekedar mimpi itu. "Lupakan tentang toko sialan itu, apa kamu pikir aku tidak tahu apa-apa tentang keuanganmu yang buruk itu?" sindirnya.Arsya melangkah mendekati Zoya, suaranya semakin tajam dan penuh dengan ejekan. "Kamu pikir bisa mengalahkan aku dan membuka

  • SKANDAL DUA MENANTU   75

    Zoya sengaja menemui Sasmita untuk mengirimkan pesan pada Erlang. Dia belum sempat mengganti ponsel, jadi sementara waktu, untuk berhubungan dengan kekasihnya, dia harus melalui wanita paruh baya itu."Apa saja yang kalian bicarakan?" Arsya penasaran dan mulai mencurigai sesuatu. "Kamu sangat dekat dengannya, selalu tersenyum dan bahkan tertawa bahagia setiap bersama dengan pelayan itu, apa dia sangat berarti bagimu?" "Bahkan pelayan pun kamu curigai," Zoya mengejek, namun tidak akan membahas Sasmita lebih lanjut. "Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan? Cara kamu memanggilku seperti sedang meneriaki maling, apa kamu sudah mati perasaan hingga tidak memikirkan pendapat orang lain yang mendengarkannya?""Persetan dengan perasaan orang lain!" hardik Arsya dan hanya ingin fokus pada Zoya bersama orang-orang di sekitarnya. "Aku bicara tentang pelayan itu, apa ada sesuatu yang kalian sembunyikan?""Kamu gila, Arsya." Zoya memasang wajah datar kar

  • SKANDAL DUA MENANTU   74

    Alih-alih menuruti perkataan Erlang, Arsyila justru semakin brutal. Dengan keangkuhannya, dia memukul-mukul tubuh suaminya hingga terjadi perdebatan yang lebih fatal."Kurang ajar kamu, Erlang, seumur hidupku aku tidak pernah direndahkan seperti ini!" seru Arsyila sembari terus melayangkan pukulan bertubi-tubi. "Siapa kamu yang berani mengusir aku?"Erlang mempelajari setiap gerakan Arsyila. Dia menangkis dan berusaha meredam emosi wanita itu agar segera berhenti bertindak semena-mena padanya."Lihat perilaku yang kamu bangga-banggakan ini, apa kamu layak untuk dihargai?" Erlang mencemooh. "Kamu yang sebenarnya memang tidak pantas untuk dihargai, Syila! Kamu selalu mengungkit-ungkit kesalahan orang lain, tapi tidak pernah melihat kesalahan sendiri!" Arsyila berhenti sejenak, matanya merah karena amarah. "Kamu berani mengatakan itu? Apa kamu pikir aku tidak tahu bahwa kamu berselingkuh selama ini? Aku tahu apa yang terjadi di belakangku dan

  • SKANDAL DUA MENANTU   73

    73 Arsyila bangun pagi dengan wajah yang masih murung dan mata yang terlihat lelah. Semuanya karena dia masih merasa marah dan kesal dengan perlakuan Erlang dari hari ke hari. Dia tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa Erlang tidak mempedulikannya lagi, dan itu membuatnya semakin kesal dan juga bosan dengan pernikahan ini. Saat sepasang suami istri itu berjalan ke ruang makan, Arsyila tidak seperti Erlang. Dia tidak menyapa siapa pun dan langsung mengambil tempat duduknya. Suasana di meja makan pun menjadi sedikit tegang. Arsyila sama sekali tidak bisa menyembunyikan moodnya yang sedang bermasalah. "Aku butuh selai yang di depanmu itu, berikan padaku, Zoya!" Dia memberikan perintah dengan bengis. Zoya menatap Arsyila dengan sedikit bingung. Selai kacang itu tidak jauh dari Arsyila, kenapa dia tidak meraihnya sendiri? 'Akhh ... tidak ada salahnya jika aku menurutinya?' Zoya berpikir tenang. Tepat saat Zoya akan mengambil benda itu, Arsyila sudah lebih dulu membanting tan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status