Share

Bab 133

Author: Saggyryes
last update publish date: 2026-02-13 03:15:24

"Jadi?"

"Jadi apa, Yah?!" tanya Siska dengan suara sedikit parau.

"Apa kamu udah merasa lebih baik sekarang?!" tanya Satria lagi.

"Iya, udah baikkan kok, Yah."

Satria tersenyum kecil. "Baguslah! Selain itu, apa ada lagi yang ganggu pikiran kamu, sayang?!"

Siska mengangguk pelan.

Alis Satria saling terpaut. "Apa itu? Kuliah, atau mungkin.. Bastian?"

Ia mencoba menebak.

"Bastian, Ayah! Sejak kemarin, ia tidak bisa dihubungi," ucap Siska akhirnya.

Ia benar-benar tidak tahan akan perasaannya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nur Ajifa
yg hamil blm nikah malah mau keduluan Siska dan bastian
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 277

    "Kita jalanin aja dulu," jawab Siska, lembut. "Baiklah kalo itu mau kamu. Tapi satu hal yang harus kamu ingat. Aku di sini, bukan untuk lewat gitu aja."Siska menatap tangannya yang masih digenggam Johan sekilas, lalu kembali melihat wajah Johan."Beneran?” tanya Siska, memastikan. Johan mengangguk pelan. "Bener. Aku nggak main-main sama kamu, Sis.”Nada suaranya terdengar tenang, tapi terasa lebih dalam.Siska tersenyum kecil, meskipun masih ada sisa ragu di sana."Aku bakal hubungin kamu setiap harinya di kala luang. Dan nggak akan ngilang gitu aja."Siska sedikit menyipitkan mata. "Bener ya? Jangan PHP, loh."Johan tersenyum. "Iya. Aku nggak mau kamu nunggu tanpa kabar.""Janji?" tanya Siska. "Janji," jawab Johan.Siska mengangguk pelan."Dan aku bakal balik lagi ke sini," tambah Johan.Siska menoleh cepat. "Serius?""Iya. Aku pasti cari waktu buat ketemu sama kamu lagi," jawab Johan. Suaranya terdengar lembut. Siska terdiam sejenak, lalu tersenyum tipis. "Ya udah, aku tunggu."

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 276

    "Tuhan, pastinya," ucap Johan. Tatapannya terlihat lebih lembut sekarang.Siska terdiam sejenak. Dan memandang Johan lebih syahdu dari sebelumnya. "Kita nggak selalu ngerti kenapa sesuatu terjadi. Tapi kadang, semua kayak jalan yang terbentang dan sadar atau nggak, itu harus dilewatin."Suasana kembali hening sejenak. Siska menatap Johan lebih serius. Lalu perlahan, sudut bibirnya kembali terangkat."Kalau gitu, sekarang aku lagi ada di jalur yang cukup membingungkan dong," ucap Siska pelan. "Belum tentu membingungkan, bisa jadi kamu cuma masih baru dan dalam proses penyesuaian," jawab Johan.Siska tersenyum kecil. Kali ini terlihat lebih ringan. Tanpa sadar, ia mendekati Johan. Dan jarak mereka berdua kembali menipis."Jo…""Hm?""Makasih ya, udah mau jelasin dan mau nemenin aku malam ini," ucap Siska lagi. Kali ini jauh lebih tulus. Johan tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 275

    "Iya dong..," jawab Johan. "Kan partnernya udah pengalaman banget," lanjutnya. "Kenapa? Pengennya sama yang masih disegel?!" tanya Siska tanpa mengalihkan pandangannya. Johan terkekeh pelan. "Aku sih nggak masalah mau yang udah disegel apa belum. Yang penting orangnya, kamu."Siska terdiam sejenak. Kata-kata yang sama yang pernah diucapkan oleh Bastian, kini diucapkan juga oleh Johan. Dan dulu, dia jugalah yang mengambil keperjakaan Bastian. "Kayak udah template ya?" tanya Siska, seraya berbisik. Namun masih bisa terdengar oleh Johan. "Template?" tanya Johan, dengan kening berkerut. Siska menganggukkan kepalanya perlahan. Ia masih bersandar di bahu Johan, tapi kali ini matanya tidak lagi kosong seperti sebelumnya. Ada rasa ingin tahu yang pelan-pelan muncul.Ia mengangkat kepalanya sedikit, menatap Johan dari samping."Iya, soalnya ucapan kamu sama kayak mantan aku, Bastian."Johan menoleh ke arah Siska, ia menepuk jidatnya pelan. "Astaga! Disamain lagi," ucap Johan. Siska tida

