Share

56

Penulis: Anna Sahara
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-13 16:00:08

56

Arsyila berdiri di depan sebuah rumah kontrakan, mengetuk pintu berulang kali, tapi tak ada jawaban. "Ke mana orangnya?"

Dia mulai merasa kesal, terutama setelah mencoba menghubungi orang yang dicarinya melalui sambungan telepon, tapi hanya mendapat balasan yang sama dari operator seluler.

'Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, silakan lakukan beberapa saat lagi.'

"Dasar sialan, berani-beraninya dia mempermainkan aku," gumam A
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • SKANDAL DUA MENANTU   100

    Zoya tahu Arsya tidak akan setuju dia memiliki pria lain, jadi lewat bank sperma akan lebih mudah baginya untuk menemukan solusi. "Aku akan merahasiakan ini dari semua orang, Arsya, termasuk Erlang dan Syila, aku tidak akan sekali-kali memberitahu mereka tentang keadaanmu yang tidak sanggup memiliki anak," ungkap Zoya dengan bersemangat dan hal itu tiba-tiba membuat Arsya tersinggung. "Aku masih bisa, Zoya." Arsya yakin dengan pikirannya. "Aku hanya perlu bersabar, jika perlu aku akan menjumpai dokter terbaik di dunia ini, aku tidak yakin aku mandul selamanya. Aku masih muda, sehat dan segar bugar." "Ya, aku percaya," Zoya membalas dengan cara menjilat. "Kamu memang memiliki semua itu, tampan, kaya, sehat dan segar, tapi untuk sekarang, dokter saja sudah memberi penjelasan yang sama, jadi kamu butuh cara cepat untuk memiliki seorang anak!" Di lain tempat. Erlang telah tiba di sebuah cafe. Waktu berlalu hingga beberapa jam, tapi pesannya belum juga mendapatkan balasan dari Z

  • SKANDAL DUA MENANTU   99

    Tentu saja Erlang tidak terima. Zoya yang diberi peringatan, tapi dia yang meradang. Kedua tangan pria itu langsung mengepal sempurna sembari menatap tajam ke arah sang ibu mertua.Suzy yang curiga sejak awal, tidak tahan untuk tidak mengejek menantu prianya itu. "Kamu terlihat tidak suka, Erlang, apa ada yang salah dengan keinginanku atau ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari kami?" Sebelum ada jawaban dari Erlang, tiba-tiba, Arsya muncul. Dia berbicara dengan nada yang dingin. "Zoya, apa yang dikatakan Mommy benar adanya, dan kita perlu membicarakan tentang masa depan kita sekarangg juga. Mommy dan Daddy sudah menunggu kehadiran anak dari kita, dan aku pikir sudah waktunya kita memiliki keturunan."Zoya tak henti-hentinya terkejut dengan permintaan itu. Dia belum siap dan mungkin selamanya tidak akan pernah siap.Arsya memandang Zoya dengan tajam. "Jangan coba-coba untuk menolak, aku tidak terima alasan apapun, dan sekarang, ikut denganku!" serunya dengan tegas.Erlang yang duduk

  • SKANDAL DUA MENANTU   98

    Menjelang siang hari, Erlang keluar dari kamar Zoya. Kepuasan terlukis jelas di wajahnya. Dia pun kembali ke kamarnya untuk memastikan kondisi Arsyila lebih dulu sebelum akhirnya mencari seseorang. Arsyila sudah terbangun. Begitu juga dengan teman-temannya yang semalam mabuk berat dengannya. Mereka semua meminta maaf dan buru-buru meninggalkan kamar Arsyila. Ketika Sabrina dan yang lainnya keluar kamar, Erlang baru saja tiba di depan pintu. Semua wanita itu menunduk dan menggumamkan kata maaf secara serentak. "Maaf, Tuan Erlang, ini tidak akan terjadi lagi." Erlang tidak menanggapi. Setelah kepergian semua wanita itu, fokusnya kemudian tertuju pada Arsyila yang masih cengengesan menanti kehadirannya. "Maaf ya, aku benar-benar tidak sadar tadi malam, kalau aku tahu mereka semua mengikuti ku dan juga tidur di kamar kita, aku pasti akan menyuruh pelayan untuk menyeret mereka semua untuk keluar," kata Arsyila dengan penuh penyesalan. "Bagaimana kamu bisa sadar jika kamu meneguk minu

