Share

Bab 7

Author: Fen
Sejak Seria menyelamatkan Jeremy, pria itu memperlakukannya dengan sangat istimewa, bahkan cenderung berlebihan.

Seluruh pelayan di rumah tahu bahwa setelah Jeremy, orang paling berpengaruh di kediaman itu adalah Seria.

Jeremy berjanji akan mengabulkan permintaan apa pun yang dia ajukan.

Seria bersandar di pelukannya dan berucap dengan nada lembut seperti biasanya, "Aku nggak butuh apa-apa, aku hanya ingin status yang jelas. Jeremy, kamu tahu ‘kan, aku selalu ingin menikah denganmu."

Lengan Jeremy yang merangkulnya seketika kaku. Dia terdiam sejenak sebelum menjawab perlahan, "Apa pun akan kukabulkan, kecuali yang satu itu."

Seria mendongak, matanya mulai berkaca-kaca.

"Ini masih karena Nancy, ‘kan? Kamu sangat mencintainya, tapi, apa dia mencintaimu? Jeremy, apa kamu nggak bisa melihat orang yang selama ini selalu setia di sisimu?"

Setelah berkata demikian, dia mendorong Jeremy dan berlari keluar dengan mata memerah.

Belum sempat Jeremy mengejarnya, terdengar suara derit rem yang memekakkan telinga dari arah pintu gerbang. Saat Jeremy berlari keluar, dia mendapati Seria sudah terkapar di tengah genangan darah.

Wajah pria itu pucat pasi. Dia berlari menghampiri dan merengkuh Seria ke dalam pelukannya.

Wanita itu tampak begitu rapuh, seolah bisa lenyap kapan saja dari hidupnya.

Dengan tangan gemetar, Jeremy menggenggam tangan Seria, menatapnya dengan rasa iba dan penyesalan yang mendalam.

"Aku janji, aku akan mengabulkan segalanya!"

Mendengar jawaban itu, Seria akhirnya tersenyum lega.

Untungnya, kecelakaan itu tidak parah. Setelah luka-lukanya dibalut di rumah sakit, dia diperbolehkan pulang.

Hal pertama yang dilakukan Jeremy setelah kembali adalah mengajukan perceraian kepada Nancy.

Keduanya duduk di sofa ruang tamu, tampak dingin dan saling asing satu sama lain.

Jeremy membuka pembicaraan lebih dulu, "Berapa banyak harta yang kamu inginkan? Sebutkan jumlahnya."

Nancy membolak-balik dokumen perceraian itu dengan acuh tak acuh. "Berikan sesukamu saja. Tapi ada satu benda yang harus kudapatkan."

Alis Jeremy bertaut. "Apa itu?"

Nancy menutup dokumen itu dan menjawab tenang, "Pusaka keluarga yang kamu berikan padaku bertahun-tahun lalu."

Pusaka itu bukan sekadar liontin, melainkan simbol ikatan cinta mereka.

Jika Nancy gagal dalam misinya nanti, dia berniat mengubur kalung itu bersama jasadnya.

Anggap saja sebagai cara untuk melengkapi dirinya sendiri, sekaligus sebagai kenang-kenangan terakhir.

Mendengar hal itu, mata Jeremy seketika berbinar. Dia menahan gejolak di hatinya dan berbisik, "Kalau kamu nggak mau cerai, aku bisa membatalkannya ...."

Nancy tahu apa yang ingin didengar pria itu, namun dia tidak boleh menuruti egonya.

"Tentu saja cerai. Dengan bercerai, aku bisa mendapat bagian harta lebih banyak, kenapa nggak? Aku sudah menanyakan harga kalung ini pada ahli, nilainya sangat mahal. Kamu harus memberikannya padaku!"

Melihat sikap Nancy yang seolah tak tahu malu, wajah Jeremy memucat karena geram.

Jemarinya yang jenjang mengepal kuat, tatapannya tajam bagai belati yang menghunjam Nancy.

"Nancy, kamu benar-benar nggak punya hati. Besok kita bertemu di kantor sipil, jangan sampai terlambat!"