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 274

    "Uhm.." renguh Siska. Setelah cukup lama menatap Johan dari depan kaca, Siska berbalik dan kini menghadapnya. Ia mulai mendekat dan memegang lembut wajah Johan dengan jari-jari tangannya. Tidak ada niat sedikitpun bagi Johan untuk menjauh dari Siska. Ia justru melihat lurus ke arah Siska dan sengaja membiarkan Siska melakukan apapun padanya. Siska mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Johan dan mencium lembut bibirnya. Johan menerimanya dengan baik. Ia malah memegangi kepala Siska dengan tangan kanannya dan menarik pinggang Siska dengan tangan kirinya agar tubuhnya semakin mendekat. Lalu ia menggiring tubuh Siska ke bawah pancuran air dan mengaturnya agar mengeluarkan air hangat yang pas di kulit mereka berdua. "Ahh.." ucap Siska saat air hangat menyentuh kulitnya yang dingin sejak tadi. Air hangat itu, kini mulai memenuhi ruangan, uap tipis perlahan naik dan memburamkan cermin besar di din

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 273

    "Hah..," Siska menghela nafas pelan. Ia memandang lurus ke depan. Lampu-lampu jalan memantul samar di kaca depan mobil, bergerak perlahan mengikuti laju kendaraan yang cukup stabil. Wajahnya terlihat tenang, tapi jelas bukan karena semuanya baik-baik saja. Tapi lebih seperti seseorang yang sedang menahan banyak tekanan sekaligus.Johan tidak berkata apa-apa. Tangannya tetap di kemudi, matanya fokus ke jalan. Tapi sesekali, ia melirik ke arah Siska. Ia sadar kapan harus diam. Dan malam ini, jelas bukan waktunya untuk bertanya.Mobil terus melaju tanpa arah yang jelas.Beberapa menit berlalu dalam keheningan. Siska akhirnya menoleh sedikit ke arah Johan. "Jo..""Hm?" tanya Johan. Ia langsung merespon, dengan suara yang dijaga untuk tetap tenang.Siska diam sebentar, seolah memilih kata yang cocok. "Kamu.. mau nggak nemenin aku malam ini?"Tidak ada nada manja dan juga tidak terdengar rapuh. Tapi cukup jelas kalau itu bukanlah permintaan biasa.Johan menoleh sekilas, lalu tersenyum ti

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 272

    "Udah," potong Siska.Ia bangkit dari duduknya. Tidak terburu-buru, tapi jelas ia tidak ingin tinggal lebih lama di sana. Ia mengambil tasnya."Aku rasa semua udah cukup jelas," ucap Siska. Bastian langsung ikut bangkit dari duduknya. "Beb, tolong jangan kayak gini. Kita masih bisa bicarain baik-baik.""Enggak perlu," jawab Siska singkat.Ia tidak menatap Alya lagi. Tidak juga menunggu tanggapan dari Bastian. Ia berjalan ke luar dari kafe. Dan Bastian menyusulnya. "Beb!" panggilnya.Pintu terbuka cukup lebar. Udara malam yang dingin langsung terasa masuk menembus kulit. Siska tetap berjalan tanpa memperdulikan panggilan Bastian. "Beb, tunggu dulu!" suara Bastian terdengar lebih keras sekarang.Namun langkah Siska tidak melambat.Sampai akhirnya, ia berhenti. Bukan karena Bastian. Tapi karena seseorang yang kini berdiri di hadapannya.Johan. Pria itu tampak sedikit terkejut melihat Siska, tapi tidak menunjukkannya."Kamu udah selesai?" tanyanya singkat.Siska menatapnya beberapa de

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 17

    "Salah?" Alis Andini saling terpaut."Salah di mana?" tanya Andini menyelidik. Satria mengangguk pelan. "Apa maksud Om?""Kamu adalah gadis yang cantik dan cerdas. Saya yakin kamu paham maksud saya dan memahami kondisi kita saat ini, An.""Kondisi apa yang Om maksud? Apa karena aku sahabat dari

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 9

    "Siska?" gumam Andini. Andini melihat ke arah pintu dan kembali menatap Satria. "Dia pasti nyari Om untuk ngajak sarapan." gumamnya lagi. Andini segera bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke arah meja rias untuk merapikan pakaian dan wajahnya.'Aku harus tenang. Siska nggak boleh tau apa yang

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 8

    "Om?!"Seketika Andini berbalik. Terkejut melihat Satria lah yang memeluknya. "Om mabuk?!" tanya Andini lagi sambil memegangi Satria yang sedikit limbung. Namun Satria tidak menjawabnya. Dia malah memandangi wajah Andini. "Kamu tumbuh jadi cantik, Andini!" ucap Satria. Pria mabuk itu tersenyum

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 11

    "An?" panggil Dila. "Iya Mbak, kenapa?"Andini menghentikan aktifitasnya di depan laptop. Dia memutar kursinya dan melihat ke arah Dila. "Aku titip ruangan sebentar ya, An. Pak Satria minta aku ke ruang SDM untuk ambil beberapa dokumen soalnya.""Siap Mbak.""Nanti, kalau ada yang kurang kamu pah

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status