Share

Kejujuran

Ketika Kalim terbangun dari pingsan, mulut sahabatku itu melontarkan kalimat yang sangat aneh.

“Aku akan menghancurkan persahabatan kalian berdua. Lihat saja nanti!”

Jujur saja, mulutku membulat membentuk huruf “O” besar setelah mendengar ancaman dari Kalim. Anehnya, sahabatku yang satu itu kembali dalam pingsan. Teman-teman lainnya yang menonton kami melakukan adegan tendang-tendangan, seketika bubar dengan jeritan penuh ketakutan. Mereka mungkin ketakutan melihat Kalim seperti orang kesurupan memberikan ancaman yang cukup mengerikan.

Aku bingung harus bagaimana dengan tubuh Kalim yang masih terbaring pingsan. Sementara Ayuk sudah berhenti menangis.

“Ayuk, ini gimana?” tanyaku kepada Ayuk dengan rasa penuh kebingungan.

“A-a-aku nggak tahu, Ti,” jawab Ayuk dengan raut kebingungan pula.

Kedua tanganku memijit-mijit pelan pada jari kakinya Kalim. Aku benar-benar sangat takut jika terjadi apa-apa

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status