Compartir

Menjenguk Nenek?

Autor: Chani yoh
last update Última actualización: 2026-03-08 23:21:45

Keluar dari ruangan Huggo, Thea tersenyum sendiri. Dia kembali ke kursinya dan memulai pekerjaannya dengan penuh semangat.

Lalu tibalah pesan dari Hudson.

[Apa aku boleh berkunjung ke tempat tinggal barumu?]

Thea menerima pesan dari Hudson di sore hari.

Tentu saja di HP yang telah dia beli khusus untuk Hudson saja.

Lalu mereka jadi berbalasan pesan.

Thea: [Tidak boleh.]

Hudson: [Kenapa tidak boleh?]

Thea: [Karena aku tidak ingin ada yang tahu tempat tinggalku.]

Hudson: [Pelit!]

Thea: [Biarin!]

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Fery Vardian
seru banget ,up yg banyak thor...
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Menjawab Tantangan

    Merasa tatapannya membuat Huggo tak nyaman, Thea pun beralih. Dia mengangkat wajah dan menatap Huggo.“Ada apa memanggilku?” tanyanya lirih, datar, dan tak bersemangat.Thea juga terlihat sedih dan menyedihkan.Huggo tahu itu tapi dia tetap mengeraskan hati dan raut wajahnya.Dia mengeluarkan sebuah berkas dan meletakkannya di depan Thea.“Pelajari ini dan tolong realisasikan ke sebanyak mungkin rumah sakit dan klinik di kota ini. Aku ingin produk kita dikenal luas dengan predikat yang bisa dipercaya.”Thea mengambil berkas dan langsung mengatakan, “Baik. Ada lagi?”“Waktumu hanya satu bulan. Jika kau berhasil, aku akan mengangkatmu di divisi lain.”Thea memandang kosong pada berkas lalu pada Huggo. Dia paham arti kata ‘mengangkat ke divisi lain’.Ini sama juga dengan membuangnya.Ingin rasanya Thea menertawakan pilihan kata yang terlalu sopan itu. Tapi tidak dia lakukan.Thea hanya mengangguk. “Baik. Ada lagi?”“Tidak. Kau boleh kembali ke mejamu,” ujar Huggo lagi dan bersiap untuk b

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Tantangan

    “Kamu sedang tidak stabil, Hudson! Ini justru hal tergila yang pernah aku dengar!Kamu itu sedang terburu emosimu saja sehingga tidak bisa berpikir jernih. Kalau kamu sudah berpikir jernih, tidak mungkin kamu akan rela menjalani open relationship.Lagipula, kalaupun kamu rela, aku tetap tidak mau! Aku tidak sudi! Memangnya aku apa yang menjalani hubungan dengan beberapa pria sekaligus! Itu justru merendahkan diriku sendiri!”Mendengar kata merendahkan yang keluar dari bibirnya sendiri Thea jadi teringat akan kata-kata Huggo. Hatinya teriris perih lagi. Tanpa dia menjalani open relationship saja Huggo sudah merendahkannya.Lalu suara Hudson terdengar lagi, lebih panik dari sebelumnya.“Tapi aku rela, Thea. Dan hanya ini satu-satunya cara agar aku bisa tetap memilikimu, sekalipun itu hanya sebagai istri di atas kertas. Aku rela, Thea. Aku rela!”Thea memijit pelipisnya sendiri. Hudson sudah kerasukan. Pikirannya sudah tak wajar.“Tidak bisa, Hudson. Aku tidak bisa! Lebih baik kamu cepat

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Terpaksa #3

    Saat Thea mengangkat wajahnya dia melihat tatapan Huggo yang kelam dan penuh kemarahan tertuju padanya.Thea tidak peduli lagi. Untuk apa dia bekerja jika dia seperti tidak ada di kantor ini?Masih sambil menatap marah padanya, Huggo mengambil amplop dan membukanya.Saat itulah Thea memperhatikan bukit-bukit jari di punggung tangan Huggo.Di sana tampak goresan-goresan luka yang telah mengering.Thea terperangah dan tanpa sadar langsung menarik tangan itu untuk melihatnya dengan lebih jelas.“Kenapa ini? Kenapa tanganmu bisa luka?” tanyanya spontan.Yang ditanya malah menarik tangannya. Tatapan Huggo kembali mengejeknya.“Bukan urusanmu!”Thea yang masih ingin bertanya, yang masih ingin tahu dan tak puas dengan jawaban Huggo pun membuka mulutnya lagi.Tapi tatapan tajam Huggo menyurutkan niatnya. Dia menutup bibirnya dan mengalihkan tatapannya dari luka di punggung tangan Huggo.Huggo melirik lagi pada surat pengunduran diri Thea.Setelah membacanya, dia tersenyum sinis.“Kau pikir ak

