Share

Bab 53

Author: Alwee Chan
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-21 21:21:19

Suara panik langsung memenuhi studio.

"Panggil ambulans sekarang!" teriak Sari begitu melihat Aluna terjatuh.

Beberapa staf berlari mendekat. Seseorang mengambil air, yang lain mencoba menyadarkan Aluna, tapi tubuhnya tetap tidak merespons.

"Jangan digerakkan dulu!" kata salah satu tim dengan panik.

"Lebih baik pindahkan dulu ke sofa. Bu Aluna sedang hamil."

"Semoga bayinya tidak kenapa-kenapa."

Sari berlutut di samping Aluna, wajahnya pucat. "Aluna, kamu dengar aku?" Sari ketakutan.

Tidak ada
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 72

    Dengan langkah terburu-buru Arjuna memasuki kantor."Pak," Dina membuka laporan, "kami akhirnya menemukan pelaku."Arjuna mengangkat kepala. "Di mana?""Rumah sakit lama. Sudah tutup. Tapi ada satu staf lama yang masih hidup."Arjuna berdiri. "Aku mau ketemu dia."Tidak membuang waktu lagi, Arjuna mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dina dan yang lainnya mengikuti dengan mobil lain.Sesampainya di sana seorang wanita paruh baya berdiri dengan tubuh gemetar saat melihat kedatangan Arjuna."Mau apa kalian kemari?""Saya bisa pakai cara kejam. Tapi jika ibu mau bekerjasama. Saya juga bisa memudahkannya.""Saya tidak tahu maksud kalian apa.""Ayana Laurent Darmawan, istri Prasetya."Tubuh wanita paruh baya itu semakin gemeter."Ti-tidak. Saya tidak kenal mereka.""Baik," senyum tipis dari bibir Arjuna keluar. "Bawa dia ke kantor polisi. Kita selesaikan di sana.""JANGAN!" Wanita paruh bayi itu berlutut. "Saya tidak mau terlibat lagi," katanya takut.Arjuna menatapnya tenang. "In

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 71

    Dengan langkah terburu-buru Arjuna memasuki kantor."Pak," Dina membuka laporan, "kami akhirnya menemukan pelaku."Arjuna mengangkat kepala. "Di mana?""Rumah sakit lama. Sudah tutup. Tapi ada satu staf lama yang masih hidup."Arjuna berdiri. "Aku mau ketemu dia."Tidak membuang waktu lagi, Arjuna mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dina dan yang lainnya mengikuti dengan mobil lain.Sesampainya di sana seorang wanita paruh baya berdiri dengan tubuh gemetar saat melihat kedatangan Arjuna."Mau apa kalian kemari?""Saya bisa pakai cara kejam. Tapi jika ibu mau bekerjasama. Saya juga bisa memudahkannya.""Saya tidak tahu maksud kalian apa.""Ayana Laurent Darmawan, istri Prasetya."Tubuh wanita paruh baya itu semakin gemeter."Ti-tidak. Saya tidak kenal mereka.""Baik," senyum tipis dari bibir Arjuna keluar. "Bawa dia ke kantor polisi. Kita selesaikan di sana.""JANGAN!" Wanita paruh bayi itu berlutut. "Saya tidak mau terlibat lagi," katanya takut.Arjuna menatapnya tenang. "In

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 70

    "Aluna!"Suara Ratih pecah memenuhi ruangan.Tubuh Aluna limbung sebelum akhirnya benar-benar jatuh. Beruntung Ratih sigap menahannya."Mas, gimana ini," panggilnya panik.Darmawan langsung bangkit dari kursinya, tongkatnya terjatuh begitu saja di lantai."Baringkan dia!"Mereka berdua dengan cepat memindahkan Aluna ke sofa. Wajah Aluna pucat dengan tangan dingin."Air! Ambil air!" perintah Darmawan tegas, tapi ada getar di suaranya.Ratih bergegas mengambil air, tangannya gemetar."Aluna… Nak… bangun…" bisiknya pelan sambil menepuk pipi cucunya.Tidak ada respon. Ponsel Aluna masih berdering di meja. Nama Arjuna terus menyala di layar.Di kantor Arjuna berdiri membeku dengan ponsel di telinga. Perasaan tidak enak langsung menghantam."Angkat, Aluna," gumamnya pelan.Ia mencoba lagi menghubungi Aluna tapi tetap tidak ada jawaban. Wajahnya langsung berubah."Dina!" panggilnya keras.Dina yang berada tidak jauh langsung masuk."Pak?""Hubungi tim pengawal. Sekarang. Tanya posisi istri s

