Home / Romansa / Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin / EPISODE 9 GARIS YANG MULAI KABUR

Share

EPISODE 9 GARIS YANG MULAI KABUR

Author: Isabella Hart
last update Last Updated: 2025-12-24 10:56:18

Happy Reading ☺️

Nadira tidak pernah menyukai pagi yang dimulai dengan perasaan tidak menentu. Dan pagi ini, perasaan itu datang bahkan sebelum ia menjejakkan kaki di kantor.

Lift bergerak naik dengan pelan, sementara pikirannya sibuk mengulang percakapan semalam—atau lebih tepatnya, sikap Arka yang semakin sulit ia pahami. Dingin, iya. Tapi ada sesuatu di balik tatapan itu yang tidak bisa ia sebut sebagai profesional semata.

Saat pintu lift terbuka, suasana lantai eksekutif terasa lebih sunyi dari biasanya. Beberapa staf yang berpapasan dengannya tersenyum singkat, lalu segera mengalihkan pandangan. Lagi-lagi, riak itu muncul. Halus, tapi nyata.

Nadira menghela napas dan berjalan ke mejanya.

Belum sempat ia membuka laptop, interkom di sudut meja menyala.

“Nadira.”

Suaranya. Datar. Tegas.

“Ke ruangan saya.”

Ia menelan ludah. “Baik, Pak.”

Langkahnya menuju ruangan Arka terasa lebih berat dari biasanya. Setiap ketukan hak sepatunya seolah menghitung detik menuju sesuatu yang t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin    EPISODE 22 SETELAH JAM KERJA

    Happy Reading ☺️Gedung kantor mulai sepi ketika jam menunjukkan hampir pukul sembilan malam.Lampu-lampu sebagian telah dimatikan, menyisakan lorong panjang dengan cahaya redup yang terasa lebih sunyi dari biasanya. Nadira duduk di mejanya, menatap layar komputer tanpa benar-benar membaca apa pun.Pintu ruang CEO masih tertutup.Dan entah kenapa, justru itu yang membuat dadanya terasa sesak.Beberapa menit kemudian, pintu itu terbuka.“Nadira.”Ia menoleh. Arka berdiri di ambang pintu, jasnya sudah dilepas, dasi dilonggarkan. Tampilan yang jarang ia lihat—lebih manusiawi, lebih berbahaya.“Kamu belum pulang,” katanya.“Bapak juga,” jawab Nadira pelan.Arka melangkah keluar dan menutup pintu ruangannya kembali. Kali ini, ia tidak kembali ke kursi CEO. Ia justru berjalan mendekat ke meja Nadira.“Kamu bisa pulang,” katanya, namun nada suaranya tidak benar-benar menyuruh.Nadira menelan ludah. “Tadi Bapak bilang… ada yang perlu dibicarakan.”Arka berhenti tepat di depannya.“Aku tidak i

  • Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin    EPISODE 21 BATAS YANG MULAI KABUR

    Happy Reading ☺️Malam itu, hujan turun tanpa peringatan.Nadira masih duduk di kursinya ketika jam dinding menunjuk angka delapan. Lantai eksekutif sudah lengang. Lampu-lampu meja menyala temaram, meninggalkan bayangan panjang di koridor.Pintu ruang Arka masih tertutup.Ia menutup laptop, merapikan agenda, lalu berdiri. Baru dua langkah melangkah, suara pintu terbuka membuatnya berhenti.Arka Mahendra keluar dari ruangannya.Jasnya sudah dilepas. Kemeja putihnya digulung hingga siku. Rambutnya sedikit berantakan—tidak seperti biasanya.“Kamu belum pulang?” tanyanya.Nadira menoleh. “Saya menunggu Bapak. Ada berkas yang perlu ditandatangani.”Arka mendekat. Jarak mereka kini terlalu dekat untuk disebut profesional.“Besok saja,” ucapnya pelan. “Hujan.”Seolah itu alasan yang cukup.Nadira ragu. “Saya bisa pulang sendiri, Pak.”Tatapan Arka turun sejenak—ke jemarinya yang masih menggenggam map—lalu kembali naik ke wajahnya.“Saya tidak mengulang perintah,” katanya.Nada itu tidak kera

  • Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin    EPISODE 20 JARAK YANG TERLALU DEKAT

