เข้าสู่ระบบSaat kembali setelah merantau di luar negeri selama setahun, aku mendapati suami yang dulu sepakat hidup tanpa anak denganku ternyata sudah memiliki anak dengan cinta pertamanya. Aku membuat keributan besar dengannya, tetapi ekspresinya malah terlihat tenang. "Suaminya Karlina nggak bisa punya anak. Dulu dia yang menemaniku melewati masa-masa kelam itu, sekarang aku harus balas budi padanya," kata suamiku. Bahkan mertuaku pun membujukku, "Punya anak bisa untuk menemani masa tua. Kamu anggap saja itu anakmu sendiri, saat kamu tua nanti juga jadi ada yang merawatmu, 'kan?" Saat menatap Yunda, aku hanya merasa sangat tersiksa. "Aku bisa membesarkan anak itu, tapi kamu harus memutuskan semua hubunganmu dengan Karlina. Ini batasanku." Namun, Yunda malah langsung melemparkan surat perjanjian cerai untuk mengancamku. "Aku dan Karlina adalah orang tua kandung anak itu. Aku nggak sanggup memisahkan anak kami dengan orang tua kandungnya." "Baiklah. Kalau begitu, kita cerai saja," balasku.
ดูเพิ่มเติมKarlina akhirnya meninggalkan rumah Keluarga Gustawan. Dia mulai melakukan siaran langsung di internet dan berkata semua ini terjadi karena Yunda memaksanya untuk melahirkan anaknya. Dia terus mencemarkan nama Yunda dengan tanpa ampun dan itu menjadi serangan terakhir yang menghancurkan perusahaan Yunda.Awalnya, masih ada orang yang bersedia memercayai Yunda, tetapi mereka langsung membatalkan kerja sama setelah melihat siaran langsung dari Karlina.Melihat semua itu, orang-orangku mulai membocorkan bukti perselingkuhan Yunda sedikit demi sedikit. Mulai dari kisah cintanya dengan Karlina hingga kehidupan Karlina di luar negeri. Termasuk fakta bahwa aku menjalani tubektomi demi dia setelah menikah dengannya selama bertahun-tahun sampai tidak bisa memiliki anak lagi.Setelah itu, Yunda akhirnya memiliki anak dengan Karlina. Namun, dia malah ditipu Karlina hingga kehilangan segalanya. Semua fakta itu dipublikasikan bagaikan drama bersambung dan satu per satu gelombang kehebohan pun muncu
Setelah mendapatkan hasil tes DNA itu dan melihat hasilnya, aku tidak bisa menahan diri dan tertawa kecil. Dengan membawa dokumen itu, aku akhirnya setuju untuk bertemu dengan Yunda.Begitu melihatku, mata Yunda langsung memerah. "Aku tahu aku sudah lakukan kesalahan, tapi bisakah kamu memberiku jalan hidup?"Yunda yang sekarang benar-benar berbeda jauh dari dirinya tujuh hari yang lalu. Saat itu, pakaiannya rapi serta elegan dan terlihat tampan serta penuh percaya diri. Namun sekarang, janggutnya tak terurus, wajahnya kusam, dan rambutnya juga hanya disisir seadanya. Tidak ada aura angkuh seperti dulu yang tersisa lagi, tubuhnya bahkan terlihat jauh lebih kurus.Melihat Yunda yang seperti ini, aku tidak merasa terkejut dan malah merasakan kepuasan tersendiri. Orang yang berbuat salah memang seharusnya menerima hukuman."Aku sebenarnya mau memberimu jalan hidup. Tapi, kalau aku nggak punya apa-apa dan nggak mampu menjatuhkan perusahaanmu, menurutmu sekarang kamu akan melepaskanku?" tan
"Pak Yunda, pihak investor tiba-tiba mau menarik investasinya, alasannya karena kehidupan pribadimu bermasalah. Mereka bilang kalau urusan keluarga saja nggak bisa dibereskan, mana mungkin bisa mengelola bisnis dengan baik. Selain itu, beberapa rekan kerja sama juga menolak menandatangani kontrak dan malah beralih kerja sama dengan Keluarga Mustafa."Terdengar jelas suara sekretaris Yunda yang sangat tegang dan gelisah dari seberang telepon. Karena dia tahu begitu dia menyampaikan kata-kata itu, Yunda pasti akan murka. Namun, dia juga tidak memiliki pilihan lain selain melaporkan semuanya dengan jujur.Memang benar, amarah Yunda langsung meledak dan membentak, "Kalau mereka nggak mau kerja sama, ya sudah. Apa tanpa mereka aku nggak bisa berbisnis lagi?"Sebelum menyelesaikan ucapannya, Yunda sudah membanting teleponnya. Meskipun kata-katanya terdengar keras kepala, tatapannya yang panik sudah membocorkan suasana hatinya yang sebenarnya sudah terguncang."Ini ulahmu. Pasti kamu yang sud
Saat pengawal itu langsung melangkah maju, Karlina yang ketakutan segera bersembunyi di belakang Yunda dan hanya berani memperlihatkan sepasang matanya. "Kamu mau apa? Ini negara hukum.""Orang yang lebih dulu melanggar hukum itu kamu. Merebut suami orang lain, apa itu nggak melanggar hukum?"Setelah mencibir, aku mengarahkan pandanganku ke wajah Yunda. "Tanda tangan atau nggak?"Setelah membalik-balik dan membaca surat perjanjian cerai itu, ekspresi Yunda makin muram. "Atas dasar apa aku harus keluar tanpa apa-apa? Selama ini kamu makan dariku dan pakai uangku, sekarang kamu masih mau merebut perusahaanku?"Perusahaan itu dibangun Yunda dengan tangannya sendiri. Dia mencurahkan seluruh kerja keras dan jiwanya di sana. Itu adalah nyawa keduanya, dia tentu saja tidak rela melepaskannya.Aku tentu saja tahu hal itu, tetapi apa urusannya? Jika ingin membuat Yunda memahami harga dari sebuah kesalahan, bagaimana mungkin dia bisa benar-benar menyesal tanpa merasakan sakit yang menghancurkan
Setelah kembali ke rumah pernikahanku dengan Yunda, aku segera mengemasi barang-barangku dan pergi. Setelah itu, aku pergi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh."Bu Sherlina, kondisi tubuhmu sangat baik, tapi kamu nggak boleh terlalu banyak pikiran. Selain itu, operasi tubektomi mem
Aku menatap wajah Yunda yang begitu familier itu, tetapi kini terasa sangat asing. Dan kata-kata yang keluar dari mulutnya juga makin membuktikan dugaanku soal Karlina memohon padanya untuk memiliki anak hanya alasan untuk menipuku. Orang yang selalu dicintainya dan ingin dijadikan ibu dari anak-ana
Aku menarik napas dalam-dalam, lalu menatap Yunda yang berada di depanku dengan mata yang memerah. "Kamu tahu apa yang sedang kamu katakan? Kalau masalah ini tersebar, bagaimana orang lain akan memandangmu? Bagaimana mereka akan memandang kita? Kamu nggak merasa ini terlalu konyol?"Saat mengatakan
Begitu kata-kataku keluar, suasana di seluruh ruangan langsung sunyi senyap.Yunda terpaku di tempat dan menatapku dengan tidak percaya. Rasa panik samar-samar terlintas di tatapannya, lalu segera menahan tanganku yang hendak mengambil surat perjanjian cerai itu. "Sherlina, cukup, jangan buat keribu












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.