Share

Sama-Sama Enak

Penulis: Danny Fabiano
last update Tanggal publikasi: 2025-11-29 23:36:00

Marni hanya membalas dengan senyuman simpul. Dia tahu betul bagaimana dilemanya Lucky dengan desakan kedua orang tuanya untuk menikah. Namun Susan dan ayahnya pun waktu itu tidak keberatan untuk menerima lamaran Lucky hanya ketika Lucky bersedia memenuhi tiga syarat yang mereka minta.

Syarat yang menurut Marni tidak begitu sulit dan syarat itu sepertinya masih terbilang wajar diminta oleh seorang ayah untuk anak perempuannya.

"Tidak ada syarat yang terlalu berat atau menyusahkan Den Lucky. Han
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (15)
goodnovel comment avatar
Lola Mareza Lakoca
apa lagi nih rencananya mama wenda
goodnovel comment avatar
Kiki Sulandari
Pintar. banget deh Bik Marni memberi alasan .....& untungnya alasan itu masuk akal Capek ya, Susan, pijit kepala Lucky, sampai ketiduran.....dengan posisi tidur yg. bagus....jadi nanti Mamanya. Lucky ngga salah paham deh
goodnovel comment avatar
Lisa Anggraini
wah kira² apa nih yg direncanakan sama wenda
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • SUSAN... OOH SUSAN   Negosiasi 1

    Susan masih ingin protes , tapi Lucky justru menariknya lebih dekat, memeluknya dengan lembut. Bukan lagi gerakan tergesa atau canda yang berisik, melainkan pelukan yang menenangkan, seolah ingin memastikan bahwa semuanya baik-baik saja."Kau keterlaluan Lucky. Bisa-bisanya kau begitu serakah seperti ini. Kalo kamu tetap seperti ini, mungkin besok Susan bisa mati. Capek!" Susan terisak lirih , saat Lucky selesai dengan aktifitasnya. Benar-benar sangat melelahkan, tapi juga sangat menyenangkan."Bukankah kau yang minta jatah tujuh kali sehari. Aku hanya menuruti keinginanmu, Susan!" jawab Lucky seraya menyadarkan punggungnya di sisi bathtub besar itu, tapi Susan justru mencipratkan air ke arah Lucky."Enggak. Susan gak pernah bilang mau tujuh kali , kamu salah faham !" tolak Susan, tapi Lucky hanya terlihat menghela nafas."Terus kamu maunya bagaimana, Susan sayang. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu... Dan...!""Yang terbaik apanya...? Yang ada kalo kamu terus seperti ini, aku bis

  • SUSAN... OOH SUSAN   Wanita Unik

    "Kau liat itu... Pak Lucky sama cewek... Eeehm siapa tadi namanya...? Sus... Sus...!""Susan. Namanya Susan. Dia menyebut namanya Susan?" "Apa itu ceweknya Tuan Lucky...? Wah.. pasti cewek itu spesial banget. Ampe di gotong gitu sama Tuan Lucky!" ucap wanita berbadan gemuk itu."Hooh. Jarang banget Tuan Lucky bersikap seperti itu!" "Bukan jarang, anjirrr, tapi nyaris gak pernah. Emang kamu pernah liat Tuan Lucky dekat sama cewek. Orang di gosupkan aja gek pernah!" sarkas si gemuk dan wanita satunya lagi langsung mengangguk."Kamu benar. Aku yakin tu cewek pasti sangat spesial... Aah kalo kek gini, artinya akan datang kabar baik nih dari Tuan Lucky. Sepertinya Tuan Lucky akan segera mengakhiri masa lajangnya!" balas Mirna , wanita berbadan lebih kurus dan tinggi ."Kau benar Mir. Dan itu artinya, kita akan patah hati berjamaah!" bales si gemuk ."Aaah gak juga sih. Mungkin yang patah hati itu cuma kariawan cewek yang masih lajang, dan sedang curi-curi kesempatan dekat sama Tuan Lucky

  • SUSAN... OOH SUSAN   Ujian Kesabaran

    Kadang kala kita tidak sadar, tindakan yang menurut kita biasa, bisa jadi sangat tidak masuk akal oleh orang lain, dan lah yang sama juga terjadi dengan Susan dan Lucky.Hanya perkara Susan duduk sambil mengayunkan kakinya di luar jendela perusahaan lucu yang katanya sangat tinggi, justru membuat Lucky naik pitam dan nyaris serangan jantung, padahal Susan tidak merasakan apa-apa ketika duduk di jendela itu, selain angin sepoi-sepoi yang begitu menenangkan. Iya... Kadang orang bosan bisa melakukan sesuatu di luar nalar, tapi Susan justru menganggap itu biasa.Lucky benar-benar kehabisan kata untuk mendebat Susan , tapi Susan seolah tidak paham jika Lucky mengkhawatirkan nya. Lucky hanya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi dengan Susan, karena resikonya akan berdampak pada kedua orang tuanya, dan paling parah neneknya bisa saja ikut campur dalam masalah itu, tapi lihatlah... Apa alasan yang Susan berikan untuk membenarkan tindakannya."Itu karena Susan benar-benar bosan Lucky. Hp Su

