Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 250: Siapa di Matanya?

Share

CHAPTER 250: Siapa di Matanya?

Author: Heiho
last update publish date: 2026-06-09 19:00:16

“Apa—”

Hani menelan ludah sejenak.

“Kenapa …. Menggunakan panggilan itu?” tanya Hani akhirnya berhasil menyelesaikan ucapannya itu.

“Kenapa?”

Merphilus mendekat lagi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 252: Keraguan

    “Om kurang tidur ya akhir-akhir ini?”Leo tersentak. Mengalihkan pandangan ke Hani yang menatapnya khawatir. Ia berdehem sejenak dan tersenyum.“Kenapa tiba-tiba bertanya, nona?”“Soalnya kantong mata om keliatan tambah gelap,” balas Hani, “Terus wajah om juga keliatan lelah dan ngantuk banget! Jadi, aku rasa itu karena kurang tidur?”Leo meringis. Anak bosnya itu memang jeli seperti ayahnya. Ia memutar otak, mencari alasan yang tidak akan membocorkan rahasianya.“Saya dari kemarin sibuk mengecek dokumen proyek kita. Memastikan semuanya aman karena sebentar lagi waktunya peresmian.”Hani membulatkan mulutnya. Berkata oh panjang sambil mengangguk-angguk. Ia tidak lagi bertanya setelah itu, membuat Leo menghela napas lega.Alasan sebenarnya adalah karena ia sedang menjalankan misi rahasianya. Memantau hotel Amarose untuk memergoki keberadaan Merphilus dan Hani di sana. Leo akhirnya membulatkan tekad untuk mengikuti firasatnya. Bagaimana pun, ia merasa janggal karena Hani berubah muram s

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 251: Kembali Curiga

    “Ada apa? Kamu terlihat muram.”Rara mengangkat pandangannya ke Jefri. Pria itu menatapnya dengan satu alis terangkat, terlihat penasaran. Tangannya sibuk melepaskan kancing jasnya.Jefri baru pulang beberapa menit lalu. Sejam setelah Hani naik ke kamarnya, pria itu pulang ke rumah.Rara menghela napas pelan. Tangannya terulur untuk membantu Jefri membuka jasnya. Dari jarak sedekat ini, Jefri bisa melihat kantung mata istrinya semakin tebal.Ia mengelusnya pelan. “Sepertinya tidurmu semakin tidak teratur,” ucapnya, “Kamu khawatir dengan meeting besar nanti?”“Hm. Ya, lumayan.”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 250: Siapa di Matanya?

    “Apa—”Hani menelan ludah sejenak.“Kenapa …. Menggunakan panggilan itu?” tanya Hani akhirnya berhasil menyelesaikan ucapannya itu.“Kenapa?”Merphilus mendekat lagi.“Bukankah panggilan itu terasa lebih intim?” bisik Merphilus, “Membayangkan dirimu menggunakannya saat terengah-engah di bawah saya—”“S-saya mengerti!” sela Hani sebelum ucapan Merphilus selesai. Wajahnya memerah padam.“Tapi …”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 249: Panggilan Bagus

    “Saya dengar nyonya Rara akan memberitahu strategi promosinya di meeting besar minggu depan.”Hani tersentak pelan. Menghentikan kegiatannya membuka kancing kemeja.Seminggu berlalu sejak pertemuan di kantor Jefri itu. Sudah waktunya bagi mereka untuk melaksanakan jadwal lagi.Seperti biasa, mereka datang ke hotel yang sudah menjadi basecamp keduanya. Mereka hampir datang secara bersamaan, makanya kini tengah bersiap bersama dengan saling membelakangi.Atau lebih tepatnya, hanya Hani yang membelakangi. Ia refleks melakukannya. Entah kenapa.Padahal Merphilus juga sudah sering melihatnya membuka baju. Bahkan, tak jarang pria itu yang melepa

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 248: Hanya

    Hani menghela napas panjang. Tubuhnya terasa lemah dan lemas sekarang. Juga terasa kaku dan sakit.Mungkin keputusan bodoh untuk melakukan hubungan ranjang semalaman suntuk.Ia tidak akan melakukannya lagi!“Anda tidak apa-apa?”Hani menoleh ke samping. Menatap Leo yang berjalan di sebelahnya. Mereka sudah sampai di hotel Diamond dan sekarang tengah menuju kantor Jefri. Masih ada 15 menit lagi sebelum meeting dimulai.“Tidak apa-apa. Aku cuma kelelahan karena terburu-buru tadi,” ringis Hani.“Apa saya perlu membopong anda?”“Apa? Tidak usah!” seru Hani cepat dengan mata membelalak. Ia buru-buru menjauh dari Leo, takut pria itu akan melakukannya beneran.Leo tertawa, “Saya hanya bercanda.”Hani melotot. Menatap kesal Leo yang justru semakin tertawa.Tapi, tunggu. Pria itu baru mengajaknya bercanda tadi? Tiba-tiba?!Perasaan Hani seketika bercampur aduk. Ia merasa senang sekaligus lega karena hubungannya kembali membaik dengan Leo.Tapi, di sisi lain, ia juga merasa was-was. Khawatir Leo

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 247: Firasat

    Napas Hani memburu kencang. Kepalanya terkulai jatuh di atas kasur. Lemas karena habis mencapai pelepasannya.Di belakangnya, Merphilus ikut menjatuhkan badannya ke atas punggung Hani. Meski ia masih menopang dirinya dengan satu tangan. Napas pria itu juga memburu sebelum tertawa rendah.“Apa anda sudah tidak frustasi lagi sekarang?” tanyanya, “Atau kita perlu melakukannya lagi?”Hani tidak menjawab. Ia justru semakin menyembunyikan wajahnya di atas kasur. Tapi, Merphilus bisa melihat telinga perempuan itu memerah, menandakan dirinya sedang malu.Merphilus mendengus geli.“Tapi, sayang sekali kita tidak bisa melakukannya lagi.&

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 29: Bagaimana Hubungan Kalian?

    Pikiran Rara masih terus terngiang dengan ucapan pria itu pada keesokan harinya. Padahal, itu hanya ucapan biasa yang mungkin juga doa Jefri agar Rara bisa dekat dengan lelaki seumurannya, setelah kejadian dengan Satrio. Tapi, entah kenapa rasanya aneh. Seolah terasa ada … makna lain di dalamnya.

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 24: Tinggal Bersama Sementara

    “Kok lama dibuka sih, Ra?” sungut Hani sambil memayunkan bibirnya.Rara meringis, “Maaf. Tadi habis beres-beres di kamar,”

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 25: Sudah Berakhir

    Rara tidak bisa fokus. Pagi ini, dia akhirnya datang ke sidang Satrio dan Maya bersama Hani. Meski begitu, sejak awal masuk, pikirannya tidak terpusat pada mantan pacar dan sahabatnya itu. Pikirannya justru terngiang-ngiang pada percakapannya dengan Jefri semalam. Entah kenapa, ia jadi memiliki b

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 30: TIdak Apa-Apa

    “Eh, pelan-pelan, Ra!”Rara menaruh gelas di meja kemudian mengusap bibirnya yang basah. Wajahnya memerah malu. Bisa-bisanya ia langsung bereaksi karena mendengar nama Rachel saja!“Sekaget itu?” kikik Septa, “Muka kamu kayak tomat sekarang!”Rara seketika melotot ke pria di sebelahnya. Itu semua k

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status