Share

Penuh Cinta

last update publish date: 2025-11-29 22:59:30

Jika Lucky dan Susan sama-sama sedang larut dalam perasaan iba mereka masing-masing, lain cerita dengan apa yang saat ini Wenda dan Matteo rasakan terhadap keraguan dia sebelumnya pada putra semata wayang mereka.

Setelah melihat ekspresi penuh cinta, penuh kasih antara Lucky dan Susan tadi membuat mereka benar-benar bisa bernafas lega sekaligus merasa terberkati.

"Papa liat itu tadi. Bagaimana ekspresi mereka!" ujar Wenda seraya menuruni anak tangga rumah itu dan kali ini mereka sudah berada di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (21)
goodnovel comment avatar
Sri Indah
tuh , ekspresi si bini gitu , awas loh , keceplosan . Dia jawab ba BI Bu kaan.
goodnovel comment avatar
Lola Mareza Lakoca
apa bibi gugup karna takut ketahuan ya
goodnovel comment avatar
MissQueen
eehhh si bibi ngga keceplosan kann ini bakalan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • SUSAN... OOH SUSAN   Negosiasi 1

    Susan masih ingin protes , tapi Lucky justru menariknya lebih dekat, memeluknya dengan lembut. Bukan lagi gerakan tergesa atau canda yang berisik, melainkan pelukan yang menenangkan, seolah ingin memastikan bahwa semuanya baik-baik saja."Kau keterlaluan Lucky. Bisa-bisanya kau begitu serakah seperti ini. Kalo kamu tetap seperti ini, mungkin besok Susan bisa mati. Capek!" Susan terisak lirih , saat Lucky selesai dengan aktifitasnya. Benar-benar sangat melelahkan, tapi juga sangat menyenangkan."Bukankah kau yang minta jatah tujuh kali sehari. Aku hanya menuruti keinginanmu, Susan!" jawab Lucky seraya menyadarkan punggungnya di sisi bathtub besar itu, tapi Susan justru mencipratkan air ke arah Lucky."Enggak. Susan gak pernah bilang mau tujuh kali , kamu salah faham !" tolak Susan, tapi Lucky hanya terlihat menghela nafas."Terus kamu maunya bagaimana, Susan sayang. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu... Dan...!""Yang terbaik apanya...? Yang ada kalo kamu terus seperti ini, aku bis

  • SUSAN... OOH SUSAN   Wanita Unik

    "Kau liat itu... Pak Lucky sama cewek... Eeehm siapa tadi namanya...? Sus... Sus...!""Susan. Namanya Susan. Dia menyebut namanya Susan?" "Apa itu ceweknya Tuan Lucky...? Wah.. pasti cewek itu spesial banget. Ampe di gotong gitu sama Tuan Lucky!" ucap wanita berbadan gemuk itu."Hooh. Jarang banget Tuan Lucky bersikap seperti itu!" "Bukan jarang, anjirrr, tapi nyaris gak pernah. Emang kamu pernah liat Tuan Lucky dekat sama cewek. Orang di gosupkan aja gek pernah!" sarkas si gemuk dan wanita satunya lagi langsung mengangguk."Kamu benar. Aku yakin tu cewek pasti sangat spesial... Aah kalo kek gini, artinya akan datang kabar baik nih dari Tuan Lucky. Sepertinya Tuan Lucky akan segera mengakhiri masa lajangnya!" balas Mirna , wanita berbadan lebih kurus dan tinggi ."Kau benar Mir. Dan itu artinya, kita akan patah hati berjamaah!" bales si gemuk ."Aaah gak juga sih. Mungkin yang patah hati itu cuma kariawan cewek yang masih lajang, dan sedang curi-curi kesempatan dekat sama Tuan Lucky

  • SUSAN... OOH SUSAN   Ujian Kesabaran

    Kadang kala kita tidak sadar, tindakan yang menurut kita biasa, bisa jadi sangat tidak masuk akal oleh orang lain, dan lah yang sama juga terjadi dengan Susan dan Lucky.Hanya perkara Susan duduk sambil mengayunkan kakinya di luar jendela perusahaan lucu yang katanya sangat tinggi, justru membuat Lucky naik pitam dan nyaris serangan jantung, padahal Susan tidak merasakan apa-apa ketika duduk di jendela itu, selain angin sepoi-sepoi yang begitu menenangkan. Iya... Kadang orang bosan bisa melakukan sesuatu di luar nalar, tapi Susan justru menganggap itu biasa.Lucky benar-benar kehabisan kata untuk mendebat Susan , tapi Susan seolah tidak paham jika Lucky mengkhawatirkan nya. Lucky hanya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi dengan Susan, karena resikonya akan berdampak pada kedua orang tuanya, dan paling parah neneknya bisa saja ikut campur dalam masalah itu, tapi lihatlah... Apa alasan yang Susan berikan untuk membenarkan tindakannya."Itu karena Susan benar-benar bosan Lucky. Hp Su