  • SKANDAL DUA MENANTU   97

    Tiba-tiba, Sasmita muncul di pintu ruang bawah tanah, wajahnya terlihat serius. "Zoya, Erlang, sebaiknya kalian pergi dari sini," Sasmita berkata, suaranya terdengar berat. Zoya dan Erlang langsung memandang Sasmita, ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi di ruang bawah tanah itu. "Apa Bu Sas mengenal pria ini? Dia begitu menyedihkan," Zoya bertanya, merasa sedikit khawatir. Sasmita mengambil napas dalam-dalam sebelum akhirnya menarik Zoya untuk menjauh dari tempat itu. "Ayo tinggalkan tempat ini! Tidak baik berlama-lama di sini!" Erlang dan Zoya saling bertukar pandang, terkejut dengan kabar itu, hingga akhirnya Zoya bertanya lagi, "Kami tetap ingin tahu siapa dia dan apa yang terjadi dengannya?" Sasmita menggelengkan kepala. "Aku tidak tahu, dan itu bukan urusanku, kalian juga tidak perlu mengurus ibu, sekarang pergilah, jangan sampai tuan Rasputin atau Arsya melihat kalian berdua bersama di sini." Pria tanpa identitas itu memperhatikan percakapan tiga orang di depannya, dia ma

  • SKANDAL DUA MENANTU   96

    Dipenuhi pikiran jahat, Roni berjalan dengan cepat. Ketika itu tujuan utamanya adalah meja makan di mana biasanya keluarga Bagaskara sedang menghabiskan waktu sarapan.Karena Arsyila dalam pengaruh alkohol pada malam sebelumnya, sedangkan Arsya mengalami sakit di bagian selangkangannya, jadi hanya ada Rasputin dan Suzy saja di meja makan.Roni langsung menghadap Nyonya Suzy, tanpa menunggu bukti yang lebih valid, dia berkata pelan, "Nyonya, saya memiliki informasi yang mungkin penting tentang nona Zoya," suaranya terdengar serius.Nyonya Suzy memandang Roni dengan penasaran. "Apa itu, Roni? Beritahu aku."Roni mengambil napas dalam-dalam sebelum melanjutkan. "Ternyata dia bersama tuan Erlang, Nyonya. Mereka berada di ruang bawah tanah, untuk detailnya saya kurang paham apa yang mereka lakukan di sana, tapi saya pikir Anda harus tahu tentang ini."Darah Suzy seketika mendidih. Wajahnya mengerut, jelas sekali dia murka dengan informasi itu. "Sudah kuduga, mereka pasti bersama."Penasara

  • SKANDAL DUA MENANTU   95

    Di ruang bawah tanah yang sunyi, Zoya terbaring lembut dalam pelukan Erlang, sepasang kekasih itu tertidur dengan nyenyak. Tadinya Erlang dan Zoya ingin menjaga pria lusuh di depan mereka agar lebih tenang dan nyaman, namun kini posisi mereka justru terbalik. Zoya berbaring dalam dekapan Erlang, dan Erlang memeluknya erat-erat. Sementara pria lusuh yang duduk di depan mereka masih terjaga. Dia membuka matanya dan memperhatikan Erlang dan Zoya dengan rasa penasaran. Pertama, pria itu memperhatikan wajah Zoya yang tenang dalam tidur, lalu berpindah ke arah Erlang yang juga tertidur dengan ekspresi yang lembut. Ada sesuatu yang aneh tentang situasi ini, dalam benak pria itu mulai berpikir. Dia tidak sanggup menjelaskan apa, tapi ada perasaan yang membuatnya merasa bahwa keduanya memiliki ikatan yang kuat dan dia juga pernah mengalami hal yang sama dengan seseorang di masa lampau. Pria tanpa identitas itu duduk termenung, kekuatan cinta dalam dirinya sepertinya telah membangkit

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status