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Terpaksa #2

    Dia juga memakai cushion yang berkilau dan bersinar agar wajahnya tampak cerah dan terlihat semangat.Di kantor, Thea menghadap Bu Melaney terlebih dahulu. Dia diceramahi panjang lebar. Thea tidak membantahnya karena sebenarnya dia tidak terlalu mendengarkan kata-kata Bu Melaney.“Ya sudah, kamu ke mejamu. Jangan bolos lagi. Dan kalau dugem jangan di hari kerja dong. Kamu begitu saja masa tidak bisa mengaturnya? Orang-orang juga tahu, kalau mau dugem di akhir pekan, jadi tidak mengganggu performa mengantor.”Thea mengangguk dan tidak banyak bicara.Dia lalu menuju mejanya. Lily baru saja keluar dari ruangan Huggo dengan wajah berbinar senang.Thea meliriknya dengan tak tahan. Dulu kala ... dia lah yang keluar dari ruangan itu dengan wajah berbinar. Bahkan ... merona panas.Apakah Lily juga mengalami apa yang pernah dialaminya di dalam?Oh, Thea benci pikiran buruknya ini.Bagaimana mugnkin dia bisa menuduh hal tak senonoh itu pada Lily? Wanita itu bahkan terlalu polos untuk menjadi se

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Terpaksa #1

    Hiks ...Thea cegukan untuk ke sekian kali.Delilah yang hendak menjawabnya, jadi terpaksa menahan dirinya dulu.Dia pun meminta air mineral dan memberikannya pada Thea.“Minum ini dulu, setelah itu kita pulang,” katanya seraya menyodorkan botol mineral pada Thea.“Tidak mau ...!” Thea menepis botol itu. “Aku tidak mau pulang. Biarkan aku di sini.”“Mau ngapain kamu di sini?”Ditanya begitu, dalam mabuknya Thea menjawab, “Aku mau menjadi bartender. Seperti dia!”Yang ditunjuk jadi salah tingkah. Meskipun tahu yang menunjuk sudah mabuk, tetap saja dia bingung. “Kenapa mau seperti aku? Tidak bisa asal menjadi bartender. Kau harus punya pengetahuan tentang minuman-minuman ini, juga bagaimana cara meraciknya.”“Ya ... aku mau saja. Maksudku biar bukan cuma aku yang mabuk, tapi semua orang pun bisa mabuk sepertiku, menemaniku ...”Bartender yang sudah menjawab dengan serius pun jadi menyesal. Sudah tahu mabuk tapi dia meladeni omongannya.Sedangkan Delilah hanya tersenyum geli.Tapi senyum

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Jadi Apa Maunya?

    “Kopinya hitam, tanpa gula, dengan creamer satu sendok kecil ini. Tapi terkadang Pak Boss meminta tanpa creamer.”Di pantry, Thea menunjukkan cara membuat kopi bagi Pak Boss. Lily melihat dengan kepala mengangguk-angguk.Kali ini Thea masih membuatkannya sendiri, Lily hanya melihatnya.Setelah itu, dia menyerahkan pada Lily untuk dibawa ke hadapan Huggo.“Ini, bawa masuk. Letakkan di meja dengan perlahan.”“Iya, Kak. Siap!” ujar Lily sembari membawa nampan dan cangkir kopi ke dalam ruangan Huggo.Thea kembali duduk dan menunggu di luar.Dia membayangkan apa yang sedang terjadi di dalam sana. Mungkin Lily meletakkan cangkir kopi di meja, Huggo sedang mengetik di laptopnya, atau membaca email, atau sedang menelpon.Tanpa menoleh Huggo akan bilang, terima kasih.Itu yang tergambar dalam benak Thea.Namun, seiring waktu berlalu dan Lily belum kunjung keluar, Thea pun semakin bertanya-tanya. Apa lagi yang terjadi di dalam sana?---Sisa hari itu berlalu dengan terasa sangat lambat. Di pengh

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status