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 69

    Sepanjang malam Arjuna hanya memperhatikan wajah sang istri. Ada kilatan bahagia dan sekaligus cemas. "Kalian duniaku saat ini. Aku pasti akan menjaga kalian segenap jiwaku."Pagi datang terlalu cepat. Cahaya matahari menembus tirai tipis kamar, jatuh tepat di wajah Aluna. Matanya perlahan terbuka. Untuk beberapa detik Aluna terus memandangi wajah sang suami. Senyum kecil dan rasa lega menyelimuti hatinya.Perlahan tangan Aluna menyentuh pelan hidung Arjuna sambil memberikan kecupan sesaat di sana.Seketika bayi dalam perut Aluna bergerak. Aluna segera mengelus pelan perutnya sambil tersenyum."Pagi Sayang." Tiba-tiba suara serak Arjuna menyapa."Apa dia bergerak?"Aluna mengangguk. Kecupan lembut jatuh di kening Aluna di tambah dengan senyuman lembut."Aww," teriak Aluna sambil mengelus perutnya."Sakit?""Gak, cuma tendangan kali ini lebih keras aja. Mungkin karena udah hampir akhir trimester dua."Kali ini Arjuna yang mengelus perut Aluna dengan bisikan lembutnya."Halo jagoan Pa

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 68

    Malam semakin larut saat mobil mereka akhirnya memasuki area penthouse.Lampu-lampu kota terlihat seperti bintang yang jatuh ke bumi. Indah tapi tidak cukup untuk mengalihkan pikiran Aluna yang masih penuh.Begitu pintu terbuka Aluna langsung berjalan masuk tanpa banyak bicara.Arjuna memperhatikannya. Dia tahu istrinya sedang berusaha menerima semuanya.Di dalam kamar Aluna baru saja selesai membersihkan diri, kini ia sedang duduk di tepi ranjang dalam diam. Tangannya kembali mengusap perutnya, lebih lama dari biasanya.Arjuna mendekat perlahan."Hidupku aneh ya," ucapnya seperti bisikan pada dirinya sendiri."Masih kepikiran?" Aluna mengangguk. "Aku gak tahu harus bereaksi seperti apa sekarang."Arjuna duduk di depannya. "Aku ada disini." Tangannya menggenggam erat tangan Aluna.Aluna menatapnya. "Semua berubah dalam satu hari. Kenyataan itu bikin aku merasa bingung. Harus sedih atau justru bahagia."Arjuna mendengarkan semuanya."Aku punya kakek nenek, punya masa lalu yang aku gak

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 67

    Suasana dalam ruangan berubah, dari yang tegang sejak pertama masuk kini berubah. Namun Arjuna belum sepenuhnya yakin dengan semuanya karena terlalu mendadak dan begitu rapi. Sementara Aluna masih menatap foto di tangannya. Jari-jarinya bergetar saat menyentuh wajah kecil di gambar itu. "Kenapa aku gak pernah tahu?" tanya Aluna pelan. Suaranya seperti bisikan. Mereka mendekat pada Aluna. Perlahan tangan yang keriput itu menyapu lembut air mata Aluna. "Maafkan kami." "Kalian?" Aluna tidak tahu harus memulai dari mana. "Kita belum berkenalan dengan baik Aluna," kata pria tua itu. "Iya Aluna. Maafkan Kakekmu yang sedikit jahat. Harusnya kami memperkenalkan diri kami dengan baik. Bukan seperti saat kamu pertama datang kemari." Keduanya tersenyum. "Saya Darmawan dan istriku Ratih Darmawan. Kami kakek nenekmu dari pihak ibumu." "Mama?! Tapi?" Ratih menggenggam tangan Aluna dengan lembut. "Kami gak pernah benar-benar pergi dari hidup kamu Aluna," katanya pelan. "Kami

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 43

    Dua minggu setelah penangkapan Wulan. Studio Aluna sudah berubah dalam dua minggu itu.Yang tadinya ruko dua lantai yang kecil kini sudah menjadi gedung yang menarik perhatian orang ramai. Ia merekrut tiga penjahit tambahan, dua pembuat pola, satu manajer tetap yaitu Sari, yang resmi dipromosikan d

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 42

    Keesokan harinya, Aluna terbangun dengan cahaya matahari yang menerobos dari celah gorden dan aroma kopi yang menyeruak sampai ke kamar.Aluna meregangkan tubuhnya, tersenyum pada sisi tempat tidur yang kosong di sebelahnya. Arjuna sudah bangun lebih dulu.Aluna bangun, dan berjalan ke dapur.Arjun

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 41

    Mereka keluar dan langsung disambut dengan berbagai macam pertanyaan. Para reporter berteriak dari segala arah."Aluna! Koleksimu menakjubkan! Apa inspirasinya?""Benarkah Wulan Mahendra baru saja ditangkap?""Arjuna! Bagaimana komentarmu tentang penangkapan ibu tirimu?""Apakah rumor tentang perni

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 40

    Rendra sudah pergi, tinggallah mereka berdua dalam ruangan.Suasana berubah canggung. Tidak ada yang mulai bicara duluan, sampai akhirnya Aluna bicara."Sudah selesai. Kali ini benar-benar selesai.""Ya.""Wulan akan masuk penjara untuk waktu yang sangat lama. Sementara Rendra, dia keliatan berubah

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status