MasukSwooosh... Swooosh... Swooosh... Swooosh...
Ratusan cahaya muncul di langit.....
"Lihat...! Kehendak Ilahi telah muncul kembali...!" seru salah satu dari mereka menengadahkan wajahnya menghadap langit.
"Tapi.... Bukannya seleksinya sudah berakhir, kenapa....?" ujar yang lain merasa aneh dan bertanya penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Ingat, jika kalian melepaskan nikmat dewa, kalian tidak akan lagi menerima pertolongan dewa di semua pertolongan berikutnya..... Dan peluang ekstra itu....."
Ziiing............... Ziiing............... Ziiing............... Ziiing...............
Di tengah seruan informasi dari Spritual Treasur Jin Si sang Pemandu Kompetisi Bidang Bintang, satu persatu para Peserta yang lain yang sebelumnya tidak di pilih oleh para dewa seketika diselubungi oleh cahaya pilihan dewa, secara mengejutkan.
He Sura menatap lirik mempe
He Sura tidak percaya kalau dia akan disambut oleh tamu berjenis serangga bidang bintang, jumlahnya tidak sedikit, ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan.Tanpa pemanasan dan aba - aba, mereka semua langsung mendekat dengan niat yang buruk.He Sura menutup matanya, dengan sedikit rasa penyesalan angkat suara menggema, menggunakan kemampuan spritual miliknya di seluruh alam ruang angkasa - bidang bintang."Jadi, seperti inikah bagaimana surga memperlakukan para pengunjung mereka...?"He Sura juga merasa sedikit aneh dan begitu familiar dengan semua serangga yang muncul di hadapannya dalam jumlah banyak, dimana kekuatan dan aura mereka hampir sama persis dengan serangga raksasa milik keluarga Dewa Naga "Siapakah pemilik dan orang yang mengirim serangga - serangga pengganggu ini....?" gumamnya.Bagaikan ikan shoaling, para serangga itu seketika berkerumun membentuk model angin puting beliung perlahan mendekat
"Bibik, aku yang akan mengendalikan kapal perang ini, kau tenang saja di boncengan...!" seru He Sura kepada Wang Yin, karena merasa kalau perjalanan mereka itu, sebenarnya sudah terbilang begitu lamban."Memangnya kau tahu jalan ke kekaisaran Alam Matahri...?" tanya Wang Yin, sedikit jengkel karena He Sura tetap memanggilnya bibik, padahal dirinya sudah menunjukkan sikap baik, lemah lembut dan romantis kepada He Sura selama di dunia alam bengkel.He Sura tidak menjawab dan langsung meminta artefak kendali kepada Wang Yin."Hah...!" Menghela napas lalu memberikan artefak kendali, lalu duduk di kursi pilot 2, tanpa bisa berkata - kata dan tidak ingin berselisih dengan He Sura.Dalam pikirannya, merasa kalau semua yang telah ia lakukan sebelumnya hanyalah hal yang sia - sia, melayani He Sura sudah seperti melayani Kaisar, tetap tidak dianggap dan dipandang oleh pemuda tampan itu "Miris sekali, apa yang sudah kuharapk
Semua pandangan orang - orang tertuju pada sang Alkemis Jeriko, yang seketika menjadi manusia tulang belulang, yang hanya menempel daging dan urat.Lidahnya menjulur keluar dan air liurnya keluar tanpa henti.Hah....... Hah....... Jeriko terengah - engah..."Apa yang kau lakukan padaku...? Bukannya kau sudah berjanji akan melepaskanku...?" ujarnya dengan suara sumbang tidak jelas, sebab lidahnya masih menjulur keluar.Ia tidak menyangka kalau, tubuhnya seketika berubah drastis menjadi kering dan tak berdaya, bagaikan orang penyakitan. Bahkan keadaannya lebih buruk dari manusia biasa yang tidak memiliki kultivasi."Lah... Apa yang kulakukan...? Apa kau sudah lupa, kalau kau hanya meminta kepadaku untuk tidak membunuhmu...? Bukannya sekarang kau masih dalam keadaan hidup...? Memangnya dimana letak salahnya...? Aku rasa aku sudah menepati janjiku bukan...?" gurau He Sura tersenyum cengengesan, karena telah
"Dia bukan orang yang kau maksud nenek tua....!" seru He Sura kepada wanita succubus. sembari menunjuk ke arah sang Penguasa Dunia yang telah tersungkur jatuh ke lantai dasar.Melihat sang Penguasa itu, membuat wanita succubus terkejut heran "Bagaimana bisa sang penguasa tak berdaya dan berkutik di hadapan orang ini...?" gumamnya di dalam hati, melihat orang yang mereka banggakan dan andalkan sebagai orang yang berdiri di puncak dunia itu, malah terlihat seperti seekor bebek yang siap disembelih.Mereka semua kembali terkejut hebat, dan tidak pernah mengira kalau sang Penguasa bahkan tak bisa bergerak, memberikan perlawanan.Sang Penguasa berdiri dan membersihkan pakaiannya yang terpapar debu reruntuhan bangunan yang ia jebol, karena dipaksa jatuh ke bawah, seperti besi yang disedot oleh magnetik."Anak muda, hebat juga kau... Aku tak menyangka..."
Semua mata mulai tertuju pada He Sura dan Wang Yin.Pandangan dan tatapan mata yang begitu tajam tertuju, seakan - akan mereka berdua adalah mangsa yang sudah siap di sergap dan dieksekusi.He Sura dan Wang Yin bisa merasakan hal itu, namun He Sura masih bersikap santai dan mengabaikan hal itu, karena tahu apa yang membuat mereka bersikap dan bertindak seperti itu.Sementara Wang Yin sendiri merasa bingung, apa yang membuat para orang - orang itu bersikap seperti itu.Namun karena ia melihat He Sura, yang masih tenang dan santai, membuat pikiran negatifnya seketika sirna, dan berpikir kalau mereka mungkin sedang iri kepada He Sura yang bersanding dengan wanita secantik dirinya.Beberapa saat kemudian, 3 sampai 4 orang datang menghampiri mereka, dan angkat bicara meledek dan menggoda, serta mencerca."Hai Nona cantik...! Dari pada jalan bersama pemuda pucat tak bertenaga ini, lebih baik wanita
Dunia ini adalah dunia yang layaknya dunia yang lain pada umumnya, perbedaannya hanya pada aura immortal yang lumayan pekat ketimbang dunia - dunia yang ada di bidang bintang timur.He Sura dan Wang Yin mendarat di alam bengkel, seperti di seluruh dunia, kekuatan adalah hal yang paling utama. Semakin kuat maka akan semakin dipandang dan diberi penghormatan.Dunia alam bengkel berisi para orang - orang biasa, para kultivator manusia, para kultivator immortal dan yang paling mencengangkan adalah dunia ini dipimpin oleh orang - orang yang memiliki ranah kultivator immortal tahap domain immortal dan yang tertinggi hampir mencapai tahap setengah dewa.Sepanjang jalan, He Sura dapat menyadari dan merasakan kalau di dunia ini, para kultivator immortal dan manusia bercampur baur, tanpa ada alam yang membedakan.Pertarungan persaingan untuk memperebutkan hadiah sumber daya kultivasi, hampir setiap harinya terjadi dan berla







