แชร์

Bab 97 Another trouble

ผู้เขียน: Strrose
last update วันที่เผยแพร่: 2025-09-27 19:00:21

Pagi itu langit masih basah oleh sisa hujan malam, udara lembap menempel di kulit Leah saat ia melangkah menuju klinik. Ia mencoba menata napas, membangun kembali rutinitas yang selama ini menjadi satu-satunya pelarian dari kekacauan hidupnya.

Tapi ketika pintu klinik diketuk, Leah sedikit terlonjak.

Seorang kurir berdiri di depan, membawa buket besar berisi bunga peony merah muda yang baru mekar. Kelopaknya tebal, penuh, indah tapi justru menimbulkan rasa aneh di dada Leah.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 203 Abadi dalam karya

    Setelah makan siang dan menghabiskan waktu dengan mamanya, Valeriah berjalan menuju studio lukisnya.Bangunan berbentuk kubah dengan diameter hampir lima belas meter itu berdiri di sisi kanan Mansion Maximoff, terhubung dengan taman mawar putih yang selalu dirawat Leah dengan penuh cinta.Dinding luarnya didominasi kaca transparan, sehingga sinar matahari sore bisa menembus masuk dan memandikan ruang itu dengan cahaya keemasan.Begitu membuka pintu, aroma khas cat minyak dan terpentin langsung menyambutnya.Di dalam, kanvas-kanvas setengah jadi berderet tak teratur, sebagian hanya berupa coretan kasar, sebagian lagi nyaris selesai namun ditinggalkan begitu saja. Di tengah ruangan, ada sebuah kanvas besar yang masih kosong. Putih polos, seakan menantangnya.Valeriah meletakkan sketsa bukunya di meja kayu panjang yang penuh noda cat, lalu melepas sweater tipis yang tadi Ia kenakan. Ia menggulung lengan bajunya, mengambil kuas, dan mulai mencampur war

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 202 Maximoff Family

    Washington D.C. USA“Selamat datang, Nona Ria.”Seorang perempuan paruh baya membuka pintu menyambut kedatangannya. Dia adalah Nauren, kepala pelayan di mansion Maximoff, tempat tinggal kedua orang tuanya dan kedua adik lelakinya.“Halo, Bibi Nau.”Valeriah menyapa ramah sambil menyunggingkan senyum kecil, berusaha menutupi rasa penat setelah penerbangan dan insiden tak disukainya“Mama Papa ada di rumah?” Valeriah kembali bertanya sembari melangkah masuk ke dalam ruang tengahNauren mengangguk sambil mengambil mantel dari tangan Valeriah. “Ada, Nona. Mereka sedang di ruang makan. Nyonya menunggu Anda untuk makan siang bersama. Ah, kedua Tuan Muda juga sudah pulang sejak pagi.”Mendengar itu, Valeriah spontan menghela napas panjang. Ia tahu betul apa artinya, meja makan siang yang ramai, penuh interupsi, dan… seringkali berakhir dengan perdebatan kecil yang menyenangkan.Langkahnya menggema di lantai marmer saat menuju lorong panjang menuju ruang makan. Aroma sup krim dan roti panggan

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 201 Gotcha

    “Ini… wajahku kan?” tanya Kael. Ekspresinya haus akan validasi, seolah ia sengaja menjerat Valeriah dengan bukti yang tak bisa disangkal.Wajah Valeriah langsung pucat. Ia meraih bukunya dengan panik, tapi Kaelmore lebih cepat mengangkatnya tinggi, jauh dari jangkauannya.“Untuk apa aku menggambar orang mesum sepertimu” Gerutu Valeriah kesalKaelmore tertawa rendah, tawa yang lebih terdengar seperti ancaman ketimbang hiburan. “Mesum?” ia mengulang kata itu, bibirnya melengkung penuh godaan. “Kitten, kau bahkan bisa menutupinya dengan hinaan, tapi tanganmu sudah mengkhianatimu. Kau mengukirku di kertas, garis demi garis… seolah aku sudah terpatri di kepalamu.”“Berhenti mengada-ada!” Valeriah mencoba meraih buku itu lagi, tubuhnya setengah berdiri dari kursi pesawat. Tapi Kael dengan mudah menahan bahunya, membuatnya kembali terhempas duduk. Sentuhan itu tidak keras, tapi cukup memberi tekanan kalau ia memang berkuasa penuh.Tatapan hijau gelap itu

