Home / Fantasi / Sang Villainess Yang Disayang / 169. Alasan di Balik Penolakan

Share

169. Alasan di Balik Penolakan

Author: Hydragea
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-18 13:00:00

Kaisar Vulpisgard mengernyitkan dahi. "Apa maksudmu?"

Scarlett menarik napas perlahan sebelum melanjutkan.

"Apakah Elian mengetahui bahwa Yang Mulia tidak merestui hubungan kami? Dan apakah dia menerima keputusan Yang Mulia?"

Pertanyaan itu membuat ekspresi sang kaisar berubah.

Scarlett tidak menyadarinya. Dia masih berusaha menyusun kata-kata agar tidak terdengar seperti sedang menentang keputusan penguasa te
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Sang Villainess Yang Disayang   169. Alasan di Balik Penolakan

    Kaisar Vulpisgard mengernyitkan dahi. "Apa maksudmu?" Scarlett menarik napas perlahan sebelum melanjutkan. "Apakah Elian mengetahui bahwa Yang Mulia tidak merestui hubungan kami? Dan apakah dia menerima keputusan Yang Mulia?" Pertanyaan itu membuat ekspresi sang kaisar berubah. Scarlett tidak menyadarinya. Dia masih berusaha menyusun kata-kata agar tidak terdengar seperti sedang menentang keputusan penguasa tertinggi kekaisaran. "Jika Elian memang menyetujui keputusan Yang Mulia, saya tidak akan memaksanya untuk tetap berada di sisi saya." Dia berhenti sejenak, kemudian melanjutkan dengan suara yang lebih lirih. "Saya akan menerima keputusan itu. Saya juga akan menjaga jarak darinya agar hubungan kami tidak menimbulkan masalah bagi keluarga kekaisaran." Scarlett menunduk kembali. "Jika memang itu yang Elian inginkan,

  • Sang Villainess Yang Disayang   168. Penolakan Kaisar

    Scarlett tertegun. Untuk beberapa saat, dia hanya mampu berdiri membisu di hadapan Kaisar Vulpisgard. Bibirnya sedikit terbuka, tetapi tak ada satu kata pun yang berhasil keluar. Pernyataan sang kaisar terasa begitu mendadak, seolah seseorang baru saja menyiramkan air es ke tubuhnya. Dia sudah menduga bahwa pertemuan malam ini bukanlah pertemuan biasa. Namun, dia sama sekali tidak menyangka bahwa pria di hadapannya akan secara terang-terangan menolak hubungannya dengan Elian. Yang Mulia Kaisar tidak menyetujui hubunganku dengan Elian? Scarlett menunduk sesaat, berusaha mencerna perkataan tersebut. Sementara itu, Kaisar Vulpisgard mengamati reaksinya dengan tatapan dingin. Setelah membiarkan keheningan berlangsung selama beberapa saat, dia kembali membuka mulut. "Kenapa? Kau terkejut mendengarnya?" Scarlett mengangkat wajahnya perlahan. Kaisar menyipitkan ma

  • Sang Villainess Yang Disayang   167. Pilihan Kaisar

    "Seandainya suatu hari kau harus memilih antara mempertahankan kedudukanmu sebagai Penguasa Kota atau mempertahankan Elian di sisimu, pilihan mana yang akan kau ambil?" Scarlett terdiam. Untuk pertama kalinya malam itu, dia merasa bahwa undangan ini mungkin jauh lebih berbahaya daripada yang semula dia bayangkan. Keheningan menyelimuti ruang kerja Kaisar Vulpisgard setelah pertanyaan itu dilontarkan. Scarlett berdiri tegak di hadapan meja kerja sang kaisar. Sepasang mata ungunya menatap pria yang duduk di balik meja besar itu, sementara pikirannya berusaha mencerna makna di balik pertanyaan yang baru saja didengarnya. Memilih antara kedudukanku sebagai Penguasa Kota atau mempertahankan Elian di sisiku? Pertanyaan itu terdengar begitu ganjil. Mengapa dia harus memilih salah satunya? Bukankah kedudukannya sebagai Penguasa Kota dan hubungannya dengan Elian mer

  • Sang Villainess Yang Disayang   166. Pertemuan Dengan Kaisar

    Kereta akhirnya berhenti di depan gerbang utama Istana Vulpisgard. Bangunan megah itu menjulang di hadapannya, diselimuti cahaya lampu yang memantul pada pilar-pilar marmer dan dinding batu berukir lambang kekaisaran. Dua patung rubah bersayap berdiri di sisi gerbang, seolah mengawasi setiap orang yang hendak memasuki wilayah istana. Scarlett turun dari kereta. Begitu kakinya menyentuh tanah, pandangannya langsung tertuju pada seorang pria yang berdiri tidak jauh dari gerbang. Pria itu mengenakan seragam pengawal kerajaan berwarna hitam dengan lambang emas di bagian dada. Ketika melihat Scarlett, dia segera melangkah maju dan membungkuk dengan hormat. "Salam hormat, Yang Mulia Penguasa Kota Scarlett." Scarlett sedikit mengangguk. "Anda sudah menungguku?" "Benar, Yang Mulia. Saya diperintahkan langsung oleh Kaisar Vulpisgard untuk menjemput A

  • Sang Villainess Yang Disayang   165. Kegelisahan Scarlett

    Matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala. Cahaya keemasan yang sejak tadi menyelimuti taman berubah menjadi semburat jingga, lalu berangsur-angsur digantikan oleh warna biru gelap. Ketika akhirnya mereka meninggalkan taman, Elian tetap menggenggam tangan Scarlett seolah belum benar-benar rela berpisah dengannya. Pria itu bahkan beberapa kali memperlambat langkahnya, mencari alasan agar perjalanan menuju kediaman Penguasa Kota berlangsung lebih lama. Scarlett menyadarinya, tetapi memilih berpura-pura tidak tahu. Bagaimanapun, dia juga menikmati kebersamaan tersebut. Hanya saja, malam ini ada sesuatu yang harus diselesaikannya. Sesuatu yang tidak boleh diketahui Elian. Setibanya di kediaman Penguasa Kota, Elian mengantar Scarlett hingga ke depan tangga utama. Beberapa pelayan yang berjaga segera membungkukkan tubuh ketika melih

  • Sang Villainess Yang Disayang   164. Menghabiskan Sore Bersama Elian (2)

    Sisa waktu sore itu mereka habiskan dengan berjalan menyusuri taman, berbincang tentang berbagai hal, dan sesekali berhenti di dekat danau untuk menikmati semilir angin. Elian tampak begitu menikmati kebersamaan mereka. Sejak tadi, pria itu seolah tidak pernah kehabisan alasan untuk menarik perhatian Scarlett. Mulai dari menunjukkan bunga-bunga yang tumbuh di sepanjang jalan setapak, menceritakan kisah konyol tentang para prajuritnya, hingga sengaja menggenggam tangan Scarlett setiap kali wanita itu berusaha berjalan sedikit lebih jauh darinya. Namun, di balik senyum dan tawa yang menghiasi wajahnya, pikiran Scarlett terus tertuju pada satu hal. Surat undangan pribadi dari Kaisar Vulpisgard. Undangan itu masih tersimpan rapi di dalam laci ruang kerjanya. Isinya begitu singkat, tetapi cukup untuk membuatnya merasa gelisah sejak pagi. Terlebih lagi, dia sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya diin

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status