    Happy Reading ☺️Pagi itu hujan turun tipis sejak subuh, membasahi kaca gedung Mahendra Group dengan gurat-gurat air yang bergerak pelan. Nadira tiba lebih awal dari biasanya, mantel tipisnya masih lembap saat ia menggantung tas di kursi.Ia menarik napas panjang.Sudah hampir tiga minggu ia bekerja sebagai sekretaris pribadi Arka Mahendra, dan entah sejak kapan jantungnya mulai berdetak berbeda setiap kali pintu lift terbuka.Belum sempat ia menyalakan laptop, pintu ruang direktur utama terbuka.Arka keluar dengan jas abu gelap, rambut rapi, ekspresi dingin yang selalu sama—namun matanya berhenti sesaat ketika melihat Nadira sudah duduk di meja.“Kamu datang lebih pagi,” ucapnya.“Iya, Pak. Hujan, jadi saya berangkat lebih cepat.”Arka mengangguk singkat. “Bagus.”Satu kata itu selalu terdengar sederhana. Namun dari Arka Mahendra, kata bagus adalah bentuk persetujuan tertinggi.Ia masuk ke ruangannya tanpa menoleh lagi.Nadira baru saja membuka agenda hari ini ketika interkom menyala

  • Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin    BAB 19 BATAS YANG MULAI RETAK

    Happy Reading ☺️Malam itu, kantor Mahendra Group sudah jauh lebih lengang dari biasanya.Lampu-lampu di lorong sebagian telah dimatikan, menyisakan cahaya putih redup yang membuat suasana terasa lebih sunyi. Nadira masih duduk di mejanya, menatap layar laptop dengan mata sedikit lelah. Notulen rapat hari itu hampir selesai, hanya perlu satu kali pengecekan terakhir sebelum dikirim.Di dalam ruang Direktur Utama, Arka belum keluar sejak satu jam lalu.Biasanya, Nadira tidak terlalu memikirkan jam pulang Arka. Namun entah sejak kapan, ia mulai otomatis memperhatikan—lampu ruangannya masih menyala, pintu belum terbuka, dan tidak ada tanda-tanda ia akan meninggalkan kantor dalam waktu dekat.Nadira menarik napas pelan, lalu kembali fokus.Beberapa menit kemudian, pintu kaca buram itu akhirnya terbuka.“Nadira.”Ia mendongak. Arka berdiri di ambang pintu, jasnya sudah dilepas, dasi sedikit dilonggarkan. Wajahnya tetap datar, tapi terlihat lebih lelah dari biasanya.“Iya, Pak?”“Kamu masih

  • Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin    EPISODE 18 DI BALIK SIKAP DATAR

    Happy Reading☺️Pagi datang dengan langkah yang terlalu cepat bagi Nadira.Ia berdiri di depan cermin kamar mandi, merapikan kerah kemejanya yang sederhana. Rambutnya diikat rapi, wajahnya tampak tenang—setidaknya di permukaan. Namun ada sesuatu di balik tatapannya yang berbeda dari hari-hari sebelumnya.Ia tidak lagi sekadar bersiap untuk bekerja.Ia bersiap untuk menghadapi dirinya sendiri.Lift kantor membawa Nadira naik dalam diam. Beberapa karyawan masuk dan keluar, menyapanya singkat. Ia membalas dengan senyum profesional yang sudah menjadi kebiasaan. Namun jantungnya berdetak sedikit lebih cepat saat lantai tujuan semakin dekat.Pintu lift terbuka.Langkah pertamanya keluar terasa lebih berat dari biasanya.Di meja resepsionis, semuanya terlihat normal. Aroma kopi, suara keyboard, dan percakapan ringan mengisi ruangan. Namun Nadira tahu, hari ini tidak akan sesederhana itu.Ia berjalan ke mejanya dan mulai menyalakan komputer. Belum sempat duduk sepenuhnya, suara tenang itu ter

  • Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin    BAB 17 RETAKAN PERTAMA

    Happy Reading ☺️ Pagi datang tanpa permisi. Nadira terbangun sebelum alarm berbunyi, matanya langsung menatap langit-langit kamar hotel. Cahaya pucat menyelinap lewat celah tirai, terlalu terang untuk pikirannya yang belum siap menghadapi hari. Ia bangun perlahan, seolah gerakan terlalu cepat bisa memecahkan sesuatu di dalam dadanya. Malam tadi masih menempel—bukan sebagai kejadian, melainkan sebagai jarak. Jarak yang terasa lebih intim daripada sentuhan. Di kamar mandi, Nadira menatap pantulan dirinya sendiri. Wajahnya terlihat biasa saja, tapi ada sesuatu di matanya yang berubah. Lebih waspada. Lebih jujur. Ia menyadari satu hal sederhana yang terlalu lama ia abaikan: menahan perasaan ternyata juga bentuk pengakuan. Sarapan berlangsung sunyi. Mereka duduk berhadapan di meja panjang restoran hotel. Ada kopi, roti panggang, dan obrolan ringan tentang jadwal hari ini. Semuanya terdengar normal. Terlalu normal. Namun di sela bunyi sendok dan cangkir, ada kata-kata yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status