เข้าสู่ระบบSeminggu sebelum pernikahan, tunanganku, Yudha Gunardi tiba-tiba membatalkan nikah tamasya keliling dunia yang telah kupersiapkan selama dua tahun. Kupikir dia hanya salah pencet, jadi aku langsung membuka tablet untuk menghubungi konsultan pernikahan kami. Saat membuka Whatsapp yang terhubung dengan akunnya, kulihat pesan dari teman-temannya terus muncul satu per satu di layar. [Cuma karena keinginan Monika, kamu tega batalin pernikahan tamasya yang udah direncanain bersama calon istrimu? Sekarang bahkan seluruh urusan pernikahan kamu serahin ke dia?] [Acara itu 'kan impian terbesar tunanganmu! Semua orang tahu, bahkan saat penyakit jantungnya kambuh pun dia tetap maksain diri nyusun rencana perjalanan itu. Apa kamu nggak takut dia batalin pernikahannya begitu tahu semuanya?] Dengan tangan gemetar, aku membuka kotak percakapan itu. Tunanganku membalas dengan tak acuh: [Bahkan hidupnya aja udah dia kasih sama aku, masa dia masih ributin soal bentuk pernikahan? Monika cuma ingin sekali aja merancang sebuah pernikahan. Itu impiannya.] [Tenang aja. Dia lebih peduli pada pernikahan ini daripada siapa pun. Demi aku, dia bahkan udah kasih setengah jantungnya. Dia cinta padaku setengah mati. Kalaupun tahu, dia nggak mungkin ninggalin aku. Paling hanya ngamuk dua hari, lalu akan kubujuk dan semuanya selesai.] Aku menarik napas dalam-dalam, menekan gejolak di dadaku, lalu berbalik menatap pria lain dan berkata, "Mau nikah denganku? Semuanya udah siap. Yang kurang hanya pengantinnya."
ดูเพิ่มเติมSebulan kemudian, Yudha memperbarui media sosialnya dengan lokasi di Eswana.Dalam sebuah foto, dia berdiri sendirian di depan ombak besar di pantai pasir hitam, dengan keterangan: [Kalau memang takdir berakhir di sini, nggak apa-apa.]Reza mengernyit. "Dia udah gila! Mendaki saat cuaca ekstrem sama aja cari mati!"Jariku bergerak dan aku langsung membalas komentarnya secara terbuka. [Sekali bodoh hampir kehilangan nyawa, kedua kalinya masih sebodoh ini, berarti memang ada masalah di otaknya.] Setelah mengirimnya, aku langsung memblokirnya.Reza memelukku dari belakang, dagunya bertumpu di puncak kepalaku."Benar-benar nggak khawatir?""Kalau dia mati, itu urusannya. Kalau aku hidup, itu urusanku. Kami udah nggak ada hubungan apa-apa."Tengah malam, Yudha menelepon.Aku mengangkatnya tanpa berkata apa-apa.Suaranya terdengar terputus-putus di tengah deru angin dan ombak."Cynthia ... aku cuma mau dengar suaramu ....""Untuk terakhir kalinya, aku mohon ...."Aku memotongnya, "Udah sele
Tujuan berikutnya adalah pemandian air panas di pegunungan bersalju Nivara.Kabut tipis mengepul di sekitar kami. Aku bersandar di bahu Reza sambil memandangi butiran salju yang jatuh tanpa suara ke permukaan kolam.Tiba-tiba ponsel Reza yang diletakkan di tepi kolam bergetar.Setelah melihatnya sekilas, dia langsung terduduk tegak.Dia membaca pesan itu berulang kali sebelum akhirnya menoleh kepadaku.Suaranya bergetar, sementara kegembiraan yang luar biasa tak mampu disembunyikan dari matanya."Cynthia, udah ditemukan! Ada donor jantung yang cocok!"Aku terpaku. Harapan yang bahkan tak pernah kuungkapkan kepadanya ternyata selama ini diam-diam selalu dia simpan dalam hati."Nggak perlu berendam lagi. Kita pulang."Dia segera berdiri, membungkus tubuhku rapat dengan handuk, gerakannya cepat dan tergesa-gesa."Operasinya harus segera dilakukan. Nggak bisa ditunda sedetik pun."...Di depan ruang operasi, dia menggenggam tanganku erat, suaranya tercekat."Jangan takut. Aku akan tetap di
Yudha baru meneleponku pada siang keesokan harinya.Hari itu sudah tidak ada penerbangan lagi, jadi dia tidak bisa datang.Yudha bersandar pada rak buku, suaranya terdengar sangat parau."Cynthia, cuma gara-gara aku batalin pernikahan tamasya keliling dunia dan aku ubah jadi pernikahan di dalam negeri, kamu langsung nikah sama orang lain?""Terus hubungan kita selama lima tahun ini kamu buang begitu aja? Cynthia, berhenti bersikap begini."Aku mendengarkannya dan menjawab dengan tenang, "Yudha, kamu salah paham.""Aku bukan sedang marah sama kamu, juga bukan sedang buat keributan.""Aku benar-benar udah nikah."Di seberang telepon, napas Yudha seketika tertahan."Mana mungkin ... sekalipun kamu mau balas dendam sama aku, kamu nggak bisa langsung nikah sama pria asing."Aku memandang pria yang tertidur lelap di sampingku, sudut mataku melengkung membentuk senyuman."Reza bukan pria asing. Kami udah saling kenal hampir dua puluh tahun. Bukan hanya kamu yang punya sahabat masa kecil yang
Aku melangkah perlahan menuju sang mempelai pria, Reza Lukman.Cinta pertamaku, sekaligus penyesalan terbesarku di masa muda.Saat berusia tujuh belas tahun, keluarganya mengalami perubahan besar dan dia dipaksa pergi.Aku pikir kami tidak akan pernah bertemu lagi seumur hidup.Dua tahun lalu, Yudha kembali mengecewakanku demi Monika dengan tidak datang ke pesta pertunangan kami. Setelah transplantasi jantung, aku sebenarnya tidak boleh mengalami guncangan emosi. Saat itu aku mendadak sesak napas hingga hampir terjatuh, dan Reza-lah yang menangkapku.Dalam kesadaranku yang samar-samar, ada seseorang yang menggenggam tanganku erat-erat dan memohon agar aku tidak tertidur.Setelah sadar, baru aku tahu bahwa Reza yang mengenaliku lalu dengan segala cara meminta tim dokter ahli melakukan konsul, lalu menarikku kembali dari ambang kematian.Aku mengangkat wajahku dan mendapati sepasang mata yang dipenuhi kecemasan, seperti seseorang yang baru saja mendapatkan kembali sesuatu yang nyaris hil












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.