Nancy tidak pernah menyangka hubungan pernikahan mereka akan berakhir semudah ini.

Dia mengira dengan watak Jeremy, pria itu akan terus menyiksanya hingga dia hancur.

Menatap nama dan foto mereka di buku cerai, hati Nancy terasa perih.

Mulai sekarang, nama Nancy dan Jeremy tidak lagi memiliki kaitan.

Mereka bagaikan dua garis sejajar yang takkan pernah bersinggungan lagi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 26

    "Nancy ...." "Ikhlaskan dia." "Jangan terlalu sedih."Di depan makam, Nancy menatap batu nisan itu dengan pandangan kosong. Rekan-rekan sejawatnya mencoba menghiburnya. Mereka semua tahu betapa besarnya risiko menjadi polisi anti-narkotika, satu kesalahan kecil bisa berarti kehancuran seluruh keluarga.Dulu, keluarga Nancy dibantai oleh kartel narkoba. Dia datang terlambat dan tidak sempat melihat mereka untuk terakhir kalinya. Sekarang, pria yang paling dia cintai juga mati di tangan kartel yang sama. Tepat di depannya, dipukuli sampai mati demi melindunginya.Dari hasil autopsi, dokter menyatakan bahwa hampir seluruh tulang di tubuh Jeremy patah dan organ dalamnya hancur. Betapa luar biasa rasa sakit yang dia tanggung. Namun pada akhirnya, hanya karena mendengar ucapan cinta dari Nancy, Jeremy pergi dengan senyuman.Hal ini membuat Nancy sangat membenci dirinya sendiri. Dia akhirnya merasakan kepedihan yang sama dengan yang dirasakan Jeremy saat dia memalsukan kematiannya dulu.

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 25

    Tak lama kemudian, suara sirene polisi menggema di luar. Gudang itu seketika menjadi kacau balau."Ada polisi!" "Bagaimana polisi bisa menemukan tempat ini?" "Jelas-jelas nggak ada yang tahu lokasi ini, bagaimana mereka bisa sampai ke sini?"Para penjaga di sana, yang semuanya adalah orang-orang Keluarga Lumadi, panik luar biasa. Namun, karena sudah bertahun-tahun bergelut di dunia hitam, mereka langsung menaruh curiga pada Naomi."Pasti wanita ini yang membocorkannya! Belum lama dia dikurung, polisi sudah datang!" "Jalang sialan, ternyata dia bekerja sama dengan polisi!" "Kalau kami nggak bisa lari, dia juga nggak boleh hidup!"Orang yang sudah terdesak bisa melakukan apa saja, apalagi mereka yang memang terbiasa hidup dalam bahaya. Sekelompok pria dengan beringas membawa tongkat besi, berniat menghabisi Naomi sebelum polisi merangsek masuk.Mereka mengepungnya, menghujani tubuhnya dengan pukulan tongkat tanpa ampun, meluapkan amarah atas kegagalan mereka."Dasar jalang!" "Mati

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 24

    Meski sempat terjadi kekacauan karena Jeremy, pesta pertunangan itu akhirnya selesai. Naomi pun sudah menenangkan emosinya."Ayo pulang, hari ini aku akan membawamu ke rumah utama Keluarga Lumadi untuk bertemu dengan para tetua," ujar Daren dengan semangat. Dia sudah lama ingin membawa Naomi ke sana, tetapi baru sekarang dia punya alasan yang tepat. Mata pria itu berkilat penuh ketamakan."Oke. Karena kita sudah bertunangan, kapan kita akan menikah, Daren? Kamu tahu sendiri, aku nggak punya posisi kuat di Keluarga Stevina," tanya Naomi sambil merangkul lengan Daren dengan nada khawatir."Nggak perlu buru-buru. Kita sudah bertunangan, pernikahan tinggal selangkah lagi. Setelah Kakek bertemu dan menyukaimu, semuanya akan beres. Tenang saja," jawab Daren dengan nada meremehkan.Daren memilih Naomi justru karena statusnya sebagai anak angkat Keluarga Stevina yang sebatang kara. Naomi tidak punya saham besar dan saudara-saudara angkatnya justru sangat membencinya dan ingin dia menyingkir

