LOGINAluna Prasetya dipermalukan di hari pernikahannya sendiri ketika Rendra Mahendra, tunangannya selama tiga tahun, tidak kunjung datang di hari pernikahan mereka, di karenakan sedang bersama selingkuhannya, Kiara. ** Di tengah kehancuran dan skandal, Arjuna Mahendra—kakak kandung Rendra, CEO Mahendra Group yang terkenal dingin, tiba-tiba menawarkan pernikahan kontrak selama satu tahun. ** Aluna menerima tawaran itu untuk menyelamatkan harga dirinya dan membalas dendam pada Rendra. Namun yang tidak ia ketahui, pernikahan ini bukanlah rencana dadakan. Arjuna telah menyimpan perasaan padanya sejak lima tahun lalu dan diam-diam menjadi pelindung serta pendukung karirnya selama ini. ** Di bawah satu atap, Aluna mulai menemukan sisi lain dari Arjuna. Perhatian tersembunyi, perlindungan tanpa kata, dan cinta yang selama ini diungkapkan lewat tindakan, bukan kata-kata manis. ** Sementara mereka bersama-sama menjalankan rencana balas dendam pada Rendra, Aluna perlahan menyadari bahwa hatinya mulai berubah terhadap suami kontraknya. ** Ketika satu tahun hampir berakhir, akankah Aluna memilih untuk pergi atau tetap bersama pria yang ternyata sudah merencanakan untuk menikahi dirinya sejak lama? Sebuah kisah tentang cinta tersembunyi, balas dendam yang manis, dan pria dingin yang mencair hanya untuk satu wanita. ** "Aku sudah menunggumu selama 5 tahun. Apa kamu pikir aku akan membiarkanmu kembali padanya?"
View MoreDengan langkah terburu-buru Arjuna memasuki kantor."Pak," Dina membuka laporan, "kami akhirnya menemukan pelaku."Arjuna mengangkat kepala. "Di mana?""Rumah sakit lama. Sudah tutup. Tapi ada satu staf lama yang masih hidup."Arjuna berdiri. "Aku mau ketemu dia."Tidak membuang waktu lagi, Arjuna mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dina dan yang lainnya mengikuti dengan mobil lain.Sesampainya di sana seorang wanita paruh baya berdiri dengan tubuh gemetar saat melihat kedatangan Arjuna."Mau apa kalian kemari?""Saya bisa pakai cara kejam. Tapi jika ibu mau bekerjasama. Saya juga bisa memudahkannya.""Saya tidak tahu maksud kalian apa.""Ayana Laurent Darmawan, istri Prasetya."Tubuh wanita paruh baya itu semakin gemeter."Ti-tidak. Saya tidak kenal mereka.""Baik," senyum tipis dari bibir Arjuna keluar. "Bawa dia ke kantor polisi. Kita selesaikan di sana.""JANGAN!" Wanita paruh bayi itu berlutut. "Saya tidak mau terlibat lagi," katanya takut.Arjuna menatapnya tenang. "In
Dengan langkah terburu-buru Arjuna memasuki kantor."Pak," Dina membuka laporan, "kami akhirnya menemukan pelaku."Arjuna mengangkat kepala. "Di mana?""Rumah sakit lama. Sudah tutup. Tapi ada satu staf lama yang masih hidup."Arjuna berdiri. "Aku mau ketemu dia."Tidak membuang waktu lagi, Arjuna mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dina dan yang lainnya mengikuti dengan mobil lain.Sesampainya di sana seorang wanita paruh baya berdiri dengan tubuh gemetar saat melihat kedatangan Arjuna."Mau apa kalian kemari?""Saya bisa pakai cara kejam. Tapi jika ibu mau bekerjasama. Saya juga bisa memudahkannya.""Saya tidak tahu maksud kalian apa.""Ayana Laurent Darmawan, istri Prasetya."Tubuh wanita paruh baya itu semakin gemeter."Ti-tidak. Saya tidak kenal mereka.""Baik," senyum tipis dari bibir Arjuna keluar. "Bawa dia ke kantor polisi. Kita selesaikan di sana.""JANGAN!" Wanita paruh bayi itu berlutut. "Saya tidak mau terlibat lagi," katanya takut.Arjuna menatapnya tenang. "In