  • SUSAN... OOH SUSAN   Rasa Mual Lucky

    Wanita cantik, banyak.Wanita baik, juga banyak.Wanita independen, ada.Wanita karier, juga ada.Semua punya kelemahan dan kelebihan masing-masing.Jika kamu memilih wanita cantik maka kamu harus lebih bekerja keras untuk merawat kecantikannya, termasuk membayar asisten rumah tangga untuk mengurus semua pekerjaan di rumah. Karena katanya cantik butuh modal.Jika kamu memilih wanita independen, kamu harus siap karena sainganmu bukan lagi laki-laki, melainkan ego-nya.Kalau kamu memilih wanita yang biasa saja, tidak bekerja atau tidak berkarir, maka percayalah wanita seperti itu akan sepenuhnya menjaga keluargamu, hanya saja kamu harus menerima kenyataan, dia tidak bisa membantu perekonomian kamu.Semua punya takaran masing-masing, kamu hanya perlu menempatkan dirimu untuk mengimbangi wanita pilihanmu. Namun Lucky tidak memilih kriteria yang bisa dibilang wow. Dia justru memilih seorang Susan yang dari kampung dan butuh banyak bimbingan untuk bisa bersosialisasi dengan keluarganya.P

  • SUSAN... OOH SUSAN   Kurang Kerjaan

    Tiga jam sudah Susan berada di ruang kerja Lucky. Dia duduk santai di sisi jendela dengan kaki yang menjuntai ke arah luar. Benar-benar menikmati pemandangan kota dtsk ketinggian ratusan meter.Tidak ada rasa takut , tidak ada rasa gugup yang dia rasakan ketika harus menunduk ke arah bawah dari ketinggian, saat kebanyakan orang malah akan merasa mual.Susan tidak seperti itu, bahkan nyaris setengah dari buku novel di bacaannya sudah Susan baca, tapi belum ada tanda-tanda Lucky akan kembali ke ruangan itu, dan sekarang perut Susan malah berbunyi. Lapar."Ini Lucky ngapain aja sih di sana. Tadi katanya mau suruh orang anterin makanan... Mana... Susan kan lapar!" Susan medumel sendiri.Susan menghela nafas , serakah mengelus perutnya sendiri. Pagi tadi dia hanya sarapan sedikit, itupun buru-buru. Setelah Lucky malah menggempur nya lagi di dalam mobil, dan energi yang tercipta dari makanan yang sebelumnya Susan makan benar-benar sudah terkuras habis hanya untuk mengimbangi hasrat dan gai

  • SUSAN... OOH SUSAN   Cicilan Ke-dua

    Lift terbuka, Lucky, Susan dan Rudy keluar bersama, dan Rudy berjalan lebih dulu ke ruang kerjanya, karena harus mengambil beberapa file untuk dia serahkan ke Lucky, dan nanti file itulah yang akan mereka persentasikan.Lucky membuka pintu kaca gelap itu, lalu meminta Susan untuk menunggunya."Tunggu aku di sini. Jangan keluyuran kesana-kemari," ucap Lucky. "Meeting mungkin akan berjalan cukup lama, jadi santailah!" sambung Lucky, dan Susan hanya mengangguk.Lucky berjalan ke arah pintu putih di dalam ruangan itu, lalu masuk, dan Susan hanya menjajakan pandangannya ke seluruh ruangan itu, melihat susunan buku yang begitu banyak tersusun rapi pada satu lemari besar di sisi dinding, selalu berjalan ke arah jendela dan melihat pemandangan kota dari arah luar jendela. Susan tidak bisa berkedip, mulutnya sampai terbuka karena kagum. Tempo hari dia memang sempat datang ke perusahaan Lucky, meskipun tidak sampai masuk. Hanya sampai di depan gerbang utama perusahaan itu, karena Lucky meminta

  • SUSAN... OOH SUSAN   Dibawah Umur

    Sesingkat-singkatnya sebuah kisah, kalau sudah melibatkan sebuah rasa akan sulit untuk dijabarkan, dan hal yang sama juga turut Lucky dan Susan rasakan."Enak kan punya istri. Ada yang belai belai, dan ada yang manjain kek gitu!" Lucky langsung menoleh, begitu juga dengan Susan , dan tiba-tiba kec

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • SUSAN... OOH SUSAN   Kesempatan Dalam Kesempitan

    Lucky dan Susan benar-benar terlelap dengan begitu pulas hingga keduanya sama-sama tidak sadar bagaimana kondisi dan posisi mereka saat ini.Lucky masih memeluk pinggang Susan menggunakan sebelah tangannya, dengan kepala yang sudah terpisah dari bantalnya. Sementara Susan...! Susan tidur miring den

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • SUSAN... OOH SUSAN   Sama-Sama Enak

    Marni hanya membalas dengan senyuman simpul. Dia tahu betul bagaimana dilemanya Lucky dengan desakan kedua orang tuanya untuk menikah. Namun Susan dan ayahnya pun waktu itu tidak keberatan untuk menerima lamaran Lucky hanya ketika Lucky bersedia memenuhi tiga syarat yang mereka minta. Syarat yang

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • SUSAN... OOH SUSAN   Taruhan Susan

    "Oh kamu benar-benar keterlaluan ya Susan. Bisa-bisanya kamu berpikir jika aku memintamu untuk memegang anu ku!" sarkas Lucky untuk pemikiran absurd Susan."Habisnya Tuan sih... ngomong gak jelas. Kan Susan jadi salah faham. Kirain Tuan anu... itu!" balas Susan dan diam-diam Lucky justru tersenyum

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status