แชร์

Bab 119 Untittle

ผู้เขียน: Strrose
last update วันที่เผยแพร่: 2025-10-06 16:00:52

Pintu ruangan tertutup pelan di belakang mereka, meninggalkan ketegangan yang masih menggantung di udara. Alesco berjalan cepat menyusuri koridor, langkah panjangnya penuh amarah yang terbungkus rapat. Rahangnya mengeras, sorot matanya dingin tanpa sedikit pun menoleh ke belakang.

Leah mengikuti dari samping, menggenggam erat tangan putri kecil mereka. Jari-jarinya mencoba memberi ketenangan pada Alesco, meski ia tahu, badai dalam dada pria itu masih berkecamuk.

Valeriah menoleh

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
DEWW PUS
bab sengaja simpan, tapi tak sabar nak baca seru laa
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 211 Closer

    “Oh, sudah selesai dengan tugas dari Papa?” tanya Valeriah begitu melihat Morgan keluar dari lorong bawah menuju koridor utama. Tempat para pengawal berkumpul untuk menentukan jadwal jaga malam mereka.Morgan menghentikan langkahnya begitu mendengar suara sang nona. Mata kecoklatan itu menatap perempuan dengan gaun tidur satin biru muda yang jatuh sempurna di tubuh rampingnya. Rambut hitamnya tergerai, sebagian menutupi wajahnya yang tengah menatap Morgan dengan sorot tenang.Tangan Morgan yang tadi baru saja melepas sarung masih terasa kaku. Ia sempat melirik Magnus yang ikut keluar bersamanya. Pengawal senior itu segera menunduk, memberi hormat sopan pada Valeriah.“Selamat malam, Nona Ria” sapa Magnus, nada suaranya hormat namun ada senyum samar yang Valeriah tangkap sekilas.Valeriah mengangkat dagu sedikit, memberi anggukan tipis sebagai balasan. Pandangannya kembali beralih pada Morgan.“Kalian sudah selesai deng

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 210 Sang Penjaga

    Morgan Lowell.Nama lengkap pengawal pribadi Valeriah Collinds Maximoff.Usianya tiga puluh tiga tahun, dengan tubuh tinggi tegap yang sudah terbiasa ditempa latihan fisik dan disiplin militer. Pria itu memiliki paras tampan, rahang tegas, hidung lurus, dan sorot mata kecoklatan dingin yang sering kali membuat orang segan menatap terlalu lama.Namun di balik ketegasan itu, ada sisi lain yang jarang terlihat yaitu sebuah kesabaran tak terbatas untuk satu orang: Valeriah.Ia bukan sekadar majikan.Bagi Morgan, gadis itu sudah lebih dari sekadar “tugas.” Sejak menerima kontrak kerja sebagai pengawal pribadi, Morgan tahu risikonya. Melindungi Valeriah dari ancaman luar, dari keluarga yang berbahaya, bahkan dari para pria. Namun ia tidak pernah membayangkan kalau “risiko terbesar” justru adalah perasaannya sendiri.Hari itu, saat mobil hitam melaju membelah jalanan Edinburgh yang lengang, Morgan menangkap bayangan Valeriah

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 209 Rasa yang tak seharusnya ada

    Infimary Hospital, Edinburgh Skotlandia“Semuanya tampak normal, Nona. Tidak ada tanda-tanda penyakit menular atau infeksi serius” ucap Dr. Alice sembari menatap layar monitor.Valeriah menghela napas lega, namun senyum tipis itu langsung memudar saat dokter menambahkan dengan nada hati-hati“Hanya… ada bekas lecet di dinding rahim. Sepertinya ini dari aktivitas seksual sebelumnya. Tidak ada yang membahayakan kesehatan Anda secara keseluruhan, tapi memang cukup signifikan sehingga perlu istirahat dan perhatian.”Wajah Valeriah langsung memerah, bukan hanya karena malu, tapi juga karena semua yang baru saja terjadi kembali menghantam pikirannya. Napasnya tercekat, dan tangannya menggenggam bawahn dress di pangkuannya lebih erat, seolah ingin menutupi rasa malu dan frustasi yang menderanya.“Terima kasih dokter” Ucap ValeriahValeriah keluar dari ruang periksa dengan langkah pelan, masih memegangi dre

