Share

Bab 116 Thomas Maximoff

Penulis: Strrose
last update Tanggal publikasi: 2025-10-05 12:00:24

Pria paruh baya itu terbaring di ranjang rumah sakit, wajahnya pucat dengan selang oksigen terpasang di hidung. Cahaya lampu putih di langit-langit kamar rawat membuat kulitnya terlihat semakin rapuh. Suara monitor jantung berdetak teratur, sesekali naik turun, bagai pengingat bahwa waktu yang dimilikinya tidak lagi panjang.

Dua hari sudah sejak kecelakaan itu. Tulang rusuknya retak, paru-parunya sempat kolaps, dan kepalanya menerima benturan keras. Dokter bilang kondisinya kritis di h

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 214 Meet Him Again

    Mobil melaju mulus di jalanan Washington, lampu kota memantul di kaca jendela, menambah kesan dingin namun elegan di dalam kabin. Kaelmore duduk bersandar, jemarinya mengetuk ringan di atas lutut, sorot matanya tajam sekaligus letih.Begitu tiba di sebuah hotel bintang lima, mobil berhenti sejenak di depan lobi. Deretan mobil mewah sudah menunggu giliran, menurunkan tamu-tamu yang mengenakan gaun pesta berkilauan dan setelan jas mahal.Meski ulang tahun ini milik seorang remaja, atmosfer yang tercipta jauh dari sekadar pesta anak muda. Teman-teman sekolah Kristin memang datang, tapi sebagian besar dari mereka muncul ditemani orang tua masing-masing. Para orang tua itu tidak sekadar hadir untuk merayakan, melainkan memanfaatkan kesempatan untuk berbincang, membangun jaringan, atau menjajaki kerja sama baru. Dunia mereka selalu bergerak dengan cara itu, bahkan dalam balutan pesta ulang tahun.Hugo segera turun, membuka pintu belakang dengan sikap hormat. “Ki

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 213 Pesta remaja

    Lampu-lampu kristal berkilau di langit-langit aula hotel, menebarkan cahaya keemasan yang elegan. Musik lembut mengalun, bercampur dengan riuh suara tawa dan percakapan anak-anak muda yang hadir.Damian masuk dengan langkah percaya diri, meski jelas terlihat ia menahan senyum penuh kemenangan. Tangannya terlipat santai di saku celana, sementara di sisi lain berdiri Valeriah dengan gaun simple berwarna biru gelap yang jatuh anggun di tubuhnya. Rambut hitamnya tergerai, membuat wajahnya semakin mencuri perhatian.Seperti yang sudah diprediksi, begitu mereka masuk, beberapa pasang mata langsung melirik. Damian nyaris tidak bisa menahan wajah puasnya.“Lihat kan, Kak? Mereka semua melirikmu” bisiknya, bangga.Valeriah hanya mendesah, matanya menyapu ruangan dengan ekspresi setengah bosan.“Aku tak tertarik dengan berondong seperti teman-temanmu, Damian” Ungkap Valeriah“Aku juga tak berminat menjadikan mereka iparku

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 212 His Priority

    “Kudengar dari asistenmu kau ada di Washington. Datanglah ke ulang tahun Kristin malam ini!”Suara ibu tirinya, Kyra, terdengar renyah dari seberang telepon. Kaelmore menatap langit-langit apartemen mewahnya dengan malas, satu tangan bersandar di sofa kulit hitam, sementara kemeja putihnya masih terbuka dua kancing teratas.“Pesta ulang tahun remaja?” suaranya berat, mengandung nada bosan yang kentara. “Aku kira usiaku sudah lewat untuk menghadiri acara semacam itu.”“Dia keponakanmu, Kael.” Kyra menekankan dengan nada lembut tapi tegas. “Kristin akan senang jika kau datang. Dia selalu menanyakanmu. Kau tahu, sejak ayahnya meninggal, kau satu-satunya figur laki-laki yang bisa dia andalkan.”Kaelmore menghela napas, jemarinya menekan pangkal hidung.“Ibu selalu tahu cara membuatku tak bisa menolak, ya?”“Aku ibumu. Tentu saja.” Kyra terkekeh kecil.&ldq

