LOGINZilong pewaris dari klan Naga Primordial yang dibuang ke benua Langit oleh kedua orang tuanya. Semasa itu, ia selalu dilindungi oleh patriak klan Wang yang telah menganggap dirinya sebagai putra kandungnya sendiri karena Zilong dinyatakan sampah tidak bisa berkultivasi tanpa alasan yang jelas. Namun, sebuah peristiwa yang dilakukan oleh pembantunya Mei Lu mencuri pill pemulih meridian tingkat Bumi, malah membangkitkan garis darah keturunan naga Primordial yang telah tertidur panjang... Namun, seiringnya dia menjadi kuat. Satu persatu, orang disekelilingya menderita karena ia yang jenius. Menghadirkan lawan lawan yang sangat berbahaya.... Hingga, Zilong membuat keputusan besar. Dia akan menginjak semua orang yang menyentuh keluarganya hingga hancur lebur. Entah itu para kultivator, maupun para Dewa.
View MoreTujuh belas tahun hidup di klan Wang Benua Langit, Chen Long telah melakukan meditasi lama. Ia akhirnya membuka mata setelah perjuangan selama belasan tahun tidak membuahkan hasil apapun dari usahanya sendiri. Bahkan ribuan pill pemberian pribadi oleh ayah angkatnya tidak membuat dirinya layak disebut sebagai kultivator.
Namun ia tidak pernah menyerah pada takdir yang selalu membuatnya dikatakan sebagai seorang sampah...
"Sialan! Tubuh keparat macam apa ini?!" makinya, meninjup lantai batu hingga retak.
Puluhan botol pill pengumpul Qi berserakan di tempat tidurnya. Karena beberapa saat yang lalu, dia baru saja menelan puluhan pill Pengumpul Qi kualitas rendah sekaligus. Di pinggiran wilayah Benua Bintang Langit, sumber daya itu cukup untuk membuat seorang kultivator biasa menerobos dua ranah sekaligus.
Namun, di dalam tubuh Chen Long, pill Kultivasi yang berharga itu seperti setetes air yang jatuh ke gurun pasir yang gersang. Begitu masuk ke dalam meridiannya, energi hangat dari pill itu langsung lenyap tanpa bekas, menyisakan Dantian-nya yang tetap sekosong dan sedingin es.
Sejak kecil, dia dicap sebagai sampah klan. Dan malam ini, tubuh anehnya kembali membuktikan bahwa takdir seolah sedang meludahi wajahnya.
"Kenapa? LANGIT SIALAN?! Mengapa kau membiarkan aku lahir jika hanya untuk menjadi pecundang?!" Chen Long berteriak pada atap-atap langit, mengepalkan tinjunya hingga kuku-kukunya memutih dan berdarah.
Namun di tengah kemarahan itu...
BRAAK!
Pintu kayu tebal kamarnya didobrak terbuka dengan kasar, hancur berantakan tanpa ada ketukan sama sekali.
Chen Long tersentak. Amarahnya hampir meledak karena latihan kultivasinya diganggu, namun kata-kata makian itu langsung tertelan kembali di tenggorokannya begitu melihat siapa yang berdiri di ambang pintu.
Dia adalah Paman Liu.
Lelaki tua itu adalah pembantu yang telah merawat Chen Long sejak dia masih bayi, sosok yang sudah dianggapnya sebagai pengganti ayahnya kepala Keluarga Wang.
Namun saat ini, wajah Paman Liu tampak mengerikan. Jubah abu-abunya robek di beberapa bagian, napasnya terengah-engah seperti orang yang kehabisan udara, dan wajah keriputnya pucat pasi ditutupi keringat dingin serta air mata.
"Paman Liu? Apa kau terkena masalah?!"
Sebelum Chen Long sempat menyelesaikan kalimatnya, Paman Liu langsung bersujud di lantai, mencengkeram ujung jubah Chen Long dengan tubuh yang gemetar hebat.
"Tuan Muda... Tolong... Tolong selamatkan dia..." suara Paman Liu bergetar, serak dan penuh keputusasaan.
Jantung Chen Long seketika mendadak berdegup kencang. Entah kenapa firasat buruk langsung mencengkeram dadanya.
"Tenangkan dirimu dulu, Paman. Siapa yang harus diselamatkan? Bicara yang jelas!"
"Mei Lu..." Paman Liu mendongak, matanya sembap dan dipenuhi ketakutan yang mendalam.
"Mei Lu... Dia dituduh mencuri pill tingkat Bumi untuk Anda. Tuan Muda... Mei Lu dijatuhi hukuman mati! Eksekusinya akan dilaksanakan di lapangan utama segera."
DEG.
Jantung Chen Long berhenti berdetak. Kepalanya berdengung hebat, dan udara di sekitarnya mendadak terasa mencekik.
Mei Lu.
