LOGINJantung Kelvin berdebar kencang.Edric melirik Kelvin, lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sebuah nomor. Panggilan terhubung dengan cepat. Sebuah suara di ujung telepon bertanya, "Sudah ketemu sama Kelvin?""Emm, sudah. Aku memeriksanya dan menemukan pelacak!" jawab Edric."Berikan teleponnya kepada Kelvin!" Sebuah suara wanita terdengar dari ujung telepon.Dengan cepat, Edric bergerak ke sisi Kelvin dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.Sebuah suara dingin terdengar dari ujung telepon. "Seingatku, kemarin aku mengingatkanmu untuk datang sendirian.""Aku datang sendirian kok! Kamu kan nggak bilang aku nggak boleh bawa pelacak!" sahut Kelvin."Ah!" Tepat pada saat ini, jeritan kesakitan Julia terdengar dari ujung telepon.Ekspresi Kelvin seketika berubah. Dia berujar, "Berhenti! Kalau kamu menyentuhnya lagi, kamu nggak akan dapatkan apa-apa.""Benarkah?" Suara wanita itu terdengar lagi."Ah!" Jeritan memilukan lainnya terdengar.Hati Kelvin merosot hingga ke dasar.Wanita it
"Ikutlah denganku!" kata Edric dengan tenang saat sampai di hadapan Kelvin."Hmm?" Sorot mata Kelvin sedikit bergetar. Dia bertanya, "Apa maksudmu?""Kalau kamu nggak mau Julia mati, ikutlah bersamaku!" Nada suara Edric terdengar dingin.Kelvin menatap Edric dengan kaget. Dia tidak menyangka bahwa orang dari organisasi Nomor 0 akan memiliki hubungan dengan Edric.Tentu saja, dia tidak terlalu terkejut!Organisasi Nomor 0 telah berakar kuat di Kota Lamur selama bertahun-tahun. Jadi, wajar saja seseorang yang beroperasi di area ilegal seperti Edric melayani mereka.Kelvin mengikuti Edric ke garasi bawah tanah.Begitu masuk, dia tiba-tiba melihat sesosok tubuh memelesat ke arahnya.Seorang pria tua langsung melayangkan serangan ke arah Kelvin.Kelvin segera berbalik dan menangkap tangan Nelson. Dia menatap Nelson dengan tajam. Matanya berkilat penuh niat membunuh. "Kamu akhirnya sudah sembuh. Memangnya kamu nggak bisa jalani hidup dengan baik?"Melihat niat membunuh di mata Kelvin, Nelson
Setelah menutup telepon, mata Edric menunjukkan perasaan yang rumit.Di sampingnya, berdiri Nelson dan Yasmin. Yasmin buru-buru bertanya, "Gimana?""Sudah dipastikan!" Edric berujar, "Selama kita bantu 'dia' hadapi Kelvin, dia akan selamatkan ayahmu dan yang lainnya."Mata Yasmin dipenuhi kekhawatiran, lalu dia menghela napas dan menyahut, "Aku harap Kelvin benar-benar mati kali ini. Aku naik ke lantai atas dulu untuk periksa ayahku dan yang lainnya."Seusai berbicara, dia naik ke lantai atas.Edric menatap Nelson di sampingnya dan berkata, "Guru, aku merasa ini agak terlalu berlebihan.""Berlebihan?" Nelson mencibir, "Kelvin mau kita mati. Senior Naufal pernah menyelamatkan kita sebelumnya. Sekarang, kita juga harus menyelamatkan mereka. Lagian, bukannya Yoseline bilang Keluarga Jahan sudah setuju? Selama kita bekerja sama, mereka akan beri kita teknik kultivasi. Nantinya kita bisa jadi kultivator dan hidup lebih lama!"Dia menambahkan, "Kita juga cuma berikan beberapa informasi. Kelv
"Oke!" balas Felix.Tidak lama kemudian, Kelvin mengikuti Usman masuk ke dalam ambulans. Usman diantar ke kamar pasien rumah sakit. Kelvin tidak pulang ke rumah. Dia pun mengirim pesan kepada Niveria, mengatakan bahwa ada sedikit urusan di malam hari, mesti menginap di luar. Setelah itu, dia kembali ke kamar pasien untuk menjaga Usman.Kemudian, waktu satu malam pun berlalu begitu saja.Usman tidak memiliki tanda-tanda siuman. Kelvin juga tidak bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang Organisasi Nomor 0 dari mulutnya.Pada jam sembilan keesokan paginya, Felix pun datang ke kamar pasien.Felix memberi Kelvin sebuah alat pelacak, kemudian berkata, "Semalam, aku pergi bertemu dengan Zhafir. Julia adalah anak asuhnya. Tapi, dia kelihatan nggak begitu peduli dengan masalah Julia kemungkinan diculik oleh anggota Organisasi Nomor 0."Kelvin menggeleng sembari berkata, "Zhafir terus mencari cara untuk bergabung dalam Organisasi Nomor 0. Mungkin dia diam-diam lagi merasa gembira saat ini
