Kembalinya Darah Kaisar Naga Tanpa tanding

Kembalinya Darah Kaisar Naga Tanpa tanding

last updateLast Updated : 2026-10-16
By:  kaisar kegelapanOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
22views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Zilong pewaris dari klan Naga Primordial yang dibuang ke benua Langit oleh kedua orang tuanya. Semasa itu, ia selalu dilindungi oleh patriak klan Wang yang telah menganggap dirinya sebagai putra kandungnya sendiri karena Zilong dinyatakan sampah tidak bisa berkultivasi tanpa alasan yang jelas. Namun, sebuah peristiwa yang dilakukan oleh pembantunya Mei Lu mencuri pill pemulih meridian tingkat Bumi, malah membangkitkan garis darah keturunan naga Primordial yang telah tertidur panjang... Namun, seiringnya dia menjadi kuat. Satu persatu, orang disekelilingya menderita karena ia yang jenius. Menghadirkan lawan lawan yang sangat berbahaya.... Hingga, Zilong membuat keputusan besar. Dia akan menginjak semua orang yang menyentuh keluarganya hingga hancur lebur. Entah itu para kultivator, maupun para Dewa.

View More

Chapter 1

1. Benua Bintang langit.

Tujuh belas tahun hidup di klan Wang Benua Langit, Chen Long telah melakukan meditasi lama. Ia akhirnya membuka mata setelah perjuangan selama belasan tahun tidak membuahkan hasil apapun dari usahanya sendiri. Bahkan ribuan pill pemberian pribadi oleh ayah angkatnya tidak membuat dirinya layak disebut sebagai kultivator.

Namun ia tidak pernah menyerah pada takdir yang selalu membuatnya dikatakan sebagai seorang sampah...

"Sialan! Tubuh keparat macam apa ini?!" makinya, meninjup lantai batu hingga retak.

Puluhan botol pill pengumpul Qi berserakan di tempat tidurnya. Karena beberapa saat yang lalu, dia baru saja menelan puluhan pill Pengumpul Qi kualitas rendah sekaligus. Di pinggiran wilayah Benua Bintang Langit, sumber daya itu cukup untuk membuat seorang kultivator biasa menerobos dua ranah sekaligus.

Namun, di dalam tubuh Chen Long, pill Kultivasi yang berharga itu seperti setetes air yang jatuh ke gurun pasir yang gersang. Begitu masuk ke dalam meridiannya, energi hangat dari pill itu langsung lenyap tanpa bekas, menyisakan Dantian-nya yang tetap sekosong dan sedingin es.

Sejak kecil, dia dicap sebagai sampah klan. Dan malam ini, tubuh anehnya kembali membuktikan bahwa takdir seolah sedang meludahi wajahnya.

"Kenapa? LANGIT SIALAN?! Mengapa kau membiarkan aku lahir jika hanya untuk menjadi pecundang?!" Chen Long berteriak pada atap-atap langit, mengepalkan tinjunya hingga kuku-kukunya memutih dan berdarah.

Namun di tengah kemarahan itu...

BRAAK!

Pintu kayu tebal kamarnya didobrak terbuka dengan kasar, hancur berantakan tanpa ada ketukan sama sekali.

Chen Long tersentak. Amarahnya hampir meledak karena latihan kultivasinya diganggu, namun kata-kata makian itu langsung tertelan kembali di tenggorokannya begitu melihat siapa yang berdiri di ambang pintu.

Dia adalah Paman Liu.

Lelaki tua itu adalah pembantu yang telah merawat Chen Long sejak dia masih bayi, sosok yang sudah dianggapnya sebagai pengganti ayahnya kepala Keluarga Wang.

Namun saat ini, wajah Paman Liu tampak mengerikan. Jubah abu-abunya robek di beberapa bagian, napasnya terengah-engah seperti orang yang kehabisan udara, dan wajah keriputnya pucat pasi ditutupi keringat dingin serta air mata.

"Paman Liu? Apa kau terkena masalah?!"

Sebelum Chen Long sempat menyelesaikan kalimatnya, Paman Liu langsung bersujud di lantai, mencengkeram ujung jubah Chen Long dengan tubuh yang gemetar hebat.

"Tuan Muda... Tolong... Tolong selamatkan dia..." suara Paman Liu bergetar, serak dan penuh keputusasaan.

Jantung Chen Long seketika mendadak berdegup kencang. Entah kenapa firasat buruk langsung mencengkeram dadanya.

"Tenangkan dirimu dulu, Paman. Siapa yang harus diselamatkan? Bicara yang jelas!"

"Mei Lu..." Paman Liu mendongak, matanya sembap dan dipenuhi ketakutan yang mendalam.

"Mei Lu... Dia dituduh mencuri pill tingkat Bumi untuk Anda. Tuan Muda... Mei Lu dijatuhi hukuman mati! Eksekusinya akan dilaksanakan di lapangan utama segera."

DEG.

Jantung Chen Long berhenti berdetak. Kepalanya berdengung hebat, dan udara di sekitarnya mendadak terasa mencekik.