Gadis itu secara resmi memanglah seorang pembantu keluarga Wang, sama seperti Paman Liu. Namun bedanya ia adalah teman masa kecil Chen Long, satu-satunya orang sebayanya yang tidak pernah memandang Chen Long dengan tatapan jijik atau merendahkan. Saat seluruh klan membuangnya, Mei Lu selalu ada di sisinya mengobati lukanya, berbagi rotinya yang sedikit, dan tersenyum manis meyakinkannya bahwa dia bukan seorang sampah.
Hubungan mereka telah lama melampaui status tuan dan pelayan, atau sekadar teman masa kecil. Mei Lu adalah cahaya hidupnya, satu-satunya alasan Chen Long masih bertahan di klan yang kejam ini.
Dan sekarang, mereka ingin membunuhnya?
"Hukuman mati...?" bisik Chen Long. Suaranya mendadak menjadi sangat marah.
"Benar tuan muda... Pill tingkat Bumi itu adalah Pill yang katanya mampu mengobati seluruh penyakit, bahkan kecacatan pada meridian di tubuh kultivator... Mendengar kabar ini, Mei Lu akhirnya nekat mencoba mencurinya. Demi untukmu."
Darah di dalam tubuh Chen Long mendadak mendidih. Air mata kemarahan menggenang di pelupuk matanya.
"Gadis bodoh... Mengapa kau melakukan hal seberbahaya itu untuk sampah seperti aku?!" bisik Chen Long, giginya bergemeletuk menahan badai emosi yang berkecamuk di dalam dadanya.
Pill tingkat Bumi adalah sesuatu yang bahkan para Tetua klan pun harus berpikir seribu kali untuk menyentuhnya. Mei Lu, seorang gadis tanpa basis kultivasi yang kuat, nekat menyusup demi mencari kesembuhan bagi meridian Chen Long yang cacat. Cintanya yang begitu tulus justru kini menjadi tali gantung yang siap merenggut nyawanya.
"Tuan Muda... para algojo sudah bersiap. Tetua Agung sendiri yang memimpin eksekusi ini untuk memberi pelajaran pada siapa saja yang berani mengusik aset klan," ratap Paman Liu, kepalanya masih tertelungkup di lantai.
"Mereka ingin mengeksekusinya secara langsung?" Chen Long langsung berdiri tegak.
"Benar tuan muda... Mohon selamatkan Mei Lu..." Paman Liu terus berlutut.
"Paman Liu, bangunlah. Jaga dirimu di sini," ujar Chen Long segera beranjak dari tempatnya.
Tanpa menunggu jawaban Paman Liu, Chen Long berlari. Entah kenapa, langkah kakinya yang biasa berat kini terasa seringan angin, menembus jalanan Keluarga Wang menuju lapangan utama.
Sementara itu, di Lapangan Utama Keluarga Wang.
Matahari baru saja naik seujung tombak, namun lapangan sudah dipenuhi oleh ratusan anggota klan yang berbisik-bisik. Di tengah lapangan, sebuah panggung kayu tinggi telah didirikan.
Di atas panggung itu, Mei Lu berlutut dengan kedua tangan dirantai besi ke tiang kayu. Pakaian pelayannya yang berwarna hijau pudar tampak kotor dan robek di beberapa bagian, memperlihatkan bekas cambukan yang memar kebiruan.
Wajahnya yang biasa manis kini pucat pasi dan dipenuhi debu, namun sepasang matanya tidak memancarkan penyesalan. Dia hanya menatap kosong ke arah langit pagi, bibirnya bergerak tanpa suara, menggumamkan doa keselamatan untuk tuan mudanya.
Di atas altar eksekusi, Tetua Agung Keluarga Wang, Wang Ba, duduk dengan jubah kemegahannya. Wajahnya dingin dan penuh keangkuhan.
"Pelayan rendahan Mei Lu!" suara Wang Ba menggelegar ke seluruh penjuru lapangan, dibantu oleh kekuatan Qi.
"Kau telah melakukan dosa tak berampun dengan mencuri Pill tingkat Bumi, pusaka yang disediakan untuk memulihkan jenius klan kita... Dia kini sekarat dan sangat membutuhkan pill itu, dan kini kau....."
"Tindakanmu ini sama saja mengkhianati klan, dan membunuh generasi satu-satunya jenius dari klan kita!"
Mei Lu tetap diam, tidak berniat membela diri. Dia tahu, semua kata-kata di tempat ini tidak akan mengubah takdirnya.
"Karena kau menolak memberi tahu di mana kau menyembunyikan pill itu, maka hukumannya adalah hukuman mati dengan pemenggalan kepala!" Wang Ba mengangkat tangannya, memberi isyarat kepada algojo bertubuh kekar yang sudah berdiri di samping Mei Lu dengan golok besar yang berkilauan diterpa sinar matahari.
Hingga tiba-tiba...
"Tunggu!" suara yang sangat familiar ikut menggelegar meski tanpa bantuan Qi.
