Di tempat yang berbeda, Rendra Mahendra duduk di sofa apartemennya menopang kepala dengan kedua tangannya.Kiara duduk di sampingnya, wajahnya pucat. Dia sudah mencoba menenangkan Rendra sejak tadi, tapi tidak berhasil."Ren, ini belum selesai. Kita masih bisa perbaiki.""DIAM!" Rendra berteriak, membuat Kiara tersentak.Dia berdiri, mondar-mandir seperti orang kesetanan."Arjuna, kakakku sendiri, menikahi Aluna!" Rendra tertawa. "Dia pasti tau tentang kita.""Terus kenapa?" Kiara mencoba terdengar tenang. "Kamu kan udah gak mau sama Aluna. Harusnya kamu lega.""LEGA!" Rendra menatap Kiara dengan tatapan gila. "Kamu gak ngerti! Ini bukan soal Aluna! Ini soal Arjuna yang selalu lebih tinggi dari aku!"Rendra mengambil vas bunga di meja dan melemparnya ke dinding hingga pecah.Kiara kaget."Sejak kecil, semua orang selalu bilang, 'Arjuna ini, Arjuna itu. Arjuna jenius. Arjuna sukses. Arjuna sempurna.' Dan aku? Aku selalu jadi bayangan!"Kiara diam, tidak tahu harus berkata apa.Rendra m
Read more