LOGINSaat sekolah putriku menelepon, aku sedang transit di bandara. "Bu Anggi, status murid putri Ibu masih terdaftar di sistem kami. Penghapusan data karena kematian perlu tanda tangan dari kedua orang tuanya." "Ayahnya selalu menolak menerima telepon, apa Ibu bisa datang hari ini?" Aku melihat tujuan yang tertera di kartu pas masuk, lalu mengubah jadwal penerbangan untuk kembali ke Kota Kencana. Sudah tiga tahun. Aku akhirnya melangkah lagi ke SD internasional itu. Di gerbang sekolah sedang diadakan hari orang tua dan anak. Erik Chandra sedang berdiri di area foto bersama seorang anak perempuan kecil, dengan sabar merapikan pita gaun putri yang dikenakan anak itu. Anak perempuan itu bukan putriku. Dia adalah anak dari janda mendiang mentornya. Dia juga orang yang mendorong putriku ke dalam ruang peralatan yang terbengkalai tiga tahun lalu. Para orang tua murid yang menonton di sekitar berbisik-bisik dengan suara lirih. "Kenapa mantan istri Pak Erik datang? Hari ini 'kan hari kebersamaan orang tua dan anak buat Bu Alia dan Pak Erik untuk menemani Nana." "Pasti karena nggak ikhlas, dia mau pakai putri kandungnya buat merebut hak asuh dan harta." Erik yang mendengar keributan itu mendongak dan melihatku. Dia refleks melindungi anak kecil itu di belakang tubuhnya, lalu mengerutkan kening dengan tidak senang. "Anggi." "Semua anak-anak ada di sini, kamu jangan datang ke sekolah buat bikin keributan." Aku melihat tangannya yang menghalangi di depan putri orang lain itu, merasa hal tersebut sangat menusuk mata. Staff tata usaha sekolah berjalan mendekat sambil membawa dokumen, lalu mendesak dengan suara pelan. "Bu Anggi, apa Ibu bawa surat kematian dan sertifikat kremasi Kirei?" Sekeliling seketika menjadi sunyi senyap. Wajah Erik berubah drastis, dia menatapku dengan dingin. "Surat kematian apa?" Aku tidak melihatnya, melainkan hanya menyerahkan dokumen itu kepada staf itu dengan tenang. "Tolong prosesnya dipercepat." "Aku datang bukan buat berebut hak asuh sama kamu." "Aku datang buat urus putus sekolah putriku."
View MoreProses hukum telantar selama empat bulan.Selama empat bulan ini, Kota Kencana sempat diguyur dua kali hujan besar.Alia resmi didakwa.Bukti atas tindakannya menggelapkan dana khusus renovasi keselamatan sekolah sudah lengkap. Rangkaian bukti setelah kejadian mulai dari memindahkan kunci, mengecoh penyelamatan, hingga memalsukan diagnosis psikologis demi menghindari pemeriksaan juga sudah terpenuhi.Nana tidak masuk ke ranah pidana karena usianya belum mencapai batas pertanggungjawaban pidana saat kejadian.Namun, pengadilan memutuskan bahwa Alia selaku wali murid telah lama menghasut dan membiarkan anak itu melakukan tindakan berbahaya, sehingga harus bertanggung jawab atas ganti rugi perdata utama, serta hak walinya dicabut.Nana dikirim ke lembaga pemulihan psikologis khusus.Hari saat putusan pengadilan keluar, dia melihatku di koridor pengadilan.Tubuhnya jauh lebih kurus dibandingkan saat di sekolah hari itu, gaun putrinya sudah berganti menjadi pakaian olahraga biasa.Dia berja
Alia dibawa ke Polres keesokan paginya.Dia tidak memakai riasan.Wajahnya yang pucat polos, gaun panjang hitam, serta pergelangan tangan yang masih dibalut plester bekas jarum infus.Jika tidak melihat buktinya sendiri, melihat penampilannya yang tampak rapuh dan goyah seperti itu, aku pasti akan mengira kalau dialah korbannya.Begitu melihat Erik, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya bukanlah sebuah pembelaan diri."Kak Erik, kamu benar-benar mau menjebloskanku sendiri?"Erik yang duduk di sisi lain koridor tidak melihat ke arahnya."Kamu sendiri yang menjebloskan dirimu ke penjara."Alia tersenyum kecut."Kamu bicara manis sekali. Selama tiga tahun ini, bukannya semua keberanianku berasal dari kamu?"Jari-jari Erik seketika kaku.Alia menoleh dan menatapku."Anggi, kamu pasti puas banget, 'kan?""Akhirnya membuat dia melihat sifat asli aku yang sebenarnya."Aku tidak menyahut.Aku hanya meletakkan buku gambar yang hangus itu di atas meja."Aku datang bukan buat nonton drama.""
Langkah kaki terdengar dari arah koridor.Bukan Alia yang datang, melainkan Nana.Dia masih mengenakan gaun putri yang dipakainya tadi pagi, berdiri sendirian di depan pintu sambil memeluk boneka kelinci.Begitu melihat Erik, dia tidak menghambur ke pelukannya, melainkan mundur dengan ketakutan.Dia meletakkan boneka itu di lantai, suaranya gemetar."Ayah Erik, ibu bilang, kalau aku ngomong sembarangan lagi, dia nggak mau sama aku lagi."Setelah berbicara, dia berbalik dan berlari ke dalam kegelapan malam.Petugas polisi segera mengejar dan menemukan Nana di dekat gerbang Polres. Anak itu hanya berjongkok di tepi undakan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Erik berdiri di balik pintu kaca sambil memandanginya.Dia sudah menyayangi Nana selama tiga tahun, menumpahkan seluruh rasa balas budi kepada mendiang mentornya dan rasa iba kepada Alia untuk anak itu.Namun, sekarang dia harus menerima kenyataan bahwa anak inilah yang mengunci putri kandungnya di dalam kobaran api, orang yang mengh
Kereta cepat melaju meninggalkan Kota Kencana, pemandangan kota di luar jendela membentang bagai garis abu-abu.Namun, jariku terpaku pada pesan singkat tanpa nama itu.Berkas kasus kebakaran tiga tahun lalu, Erik juga ikut tanda tangan.Kalimat ini sepenuhnya menghentikan langkahku untuk pergi.Awalnya aku mengira Erik hanya pilih kasih dan dingin.Namun, jika dia sudah tahu sejak awal bahwa yang meninggal adalah Kirei, tetapi membiarkan ibu dan anak itu hidup tenang selama tiga tahun ....Aku tidak berani berpikir lebih jauh.Seorang ibu akan sangat kesulitan menghadapi kenyataan pahit untuk kedua kalinya.Kenyataan bahwa anaknya tidak hanya dicelakai sampai mati, tetapi juga dikubur bersama oleh semua orang.Aku turun di stasiun berikutnya.Sambil mendekap ransel di pelukan dan duduk di tempat yang berangin, aku menghubungi sebuah nomor."Bu Anggi?"Itu adalah Toni, petugas pemadam kebakaran yang bertanggung jawab atas penyelidikan awal kebakaran tiga tahun lalu.Selama bertahun-tah












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.