Chapter: Bab 265"Akhirnya..," ucap Siska, saat ponselnya kembali bergetar.Ia melirik sekilas, lalu bergegas mengambilnya.Putri :Hotel Griya Dots, VIP Room 101. Tadi dia info, dia udah standby.Siska membaca pesan tanpa membalasnya. Ia bangkit dari duduknya tanpa banyak berpikir. Setelah itu, ia mengambil tas kecil. Memasukkan dompet dan ponsel. Tidak lupa ia mengambil kunci mobil.Ia keluar dari kamar dan menutup pintu seperti biasa. Pelan, tanpa suara.Perjalanan menuju hotel sangat lancar. Kini, Siska berdiri di depan kamar VIP nomor 110. Ia terdiam beberapa detik, namun ia yakin tadi pesan yang di kirim Putri 110. Iapun tidak ingin repot dan memastikannya kembali.Akhirnya, ia mengetuk pintu perlahan. Lalu, pintu sedikit terbuka.Siska langsung mengernyit. "Johan?"Pria di depannya sama terkejutnya. Hanya saja, Johan adalah orang yang dingin dan pendiam. Ia sangat pintar dan terbiasa mengatur ekspresinya tanpa sadar. Sehingga, hal itu tidak terlihat dari raut wajahnya yang terkesan tenang. "Iy
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: Bab 264"Hah.."Siska menghela napas, lalu bangkit dari duduknya. Ia berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Tanpa berpikir panjang, keran air dibuka. Suara air mengalir memenuhi ruangan, memecah keheningan yang sejak tadi seolah menekan."Mungkin perasaanku akan lebih baik setelah mandi nanti," ucap Siska pelan. Ia berdiri beberapa detik. Lalu, tangannya bergerak membuka laci kecil di samping wastafel. Ia mengambil botol aromaterapi yang biasa ia pakai dengan aroma lavender. Tutupnya dibuka, lalu beberapa tetes ia tuangkan ke dalam air yang mulai memenuhi bathtub.Aroma lembut itu perlahan menyebar.Ia menghirupnya dalam-dalam. Bahunya yang sejak tadi tegang, kini sedikit turun.Air terus mengalir. Siska akhirnya mulai membuka pakaiannya satu per satu secara perlahan. Seolah, setiap gerakan butuh waktu lebih lama dari biasanya. Setelah air di dalam bathtub cukup penuh, ia mematikan keran."Aku rasa cukup," ucapnya Beberapa detik ia hanya berdiri di pinggir, menatap air yang sed
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: Bab 263"Apa?" tanya Bastian. Ia jelas kaget dengan nada dan pilihan kata Siska. Itu bukan sekadar marah. Tapi itu adalah campuran dari rasa kecewa, terluka, dan kehilangan kepercayaan dalam waktu bersamaan."Beb, tenang dulu," jawabnya cepat, suaranya sedikit tertahan. "Nggak kayak gitu. Aku sama Alya nggak ada apa-apa sebelumnya. Kita baru kenal hari ini dan itupun karena project Keluarga An. Kejadian barusan itu cuma..."Siska tertawa kecil. Bukan karena lucu, tapi justru sebaliknya. Tawa yang tipis dan hambar."Barusan?" ulangnya pelan. "Dan kamu pikir itu bikin apa yang udah kamu lakuin sama Alya jadi lebih baik?"Bastian terdiam sesaat. Ia tahu, penjelasan seperti itu tidak akan terdengar meringankan di telinga siapa pun."Aku emang salah dan aku akui itu. Tapi bukan berarti aku main di belakang kamu, Beb. Aku nggak pernah berfikir jauh sampe seperti itu. Kamu yang paling tau gimana besarnya rasa cinta dan sayang aku ke kamu.""Cukup, Bas," ucap Siska. Ia kembali mengangkat tangan ka
