MasukSuara sepatu Kaca terdengar indah mengalun di Altar Pernikahan yang terlihat sangat mewah. Tamu undangan terlihat tidak terlalu banyak mungkin sekitar 100 orang saja, karena memang hanya kerabat dekatlah yang di undang. This Intimate Wedding. Akhirnya hari bahagia Devin dan Deandra pun tiba, Deandra terlihat sangat cantik mengenakan gaun putih yang super mewah dengan kilauan permata yang terlihat mengagumkan, terlebih gaun itu memperlihatkan leher jenjang Deandra yang terlihat sexy. Bimbang, itu yang sebenarnya dirasakan Deandra saat melihat dirinya di depan cermin beberapa menit lalu, dia memandang wajahnya yang begitu cantik di poles riasan yang tidak terlalu berlebihan namun sukses membuatnya berkali lipat lebih cantik. Hatinya merasa sesak karena memang masih ada yang mengganjal di hatinya, entah mengapa dia tidak merasa bahagia, Suara ketukan pintu yang mengisyaratkan bahwa ikrar pernikahan akan segera di mulai membuyarkan lamunan Deandra. Mamih Anita yang menjemput
Rachel Baskoro, dia memang sahabat setia bagi Deandra, walau beberapa bulan tidak ada kabar darinya, Rachel tetap berusaha mencarinya hingga kini dia bisa berbicara langsung dengan Deandra di apartemen milik Deandra. “What?! udah lama nggak ada kabar, diam-diam mau menikah aja nih, Dra.” Goda Rachel. “Memang serba mendadak, Chel, Devin memang nggak mau berlama-lama, sebulan sejak dia melamarku, dia langsung menentukan tanggal pernikahan.” “Sweet nya, Devin, SiPlayboy panas itu akhirnya takluk juga denganmu, Deandra.” Deandra terdiam. “Kau pasti sangat bahagia kan, Dra?” Deandra hanya menjawabnya dengan senyuman. “Aku turut bahagia untukmu sahabatku, minimal akhirnya kita berdua akan melepas masa lajang kita dengan sempurna, nggak seperti Bang Marco.” “Marco?” “Ya, Dra! Bang Marco, kerjanya cuma mikirin kerja, kerja dan kerja, nggak ada waktu buat nyari cewek, jadinya kan keduluan aku yang nikah!” Deandra terdiam sejenak. “Bukannya Marco udah punya wanita ya, Chel
Sudah satu bulan, tepatnya satu bulan 10 hari, Deandra tidak bekerja dan hanya menjalankan rutinitas menemani Mamih Anita. Hampa? tentu saja sangat Deandra rasakan setiap harinya, terlebih hatinya masih terasa sakit jika mengingatnya. Deandra tidak bisa melupakan Marco bahkan di setiap detik waktu yang di laluinya. Dan perasaan itu tercampur dengan perlakuan manis Devin yang bertahan lebih lama dari biasanya, dia begitu perhatian pada Deandra tanpa terkecuali. Yang lebih mengejutkan, Devin benar-benar meninggalkan Davina. Awalnya Deandra menyangka mungkin mereka hanya bertengkar dan kembali berdamai lagi seperti biasanya, namun ini tidak, Devin rela meninggalkan Davina untuk Deandra. Ini bukan sesuatu yang biasa, ini hampir terasa mustahil bagi Deandra, seorang Devin meninggalkan semua wanitanya hanya demi dirinya, kekasih yang kadang tidak dianggap olehnya, kekasih yang hanya seperti pajangan untuknya. “Apa kau bosan di rumah saja, Dra?” Pertanyaan Mamih Anita membuya
“Bos, unit apartemen sebelah Deandra adalah milik Rachel Baskoro.” ucap Rio memberi informasi. “Siapa dia?” “Dia adik kandung Marco Baskoro.” “Tapi-“ “Tapi apa?!” Devin memotong ucapan Rio itu. “Adiknya sedang melanjutkan S2 di New York, apartemen itu jarang di huni dan yang sering menempati adalah-.” Rio menghela nafas sejenak sebelum mengucapkan nama yang saat ini Devin tidak mau dengar. “Marco Baskoro.” Dug Dug Dug Jantungnya berdegup kencang, saking kencangnya bunyi detak jantungnya berbeda dari biasanya lalu berdenyut sangat nyeri, ini pertama kalinya Devin merasa seperti ini, dia yang saat ini sedang di perjalanan menuju pusat CCTV apartemen Deandra begitu linglung dan dia sama sekali belum mempercayai ini. Sebelum benang merah ini terlihat, Devin harus menguatkan hati dan bertemu dengan Marco, secepatnya. *** Deandra akhirnya sudah mulai membaik setelah tiga hari terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Dia masih ingat begitu menyeramkannya ruangan temp
Bantuan Priyatna Wiryatama sang kepala kepolisian memang sangat membantu dalam proses penyelamatan Deandra kemarin. Bermodal wajah seorang pria di sketsa yang seorang karyawan swasta di Bogor ternyata terungkap fakta yang mengejutkan. Pria bernama Ganjar itu ternyata salah satu anak buah seorang CEO mudq kaya raya bernama Alexander Jeniwa. Priyatna tidak setengah-setengah dalam membantu Marco dan Devin, dia mengupasnya sampai akarnya dan ternyata benar Alexander Jeniwa adalah dalang utama penculikan Deandra. Motifnya hanya kekalahannya di dunia bisnis, pria blasteran Indonesia-Meksiko ini memang mendapat tekanan berat sang ayah agar perusahaan mereka Jeniwa Grup dapat merajai atau sejajar dengan perusahaan Baskoro dan Yudistira Grup. Ada kebanggaan sendiri bagi Priyatna, dapat membantu Dua CEO muda yang tengah di puncak kejayaan itu, terlebih karena Marco Baskoro setidaknya dia bisa membalas perbuatan Marco dulu yang sering membantunya. Dan Deandra saat ini tengah terbarin
Devin tidak merasa curiga sama sekali kepada Marco, melihat Marco begitu serius membantunya mencari Deandra, Devin malah merasa sangat terbantu. Marco mengerahkan orang-orang terbaiknya, begitupun dengan Devin, hingga ditemukanlah seorang ibu bernama Laila yang memang terlihat di CCTV yang memasuki taxy bodong bersama Deandra. Marco dan Devin mengintograsi ibu itu dengan penuh penekanan, pertanyaan-pertanyaan terlontar dari mulut mereka dengan tegas. Hingga terungkap fakta jika bu laila itu terpaksa membawa Deandra ke suatu tempat kecil di pinggir kota oleh seseorang yang Bu Laila pun tidak kenal, dia hanya di beri bayaran untuk menjalankan perintahnya. Bu Laila itu tidak tahu kemana lagi Deandra di bawa karena menurut infonya Deandra di pindahkan ke mobil lain yang tidak sempat dia lihat plat nomornya dan hanya mengetahui mobil itu sejenis sedan berwarna hitam. Bram yang memang jago mengambar langsung membuat sketsa wajah yang di ilustrasikan Bu Laila, wajah seorang pria ya







