مشاركة

157. CEO yang Menyamar

مؤلف: Almiftiafay
last update تاريخ النشر: 2026-02-17 19:55:14
Sekitar pukul tiga sore saat Brianna duduk di sofa yang ada di Aeterna. Ia tak sendiri, melainkan bersama dengan Leon yang baru saja pulang dari Alpenrose dan membawakan buket bunga besar untuknya.

Bunga itu tidak dirangkai menjadi satu dalam satu buket, melainkan dipisahkan tiap jenisnya dalam buket yang lebih kecil kemudian diikat menjadi satu dengan bunga-bunga yang lainnya.

Leon bilang, itu disebut sebagai buket omakase.

“Kamu tahu banyak tentang bunga, Leon,” kata Brianna, meletakkan set
Almiftiafay

hari ini update bab 157, 158 dan 159, harap sabar setiap bab punya jeda 10 menit yaa 🥰

| 9
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
Eva
Ke skak mat lagi sama anak cowok nih Daddy Leon wkwk
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   190. Daddy ... Oh, Daddy ....

    “Ka-kalau untuk itu ... Nona Eva bisa menanyakannya langsung pada Daddy,” jawab Ricky seraya menekuk lututnya untuk berlutut.“Memangnya Uncle tidak bisa menjawab?”“Bisa, tapi Daddy lebih pandai loh ....”“Benarkah?”Ricky mengangguk banyak-banyak. “Benar. Nona Eva bisa melihat ‘kan kalau Daddy bisa membuat banyak bayi? Sebelumnya Nona bersama Kakak Lion, yang kemarin Adik Leiden dan Adik Cassa.”Evangeline terlihat mengerutkan alisnya, seperti sedang menimbang ucapan Ricky sebelum ia menoleh pada Leon yang duduk di samping Brianna setelah mengambilkan kue untuknya.“Sepertinya Uncle Rick benar ....”Evangeline beranjak menuju pada Leon. Sementara Ricky mengembuskan napasnya dengan lega.“Hah ... selamat,” katanya. Ia selamat dari anak-anak cerdas Leon yang banyak ingin tahunya.Ia bangun dari berlututnya dan melihat sengitnya pandangan Leon dari kejauhan kala manik mereka bersirobok. Pria itu bersedekap seolah sedang mengatakan, ‘Ricky Nolan, apa yang kamu katakan pada anak gadisku?

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   189. Dalam Garis Takdir yang Menjanjikan Suka Cita

    Vienna, beberapa hari setelahnya …. Ini bukan yang pertama kali bagi Brianna datang ke RN Empire, tapi setiap kali ia lakukan, ia tak pernah bisa melepaskan pandangan dari lobinya yang megah. Ia tak menyangka Leon benar menepati janjinya untuk senantiasa berada di dekatnya. RN Empire yang berdiri di Vienna ini lah bukti bahwa ucapannya bisa dipercaya. Untuknya dan anak-anak, ia memindah sebagian besar pusat kerja dari Halden—Jerman—ke Austria. Pria itu pulang-pergi dari tempat kerjanya ke rumah sekitar setengah jam untuk dapat kembali ke mansion mereka yang tenang di tepi danau Stillensee. Bertahun-tahun ia lakukan tanpa mengeluh. “Mommy …,” panggil Evangeline dari samping kanannya yang membuat Brianna segera terjaga. “Iya, Sayang?” “Apakah kita akan menunggu Daddy di sini?” Brianna mengangguk, meminta anak-anaknya untuk menunggu di sofa lobi. Ia menoleh pada Lionel yang mendorong stroller si kembar Leiden dan Cassandra agar lebih dekat pada anak gadisnya yang mengusap lembut

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   188. Our Beautiful Anniversary

    Brianna tergemap, matanya bergetar karena jujur saja ... ia lupa. Ia lupa ini adalah hari anniversary mereka. “Kenapa?” tanya Leon sebab Brianna hanya bergeming. Hening yang diberikannya membuat embusan angin dari danau terasa lebih bising. “Kamu tidak ingat kalau ini adalah anniversary kita?” “Iya,” aku Brianna. “Memang lucu, Brie ... aku sering tidak ingat jadwal penting yang berulang kali dikatakan oleh Ricky. Tapi untukmu, hal sekecil apapun aku rasa tidak akan melupakannya.” “Maaf ....” “Untuk apa minta maaf?” Brianna menghela dalam napasnya, “Karena tidak ingat hari penting seperti ini, Leon.” Leon berdecak, ia menyentuh pucuk hidung Brianna sebelum mengambil liontin dari dalam kotak beludru merah yang ada di tangannya. “Melupakan pun juga tidak apa-apa, itu tidak akan membuatku kesal. Lebih banyak luka yang disebabkan olehku yang tertinggal di hatimu. Jangan merasa bersalah untuk hal seperti ini.” Leon bangun dari duduknya, ia berjalan mendekat pada Brianna

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   187. Hadiah untuk Nanti Malam

