Share

Bab 53

Author: Alwee Chan
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-21 21:21:19

Suara panik langsung memenuhi studio.

"Panggil ambulans sekarang!" teriak Sari begitu melihat Aluna terjatuh.

Beberapa staf berlari mendekat. Seseorang mengambil air, yang lain mencoba menyadarkan Aluna, tapi tubuhnya tetap tidak merespons.

"Jangan digerakkan dulu!" kata salah satu tim dengan panik.

"Lebih baik pindahkan dulu ke sofa. Bu Aluna sedang hamil."

"Semoga bayinya tidak kenapa-kenapa."

Sari berlutut di samping Aluna, wajahnya pucat. "Aluna, kamu dengar aku?" Sari ketakutan.

Tidak ada
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 68

    Malam semakin larut saat mobil mereka akhirnya memasuki area penthouse.Lampu-lampu kota terlihat seperti bintang yang jatuh ke bumi. Indah tapi tidak cukup untuk mengalihkan pikiran Aluna yang masih penuh.Begitu pintu terbuka Aluna langsung berjalan masuk tanpa banyak bicara.Arjuna memperhatikannya. Dia tahu istrinya sedang berusaha menerima semuanya.Di dalam kamar Aluna baru saja selesai membersihkan diri, kini ia sedang duduk di tepi ranjang dalam diam. Tangannya kembali mengusap perutnya, lebih lama dari biasanya.Arjuna mendekat perlahan."Hidupku aneh ya," ucapnya seperti bisikan pada dirinya sendiri."Masih kepikiran?" Aluna mengangguk. "Aku gak tahu harus bereaksi seperti apa sekarang."Arjuna duduk di depannya. "Aku ada disini." Tangannya menggenggam erat tangan Aluna.Aluna menatapnya. "Semua berubah dalam satu hari. Kenyataan itu bikin aku merasa bingung. Harus sedih atau justru bahagia."Arjuna mendengarkan semuanya."Aku punya kakek nenek, punya masa lalu yang aku gak

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 67

    Suasana dalam ruangan berubah, dari yang tegang sejak pertama masuk kini berubah. Namun Arjuna belum sepenuhnya yakin dengan semuanya karena terlalu mendadak dan begitu rapi.Sementara Aluna masih menatap foto di tangannya. Jari-jarinya bergetar saat menyentuh wajah kecil di gambar itu."Kenapa aku gak pernah tahu?" tanya Aluna pelan. Suaranya seperti bisikan.Mereka mendekat pada Aluna. Perlahan tangan yang keriput itu menyapu lembut air mata Aluna."Maafkan kami.""Kalian?" Aluna tidak tahu harus memulai dari mana."Kita belum berkenalan dengan baik Aluna," kata pria tua itu."Iya Aluna. Maafkan Kakekmu yang sedikit jahat. Harusnya kami memperkenalkan diri kami dengan baik. Bukan seperti saat kamu pertama datang kemari."Keduanya tersenyum."Saya Darmawan dan istriku Ratih Darmawan. Kami kakek nenekmu dari pihak ibumu.""Mama?! Tapi?"Ratih menggenggam tangan Aluna dengan lembut. "Kami gak pernah benar-benar pergi dari hidup kamu Aluna," katanya pelan. "Kami hanya tidak bisa mendek

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 66

    Malam itu di penthouse kembali tenang. Aluna duduk di sofa, masih bersandar di dada Arjuna. Tangannya tidak berhenti mengusap perutnya, memastikan semuanya benar-benar baik-baik saja."Kamu capek?" tanya Arjuna pelan.Aluna menggeleng. "Cuma masih kepikiran semuanya."Arjuna tidak menjawab. Ia hanya mempererat pelukannya."Aku gak nyangka kamu bakal sejauh itu," lanjut Aluna.Arjuna tersenyum tipis. "Aku juga."Aluna mengangkat wajahnya. "Kalau aku gak ada kamu tetap akan melakukan itu?"Arjuna menatapnya beberapa detik."Gak,"jawab Arjuna jujur. "Aku mungkin akan berhenti di tengah atau cari jalan lain," lanjutnya."Jadi aku adalah alasan kenapa kamu menempatkan dirimu dalam bahaya."Arjuna mengangguk pelan. "Kamu dan dia." Arjuna mengusap lembut perut Aluna."Lain kali jangan ya.""Tidak bisa, aku harus menjaga kalian.""Tapi aku gak mau kehilangan suamiku.""Gak akan pernah.""Janji?""Janji.""Kita akan membesarkan anak ini sama-sama. Keluarga yang lengkap."Tanpa sadar Aluna mene