Insting kehidupan Chen Long menyala. Sekali lagi, dia melompat dan berhasil menghindari serangan cakar serigala tersebut.Booooom!Kawah kecil sedalam beberapa sentimeter tercipta di tanah tempat Chen Long berpijak. Hentakan kaki yang tidak sengaja dialiri sisa energi dari manfaat Pill tingkat Bumi itu melontarkannya ke udara, melewati kepala Serigala Taring Darah yang tercengang karena mangsanya mendadak kembali terbang.Bruk!Hal itu membuat Chen Long mendarat dengan agak berguling di atas semak-semak tajam. Rasa perih langsung menyengat kulitnya, namun adrenalin yang berpacu membuat rasa sakit itu menguap begitu saja."Aku... aku bisa melompat setinggi ini?!" batin Chen Long terkejut. Namun, dia tidak punya waktu untuk memikirkan keajaiban itu.AWOOOOO!Merasa dipermainkan oleh manusia yang dianggapnya sebagai makanan empuk, Serigala Taring Darah itu mengaum murka. Mata merah darahnya berkilat semakin ganas. Makhluk itu memutar tubuhnya yang besar dengan kelincahan yang luar biasa,
"Hahaha! Menghancurkannya di depan mata kami?!"Suara tawa Wang Ba meledak, menggelegar ke seluruh penjuru lapangan utama bagaikan petir yang bersahut-sahutan. Tidak hanya sang Tetua Agung, ratusan murid dan anggota klan yang berkumpul di bawah panggung ikut terbahak-bahak, menganggap ucapan Chen Long sebagai lelucon paling konyol yang pernah mereka dengar tahun ini."Bocah cacat, kau pikir kau sedang bicara dengan siapa?!" cemooh Wang Ba setelah tawanya mereda, menatap Chen Long dengan pandangan seolah sedang melihat seekor semut yang mencoba mengancam gajah."Jangankan mengancam akan menghancurkan pill legendaris, keluar dari gerbang wilayah Keluarga Wang saja belum tentu kau bisa bertahan hidup selama tiga hari!"Seorang murid inti klan di barisan depan berteriak sambil tertawa sinis, "Benar! Wilayah luar klan kita dikelilingi oleh Hutan Kabut Hitam. Jangankan manusia tanpa kultivasi sepertimu, kultivator ranah Manusia Fana bintang tiga sekalipun harus bertaruh nyawa menghadapi amu
Kata-kata itu bagai petir di siang bolong, menghantam sisa-sisa pertahanan mental Chen Long. Dunia di sekitarnya seolah mendadak sunyi, menyisakan suara detak jantungnya sendiri yang berdegup kencang karena rasa sakit yang bukan berasal dari tubuhnya, melainkan jiwanya.Rasa panas dari Pill tingkat Bumi yang mengalir di perutnya mendadak terasa hambar dibandingkan dengan dinginnya penolakan sang ayah angkat."A-ayah ka..."Melihat Wang Tian yang telah memunggungi dirinya, Chen Long menarik napas dalam-dalam. Keangkuhannya runtuh, bukan karena takut mati, melainkan karena dia tahu ada satu nyawa yang harus dia selamatkan hari ini.Dengan lutut yang gemetar, Chen Long menjatuhkan dirinya ke lantai panggung. Dia bersujud, menempelkan dahinya ke kayu panggung yang dingin tepat di hadapan punggung Wang Tian."Ayah..." suara Chen Long bergetar, serak oleh air mata yang tak lagi bisa dia bendung."Jika kau ingin membenciku, bencilah aku. Jika klan ini ingin mengeksekusiku atau membedah perut
"Bocah Sialan! Berani sekali kau memakan aset klan!" Wang Ba melompat dari altar eksekusi.Wuuuuush!Tubuhnya melesat bagaikan elang maut, dengan telapak tangan yang dilapisi Qi tebal siap meremukkan dada Chen Long sebelum obat itu menyatu sepenuhnya.Namun, sebelum serangan Wang Ba mendarat, sebuah bayangan jubah hitam bergaris emas meluncur lebih cepat dari arah gerbang dalam paviliun utama.BOM!Gelombang angin benturan Qi yang sangat dahsyat meledak di udara, memekakkan telinga siapa saja yang berada di lapangan utama.Seketika Wang Ba terdorong mundur tiga langkah, sementara sesosok pria paruh baya berdiri kokoh di depan panggung eksekusi, menghalangi sang Tetua Agung.Pria itu berwajah tegas, dengan tatapan mata sedalam lautan. Di keningnya terdapat guratan kewibawaan yang mutlak. Dia adalah Wang Tian, Kepala Keluarga Wang saat ini, sekaligus ayah angkat yang telah membesarkan Chen Long saat Chen Long masih berumur 1 tahun."Kepala Keluarga!" seru ratusan anggota klan sembari la






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.