Jurang Cinta Tuan Muda

Jurang Cinta Tuan Muda

last update최신 업데이트 : 2026-01-12
에:  Farasyaa방금 업데이트되었습니다.
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
평가가 충분하지 않습니다.
4챕터
6조회수
읽기
서재에 추가

공유:  

보고서
개요
목록
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

Bellarose Johnson akhirnya menyerah dalam mendapatkan Damian Smith. Namun, saat ia memutuskan hal tersebut rupanya pria yang dikaguminya malah tidak terima. Luka besar didapatkan Bella setelah Damian merenggut paksa harga dirinya. ** "Aku tidak mengingat apapun soal malam itu. Jadi bersikaplah sama, Tuan Smith." "Mengurungmu adalah tujuanku setelah aku mendapatkanmu kembali, Bellarose." ** Keputusan apa yang akan diambil Bella, ketika Damian menekannya dengan menggunakan nyawa orang terdekatnya?

더 보기

1화

1. Tetap Diacuhkan

"Damian," panggilnya dengan wajah ceria. Ditangannya ada sebuah barang yang harus diberikan pada pria itu. "Selamat datang kembali. Ini hadiah kecil untukmu."

Bellarose Johnson mengulurkan tangannya. Namun yang ia dapat hanyalah tatapan acuh dari seorang pria bernama Damian Smith. Walau jarak umur tidak terlalu jauh-hanya sekitar 6 tahun saja, tapi Bella sudah cukup lama mengganggu hidup Damian, sejak keduanya bertemu 14 tahun lalu.

Rambut keemasan yang sedikit bergelombang bergerak ketika angin menerpa, wajahnya sungguh bersinar dibawah sinaran mentari. Tapi Damian tetap tak peduli padanya, dan malah melenggang pergi meninggalkannya.

"Damian," panggil Bella lagi kembali sambil mengikuti langkah pria itu. Bahkan dengan beraninya, ia mengalungkan tangannya pada lengan Damian agar langkah mereka sejajar. "Aku dengar kamu akan membuat pesta. Benarkah itu? Berapa banyak teman yang akan kamu undang?"

Hanyalah sebuah keheningan yang Bella dapatkan dari pria dingin seperti Damian. Namun tetap saja, Bella tidak menyerah pada pria yang sudah ia tetapkan untuk menjadi miliknya. Sedikit memaksa, tapi memang inilah perasaannya sejak dulu hingga sulit untuk dihapus. Bahkan Bella berharap Damian bisa menjadi suaminya.

Rumor mengatakan jika Bella adalah kekasih tak dianggap. Tapi tetap saja tidak ada wanita yang berani mendekat pada Damian, karena mereka sangatlah takut dengan Bella. Dia akan membuat wanita yang mencoba merayu Damian mendapatkan sesuatu-misalnya luka dan rasa trauma. Hal ini sudah menjadi pembicaraan umum dikalangan para keluarga kelas atas.

"Malam nanti, kamu akan datang pada pesta pertunangan Vero kan? Menurutmu aku harus mengenakan gaun yang bagaimana?" Bella tak hentinya bertanya pada Damian meski akan mendapat kebisuan saja.

Sayangnya pembicaraan keduanya terhenti, tatkala suara wanita memecah kebersamaan diantara mereka.

"Damian..."

Panggilan itu menghentikan langkah Damian dan Bella. Kerutan halus yang ada dikening mulai timbul saat Bella melihat wanita penuh kelembutan mendekat ke arahnya. Tidak, lebih tepatnya, hanya tertuju pada Damian.

"Damian..." dia berdiri dengan wajah malu-malu membuat Bella menatap tak suka. "Bisakah kita bicara sebentar? Ini soal permasalahan kemarin."

Permasalahan?

Bella tidak tahu apapun. Tapi Damian tanpa pikir panjang membiarkan wanita itu pergi dengannya. Decakan samar keluar dari mulut Bella, sudah begitu lama ia didekat Damian, tapi pria itu tidak pernah bersikap baik seperti yang baru saja ditunjukkannya. Berbagai pertanyaan mulai timbul mengisi pikiran Bella, sampai ke praduga yang paling buruk sekalipun.

