Map
Beranda / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 170: Mau Menciumku?!

Share

CHAPTER 170: Mau Menciumku?!

Penulis: Heiho
last update Tanggal publikasi: 2026-03-28 15:02:55

Jefri segera mengatur wajahnya dengan tersenyum tipis, “Iya, saya akan pergi sejenak,”

“Kemana?”

Bukankah wanita ini terlalu ingin tahu?

Jefri menimbang-nimbang sejenak perlu memberitahu secara jujur atau tidak. Tapi, mengingat kelakuan Sandra tadi pagi, mungkin wanita itu akan melakukan sesuatu lagi jika Jefri berkata akan bertemu Rara sekarang.

“Bertemu kolega di hotel saya,” balas Jefri ringan, “Sebentar lagi ada acara kembang api saat malam tahun baru,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 170: Mau Menciumku?!

    Jefri segera mengatur wajahnya dengan tersenyum tipis, “Iya, saya akan pergi sejenak,”“Kemana?”Bukankah wanita ini terlalu ingin tahu?Jefri menimbang-nimbang sejenak perlu memberitahu secara jujur atau tidak. Tapi, mengingat kelakuan Sandra tadi pagi, mungkin wanita itu akan melakukan sesuatu lagi jika Jefri berkata akan bertemu Rara sekarang. “Bertemu kolega di hotel saya,” balas Jefri ringan, “Sebentar lagi ada acara kembang api saat malam tahun baru, kan? Saya harus mengatur hotel sebagai persiapan menyambut para tamu,”Sandra masih menatapnya curiga. Tapi, ia akhirnya mengangguk-angguk. “Baiklah. Kalau begitu, hati-hati, tuan,” Jefri hanya mengangguk sekilas. Ia akhirnya berjalan menuju mobil di bawah tatapan Sandra. Begitu masuk mobil, Jefri menatap Sandra dingin dari jendela depan. Ia mencengkram kemudi mobil dengan erat lalu mulai mengeluarkan mobilnya dari motel.Jefri melirik Sandra yang

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 169: Rara Mengundang Jefri

    “Om Leo, orang yang kamu sukai itu, sudah memiliki tunangan,”“Bohong,” ucap Hani, suaranya sedikit bergetar. “Kamu pasti bohong,”Septa mengalihkan pandangannya dan menggelengkan kepala pelan. Hani menggeram. “Aku tidak pernah mendengar soal itu,” desis Hani, “Bagaimana mungkin kamu bisa tahu sedangkan aku, orang yang sudah mengenalnya sejak lama, tidak tahu apa-apa?!”“Om Leo memang sengaja menyembunyikannya,” balas Septa, “Walaupun aku tidak tahu apakah om Jefri mengetahui itu atau tidak,”“Menyembunyikan? Kenapa dia harus menyembunyikannya?” desak Hani, “Tidak, tunggu, kalau dia memang menyembunyikannya lalu kenapa kamu tahu?!”“Aku pernah melihatnya,”Napas Hani tercekat mendengar jawaban Septa. Dadanya sesak. “Melihatnya?” tanyanya dengan suara yang semakin bergetar. Septa mengangguk pelan. Ia merasa semakin tidak tega melihat Hani sekarang. Tapi, ia harus melakukannya. “Aku pernah me

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 168: Jauhi Dia

    “Apa benar tidak terjadi sesuatu antara kak Sandra dan om Jefri?” tanya Rara ke Sandra. Ia sudah berada di luar kantor sekarang, tapi masih belum beranjak pergi.Rara masih memikirkan interaksi Jefri dan Sandra tadi. Padahal, ini pertama kalinya Jefri menyetujui ajakan Sandra dengan cepat dan hal tersebutlah yang dinanti Rara selama ini.Apa Rara terlalu memikirkannya saja?Sandra menaikkan alisnya, “Kami baik-baik saja. Bahkan hubungan kami lebih dekat kan sekarang?“ Sandra menyeringai.“Buktinya tuan Jefri mau menerima ajakanku tanpa berpikir lama-lama,”Rara menelan ludah. Perkataan Sandra benar, tapi rasanya tidak benar juga. Entahlah, rasanya hubungan mereka tidak ‘baik’ yang seperti Rara bayangkan.Melihat wajah kesulitan Rara, Sandra menepuk pelan bahu perempuan itu hingga ia tersentak kaget.“Harusnya kamu senang karena tidak perlu susah payah lagi menyatukan kami sekarang, bukan malah berpikiran macam-macam,” de

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 167: Terlihat Baik?