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: Bab 262"Kamu benar-benar menarik," gumam Alya. Ia tidak benar-benar berhenti. Jarak yang sudah semakin tipis itu, perlahan mulai menghilang. Napas mereka saling bersentuhan lebih dulu. Hangat dan teratur. Tapi anehnya terasa semakin berat.Bastian masih diam sesaat. Tangannya tetap berada di bahu Alya. Seolah, ia ingin menahan atau mungkin justru memastikan jarak itu tidak berubah sama sekali. Dan saat Alya sedikit memiringkan wajahnya, bibir mereka akhirnya saling bersentuhan. Singkat, sangat singkat.Namun cukup untuk membuat Bastian membeku sepersekian detik.Melihat reaksi Bastian, Alya tidak langsung mundur. Justru sebaliknya. Ia kembali mendekat. Semakin dekat. Dan kali ini lebih pelan dan yakin. Yakin kalau Bastian tidak menolaknya. "Uhm..," renguh Alya. Bastian menarik napas dalam, tapi entah kenapa ia tidak langsung menjauh. Sebagai laki-laki normal, reaksi itu datang begitu saja. Ada dorongan halus yang sulit diabaikan. Apalagi dengan Alya yang berdiri sedekat itu, tanpa ragu,
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: Bab 261"Silahkan,"Pintu apartemen terbuka pelan. Bastian melangkah masuk lebih dulu, diikuti Alya di belakangnya.Ruangan itu tidak terlalu besar, tapi cukup tertata rapi. Aroma kopi samar masih tertinggal, bercampur dengan wangi sabun yang bersih. Lampu-lampu hangat membuat suasana terasa nyaman, tidak kaku seperti kantor."Nggak apa-apa nih, Mas?" tanya Alya dengan senyum sedikit menggoda. "Nggak apa-apa, masuk aja," ucap Bastian singkat sambil meletakkan kunci mobil di meja dekat pintu.Alya melangkah masuk perlahan, matanya langsung berkeliling. Ia memperhatikan setiap sudut. Mulai dari sofa, meja kerja kecil di pojok, sampai rak yang berisi kamera dan beberapa lensa."Kamu rapi banget sih, Mas..," gumamnya, nyaris seperti bicara sendiri."Biasa aja," jawab Bastian sambil membuka jaketnya.Alya berjalan pelan ke arah rak kamera. "Ini semua punya kamu, Mas?""Iya," jawab Bastian singkat.Sebenarnya, ia masih bingung dengan sikap Alya sekarang. Padahal, pagi tadi dia bilang belum pernah
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: Bab 260"Akhirnya..," gumam Bastian saat baru saja sampai kantor. Ia melihat jam di tangan sebelah kirinya. 'Untunglah nggak telat,' batinnya. Syukurlah perjalanan dari toko hingga ke kantor berjalan sangat lancar. Jadi, meski ia tadi sempat antar Alya, ia tidak telat sampai ke kantor. Bastian bergegas ke luar dari mobil, dan masuk ke dalam gedung Road Company. Setelah sampai di depan meja kerjanya, ia langsung mulai bekerja sesuai dengan ritme seperti biasanya.Hari itu cukup padat. Banyak pengecekan data terkait laporan keuangan mingguan dan akhir bulan yang harus segera ia serahkan kepada Direktur terkait. "Ini, Pak. Semua yang Bapak minta sudah saya print. Dan untuk dokumen soft copynya, sudah saya kirimkan ke email Bapak.""Oke, terima kasih Bas. Kamu memang orang yang selalu bisa diandalkan.""Sama-sama, Pak. Apa ada yang bisa saya bantu lagi, Pak? Kalo tidak, saya pamit kembali ke ruangan dulu.""Untuk saat ini cukup, Bas."Bastian menganggukkan kepalanya perlahan dan berbalik kem