    Jantung Brianna seperti akan lepas. Resah memikirkan bagaimana jika Evangeline tiba-tiba membuka pintu dan menemukan ia dan Leon sedang melakukan …. “T-tidak, Sayang. Coba kamu cari Daddy di ruang olahraga,” kata Brianna sekenanya. Dalam hati meminta maaf karena terpaksa harus membohongi anak gadisnya itu. “Hm … baiklah, Mommy.” Setelah itu, tak terdengar lagi suara Evangeline. Sepertinya ia benar-benar pergi untuk melihat Leon di ruang olahraga. “Pintar sekali mencari alasan,” bisik Leon dari belakangnya. Kedua tangan besar pria itu liar menjelajah dan tiba di puncak kelembutan di dada Eveline. Menarik dan memainkannya seolah sengaja membuat Eveline semakin tak bisa membendung hasrat. “A-apa yang harus aku katakan memangnya? Kamu seperti ini, bagaimana kalau Eva masuk?” “Aku sudah mengunci pintunya tadi, Eva tidak mungkin masuk.” Sepasang manik hazel Brianna membeliak. Benar juga … Leon sudah mengunci pintunya tadi. Ia lupa. Tapi sensasi dari terpacunya adrenalin itulah ya

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   186. (++) Posisi Apa Ini?

    Entah sudah melakukannya berapa kali semalam sebab rasanya Brianna hampir pingsan. Dirinya berulang kali kalah tetapi Leon belum. Leon sebenarnya selesai beberapa kali juga, tetapi setiap Brianna melihatnya, bagian bawah milik prianya itu selalu saja masih segar bugar. Energinya tak kunjung habis bahkan saat Brianna sudah nyaris kehilangan daya. Pagi ini, ia membasuh tubuhnya di bawah guyuran shower hangat setelah bangun dan tak menjumpai Leon di dalam kamar. Lim—kepala pelayan di mansion—yang tadi masuk mengantar minuman untuknya mengatakan bahwa Leon sedang berjalan-jalan mendorong stroller Leiden dan Cassandra. Dan tentu saja dengan si kembar yang sudah pasti membuntuti ayahnya setiap pagi, Lionel dan Evangeline. Saat Lim masuk tadi, Brianna sangat malu. Ia masih duduk di atas ranjang, mengumpulkan nyawa yang belum sepenuhnya kembali dan Lim membereskan pakaian milik Leon yang berserakan di lantai. Brianna ingat tadi Lim mengatakan sesuatu seperti, ‘Pertarungannya sepertinya s

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   185. (++) Malam Gila di Ranjang Kita

    Brianna tak dapat menahan erangan kala mereka telah berpindah ke ranjang. Hampir dua bulan dalam pekan-pekan yang penuh dengan penantian berlalu hingga tiba pada hari ini. Rasa manis yang diberikan Leon tidak pernah berubah. Selalu membuat Brianna kosong setiap sentuhan itu menjelajah setiap inci tubuhnya. Meremang tubuhnya hingga kebas, memantik gairah dan hasrat setelah hari demi hari hanya dihabiskan dalam pelukan tanpa melewati batas. "Leon ...." Gumaman itu membumbung di udara saat Brianna meremas rambut hitam Leon yang kini sedang sibuk di puncak merah muda pada dadanya. Terpapar dirinya tanpa satu helai kain yang melindunginya. "Ahh ...." Pinggang Brianna menggeliat, sedetik kemudian tangan besar Leon merenggut dagunya dan mendaratkan kecupan panas. Pagutan kecilnya berubah menjadi candu kala lidah mereka saling berkelindan. Tanpa menarik dirinya dari Brianna, Leon melucuti pakaiannya sendiri. Dijatuhkannya ke lantai, bertumpuk dengan gaun tidur Brianna yang tela

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   119. Hidup, Tapi Mati

    Selagi Tuan Harlan terpaku atas permintaan anak lelakinya, Nyonya Susan sudah berlinang air mata. Di kursi yang ada di sebelah brankar tempat Leon berbaring, wanita itu menggenggam tangannya.“Maafkan Mama, Leon ....” ucap beliau. “Kalau tahu semuanya akan jadi seperti ini, Mama tidak akan pernah b

    last updateآخر تحديث : 2026-03-29
  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   121. Lionel Isaac, Evangeline Aurie

    Pemilik tangan kecil itu memiringkan kepalanya dengan heran saat suara pria yang ada di seberang telepon itu berujar, “Mommy?” “Benar. Bukankah Paman memanggil nama Mommy? Tapi, Paman siapa?” Sebelum suara pria itu menjawab, panggilan Nyonya Matilda terdengar dari luar. “Lionel? Ayo berangkat, Sa

    last updateآخر تحديث : 2026-03-29
  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   117. (++) Obsesi

    “Kenapa kamu tega sekali bilang begitu, Robert?!” tanya Lucia, nyaris menjerit dengan kedua tangan yang terkepal erat di samping kanan dan kiri pahanya. “Apa pantas kamu tanya seperti itu?” “Aku tanya setelah memikirkannya lebih dulu, Lucia!” Nada bicara Robert sama tingginya dengan wanita itu. I

    last updateآخر تحديث : 2026-03-29
  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   122. Sejak Saat Itu, Aku Berhenti Mengharapmu

    Brianna berusaha menjaga suaranya yang serak saat bertanya, “Apa … tidak ada cara lain, Dokter?” Dokter dengan name tag ‘Jade Hartley’ itu menarik napas pendek. Terlihat menata kata untuk menjelaskan secara singkat pada Brianna. “Kami memahami harapan Bu Brianna. Namun untuk kondisi ini, pengobata

    last updateآخر تحديث : 2026-03-29
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status