MasukWARNING! 🔞 Banyak mengandung adegan dewasa implisit. Arumi terpaksa menggantikan posisi ibunya sebagai mempelai wanita usai ibunya menghilang begitu saja. Awalnya, Langit, pria yang seharusnya menjadi calon Ayah Tiri Arumi, mengatakan tidak akan pernah menyentuhnya. Namun, entah mengapa, malam ini semuanya menjadi berbeda. "Biar saya ajari kamu, cara berciuman yang benar, Arumi." - Langit
Lihat lebih banyak“Pak, udah. Nanti kita bisa ketahuan,” ucap Grace yang diakhiri dengan tangisan keputusasaan. “Semua akan baik-baik saja kalau kamu berhenti menangis,” tegas Raymond tapi tidak membentak. “Baik-baik saja apanya, Pak? Bapak udah keterlaluan. Bapak udah bikin aku kayak pelacur,” hardik Grace geram. Mendengar itu, seketika Raymond terdiam. Tatapannya yang semula berkilat penuh gairah mendadak meredup, berganti menjadi sangat dingin dan kelam.Suasana kamar yang gelap itu berubah hening dan mencekam, hanya menyisakan deru napas Grace yang memburu tak beraturan.Raymond menjauhkan wajahnya. Tangannya yang semula mengunci pinggang Grace perlahan mulai mengendur. Pria itu duduk tegak di tepi ranjang. Punggung kokohnya membelakangi sang mantan mahasiswanya yang sudah dalam posisi membeku karena menyadari sudah salah dalam berucap. “Apa katamu? Pelacur?” ulang Raymond pelan, suaranya terdengar begitu datar namun sarat akan intonasi berbahaya yang sanggup meremukkan mental siapa saja yang
Grace terdesak. Posisinya sudah tak aman. “Pak! Ini bahaya banget. Bapak mau bunuh diri?!” “Saya sedang meminta hak saya atas kesepakatan kita,” ucap Ray tanpa rasa bersalah. “Hak? Hak apa, Pak?!” bisik Grace setengah menjerit, suaranya gemetar menahan amarah dan ketakutan yang membuncah.Grace menyilangkan kedua tangannya di depan dada, berusaha membentengi diri dari sentuhan hasrat gilai Raymond yang kian tak terbendung. “Pak, stop! Bapak kan udah nikah sama Tante Selena! Tante ada di kamar sebelah, Pak! Kalau sampai Tante bangun dan ngeliat Bapak di sini—”“Selena sudah tidur. Jadi dia tidak akan tahu. Kamu tenang saja.”“Tapi, Pak—agh!” Sebuah desahan lolos dengan spontanitas dari bibir Grace. Gadis itu mengejang, tatkala Raymond meremas gundukan sintal miliknya yang kenyal. “Pak! Kumohon jangan. Bukannya aku udah ngasih yang Bapak mau di apartemen waktu itu? Kenapa sekarang Bapak mau lagi?” tanya Grace yang mulai putus asa karena jamahan liar tangan sang mantan dosen di tubuh
Selena terperanjat melihat reaksi Ray. “Mas… kok kamu kayak kaget gitu?” tanyanya penasaran. Menyadari kebingungan istrinya, Ray pun dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya. Senyum hangat dan tenang yang biasa ia pamerkan kembali terkembang sempurna di bibirnya, menghapus jejak syoknya yang baru saja terjadi. “Bukan kaget, Selena,” ujar Ray santai, suaranya terdengar begitu meyakinkan sembari mengusap lembut jemari Selena di atas meja. “Saya cuma sedikit heran. Kenapa Grace tiba-tiba mau kuliah keluar negeri?”“Iya, Mas. Aku awalnya juga kaget. Tapi kalau itu memang bisa bikin dia bahagia, aku sih oke-oke aja.” Selena melempar senyum tulus kepada Grace. “Makasih banyak, Tan.” Grace membalas senyum itu. Pandangan Ray kemudian bergulir perlahan ke arah Grace, mengunci tatapan gadis itu dengan binar intimidasi yang pekat di balik senyum ramahnya.“Tapi kamu tiba-tiba mau keluar negeri, bukan karena ada Om di sini kan, Grace?” tanya Ray yang hampir membuat Grace tersedak makanannya.
Paginya—setelah mandi dan memakai setelan piyamanya—Grace duduk di depan jendela kamarnya. Ia terus melihat pemandangan yang ada di depannya dengan tatapan kosong. Suara gelak tawa Selena dan Ray semalam masih terngiang jelas di telinganya, membuatnya susah tidur hingga pukul empat pagi. Dua lingkaran hitam di bawah matanya menjadi bukti betapa menyiksanya malam pertama pasangan pengantin baru itu baginya.Setiap kali ia mencoba memejamkan mata, yang ia lihat justru bayangan Raymond saat menyentuhnya yang beradu acak dengan suara bisikan pria itu di depan kamarnya, menciptakan kekacauan yang meremukkan dadanya.Tok, tok, tok.Ketukan pelan pintu kamar membuat Grace terlonjak kaget. Jantungnya mendadak berdegup kencang. Dengan helaan napas berat, ia bangkit dari kursi dan berjalan perlahan menuju pintu.Begitu pintu terbuka, tampak Selena sudah berdiri di sana dengan gaun rumahan yang anggun. Wajah wanita itu tampak begitu segar, merona, dan memancarkan binar kebahagiaan yang sempu












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak