로그인WARNING! 🔞 Banyak mengandung adegan dewasa implisit. Arumi terpaksa menggantikan posisi ibunya sebagai mempelai wanita usai ibunya menghilang begitu saja. Awalnya, Langit, pria yang seharusnya menjadi calon Ayah Tiri Arumi, mengatakan tidak akan pernah menyentuhnya. Namun, entah mengapa, malam ini semuanya menjadi berbeda. "Biar saya ajari kamu, cara berciuman yang benar, Arumi." - Langit
더 보기Baru saja pintu ruangan itu hendak dibuka oleh Bejo, tiba-tiba saja sebuah ledakan cahaya (flashbang) menghantam jendela atas gudang, disusul dengan gas air mata yang memenuhi ruangan itu dalam sekejap.“POLISI! JANGAN BERGERAK!” teriak Yudha dari arah luar. “Po–polisi?” tanya Marco panik. “Polisi? Aduh, bagaimana ini?” Andini dan Selena mulai ketakutan. Mendadak suasana menjadi kacau balau. Melihat itu, Langit pun tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia bangkit dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, lalu menerjang kaki Bejo hingga pria itu terjatuh dan merebut senjatanya. Kemudian dengan gerakan yang sangat cepat, ia raih tangan Arumi dan menariknya keluar dari ruangan itu. “Om!” Arumi terbatuk-batuk karena asap, namun ia merasakan genggaman tangan Langit cukup erat di tangannya. Ia percaya, selama suaminya ada bersamanya, maka semua akan baik-baik saja. “Tetap bersama saya!” perintah Langit tegas.Di tengah kepulan asap tebal, suara tembakan peringatan terdengar berkali-kali. M
“... ini semua rencanamu, Andini? Kamu yang mengatur semua ini? Jangan bilang kalau kecelakaan yang dialami oleh Arumi juga karena kamu.”Andini tertawa nyaring, persis seperti kuntilanak di film-film horor. “Tepat sekali, Mas Langit! Namun sayangnya, kamu merusak semuanya dengan jatuh cinta pada perempuan bodoh ini. Kupikir, kamu akan lebih memilih Selena yang dewasa, cantik dan kaya raya. Namun ternyata aku salah.”Langit menggeleng pelan, masih belum sepenuhnya percaya dengan apa yang Andini bilang. Sementara di sisi lain, Arumi masih berdiri dengan air mata yang kian mengalir deras. Marco mendekat, mengapit wajah Arumi dengan kedua tangannya. “Kamu milik saya, Arumi. Kenapa kamu pergi dari saya?” tanya Marco dengan raut wajah sangar. “Jangan sentuh dia!” teriak Langit, suaranya menggelegar. Dia lalu bangkit dan melangkah cepat ke arah pria itu. Bajo bersiap menembak. Namun gerakan tangan Marco menyuruhnya untuk menurunkan senjata. “Biarkan dia.”Langit mendorong Marco dan lang
BUGH! Satu pukulan mentah mendarat telak di ulu hati Langit, membuat pria itu terjerembab ke lantai beton yang berdebu. Langit terbatuk hebat, namun matanya sama sekali tidak melepaskan tatapannya dari Arumi yang kini meronta-ronta histeris melihatnya dihajar tanpa belas kasihan. “Istrimu, katamu?” Marco tertawa sinis. “Dia itu barang rongsokan yang aku poles agar laku mahal saat dijual, Langit! Dia itu p3lacur!” Hinanya dengan tawa yang semakin keras. Marco lalu berjongkok di depan Langit, menjambak rambut pria itu agar mendongak menatapnya. “Kamu tahu apa yang paling menyakitkan dari sebuah pengkhianatan, Langit? Bukan saat kamu pergi, tapi saat kamu merasa menang. Dan hari ini, aku akan menunjukkan padamu siapa di antara kita yang menang sebenarnya.” Marco berdiri, lalu berjalan santai mendekati Arumi. Ia menarik paksa lakban yang menutup mulut Arumi hingga perempuan itu meringis perih. “Om Langit! Pergi, Om! Jangan peduliin Arum! Pergi Om!” teriak Arumi parau denga
Pintu geser mobil van itu terbuka dengan suara berderit yang memekakkan telinga. Arumi diseret paksa keluar dari mobil, kakinya lemas dan terseret di atas lantai beton gudang yang berdebu. Matanya yang memerah menatap nanar ke sekeliling. Bangunan tua ini lembap, gelap, dan hanya diterangi oleh beberapa celah cahaya matahari yang masuk lewat atap seng yang bocor.“Bawa dia masuk ke ruang tengah!” perintah seorang pria dengan tato di lehernya.Arumi dilempar begitu saja ke sebuah kursi kayu di tengah ruangan yang dikelilingi oleh pria-pria berwajah sangar. Air matanya terus mengalir, membasahi lakban yang menutup mulutnya. Rasa sesak di dadanya kian menjadi saat ia mendengar suara langkah sepatu pantofel yang beradu dengan lantai semen—langkah kaki yang membangkitkan memorinya dan sangat ia kenali polanya. Angkuh dan tenang.Dari balik bayang-bayang pilar besar, muncul sosok Marco. Pria itu mengenakan kemeja sutra berwarna merah marun, jemarinya yang dihiasi cincin batu besar tampa
Pagi menjelang, Arumi terjaga dan mendapati Langit sudah tak lagi ada di sampingnya. Ia sempat mengerjapkan mata sesaat, lalu bangkit dan keluar dari dalam kamar. “Om …? Om Langit?” panggilnya seraya mencari sosok tinggi tegap itu. Ia melihat ke seluruh ruangan, tapi Langit tak ada.“Om … Om Langi
Tanpa banyak bertanya lagi, Langit pun segera menautkan bibirnya pada bibir ranum Arumi. Ia melumatnya dengan kelembutan yang jauh lebih dalam, seolah ingin menghisap habis semua kesedihan dan ketakutan yang baru saja Arumi tunjukkan kepadanya.“Hhmmpp—” Ciuman itu tidak lagi terasa kasar atau men
Arumi terlonjak, dan langsung melompat dari atas tempat tidurnya. Ia benar-benar shock saat mendapati Langit, sudah berada di dalam kamar tidurnya. Jantungnya berdegup kencang, napasnya tersendat.“Om, Om ngapain ke sini? Ini kamar Arum, Om salah kamar,” bisik Arumi. Ia tidak mau kalau sampai Selen
Pintu telah dibuka oleh Bi Sumi, suara berat yang sangat familiar di telinga Arumi dan juga Selena segera menyapa pendengaran semua orang di ruangan itu. “Selamat malam, Bi. Maaf saya mengganggu, apa Selena masih belum tidur?” Mendengar suara itu, Selena seketika berdiri. Wajahnya yang tadi sem






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰더 하기