"Aluna!"Suara Ratih pecah memenuhi ruangan.Tubuh Aluna limbung sebelum akhirnya benar-benar jatuh. Beruntung Ratih sigap menahannya."Mas, gimana ini," panggilnya panik.Darmawan langsung bangkit dari kursinya, tongkatnya terjatuh begitu saja di lantai."Baringkan dia!"Mereka berdua dengan cepat memindahkan Aluna ke sofa. Wajah Aluna pucat dengan tangan dingin."Air! Ambil air!" perintah Darmawan tegas, tapi ada getar di suaranya.Ratih bergegas mengambil air, tangannya gemetar."Aluna… Nak… bangun…" bisiknya pelan sambil menepuk pipi cucunya.Tidak ada respon. Ponsel Aluna masih berdering di meja. Nama Arjuna terus menyala di layar.Di kantor Arjuna berdiri membeku dengan ponsel di telinga. Perasaan tidak enak langsung menghantam."Angkat, Aluna," gumamnya pelan.Ia mencoba lagi menghubungi Aluna tapi tetap tidak ada jawaban. Wajahnya langsung berubah."Dina!" panggilnya keras.Dina yang berada tidak jauh langsung masuk."Pak?""Hubungi tim pengawal. Sekarang. Tanya posisi istri s
Sepanjang malam Arjuna hanya memperhatikan wajah sang istri. Ada kilatan bahagia dan sekaligus cemas. "Kalian duniaku saat ini. Aku pasti akan menjaga kalian segenap jiwaku."Pagi datang terlalu cepat. Cahaya matahari menembus tirai tipis kamar, jatuh tepat di wajah Aluna. Matanya perlahan terbuka. Untuk beberapa detik Aluna terus memandangi wajah sang suami. Senyum kecil dan rasa lega menyelimuti hatinya.Perlahan tangan Aluna menyentuh pelan hidung Arjuna sambil memberikan kecupan sesaat di sana.Seketika bayi dalam perut Aluna bergerak. Aluna segera mengelus pelan perutnya sambil tersenyum."Pagi Sayang." Tiba-tiba suara serak Arjuna menyapa."Apa dia bergerak?"Aluna mengangguk. Kecupan lembut jatuh di kening Aluna di tambah dengan senyuman lembut."Aww," teriak Aluna sambil mengelus perutnya."Sakit?""Gak, cuma tendangan kali ini lebih keras aja. Mungkin karena udah hampir akhir trimester dua."Kali ini Arjuna yang mengelus perut Aluna dengan bisikan lembutnya."Halo jagoan Pa
"Apa?" Aluna kaget."Nikahi aku. Sekarang.""Kakak gila!" Aluna mundur selangkah. "Ini pernikahan adik Kakak sendiri!""Rendra bukan prioritasku." Suara Arjuna dingin.Arjuna melangkah mendekat. Aura mengintimidasi membuat Aluna tidak bisa bergerak."Wali, saksi, penghulu sudah siap. Aku sudah urus
Jerit ranjang bersuara. Sepasang anak manusia tengah bergelut dengan pertarungan hebat di atas ranjang. Peluh keringat membanjiri keduanya, Rendra dan Kiara.Padahal hari ini adalah hari pernikahan Rendra dan Aluna. Tapi Rendra justru tidur dengan Kiara di sebuah hotel.Tanpa mereka sadari, semua k
Foto itu diambil di acara amal. Acara yang Aluna sendiri bahkan sudah lupa.Aluna mengernyit pelan. "Kenapa foto ini ada di meja Kakak? Apa mungkin?"Sebelum Aluna sempat memikirkan lebih jauh.Klik. Pintu ruangan terbuka.Aluna langsung menoleh. Aluna pikir itu Arjuna yang kembali. Ternyata Rendra
Gedung Mahendra Group menjulang 50 lantai di kawasan SCBD. Kaca hitam berkilau di bawah sinar matahari pagi. Logo "MG" raksasa di bagian atas gedung terlihat dari kejauhan.Rolls Royce hitam Arjuna berhenti di pintu masuk VIP. Staf parkir langsung datang membukakan pintu.Arjuna turun pertama, lalu












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.