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 23

    Harapan Jeremy pupus, Naomi menolaknya. Wajah Jeremy seketika pucat pasi. Dia menyambar tangan wanita itu dengan kuat."Nggak boleh. Kamu harus ikut denganku! Daren bukan pria baik-baik! Dia akan mencelakaimu, semua yang kukatakan ini benar, bisnisnya di luar negeri itu sebenarnya ....""Cukup, Jeremy!"Naomi mengibaskan tangan pria itu. Di matanya terdapat kekecewaan, kemarahan, dan kecaman, sama sekali tidak ada cinta. Hal itu menghunjam jantung Jeremy dengan telak."Justru bersamamu yang akan membunuhku! Kamu memaksaku mendonorkan darah untuk Seria, kamu menghinaku dengan uang berkali-kali! Kamulah bajingan yang sebenarnya! Aku sudah susah payah pergi dari kamu, kenapa kamu masih mencariku?""Aku suka Daren, aku mencintainya! Dia beda dari kamu, dia nggak akan menyakitiku! Jeremy, kamu pikir semua orang sepertimu?"Naomi berteriak dengan napas tersengal, mengerahkan seluruh tenaganya. Matanya memerah, tetapi mata Jeremy jauh lebih merah karena air mata yang mulai mengalir."Apa kam

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 22

    Beberapa hari kemudian, pesta Keluarga Lumadi berlangsung sesuai rencana. Mengingat pengaruh Keluarga Lumadi yang terbatas, tamu yang datang biasanya hanya kerabat dan teman dekat. Tidak ada yang menyangka Jeremy akan muncul di sana."Pak Jeremy, mohon maaf atas sambutan yang kurang memadai ini. Kami sungguh tidak menyangka Anda berkenan hadir di pesta kecil kami ini," ujar CEO Perusahaan Lumadi, Pak Wilbert, dengan perasaan tersanjung saat ini. Keluarga mereka tidak pernah bermimpi bisa menjalin koneksi dengan tokoh besar seperti Jeremy."Haha, istri tercintaku tertarik dengan acara ini, jadi aku datang untuk melihat apa yang sedang dia mainkan di sini," jawab Jeremy datar tanpa ekspresi."Oh, ternyata istri Anda juga hadir? Di mana beliau? Saya akan meminta anak-anak muda di keluarga kami untuk menyambutnya," sahut Pak Wilbert dengan sangat sopan.Apa pun alasannya, kehadiran Jeremy di pesta mereka hari ini memiliki arti yang luar biasa. Pak Wilbert mengabaikan tamu lain dan fokus

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 21

    "Apa kamu sudah tuli? Kenapa belum melakukannya?" Jeremy mengerutkan kening. Seria tidak pernah membangkang perintahnya sebelumnya."Kenapa aku harus melakukannya? Kalau ada orang yang bersalah padanya, itu adalah kamu!" Siksaan berhari-hari membuat Seria tidak sanggup lagi menahan diri. Kabar bahwa Nancy masih hidup adalah hal terakhir yang mematahkan akal sehatnya. Dia tidak percaya bahwa segala penderitaannya masih tidak bisa mengalahkan wanita jalang itu.Seria menatap Jeremy dengan penuh kebencian. "Apa Nancy sepenting bagimu? Walaupun dia mencampakkanmu berulang kali? Lalu aku? Aku ini apa? Aku juga mencintaimu selama bertahun-tahun, Jeremy!""Jelas-jelas dulu kamu juga suka padaku, ‘kan? Kalau nggak, kenapa kamu setuju menikah denganku? Benar, ‘kan?""Nancy sudah lama mati, dia nggak menginginkanmu lagi! Kenapa kamu nggak bisa melihatku sekali saja!"Seria berteriak histeris, namun kata-katanya hanya membuat Jeremy semakin murka. Jeremy mencekik leher Seria dan menekannya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status