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 208 His Attention

    Sosok lelaki dengan tampang rupawan itu menyodorkan tumpukan chip ke dealer dengan tangan tegas, matanya hijau menatap tajam ke atas meja judi. Cahaya lampu temaram memantul di permukaan gelas kristal dan meja hijau, menambah atmosfer ketegangan di ruangan. Setiap gerakan Kaelmore Roderic terlihat penuh kendali, presisi, dan sedikit misterius.“All In” Suara Kaelmore terdengar datar, tapi tegas, menembus riuh musik dan percakapan di klub. Dealer mengangkat alis, sedikit terkejut dengan taruhan yang begitu besar.Di sekeliling meja, tiga perempuan seksi dengan pakaian minim dan wangi parfum yang memikat. Mereka berdiri dekat Kaelmore, tahu jika pria itulah yang paling memikat disana.Tubuh mereka menempel lembut, tangan mereka sesekali menyentuh lengannya, mengusap bahu atau lengan, seolah ingin menggoda sekaligus menunjukkan kekuasaan dunia malam di sekitar pria itu. Tapi Kaelmore tetap tenang. Sorot matanya tetap dingin, menatap kartu dengan fokus t

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 207 He’s Player

    “Pergilah Larisa” usir KaelPerempuan bergaun merah itu merengut. Bibir tebalnya yang dibalut dengan lipstik merah mengerucut “Aku Melisa bukan Larisa”Valeriah menahan napas, hampir tersedak menahan tawa di balik sorot matanya yang masih menatap Kaelmore. Ia tak bisa menahan bayangan dalam kepalanya: lelaki itu berdiri tegap, tatapan hijau menusuk, tapi dengan mudahnya mengusir perempuan yang jelas ingin mendekatinya.Dalam hatinya, Valeriah bergumam sinis: “Tentu saja. Lelaki ini pasti punya banyak wanita yang bermain-main di sekitarnya. Tampan, kaya, dan penuh wibawa… siapa yang tidak ingin?”Tanpa aba-aba, Valeriah mengambil langkah disisi kanan perempuan itu. Mengabaikan tatapan Kael yang terus mengikutinyaDi ujung koridor, di dekat pintu keluar utama, Morgan sudah berdiri menunggunya. Pengawal setia itu tetap tenang, ekspresinya datar tapi waspada, memindai setiap sudut seolah bisa merasakan bahaya

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 206 Such a Liar

    Langkah-langkah Valeriah terdengar tergesa di sepanjang koridor marmer. Ia meninggalkan ruang lelang yang masih bergemuruh dengan sorak dan tepuk tangan, berusaha menyingkir dari tatapan penasaran para tamu.Nafasnya masih tersengal, pikiran campur aduk antara kagum dan cemas. Semua lukisan yang Valeriah ciptakan kini berada di tangan satu orang. Kaelmore Roderic, lelaki itu.“Pergi tanpa menyapaku, kitten?”Tubuh Valeriah membeku. Perlahan ia menoleh. Di ujung koridor yang diterangi cahaya lampu gantung, Kaelmore berdiri. Tinggi, tegap, dingin, dengan jas hitam sempurna yang seakan menelan seluruh cahaya di sekitarnya. Tatapan hijaunya, menusuk langsung ke dalam diri Valeriah.“Kenapa kau disini?”Kaelmore melangkah mendekat, langkahnya tenang tapi penuh kepastian, membuat marmer di bawah kakinya seakan bergetar halus di telinga Valeriah.“Aku mengikutimu, tentu saja.” Bisik Kaelmore, suara dalam dan ding

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 92 Who is he?

    Pagi itu hujan turun tipis, meninggalkan genangan air yang memantulkan cahaya pucat dari langit berawan kota Wellington. Udara membawa aroma tanah basah, bercampur wangi samar bunga yang mulai mekar di sudut taman.Tangannya yang ramping menggenggam cangkir kopi kertas yang sudah mulai keh

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 91 Hal yang dibawa

    Pintu klinik kembali terbuka beberapa menit setelah Franco menghilang. Angin dingin Wellington menerobos masuk bersama aroma parfum floral yang sangat familiar bagi Leah.Lilith, Ibunya masuk, elegan seperti biasa, dengan coat wol warna krem. Ia melangkah masuk dengan sepatu hak rendah yan

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 90 Pria yang mengejar

    Leah menatap Franco yang duduk didepannya.Pria itu duduk di sofa pasien, tempat yang selalu ia duduki saat mengunjungi Leah juga tempat yang Leah gunakan selama bertahun-tahun untuk mengamati ekspresi orang lain, menilai gerak tubuh, membaca jeda bicara."Apa kita akan mulai seperti biasa, atau…,"

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 86 Goodbye Valesco

    Valesco duduk terpaku di balik meja kayu besar diruang kerjanya. Lampu meja menyinari tumpukan dokumen yang hampir tak tersentuh, sementara matanya terpaku pada sudut ruangan yang kosong. Ia melamun, pikirannya melayang jauh, menyusuri lorong-lorong ingatan yang samar dan membingungkan.Su

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status