Menarik napas dengan dalam dan membuangnya perlahan, Bella mengatakan pada dirinya sendiri agar lebih tenang. Ia mencoba menguping pembicaraan Damian dengan Erna, dan sikapnya ini sangatlah tak pantas sebenarnya menurut Bella.

"Sial, apa yang mereka bahas," kesal Bella karena tetap tak bisa mendengar apapun. "Apa itu?" geramnya ketika Damian memberikan usapan lembut pada puncak kepala Erna.

Bella yang bertambah kesal langsung pergi menjauh, ia berusaha mengontrol diri agar tidak menghajar wanita itu. Jika melakukannya, maka Damian akan semakin tidak menyukainya. Bahkan menghardiknya dengan kata-kata kasar yang cukup menyakitkan. Namun dadanya terasa begitu sesak, bahkan sakitnya seperti tertusuk ribuan pisau.

Duduk di taman, Bella menenangkan pikirannya dengan melihat bunga yang bermekaran di halaman mansion Smith. Hari ini Kelly Smith-ibu Damian tengah mengundang beberapa keluarga kelas atas untuk mengikuti jamuan makan siang. Bella datang mewakili keluarga Johnson, karena kakeknya tak bisa hadir.

Bella tumbuh dibawah asuhan Frederic Johnson, karena kedua orang tuanya sudah meninggal ketika ia masihlah berumur 7 tahun. Sebuah kecelakaan tragis menimpa mereka ketika tengah melakukan perjalanan liburan ke Moskow.

"Bella..."

Kepala Bella menoleh, saat suara seorang pria yang dikenalnya memanggil. "Arc..."

Archer Smith—sepupu Damian mendekat, bahkan langsung mengambil tempat duduk di sebelah Bella. "Kenapa disini sendirian? Seharusnya kamu bergabung dengan para wanita."

"Aku lebih suka berada disini," suara Bella sedikit sendu membuat Archer menyubit pipinya tiba-tiba. "Arc, sakit tahu."

Bibir Bella yang mengerucut malah membuat Archer semakin ingin menjahilinya. Keduanya saling bercanda, membuat Bella sungguh melupakan kedekatan Damian bersama Erna. Seperti cukup mudah mengalihkan kekesalan Bella terhadap pria itu.

"Ayo kembali ke halaman samping. Kamu harus mengambil banyak makanan agar tubuhmu yang kurus ini sedikit berisi," terang Archer membuat Bella mendengus. "Ck, ayo. Baiklah aku tidak akan mengejekmu."

Keduanya pun menuju halaman samping, tapi Bella kembali menekuk wajahnya saat Damian terlihat semakin begitu akrab dengan Erna. Bahkan pria yang tak pernah ia lihat tersenyum, memberikan garis tipis itu dengan sukarela pada Erna hingga dia semakin tersipu.

Tahu yang dirasakan Bella, tangan Archer menariknya untuk memilih menghindari mereka. Archer sangat paham, karena ia menjadi tempat curahan hati Bella dalam mendapatkan perhatian Damian.

"Duduk disini. Aku akan mengambilkan makanan untukmu."

Bella tak menjawab, dia hanya bisa mengepalkan tangannya dan mengumpat dalam hati. "Dirimu sungguh sangat miris Bella. Damian-mu..." dan lagi, Bella hanya bisa membuang napasnya dengan kasar. "Hah..."

Archer datang bersama pelayan yang membawakan banyak hidangan untuk Bella. Kedua iris kecokelatan milik Bella seketika membulat sempurna atas hal ini.

"Kamu sungguh menyuruhku makan sebanyak ini? Arc, apa kamu gila?" pekik Bella dengan wajah tercengangnya. "Dasar Archer, sialan."

"Ssttt...makanlah. Kamu harus memiliki tenaga lebih untuk menghadapi kehidupan yang rumit ini."

Meski menggerutu, Bella tetap memakannya karena apa yang diambilkan Archer adalah menu kesukaannya. Bella menyuapkan perlahan irisan daging yang sudah dipotong oleh Archer kedalam mulutnya.