Last Updated: 2026-04-18
Chapter: Bab 38 Ingatan"Hah..," Dina menghela nafas pelan. Ia masih memegang ponselnya beberapa detik setelah sambungan terputus. Layarnya sudah gelap, tapi pikirannya masih terus berputar. Ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Kepala yang tadi terasa penuh, ia coba kosongkan. Tapi sayangnya, itu tidak berhasil.Semua kembali muncul bagai video yang diputar. Satu per satu.Bukan hanya kenangan yang baik dan manis. Tapi semuanya. Tentang perselingkuhan Leo dengan Reina. Cara Leo memperlakukannya di rumah. Perubahan sikap yang awalnya halus, lalu jadi kasar. Kata-kata yang merendahkan. Tangan yang mulai ringan menyentuh bukan untuk sayang, tapi untuk menyakiti.Dina memejamkan matanya lagi dan menggeleng perlahan. "Bisa-bisanya aku mencintai laki-laki seperti kamu, Leo," gumamnya pelan. Ia masih ingat jelas bagaimana dirinya dulu mencoba bertahan. Menganggap semua itu sebuah fase yang harus dilewati. Menganggap Leo masih bisa berubah dan menjadi lebih baik nantinya. Sampai akhirnya ia
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: Bab 37 Ragu"Semakin bagus," gumam Laras. Beberapa bulan berlalu. Perubahan pada Dina tidak lagi halus, tapi sudah jauh jelas terlihat.Di kantor, ia tidak lagi berjalan setengah langkah di belakang Laras. Kini, ia sejajar. Bahkan dalam beberapa rapat, justru Dina yang membuka pembicaraan."Untuk kuartal ini, kita perlu perketat kontrol di distribusi. Kemarin sempat ada potensi kebocoran kecil, tapi sudah saya tutup," ujar Dina tenang.Ia berdiri di ujung meja rapat, tanpa melihat catatan.Andi mengangguk pelan. "Bagaimana solusinya?""Penambahan satu layer verifikasi manual. Nggak semua, hanya di titik rawan," jawab Dina."Efek ke waktu kerja, gimana?" tanya Wiwik."Ada tambahan, tapi masih dalam batas aman. Lebih baik sedikit lambat daripada kecolongan lagi," jawab Dina.Laras yang sejak tadi diam, akhirnya berbicara. "Jalankan sesuai dengan apa yang kamu simpulkan tadi," tegas Laras.Dina hanya menganggukkan kepalanya perlahan. "Siap, Bu."Kini, tidak ada lagi keraguan dalam dirinya. Siang i
Last Updated: 2026-04-18
Chapter: Bab 36 Langkah Baru"Gimana? Udah siap?" tanya Laras. "Udah, Bu.""Ya udah. Selesai sarapan, kita langsung ke kantor.""Iya, Bu."Beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit, Dina sudah mulai kembali ke kantor.Bukan untuk langsung bekerja secara penuh, tapi lebih ke proses pengenalan ulang. Dibantu oleh Laras dan Andi selaku pejabat sementara Direktur Operasional tentuny. Sesampainya mereka di kantor, Laras dan Dina langsung masuk ke ruangan Laras yang sudah lama tidak digunakan namun masih tetap dibersihkan setiap harinya. "Bu, hari ini aku mulai dari mana ya?" tanya Dina. Ia berdiri di depan meja kerja Laras. Tersirat jelas kebingungan dari wajahnya. Laras tidak langsung menjawab. Ia membuka tabletnya, melihat jadwal yang sudah ia susun."Untuk hari ini, kamu ikut Ibu ke ruang meeting kecil dulu," ucap Laras. "Pak Andi sudah Ibu minta siapkan materi dasar untuk kamu.""Baik, Bu."Laras menutup laptop dan bangkit dari duduknya. Mereka ke luar ruangan dan berjalan bersama menuju ruang meeting. Di
Last Updated: 2026-04-17