Saat mendengar jawaban pasti, mata Kelvin tiba-tiba menyipit.Ini pertama kalinya dia benar-benar berbicara dengan penanggung jawab dari Organisasi Nomor 0.Kelvin ingin sekali menangkap orang itu. Dia ingin memastikan alasan mereka membunuhnya, lalu menanyakan informasi kakeknya dari mulut orang itu.Hanya saja, semuanya … tidaklah mungkin sekarang. Dia berada di posisi pasif.Bahkan jika bukan orang itu berinisiatif untuk menelepon, dia tidak akan memiliki cara untuk mencari dan memastikan identitas lawan."Aku tebak, seharusnya sekarang kamu lagi berada di Jalan Anges nomor 13!" Terdengar lagi suara wanita itu dari dalam telepon."Benar," balas Kelvin dengan nada tenang."Hehe, bagus, kamu bisa hidup selama itu, dari Desa Panjang Umur hingga sekarang, semuanya benar-benar di luar dugaanku." Terdengar suara wanita itu. Dia tersenyum tipis dan berkata, "Apa kamu ingin Julia tetap hidup?""Bagaimana kondisinya saat ini?" tanya Kelvin."Tenang saja. Bagaimanapun, dia adalah karyawanku.
Setelah melihat Kelvin keluar, dia pun berdiri, lalu mendekat. "Gimana? Apa berhasil diselamatkan?"Kelvin mengangguk dan membalas, "Emm, nyawanya sudah berhasil diselamatkan. Tapi untuk bisa pulih total, sepertinya butuh waktu sepuluh hari sampai setengah bulan.""Apa dia bernama Usman?" tanya Felix."Apa kamu kenal sama dia?" tanya Kelvin dengan kaget."Kebanyakan dari kami menguasai informasi dari kultivator di Kota Lamur," kata Felix dengan raut murung. "Jadi … apa penanggung jawab dari Organisasi Nomor 0 sudah menampakkan diri?"Kelvin mengangguk dan berkata, "Iya, Julia bekerja di minimarket. Aku dan dia sudah sepakat. Asalkan pemilik dari minimarket itu menampakkan diri, dia pun akan beri tahu aku. Hari ini, aku menerima informasi darinya, makanya aku langsung bergegas kemari. Siapa sangka saat aku kemari, kondisi sudah seperti ini.""Di mana Julia?" tanya Felix."Hilang. Sepertinya … dia dibawa pergi oleh anggota Organisasi Nomor 0," kata Kelvin. "Oh, ya, ada urusan apa kamu ca
Di seberang telepon, terdengar suara yang sangat dingin berkata, "Hei, siapa kamu? Kok ponsel Niveria ada di kamu? Apa hubunganmu dengannya?"Mendengar suara itu, Kelvin tersenyum sambil memberitahukan, "Niveria istriku. Ada perlu apa cari dia?"Orang di seberang telepon jelas terkejut. Setelah wakt
Suara Kelvin yang tidak terlalu keras, dan tempo bicaranya tidak cepat, dengan jelas terdengar di telinga Daniel.Daniel tertegun sejenak, lalu kembali bicara, "Aku Daniel dari Keluarga Limanta, ayahnya Shintia.""Lalu?" tanya Kelvin. "Apa hubungannya denganku?"Daniel sekali lagi dikejutkan.Siapa
Kelvin bukan orang yang suka memaksa. Jika Niveria mau memberitahunya, pasti akan diberitahu nanti.Setelah 20 menitan bertelepon, Niveria kembali menghampiri Kelvin. Suasana hatinya jelas agak murung, tetapi sampai di depan Kelvin, Niveria tetap memasang senyum. Niveria menyodorkan ponsel itu pada
Di dalam kamar mandi yang mewah!Shintia menatap kosong ke arah bayangannya di cermin. Dia terus mengambil tisu dan mengelapnya berulang kali!Tisu di tangannya sudah berubah merah pekat.Shintia teringat perkataan kakeknya bahwa penyakitnya akan kambuh di usia 28 tahun.Shintia awalnya menganggap i