Mei Lu.

Gadis itu secara resmi memanglah seorang pembantu keluarga Wang, sama seperti Paman Liu. Namun bedanya ia adalah teman masa kecil Chen Long, satu-satunya orang sebayanya yang tidak pernah memandang Chen Long dengan tatapan jijik atau merendahkan. Saat seluruh klan membuangnya, Mei Lu selalu ada di sisinya mengobati lukanya, berbagi rotinya yang sedikit, dan tersenyum manis meyakinkannya bahwa dia bukan seorang sampah.

Hubungan mereka telah lama melampaui status tuan dan pelayan, atau sekadar teman masa kecil. Mei Lu adalah cahaya hidupnya, satu-satunya alasan Chen Long masih bertahan di klan yang kejam ini.

Dan sekarang, mereka ingin membunuhnya?

"Hukuman mati...?" bisik Chen Long. Suaranya mendadak menjadi sangat marah.

"Benar tuan muda... Pill tingkat Bumi itu adalah Pill yang katanya mampu mengobati seluruh penyakit, bahkan kecacatan pada meridian di tubuh kultivator... Mendengar kabar ini, Mei Lu akhirnya nekat mencoba mencurinya. Demi untukmu."

Darah di dalam tubuh Chen Long mendadak mendidih. Air mata kemarahan menggenang di pelupuk matanya.

"Gadis bodoh... Mengapa kau melakukan hal seberbahaya itu untuk sampah seperti aku?!" bisik Chen Long, giginya bergemeletuk menahan badai emosi yang berkecamuk di dalam dadanya.

Pill tingkat Bumi adalah sesuatu yang bahkan para Tetua klan pun harus berpikir seribu kali untuk menyentuhnya. Mei Lu, seorang gadis tanpa basis kultivasi yang kuat, nekat menyusup demi mencari kesembuhan bagi meridian Chen Long yang cacat. Cintanya yang begitu tulus justru kini menjadi tali gantung yang siap merenggut nyawanya.

"Tuan Muda... para algojo sudah bersiap. Tetua Agung sendiri yang memimpin eksekusi ini untuk memberi pelajaran pada siapa saja yang berani mengusik aset klan," ratap Paman Liu, kepalanya masih tertelungkup di lantai.

"Mereka ingin mengeksekusinya secara langsung?" Chen Long langsung berdiri tegak.

"Benar tuan muda... Mohon selamatkan Mei Lu..." Paman Liu terus berlutut.

"Paman Liu, bangunlah. Jaga dirimu di sini," ujar Chen Long segera beranjak dari tempatnya.

Tanpa menunggu jawaban Paman Liu, Chen Long berlari. Entah kenapa, langkah kakinya yang biasa berat kini terasa seringan angin, menembus jalanan Keluarga Wang menuju lapangan utama.

Sementara itu, di Lapangan Utama Keluarga Wang.

Matahari baru saja naik seujung tombak, namun lapangan sudah dipenuhi oleh ratusan anggota klan yang berbisik-bisik. Di tengah lapangan, sebuah panggung kayu tinggi telah didirikan.

Di atas panggung itu, Mei Lu berlutut dengan kedua tangan dirantai besi ke tiang kayu. Pakaian pelayannya yang berwarna hijau pudar tampak kotor dan robek di beberapa bagian, memperlihatkan bekas cambukan yang memar kebiruan.

Wajahnya yang biasa manis kini pucat pasi dan dipenuhi debu, namun sepasang matanya tidak memancarkan penyesalan. Dia hanya menatap kosong ke arah langit pagi, bibirnya bergerak tanpa suara, menggumamkan doa keselamatan untuk tuan mudanya.

Di atas altar eksekusi, Tetua Agung Keluarga Wang, Wang Ba, duduk dengan jubah kemegahannya. Wajahnya dingin dan penuh keangkuhan.

"Pelayan rendahan Mei Lu!" suara Wang Ba menggelegar ke seluruh penjuru lapangan, dibantu oleh kekuatan Qi.

"Kau telah melakukan dosa tak berampun dengan mencuri Pill tingkat Bumi, pusaka yang disediakan untuk memulihkan jenius klan kita... Dia kini sekarat dan sangat membutuhkan pill itu, dan kini kau....."

"Tindakanmu ini sama saja mengkhianati klan, dan membunuh generasi satu-satunya jenius dari klan kita!"

Mei Lu tetap diam, tidak berniat membela diri. Dia tahu, semua kata-kata di tempat ini tidak akan mengubah takdirnya.

"Karena kau menolak memberi tahu di mana kau menyembunyikan pill itu, maka hukumannya adalah hukuman mati dengan pemenggalan kepala!" Wang Ba mengangkat tangannya, memberi isyarat kepada algojo bertubuh kekar yang sudah berdiri di samping Mei Lu dengan golok besar yang berkilauan diterpa sinar matahari.

Hingga tiba-tiba...

"Tunggu!" suara yang sangat familiar ikut menggelegar meski tanpa bantuan Qi.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status