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 65

    Hari ketiga siang menjelang sore. Langit terlihat tenang, tapi di balik layar, semuanya bergerak cepat.Di ruang kerja Arjuna semua orang diam. "Pak… ini masuk lagi."Satu layar mati. Lalu satu lagi.Dina menelan ludah. "Server mereka mulai collapse. Sistem keuangan internal gak bisa diakses.""Transfer terakhir yang mereka coba tarik… ketahan semua," lanjut Dina.Arjuna berdiri di tengah ruangan. Terlalu tenang untuk seseorang yang sedang menghancurkan kerajaan orang lain."Media?" tanyanya singkat."Sudah naik," jawab Dina. "Investigasi proyek fiktif, pencucian uang, koneksi ilegal semua mulai terbuka."Arjuna mengangguk pelan. "Dorong lebih jauh.""Pak…" Dina ragu sejenak. "Kalau ini lanjut semua bisnis ilegalnya akan jatuh. Mereka tidak akan punya apa-apa lagi.""Itu akan mengundang kemarahan yang lebih besar." Pak Hendra selaku pengacara mengingatkan Arjuna.Arjuna menoleh tatapannya dingin. "Aku memang gak niat menyisakan apa pun. Bisnis ilegal tidak diperbolehkan.""Hancurkan

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 64

    Mereka pulang bersama. Arjuna tidak akan membiarkan Aluna pulang tanpa dirinya kali ini."Kenapa gak kasih tahu aku?" tanya Arjuna sesaat di dalam mobil."Tapi kamu datang," jawab Aluna tanpa merasa bersalah."Kamu menempatkan dirimu dan bayi kita dalam bahaya."Kalimat itu cukup untuk membuat Aluna diam. Ia menunduk sambil mengelus perutnya."Maaf," katanya pelan.Arjuna menghela napas berat. Ia sadar sudah terlalu keras bicara. Arjuna menarik Aluna dalam dekapannya."Jangan ulangi lagi. Kalau terjadi apa-apa tadi. Aku bisa bunuh semua orang."Spontan Aluna memukul dada Arjuna. "Bisa gak jangan bicara begitu. Ngeri tau.""Kamu penyebabnya.""Iya, maaf." Aluna menghembuskan napas panjang. "tadi itu nyebelin."Arjuna tertawa kecil. "Iya.""Tapi istrinya baik, lembut lagi.""Iya."Aluna menarik diri dari dadanya Arjuna dan duduk bersandar di mobil. "Kita dalam masalah besar ya?"Arjuna mengangguk. "Iya."Aluna kembali menyandarkan kepalanya ke bahu Arjuna."Ya udah, kita hadapi aja. Ber

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 63

    Kembali ke penthouse Aluna berdiri di depan cermin. Tangannya merapikan rambut. Di meja, kartu undangan itu masih terbuka. "Kalau ini tentang aku, maka aku yang hadapi." Aluna mengambil tasnya dan tanpa menunggu siapa pun Aluna melangkah keluar. Jam di dinding menunjukkan 14.52. Mobil Aluna berhenti di sebuah bangunan tua di pusat kota. Aluna kembali melihat alamat di undangan. "Tempatnya sepi banget." "Ini terlalu berbahaya, Bu. Saya akan kabari pak Arjuna." "Jangan. Suamiku terlalu banyak beban. Biarkan kali ini aku membantunya." "Saya akan temani Bu Aluna ke dalam." "Jangan. Tunggu saja di sini." Aluna hendak turun. "Jika dalam waktu setengah jam aku tidak keluar. Hubungi suamiku." Mereka serempak mengangguk. Aluna keluar, menarik napas dalam dan melangkah masuk. Pintu terbuka pelan. Di dalam seorang pria tua sudah duduk dengan rokok kayu di tangan dan tongkat bersandar di sisinya. Tatapan mereka bertemu dan pria itu tersenyum tipis. "Akhirnya kita bertem

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status