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 200 His Planed

    Suasana bandara internasional Toronto dipenuhi hiruk-pikuk penumpang yang berlalu-lalang dengan koper masing-masing. Valeriah berjalan cepat, sepatu boots-nya berdetak di lantai marmer, sementara Morgan mengikuti dari belakang sambil menarik koper besar.Mereka tiba di check-in counter. Seorang petugas berseragam biru muda menyambut dengan senyum profesional, lalu meminta paspor Valeriah terlebih dahulu.“Miss Valeriah?” tanyanya sambil memverifikasi layar.Valeriah mengangguk kecil. “Ya.”Petugas itu mencetak boarding pass, lalu menyerahkannya dengan nada ramah. “Kursi Anda, Nona, business class, 2A.”Morgan yang berdiri di sebelahnya langsung mencondongkan tubuh dan menyerahkan pasportnyaPetugas itu tetap tenang, memeriksa layar kembali. Lalu ia mencetak boarding pass Morgan dan menyerahkannya. “Untuk Tuan Morgan Lowell… kursi 26D. Ekonomi.”Valeriah mengerutkan kening. “

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 199 I follow you

    Valeriah terbangun dengan tubuh lelah, mata terasa berat seolah baru selesai menangis semalaman. Sunyi. Hanya suara detik jam dinding di apartemen mungilnya.Ia keluar dari kamar lalu menoleh sekilas, mendapati Morgan masih duduk di kursi dekat pintu dengan posisi tegap, seperti patung hidup. Pengawal itu bahkan tidak melepas jasnya, hanya membuka kancing paling atas dan menundukkan kepala, entah tidur atau sekadar memejamkan mata.Dengan hati-hati Valeriah bangkit, langkahnya tertatih karena balutan di kakinya. Ia berjalan kembali ke kamar menuju kamar mandi. Begitu lampu menyala, ia menatap cermin di hadapannya.Sekilas ia ingin mengusap wajahnya yang kusut, tapi tangannya berhenti. Pandangannya membeku.Terlihat jelas bekas merah samar dilehernya, berwarna lebih gelap dari kulitnya yang pucat. Ia menelan ludah, jantungnya berdegup kencang. Dengan ragu ia membuka kancing mantel yang masih dipakainya sejak tadi malam, membiarkannya terjatuh di lantai.

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 198 Being obsessed

    Conveno Hotel, Toronto, Canada.Suite room itu berantakan. Tirai setengah terbuka, menyisakan cahaya kota yang masuk samar ke dalam ruangan. Bantal sofa tercampak ke lantai, kursi miring, bahkan meja kopi kaca di dekat sofa masih menyimpan jejak gelas anggur yang belum tersentuh.Kaelmore duduk bersandar di sofa kulit hitam, hanya mengenakan celana panjang santai. Rokok menyala di antara jari-jarinya, asap tipis membubung, melingkar sebelum menghilang di udara. Ia mengembuskan napas pelan, membiarkan aroma tembakau memenuhi dadanya. Tapi pikirannya tidak ada di sini. Ia kembali pada momen saat Valeriah mengerang dibawahnyaIa adalah pria pertama yang menjamah Valeriah.Di kota besar di mana pergaulan bebas sudah menjadi hal biasa, di mana pesta, alkohol, dan cumbuan cepat seringkali dianggap lumrah, Valeriah tetap mempertahankan dirinya. Bukan karena ia polos, bukan pula karena tak tahu apa-apa, melainkan karena ia pasrah. Dan pilihan itu jatuh pada Kael,

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 90 Pria yang mengejar

    Leah menatap Franco yang duduk didepannya.Pria itu duduk di sofa pasien, tempat yang selalu ia duduki saat mengunjungi Leah juga tempat yang Leah gunakan selama bertahun-tahun untuk mengamati ekspresi orang lain, menilai gerak tubuh, membaca jeda bicara."Apa kita akan mulai seperti biasa, atau…,"

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 86 Goodbye Valesco

    Valesco duduk terpaku di balik meja kayu besar diruang kerjanya. Lampu meja menyinari tumpukan dokumen yang hampir tak tersentuh, sementara matanya terpaku pada sudut ruangan yang kosong. Ia melamun, pikirannya melayang jauh, menyusuri lorong-lorong ingatan yang samar dan membingungkan.Su

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 85 Silent cry

    Vincent menatap setangkai mawar putih ditangannya. Matanya yang tajam menatap bunga itu lama, penuh makna.Dengan gerakan yang perlahan tapi penuh perhitungan, ia mulai mencabut satu per satu helaian bunga itu, melepaskan dari tangkainya seolah mencari sesuatu yang tersembunyi di balik kes

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 84 All for her

    Sekitar pukul tiga dini hari, Valesco terbangun. Ia merasakan dingin di sisi tempat tidur, dan instingnya langsung membuat dadanya mengencang.“Leah?” panggilnya pelan. Tidak ada jawaban.Ia segera bangkit, matanya menelusuri ruangan. Kamar mandi gelap, pintu lemari tert

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status