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 211 Closer

    “Oh, sudah selesai dengan tugas dari Papa?” tanya Valeriah begitu melihat Morgan keluar dari lorong bawah menuju koridor utama. Tempat para pengawal berkumpul untuk menentukan jadwal jaga malam mereka.Morgan menghentikan langkahnya begitu mendengar suara sang nona. Mata kecoklatan itu menatap perempuan dengan gaun tidur satin biru muda yang jatuh sempurna di tubuh rampingnya. Rambut hitamnya tergerai, sebagian menutupi wajahnya yang tengah menatap Morgan dengan sorot tenang.Tangan Morgan yang tadi baru saja melepas sarung masih terasa kaku. Ia sempat melirik Magnus yang ikut keluar bersamanya. Pengawal senior itu segera menunduk, memberi hormat sopan pada Valeriah.“Selamat malam, Nona Ria” sapa Magnus, nada suaranya hormat namun ada senyum samar yang Valeriah tangkap sekilas.Valeriah mengangkat dagu sedikit, memberi anggukan tipis sebagai balasan. Pandangannya kembali beralih pada Morgan.“Kalian sudah selesai deng

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 210 Sang Penjaga

    Morgan Lowell.Nama lengkap pengawal pribadi Valeriah Collinds Maximoff.Usianya tiga puluh tiga tahun, dengan tubuh tinggi tegap yang sudah terbiasa ditempa latihan fisik dan disiplin militer. Pria itu memiliki paras tampan, rahang tegas, hidung lurus, dan sorot mata kecoklatan dingin yang sering kali membuat orang segan menatap terlalu lama.Namun di balik ketegasan itu, ada sisi lain yang jarang terlihat yaitu sebuah kesabaran tak terbatas untuk satu orang: Valeriah.Ia bukan sekadar majikan.Bagi Morgan, gadis itu sudah lebih dari sekadar “tugas.” Sejak menerima kontrak kerja sebagai pengawal pribadi, Morgan tahu risikonya. Melindungi Valeriah dari ancaman luar, dari keluarga yang berbahaya, bahkan dari para pria. Namun ia tidak pernah membayangkan kalau “risiko terbesar” justru adalah perasaannya sendiri.Hari itu, saat mobil hitam melaju membelah jalanan Edinburgh yang lengang, Morgan menangkap bayangan Valeriah

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 209 Rasa yang tak seharusnya ada

    Infimary Hospital, Edinburgh Skotlandia“Semuanya tampak normal, Nona. Tidak ada tanda-tanda penyakit menular atau infeksi serius” ucap Dr. Alice sembari menatap layar monitor.Valeriah menghela napas lega, namun senyum tipis itu langsung memudar saat dokter menambahkan dengan nada hati-hati“Hanya… ada bekas lecet di dinding rahim. Sepertinya ini dari aktivitas seksual sebelumnya. Tidak ada yang membahayakan kesehatan Anda secara keseluruhan, tapi memang cukup signifikan sehingga perlu istirahat dan perhatian.”Wajah Valeriah langsung memerah, bukan hanya karena malu, tapi juga karena semua yang baru saja terjadi kembali menghantam pikirannya. Napasnya tercekat, dan tangannya menggenggam bawahn dress di pangkuannya lebih erat, seolah ingin menutupi rasa malu dan frustasi yang menderanya.“Terima kasih dokter” Ucap ValeriahValeriah keluar dari ruang periksa dengan langkah pelan, masih memegangi dre

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 91 Hal yang dibawa

    Pintu klinik kembali terbuka beberapa menit setelah Franco menghilang. Angin dingin Wellington menerobos masuk bersama aroma parfum floral yang sangat familiar bagi Leah.Lilith, Ibunya masuk, elegan seperti biasa, dengan coat wol warna krem. Ia melangkah masuk dengan sepatu hak rendah yan

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 90 Pria yang mengejar

    Leah menatap Franco yang duduk didepannya.Pria itu duduk di sofa pasien, tempat yang selalu ia duduki saat mengunjungi Leah juga tempat yang Leah gunakan selama bertahun-tahun untuk mengamati ekspresi orang lain, menilai gerak tubuh, membaca jeda bicara."Apa kita akan mulai seperti biasa, atau…,"

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 86 Goodbye Valesco

    Valesco duduk terpaku di balik meja kayu besar diruang kerjanya. Lampu meja menyinari tumpukan dokumen yang hampir tak tersentuh, sementara matanya terpaku pada sudut ruangan yang kosong. Ia melamun, pikirannya melayang jauh, menyusuri lorong-lorong ingatan yang samar dan membingungkan.Su

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 85 Silent cry

    Vincent menatap setangkai mawar putih ditangannya. Matanya yang tajam menatap bunga itu lama, penuh makna.Dengan gerakan yang perlahan tapi penuh perhitungan, ia mulai mencabut satu per satu helaian bunga itu, melepaskan dari tangkainya seolah mencari sesuatu yang tersembunyi di balik kes

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status