Chapter: Bab 35 Kembali ke Rumah"Iya, aku paham," jawab Laras. "Oh ya, terima kasih atas bantuan kamu beberapa waktu lalu karena udah bersedia datang ke kantor polisi untuk menjadi saksi," lanjutnya. "Sama-sama, Ras. Terus sekarang, kamu mau ke mana?" tanya Ferdi. "Ke kantin. Aku mau beli bubur untuk Dina." "Mau aku bantu pesankan?" tanya Ferdi lagi, menawarkan. Laras terdiam sejenak. Ia mencoba menimbang. "Nggak usah. Biar aku aja. Sekalian aku mau beli makanan untuk aku makan juga di ruangan." "Oh, baiklah kalo begitu." "Iya. Aku permisi dulu ya, Fer," kata Laras. "Iya. Hati-hati Ras." Laras kembali berjalan ke kantin. Ia tidak sadar kalau Ferdi masih terus memandangnya dari kejauhan. Memandang hingga punggungnya menjauh dan tak terlihat lagi. Di sisi lain, Laras justru teringat akan kepemilikan rumah yang selama ini ditempati Dina dan Leo. Dia mencoba mengeceknya kembali ke Wiwik saat ia baru saja sampai kantin dan memesan makanan. Beberapa lama setelah mengirim pesan, Wiwik menelpon.
Last Updated: 2026-04-16
Chapter: Bab 34 Perhatian"Sekarang?" tanyanya."Nggak harus hari ini, tapi secepatnya," jawab LarasDina menggelengkan kepalanya perlahan. "Aku belum yakin, Bu. Aku memang sudah ikut bekerja sama Ibu dari masih sekolah. Tapi, untuk menjadi seorang pemimpin kayaknya agak..,""Kamu pemegang saham mayoritas, Din. Dan posisi kamu emang udah seharusnya ada di sana."Dina terdiam. Ia tahu itu benar. Hanya saja untuk berasa di sana, dia tidak punya rasa percaya diri. Terlebih setelah tiga tahun bersama Leo. Harga diri dan kepercayaan terhadap dirinya sendiri sangat minim."Tapi aku masih..""Kamu nggak sendiri, sayang," lanjut Laras. "Ada Andi sebagai pelaksana tugas dan Ibu yang akan bantu kamu."Dina menatap Laras. Dari wajahnya tersirat keraguan yang tidak bisa dibilang wajar."Aku takut nggak bisa ngikutin Bu," ucapnya jujur."Makanya kamu belajar. Kamu nggak bisa begini terus. Kita mulai dari jabatan yang mudah dan sedang kosong," jawab Laras. Nada suaranya tidak keras, tapi tegas."Mulai dari mengikuti ritme y
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: Bab 33 Rencana Awal"Oke," jawab Laras. Ia menganggukkan kepalanya perlahan. "Kita serahkan semua prosesnya ke pihak yang berwenang."Ia menutup pulpennya. "Pastikan semua dokumen pendukung sudah lengkap dan siap jika diminta sewaktu-waktu," lanjut Laras. "Sudah kami siapkan semuanya," jawab Andi. "Termasuk kronologi dan audit trail."Wiwik menambahkan, "Aku juga udah koordinasi dengan tim legal. Mereka yang akan jadi penghubung resmi dengan penyidik.""Bagus," ucap Laras singkat.Ruang rapat kembali tenang setelah pembahasan dengan pihak kepolisian disepakati.Tidak ada lagi interupsi. Semua sudah berada di jalur yang jelas. Laras melihat sekeliling sekali lagi, memastikan tidak ada hal yang tertinggal."Baik, saya rasa seluruh agenda sudah kita bahas semua," ucap Laras. Ia menutup map di hadapannya dengan rapi."Kesimpulan rapat hari ini adalah, satu, pemberhentian Direktur Operasional telah diputuskan dan berlaku efektif per hari ini. Dua, penunjukan pelaksana tugas sementara Direktur Operasional a
Last Updated: 2026-04-15