LOGINSetelah kalah taruhan dengan teman-temannya, dia tidak punya pilihan selain mengesampingkan gengsi dan meminta ciuman dari seorang pria tampan yang tidak dikenalnya di bar. Namun, semuanya tidak berhenti sampai di sana. Siapa sangka, pria itu ternyata tetangga baru di unit sebelah apartemennya, padahal mereka bahkan nyaris tidak saling mengenal. Yang lebih parah lagi ... pria itu adalah putra majikan tantenya! Thomas: Putra seorang bos mafia sekaligus mahasiswa teknik tahun ketiga. Kasar, kejam, dan bermulut pedas. Summer: Keponakan seorang pengurus rumah tangga yang sudah bertahun-tahun bekerja untuk keluarga Thomas. Keras kepala, jahil, dan sering membuat masalah. Sejak kecil, dia dijuluki "Monyet Cilik". .... "Boleh nggak aku cium kamu?" "Kamu gila, ya? Memangnya ada cewek yang minta dicium cowok?" Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada dihina seorang pria tepat setelah meminta ciuman darinya .... Atau mungkin dia sebaiknya sekalian berpura-pura gila saja, seperti yang dikatakan pria itu?
View More"Kamu sudah punya pacar belum?" tanya laki-laki itu dengan malu-malu."Belum.""Bo ... boleh aku mengirimimu pesan?""Boleh," jawab Summer sambil tersenyum."Kamu manis sekali. Aku sudah memperhatikan kamu sejak pertama kali kamu datang," katanya.Sejak pertama kali melihat Summer, laki-laki itu sudah tertarik kepadanya. Awalnya, dia hanya mengetahui nama Summer karena seorang temannya pernah membicarakan gadis itu. Karena ingin mengenalnya lebih jauh, akhirnya dia memberanikan diri untuk meminta akun Instagram-nya.Setelah benar-benar berbicara dengan Summer, dia menyadari bahwa gadis itu ternyata jauh lebih manis daripada yang dibayangkannya."Terima kasih.""Kamu masih ada pertandingan, 'kan? Aku pergi dulu." Summer tersenyum sebelum beranjak kembali ke tribune. Namun, langkahnya melambat hingga akhirnya berhenti ketika Thomas berjalan ke arahnya dengan ekspresi yang sulit ditebak."Siapa dia?" tanya Thomas."Aku nggak tahu. Dia cuma minta akun Instagram-ku," jawab Summer dengan san
Di Universitas Viraya ....Kampus dipenuhi kesibukan sore itu. Mahasiswa berbondong-bondong keluar dari ruang kuliah. Obrolan mereka bercampur dengan gelak tawa. Di dekat Fakultas Teknik, lapangan olahraga sudah mulai dipadati penonton, padahal pertandingan bahkan belum dimulai."Kalian mau nonton pertandingan Fakultas Teknik melawan Fakultas Arsitektur nggak?" Kai menoleh kepada teman-temannya dengan suara penuh semangat."Aku nggak bisa. Ada urusan keluarga," jawab Parker."Aku juga nggak bisa. Aku harus jemput keponakanku di sekolah," sahut Blake segera.Kai menghela napas dengan dramatis, tampak benar-benar kecewa. Dia lantas menoleh kepada Summer, Nyla, dan Kylie dengan tatapan penuh harap."Oke, oke. Aku ikut," ujar Nyla, menyetujui ajakan itu bahkan sebelum Kai sempat bertanya."Kalau kalian?""Kalau Summer ikut, aku ikut," jawab Kylie, menyerahkan keputusan itu kepada Summer.Kai langsung menoleh cepat ke arah Summer."Ya sudah. Aku ikut." Summer akhirnya mengalah karena tidak
"Aku antar ke kamar mandi.""Aku sudah bilang mau mandi di apartemenku sendiri."Thomas sama sekali tidak menghiraukannya. Dengan langkah panjang, dia langsung menggendong Summer ke kamar mandi. Summer pun berhenti membantah karena Thomas tidak berniat mendengarkannya. Dengan pasrah, dia membiarkan Thomas melakukan apa yang diinginkannya. Laki-laki itu menurunkannya ke bathtub dengan hati-hati."Lepas pakaianmu.""Tapi ... kamu harus keluar dulu, Thomas. Aku nggak akan lama kok."Thomas hanya membalikkan badan, membelakanginya. Summer menghela napas lega. Kalau Thomas bersikeras untuk tetap berada di sana, dia terpaksa mandi dengan laki-laki itu berdiri tepat di belakangnya.Air dari shower mulai mengalir. Summer duduk di dalam bathtub, menuangkan sedikit sabun mandi milik Thomas ke telapak tangannya, lalu mengusapkannya ke kulit. Beberapa bagian tubuhnya terasa perih meski hanya tersentuh ringan. Dia tidak heran, mengingat Thomas sama sekali tidak bersikap lembut semalam.Namun, dia t
Malam penuh gairah mereka berlanjut. Intensitas di antara keduanya sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Tubuh mereka basah oleh keringat, napas semakin berat, sementara alkohol yang masih mengalir dalam tubuh Thomas seolah semakin memperkuat hasrat yang sulit mereka tahan.Thomas mencengkeram pinggang Summer yang ramping dengan mantap. Dia bergerak dengan intensitas yang tak kunjung surut. Tatapan gelapnya menyusuri lekuk punggung Summer yang mulus dan kini dihiasi bekas-bekas gairah mereka, sebelum turun lebih jauh. Pemandangan itu semakin mengikis kendali dirinya."Ah ... ah ...." Summer membenamkan wajah ke bantal sambil mengerang tanpa sedikit pun rasa malu. Kedua tangannya yang mungil mencengkeram bantal erat-erat ketika irama gerakan mereka membuat tubuhnya bergetar.Gelombang sensasi yang begitu kuat menyapu dirinya, membuatnya limbung dan kehabisan napas. Dia menopang tubuh dengan kedua tangan di atas kasur, lalu menoleh untuk menatap Thomas. Pria itu menyibakkan r
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.