  • SUSAN... OOH SUSAN   Rasa Mual Lucky

    Wanita cantik, banyak.Wanita baik, juga banyak.Wanita independen, ada.Wanita karier, juga ada.Semua punya kelemahan dan kelebihan masing-masing.Jika kamu memilih wanita cantik maka kamu harus lebih bekerja keras untuk merawat kecantikannya, termasuk membayar asisten rumah tangga untuk mengurus semua pekerjaan di rumah. Karena katanya cantik butuh modal.Jika kamu memilih wanita independen, kamu harus siap karena sainganmu bukan lagi laki-laki, melainkan ego-nya.Kalau kamu memilih wanita yang biasa saja, tidak bekerja atau tidak berkarir, maka percayalah wanita seperti itu akan sepenuhnya menjaga keluargamu, hanya saja kamu harus menerima kenyataan, dia tidak bisa membantu perekonomian kamu.Semua punya takaran masing-masing, kamu hanya perlu menempatkan dirimu untuk mengimbangi wanita pilihanmu. Namun Lucky tidak memilih kriteria yang bisa dibilang wow. Dia justru memilih seorang Susan yang dari kampung dan butuh banyak bimbingan untuk bisa bersosialisasi dengan keluarganya.P

  • SUSAN... OOH SUSAN   Kurang Kerjaan

    Tiga jam sudah Susan berada di ruang kerja Lucky. Dia duduk santai di sisi jendela dengan kaki yang menjuntai ke arah luar. Benar-benar menikmati pemandangan kota dtsk ketinggian ratusan meter.Tidak ada rasa takut , tidak ada rasa gugup yang dia rasakan ketika harus menunduk ke arah bawah dari ketinggian, saat kebanyakan orang malah akan merasa mual.Susan tidak seperti itu, bahkan nyaris setengah dari buku novel di bacaannya sudah Susan baca, tapi belum ada tanda-tanda Lucky akan kembali ke ruangan itu, dan sekarang perut Susan malah berbunyi. Lapar."Ini Lucky ngapain aja sih di sana. Tadi katanya mau suruh orang anterin makanan... Mana... Susan kan lapar!" Susan medumel sendiri.Susan menghela nafas , serakah mengelus perutnya sendiri. Pagi tadi dia hanya sarapan sedikit, itupun buru-buru. Setelah Lucky malah menggempur nya lagi di dalam mobil, dan energi yang tercipta dari makanan yang sebelumnya Susan makan benar-benar sudah terkuras habis hanya untuk mengimbangi hasrat dan gai

  • SUSAN... OOH SUSAN   Cicilan Ke-dua

    Lift terbuka, Lucky, Susan dan Rudy keluar bersama, dan Rudy berjalan lebih dulu ke ruang kerjanya, karena harus mengambil beberapa file untuk dia serahkan ke Lucky, dan nanti file itulah yang akan mereka persentasikan.Lucky membuka pintu kaca gelap itu, lalu meminta Susan untuk menunggunya."Tunggu aku di sini. Jangan keluyuran kesana-kemari," ucap Lucky. "Meeting mungkin akan berjalan cukup lama, jadi santailah!" sambung Lucky, dan Susan hanya mengangguk.Lucky berjalan ke arah pintu putih di dalam ruangan itu, lalu masuk, dan Susan hanya menjajakan pandangannya ke seluruh ruangan itu, melihat susunan buku yang begitu banyak tersusun rapi pada satu lemari besar di sisi dinding, selalu berjalan ke arah jendela dan melihat pemandangan kota dari arah luar jendela. Susan tidak bisa berkedip, mulutnya sampai terbuka karena kagum. Tempo hari dia memang sempat datang ke perusahaan Lucky, meskipun tidak sampai masuk. Hanya sampai di depan gerbang utama perusahaan itu, karena Lucky meminta

  • SUSAN... OOH SUSAN   Basah Bersama

    Tidak ada kata yang terucap dari bibir keduanya, akan tetapi isyarat yang Lucky tunjukkan seperti sudah diketahui oleh Susan. Susan tidak siap jika harus ditenggelami Lucky saat ini, akan tetapi pernyataan Lucky sebelumnya juga seperti sarkasme bagi Susan bahwasanya sekarang dia adalah milik Lucky,

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • SUSAN... OOH SUSAN   Basah Yang Nikmat

    Setelah Susan dan Lucky menghilang dari pandangannya, Wenda dan Matteo sama-sama saling menatap satu sama lain. Ada tanya yang tersirat dari sorot mata mereka masing-masing, akan tetapi mereka seperti enggan mengemukakan apa itu , dan justru larut dalam pikiran mereka masing-masing. Matteo merasa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • SUSAN... OOH SUSAN   Mari Bercinta

    ~~~Jika kamu tersenyum hanya karena mengingat namanya, maka itu artinya kamu mencintainya. Namun jika kamu menangis ketika mengingat namanya, artinya dia mencintaimu. Bukan namanya yang menciptakan senyum di kedua sudut bibirmu, tapi segala yang baik dan menyangkut dirinya lah yang menarik kedua s

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • SUSAN... OOH SUSAN   Kau Milikku, Susan

    Tidak ada niat sedikit di hati Lucky untuk menggangu mandi Susan, tapi alunan merdu Susan yang terdengar seksi dan membangkitkan gairah Lucky seolah menjadi magnet bagi Lucky hingga Lucky kesulitan mengendalikan perasaan yang perlahan merayap seperti sebuah virus."Mari semua dansa denganku , dekap

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status