Mag-log inSetelah seluruh keluargaku dihukum mati dengan cara mengenaskan, aku berubah menjadi istri yang bijaksana dan pengertian di mata Adika Suryadi. Aku tak lagi menanyakan ke mana dia pergi, juga tak lagi menuntut dengan histeris agar dia mengusir istri mendiang kakaknya, Elyani Lukardi. Ketika Adika mengutarakan niatnya untuk bertanggung jawab atas kedua keluarga dan menikahi kakak iparnya, aku juga mengangguk setuju dengan tenang. Pada hari pernikahan Adika dan Elyani, setelah menerima secangkir teh dari Elyani, aku tersenyum dan menyerahkan sebuah jimat jodoh kepadanya. Tiba-tiba, Adika mencengkeram leherku dan meraung murka, "Rania Kuncoro, kamu tahu betul jimat ini kudapatkan dengan bersujud sepanjang perjalanan demi memohonkannya untukmu. Kenapa kamu malah berikan pada orang lain? Apa kamu masih salahkan aku karena aku menolak selamatkan ayah dan kakakmu? Ini caramu menghukumku? Sampai kapan kamu mau terus buat masalah?" Matanya dipenuhi rasa sakit hati, tetapi aku hanya tersenyum tenang. Jelas-jelas, dia yang menggunakan nyawa seluruh keluargaku untuk memaksaku tunduk. Aku hanya melakukan apa yang dia inginkan. Namun, Adika tidak tahu bahwa aku sedang menunggu. Saat ini, jasad seluruh anggota Keluarga Kuncoro sedang digantung di gerbang kota sebagai tontonan. Tiga hari lagi, aku bisa mengambil jasad mereka. Pada hari itu, aku juga akan berkumpul kembali dengan ayah dan kakakku yang mati difitnah.
view moreAku menggadaikan seluruh perhiasan yang kupakai dan menyewa sebuah rumah kecil untuk kutinggali.Dengan begitu, akhirnya aku bisa menetap di sini. Tidak seorang pun mungkin menyangka bahwa Nyonya dari Kediaman Bangsawan Agung Suryadi yang dahulu hidup bergelimang kemewahan kini justru menjadi seorang perempuan desa.Demi merawatku, Honario juga tetap tinggal di Kota Imbana.Awalnya, kupikir aku bisa menjalani sisa hidupku dengan tenang seperti ini. Namun, tidak kusangka, ternyata Adika berhasil menemukanku.Siang itu, aku sedang beristirahat di halaman. Begitu membuka mata, aku langsung berhadapan dengan sepasang mata yang begitu familier bagiku.Tatapan kami bertemu. Adika begitu emosional hingga air matanya langsung menetes. Bibirnya gemetar, seolah sedang menangis bahagia."Nia, aku tahu kamu tidak akan mati begitu saja. Akhirnya, aku menemukanmu!"Aku menatapnya dengan dingin, lalu berbalik dan bersiap masuk ke rumah. Namun, dia tiba-tiba meraih pergelangan tanganku dan menarikku k
Elyani sampai pucat pasi karena ketakutan. Setelah bertahun-tahun tinggal di Kediaman Bangsawan Agung Suryadi, tentu saja dia tahu apa yang dimaksud dengan "hukum keluarga"."Tuan, kamu tidak boleh memperlakukanku seperti ini! Aku sedang mengandung putra sah keluarga Tuan! Lagi pula, aku adalah kakak iparmu. Bagaimana mungkin kamu menghukumku dengan hukum keluarga!"Senyuman Adika justru semakin sinis. "Kakak Ipar? Saat kamu naik ke ranjangku, kenapa kamu tidak bilang bahwa kamu adalah kakak iparku!""Awalnya aku dan Nia hidup dengan begitu harmonis. Kalau bukan karena kamu terus mengatakan bahwa kamu membutuhkan seorang anak sebagai sandaran hidup, menangis dan memohon agar aku memberimu seorang anak, mana mungkin aku tega menyakiti Nia sedikit pun!""Sekarang kamu masih berani menyebut soal anak? Aku benar-benar sudah kehilangan akal waktu itu. Demi dirimu, aku bahkan menuangkan obat penggugur kandungan ke mulut Nia dengan tanganku sendiri! Dia paling takut sakit. Setelah kehilangan
Adika duduk termenung di dalam kamar selama sehari penuh. Baru setelah para pengawal kembali ke kediaman, dia menghampiri mereka dengan langkah sempoyongan.Namun, begitu melihat raut wajah mereka, secercah harapan yang sempat muncul di matanya perlahan padam.Para pengawal berlutut berjajar, lalu berkata dengan ragu-ragu, "Tuan, kami sudah mencari ke mana-mana, tetapi tetap tidak menemukan jejak Nyonya.""Kami hanya menemukan banyak abu di tempat kobaran api yang sudah padam!""Sepertinya Nyonya sudah ... terbakar menjadi abu!"Adika langsung murka. Dia mengangkat kaki dan menendang pengawal yang berjarak paling dekat dengannya hingga tersungkur."Omong kosong! Kalian semua bicara omong kosong! Nia tidak mungkin mati. Mana mungkin dia tega meninggalkanku! Dia pasti hanya marah kepadaku, jadi sengaja bersembunyi dan tidak mau menemuiku!""Kalau aku mengakui kesalahanku dengan sungguh-sungguh dan membujuknya dengan sabar selama beberapa waktu, dia pasti akan kembali memperlakukanku sepe
"Nia! Nia! Aku mohon kepadamu. Cepat kembali!" Terdengar suara teriakan memilukan Adika dari belakang. Namun, aku sama sekali tidak ingin menoleh. Yang kurasakan justru kebahagiaan karena aku akan terbebas sebentar lagi.Adika mengabaikan larangan orang-orang di sekitarnya dan mengerahkan seluruh tenaganya untuk menerjang ke arahku, tetapi dia tetap saja tidak berhasil meraihku."Selamatkan dia! Cepat selamatkan dia! Kalian semua dasar bodoh, kenapa masih bengong! Kalau Nia tidak bisa kembali, kalian semua akan ikut dikubur bersamanya!" Adika meraung-raung seperti orang gila.Namun, para pengawal di sekitarnya hanya bisa menunjukkan wajah serbasalah."Tuan Adika, kami juga ingin menyelamatkannya, tapi apinya terlalu besar. Kami benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa! Di sekitar kuburan massal ini juga tidak ada sumber air. Kalau kami pergi mengambil air, mungkin nyawanya sudah tidak tertolong lagi!"Adika berlutut lemas di depan kobaran api, lalu nekat memasukkan tangannya ke dalam ko






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.