MasukShania sangat ramah dan mudah memimpin percakapan. Dia banyak bertanya dan begitu riang dan murah senyum sehingga Thea cukup nyaman berbincang dengan Shania.Sepanjang percakapan ringan mereka, Shania cukup memancing banyak hal dari Thea. Hal-hal tentang kehidupan pribadi. Thea cukup kewalahan sehingga dia pun harus memutar otaknya, menghalukan dirinya menjadi istri Tn. Huggo demi bisa memberikan jawaban yang meyakinkan pada Shania.Dengan mudahnya, Shania percaya dan mulai membangun bayangan tentang pasangan di rumah ini.Dari jenis rumahnya, rumah ini tipe paling mewah dan luas. Sudah pasti bukan orang biasa. sungguh Thea sangat beruntung bisa memiliki suami yang memiliki rumah seperti ini.Dengan yakin, Shania menanamkan dalam hatinya, suami Thea adalah target incarannya yang berikutnya.Dia tidak mungkin menjadi seorang wanita single dalam waktu lama. Itu bukan gayanya.Di tengah percakapan mereka, tatapan Shania kembali menelusuri Thea. Di matanya, tampilan Thea seperti baru aka
Selama dua tahun ini hasrat Huggo seperti sponge yang diikat hingga ke dasar laut.Tapi malam ini, ketika melihat Thea dalam balutan gaun yang dia pilih sendiri, dengan warna favoritnya sendiri, sponge itu tak mampu ditahan lagi. Dia terus mengambang hingga akhirnya sanggup memutuskan tali pengikatnya.Begitu tali pengikat terputus, sponge langsung melesat ke permukaan laut dan mengambang di sana, terombang-ambing ombak.Begitulah apa yang dirasakan Huggo terutama ketika dia mencium Thea dan mendapatkan balasan yang sama semangatnya.Sekalipun ciuman Thea terasa amatir, tapi semangatnya bisa dia rasakan.Ini seperti menambah bahan bakar turbo untuk mendorong lesakan sponge ke permukaan laut.Pagutannya semakin berani, semakin dalam dan ketika respon tubuh Thea seirama dengan respon tubuhnya, Huggo mulai meraba tubuh itu dengan tangannya sendiri.Pada mulanya, jari jemarinya merayap di leher Thea, merasakan lembut dan halusnya kulit wanita itu, serta denyut nadinya yang terasa memburu
Thea tidak siap. Lahir maupun batin, dia tidak siap dicium apalagi oleh seseorang yang tekanan darahnya selalu tinggi seperti Pak Boss satu ini.Masalahnya, Huggo tidak peduli Thea siap atau tidak.Dia seperti iguana yang tertusuk duri di bokongnya sehingga tubuhnya melesat dalam lompatan gesit, lalu bibirnya mendarat dan menghisap penuh hasrat bibir Thea.Thea tidak ingin membalas, tapi entah mengapa setiap saraf bibir dan lidahnya malah merespon dengan penuh sama semangatnya.Pagutan yang tercipta seolah berasal dari dua insan yang lama terpisah, lalu bertemu untuk melepas rindu yang telah dipendam di relung hati._____Malam mulai larut.Langit semakin kelam namun ada keindahan tersendiri saat hamparan karpet hitam semakin bertaburan berlian-berlian kecil.Sebuah mobil SUV warna emas metalik memasuki halaman rumah yang bertetangga dengan Huggo.Dua orang wanita turun dari mobil dan memasuki rumah.“Nasibmu masi
Thea merasa aneh dengan semua yang ada pada dirinya, juga sekitarnya pada malam ini.Seperti saat ini, setelah Pak Boss memesankan makan malam ke rumah, lalu dia diminta mulai bekerja lembur.Sudah 30 menit dia diharuskan menulis surat perkenalan dan undangan makan bersama untuk rekan kerja Pak Boss.Dia diberikan contoh surat, lalu diminta menuliskan 5 surat yang berbeda tentang ajakan perkenalan resmi, lalu 5 lagi untuk undangan perjamuan makan malam bersama.Semakin dia mempelajari kata demi kata baku yang harus digunakan, juga bagaimana caranya membuka surat, lalu menutupnya dengan sopan dan ramah, Thea merasa yakin bahwa sekretaris bukanlah bidangnya.Dan dengan demikian dia pun semakin menyesali keputusannya untuk melarikan diri dari masalahnya dengan menjadi sekretaris.Belum lagi, dress merah marun yang dipakainya begitu seksi dan tipis. Dan belahan pahanya membuat Thea serba salah dalam duduknya.Lalu, di benak Thea dia
"Kenapa melihatku seperti itu? Kau berhasrat padaku?" tanya Tn. Huggo mengontani Thea.Mimisan yang tertahan tadi kini jadi terpaksa ditelan.Thea tentu saja tidak sedia mengiyakan tuduhan Pak Boss,"Mana ada! Aku hanya melihat ke arah Anda tadi karena ada kutu kecil terbang ke arah Anda situ. Kupikir kutu itu yang terpancing akan aroma sabun Anda."Kembali gurag-gurat biru nadi Pak Boss muncul ke permukaan wajah. Jelas-jelas dia melihat Thea hampir mimisan memandanginya, tapi malah menyangkal dan mengkambing hitamkan kutu!Hah! Sungguh degil sekretaris satu ini dan perlu dipermak biar rasa!"Begitu! Jadi kau melihat ke arahku seperti itu karena seekor kutu kecil?""Iya!""Bagus! Berarti matamu jeli sekali! Besok-besok boleh lah kuberikan tugas mengartikan surat yang tulisannya teramat kecil, oke? Ada ratusan surat seperti itu yang perlu diartikan!""Eh? Jangan begitu dong, Pak! Aku hanya kebetulan saja melihat kutu kecil tadi, bukan karena mataku super jeli! Hehehhe!"“Tidak usah ter
“Pak!” protes Thea, tanpa memedulikan lagi jika Tn. Huggo akan marah, “Kenapa aku harus bertugas di rumah Anda juga?”Rasanya sudah bagus dia terlepas dari permintaan aneh Pak Boss agar dirinya datang pagi buta ke rumah Pak Boss, tapi lalu jebakan lain seakan sudah siap menghadangnya.Pagi diganti jadi malam. Jika pagi datang, tugasnya di rumah Tn. Huggo berakhir saat jam kantor dimulai. Tapi jika malam? Pak Boss malah mengungkit tentang menginap di rumahnya! Itu jauh lebih buruk.Tapi, jawaban dari Tn. Huggo jauh lebih buruk dan tidak bisa diterima. “Karena kamu sekretaris plus-plus-ku sekarang.”Huh! Jawaban macam apa itu?Thea pun memprotes lagi, “Tapi sudah kubilang aku tidak mau menjadi wanita simpanan Anda!”Suara berat Huggo langsung menjawabnya ketus, “Siapa yang menyuruhmu menjadi wanita simpananku? Sudah kukatakan dari kemarin ... kau kujadikan sekretaris plus-plus. Kenapa kamu ngotot terus mengatakan wanita simpanan?”“Kan sama saja, Pak?”“Sama dari mana?” Huggo menantang