    [Acaramu berjalan lancar? Besok temui aku di kantorku]Hani mengernyitkan alisnya ketika membaca pesan Septa. Kenapa tiba-tiba sekali pria itu mengajaknya bertemu? Apa Septa ingin Hani segera memenuhi janjinya? Bukankah dia terlalu buru-buru?Hani menghela napas. Yasudahlah, Septa memang kadang suka tidak sabaran. Hani membalas pesan tersebut dengan ‘ya’ singkat. Ia lalu memasukkan kembali ponselnya ke tas. Hani kemudian menatap tangannya.Tangan yang masih terasa hangat karena genggaman Leo saat berdansa tadi. Hal itu membuat Hani teringat wangi musk pria itu dan betapa hangat tubuh sang pria ketika mereka berdekatan.Baiklah, sepertinya dia harus berhenti mengingat karena Hani merasa seperti orang mesum sekarang.Hani menarik napas lalu menghembuskannya perlahan. Ia menatap pantulan dirinya di cermin toilet, berusaha menguatkan dirinya untuk bertemu Leo lagi.Ya, tadi setelah berdansa, Hani buru-buru menuju

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 166: Leo Adalah ...

    “Te-tentu saja sudah! Ayo kita masuk ke dalam!” jawab Hani gelagapan. Ia segera melangkah masuk ke dalam hotel sambil menarik tangan Leo. Begitu masuk ke dalam, para staf segera menyapa Hani. Mereka menganggukkan kepala dengan sopan ke Hani, bahkan sesekali ada yang memanggil dengan sebutan ‘bu direktur’. Hani menjawab semua sapaan tersebut dengan kaku. “Apa kita tidak bisa menyuruh para staf untuk tidak memanggilku bu direktur?” bisik Hani ke Leo, “Rasanya aneh mendengar itu. Lagipula, aku juga hanya perwakilan ayah hari ini!”Leo menggeleng pelan, “Sayangnya kita tidak bisa. Semua orang sudah menganggap anda sebagai pimpinan dari kemarin, jadi anda sebaiknya menerima panggilan itu,”Hani menghela napas. Ia tidak menyangka dipanggil dengan sebutan seperti itu akan membebani dirinya. Dulu, waktu kecil, ia selalu kagum tiap ada yang memanggil Jefri dengan ‘pak direktur’. Ia juga ingin dipanggil dengan penuh kesanjungan seperti ayahnya i

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 165: Menjadi Pasanganmu

    Hani sudah menduga para staf itu akan berkata aneh-aneh, tapi ia tidak menduga malah perkataan itu yang keluar!Kalau boleh jujur, Hani sebenarnya tidak keberatan atas dugaan itu. Tapi, bagaimana kalau Leo yang tersinggung?!Ia tidak ingin melihat Leo menunjukkan wajah tidak suka.Hani buru-buru membuka mulutnya, hendak mengklarifikasi perkataan staf itu. “Jaga ucapan kalian,”Terlambat! Leo lebih dulu membuka mulutnya. Hani buru-buru menoleh padanya. Jantungnya berdetak keras ketika melihat wajah mengeras Leo.Apa pria itu beneran tersinggung atas ucapan staf tadi? Dilihat dari wajahnya, sepertinya Leo benar-benar tidak menyukai ucapan itu.Hani merasakan hatinya berdenyut sakit.“Nona Hani itu bos kalian sekarang. Tapi, bisa-bisanya kalian berkata seenteng itu?” tatapan Leo berubah dingin.“Perkataan kalian itu sama sekali tidak menghormati nona Hani!”“Ma-maafkan kami!” seru para staf kompak. Mereka membungkukkan badan dalam-dalam.“Kami tidak bermaksud seperti itu! Kami hanya–”“S

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 56: Bukti yang Didapat Rachel

    “Minggu depan, acara fashion show nyonya sudah akan dimulai. Jadi, hari ini nyonya akan mencoba busana dari desainer yang menjadi partner kita. Harap anda memberitahu apabila busana itu ada yang kurang pas di badan nyonya. Lalu selanjutnya anda–”Rachel tak mendengarkan lagi ucapan asist

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 60: Karet Rambut Rara

    [Ayo kita ketemu malam ini, Tan]Rachel menyeringai lebar saat melihat pesan yang dikirimkan Septa. Ia menaruh kembali ponselnya dan bersenandung pelan. “Anda terlihat senang, nyonya,” ucap penata riasnya yang sedang membersihkan make-up di wajah Rachel. Wanita itu memang baru

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 57: Mau Bekerjasama?

    Septa mengerutkan alis bingung ketika melihat Rachel di depan pintu penthousenya. Sudah hampir tengah malam, apa yang diinginkan wanita ini dengan muncul tiba-tiba?“Kenapa tiba-tiba dateng, Tan?” tanya Septa, “Untung aja aku belum tidur,” lanjut Septa berkelakar. Rachel hanya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 61: Apa Dia Tahu?

    “Mungkin karena kalian sedang berhubungan gelap sekarang?”Rachel memerhatikan lamat-lamat reaksi yang akan dikeluarkan Jefri. Ia berekspektasi pria itu akan mengeluarkan tatapan mengancam padanya yang menuntun Jefri untuk tidak sengaja membongkar rahasianya. Tapi nyatanya, ti

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status