Share

Malam Terindah di Dalam Bus

Napasku terasa sekali ngos-ngosan. Seolah-olah aku baru selesai berlari seratus kilometeran, atau habis dikejar oleh macan. Tidak keduanya. Aku memegang kepalaku sambil mengingat-ingat apa yang telah terjadi. Kupandangi sekeliling, ternyata aku masih di dalam bis yang terus melaju.

Kumenyibak-nyibak gorden bus, ternyata hari hampir tengah malam. Kurasakan telapak tanganku bau minyak yang tidak pernah asing.

“Siti, kamu nggak apa-apa, kan?” tanya Ayuk sambil memegang minyak kayu putih.

Aku tentu saja linglung. Tiba-tiba saja Ayuk mengajukan pertanyaan tersebut.

“Memangnya ada apa? Aku baik-baik aja.”

“Enggak, Ti. Hampir tiga jam kamu pingsan. Aku kira tidur, tapi kok kayak nggak bernapas. Aku manggil Pak Bakir buat bangunin, ternyata kamu pingsan. Apa kamu lapar jadinya pingsan?”

“Perasaan tadi aku udah makan banyak, kok.”

“Terus, apa kamu sakit? Apa yang kamu rasakan?”

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status