"Enak bukan?" Archer terkekeh melihat lirikan tajam Bella. "Seharusnya kamu tidak perlu sungkan jika memang lapar."

"Arc..." bibir Bella bergerak seolah mengumpati Archer. "Rasanya tetap sama. Pasti paman Willy yang membuatnya."

"Tentu saja. Dia adalah koki terbaik yang hanya bisa dimiliki keluarga Smith.."

"Tingkahmu sungguh menyebalkan. Sangat berbeda jauh dengan Damian-ku."

Archer tak membalas tapi ia malah tertawa kecil. "Bella kecil selalu saja membuatku patah. Apa aku harus berubah seperti Damian?"

"Arc, bukan begitu. Ih, jangan diacak-acak. Astaga, nanti berantakan," keluh Bella saat rambutnya diusap tak beraturan oleh Archer.

Fokus Bella kembali pada Damian yang duduk bergabung dengan keluarga Erna. Bahkan Nyonya Smith juga nampak berbincang hangat dengan mereka, dan membuat iri semua orang yang ingin menjalin hubungan baik dengan keluarga Smith.

Meski kabar miring mengatakan kedekatan Damian dengan Bella, tapi kenyataan yang ada saat ini mematahkan segalanya. Bellarose Johnson telah kalah telak oleh Erna Rivera, karena berhasil membuat Damian bergabung dengannya.

"Kamu tidak akan mendapatkannya."

"Arc, kamu sedang mengejekku ya?" hati Bella semakin terasa tertusuk saat diingatkan oleh Archer.

"Lupakan dia, Bella. Apa kamu sungguh tak mau berhenti? Damian tidak..."

"Arc, aku pulang dulu. Kakek pasti sudah menunggu."

"Baiklah. Aku akan mengantarmu."

Bella tidak menolak, dan membiarkan Archer mengekorinya. Kepergian Bella mendapatkan bisik-bisik dari para wanita muda yang hadir. Mereka sangatlah tahu betapa gilanya Bella mengejar seorang Damian, tapi hari ini dia menghindar setelah pria itu bergabung dengan keluarga Rivera.

Namun, tanpa Bella tahu bahwa kepergiannya diiringi dengan sorot mata tajam yang ingin sekali mengulitinya. Bahkan rahangnya sedikit mengeras ketika Archer merengkuh bahu Bella dengan begitu santai.

Erna tak menyangka jika keluarganya malah mempererat tali hubungan. Keluarga Rivera mencoba menawarkan sebuah pertunangan, namun Damian tidak menjawabnya langsung.

"Kami akan membahas ini nanti. Aku menerima permintaan baikmu, Tuan Rivera."

"Terimakasih Nyonya Smith. Karena bagaimanapun, Erna kami hanya pantas bersanding dengan putra anda."

Kelly Smith hanya tersenyum tipis, dia meneguk minumannya dengan anggun sambil melirik pada wajah putranya. Damian tidak merespon apapun, membuat Kelly harus mengambil keputusan dengan hati-hati. Dirinya tak ingin jika Damian menolak saat ia menerima keluarga Rivera, hingga memberikan rasa malu pada keluarga Smith.

Menatap jalanan kota Palermo, pikiran kacau Bella yang terus terbayang kedekatan Damian dan Erna sedikit memudar. Apalagi suara Archer yang terus terdengar karena menceritakan banyak hal.

"Minggu depan kamu akan berkuda kan?"

Bella menoleh dengan segera. "Hm. Kenapa? Kamu ingin bertaruh lagi denganku?" kekehnya sambil memperlihatkan sebuah kelicikan. "Jangan harap kamu bisa menang."

"Kamu menantangku, Nona Johnson?" mata Archer langsung menyipit tapi Bella malah tertawa. "Awas kamu ya."

"Apa? Tuan Muda Smith, lebih kamu menyiapkan banyak uang untukku," kekeh Bella. "Kudamu itu tak akan mau di ajak memenangkan pertandingan."

"Bellarose Johson," Archer menggeram rendah karena diejek Bella.

***

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

댓글 없음
4 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status