Share

157. CEO yang Menyamar

Author: Almiftiafay
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-17 19:55:14
Sekitar pukul tiga sore saat Brianna duduk di sofa yang ada di Aeterna. Ia tak sendiri, melainkan bersama dengan Leon yang baru saja pulang dari Alpenrose dan membawakan buket bunga besar untuknya.

Bunga itu tidak dirangkai menjadi satu dalam satu buket, melainkan dipisahkan tiap jenisnya dalam buket yang lebih kecil kemudian diikat menjadi satu dengan bunga-bunga yang lainnya.

Leon bilang, itu disebut sebagai buket omakase.

“Kamu tahu banyak tentang bunga, Leon,” kata Brianna, meletakkan set
Almiftiafay

hari ini update bab 157, 158 dan 159, harap sabar setiap bab punya jeda 10 menit yaa 🥰

| 9
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Eva
Ke skak mat lagi sama anak cowok nih Daddy Leon wkwk
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   189. Dalam Garis Takdir yang Menjanjikan Suka Cita

    Vienna, beberapa hari setelahnya …. Ini bukan yang pertama kali bagi Brianna datang ke RN Empire, tapi setiap kali ia lakukan, ia tak pernah bisa melepaskan pandangan dari lobinya yang megah. Ia tak menyangka Leon benar menepati janjinya untuk senantiasa berada di dekatnya. RN Empire yang berdiri di Vienna ini lah bukti bahwa ucapannya bisa dipercaya. Untuknya dan anak-anak, ia memindah sebagian besar pusat kerja dari Halden—Jerman—ke Austria. Pria itu pulang-pergi dari tempat kerjanya ke rumah sekitar setengah jam untuk dapat kembali ke mansion mereka yang tenang di tepi danau Stillensee. Bertahun-tahun ia lakukan tanpa mengeluh. “Mommy …,” panggil Evangeline dari samping kanannya yang membuat Brianna segera terjaga. “Iya, Sayang?” “Apakah kita akan menunggu Daddy di sini?” Brianna mengangguk, meminta anak-anaknya untuk menunggu di sofa lobi. Ia menoleh pada Lionel yang mendorong stroller si kembar Leiden dan Cassandra agar lebih dekat pada anak gadisnya yang mengusap lembut

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   188. Our Beautiful Anniversary

    Brianna tergemap, matanya bergetar karena jujur saja ... ia lupa. Ia lupa ini adalah hari anniversary mereka. “Kenapa?” tanya Leon sebab Brianna hanya bergeming. Hening yang diberikannya membuat embusan angin dari danau terasa lebih bising. “Kamu tidak ingat kalau ini adalah anniversary kita?” “Iya,” aku Brianna. “Memang lucu, Brie ... aku sering tidak ingat jadwal penting yang berulang kali dikatakan oleh Ricky. Tapi untukmu, hal sekecil apapun aku rasa tidak akan melupakannya.” “Maaf ....” “Untuk apa minta maaf?” Brianna menghela dalam napasnya, “Karena tidak ingat hari penting seperti ini, Leon.” Leon berdecak, ia menyentuh pucuk hidung Brianna sebelum mengambil liontin dari dalam kotak beludru merah yang ada di tangannya. “Melupakan pun juga tidak apa-apa, itu tidak akan membuatku kesal. Lebih banyak luka yang disebabkan olehku yang tertinggal di hatimu. Jangan merasa bersalah untuk hal seperti ini.” Leon bangun dari duduknya, ia berjalan mendekat pada Brianna

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   187. Hadiah untuk Nanti Malam

    Jantung Brianna seperti akan lepas. Resah memikirkan bagaimana jika Evangeline tiba-tiba membuka pintu dan menemukan ia dan Leon sedang melakukan …. “T-tidak, Sayang. Coba kamu cari Daddy di ruang olahraga,” kata Brianna sekenanya. Dalam hati meminta maaf karena terpaksa harus membohongi anak gadisnya itu. “Hm … baiklah, Mommy.” Setelah itu, tak terdengar lagi suara Evangeline. Sepertinya ia benar-benar pergi untuk melihat Leon di ruang olahraga. “Pintar sekali mencari alasan,” bisik Leon dari belakangnya. Kedua tangan besar pria itu liar menjelajah dan tiba di puncak kelembutan di dada Eveline. Menarik dan memainkannya seolah sengaja membuat Eveline semakin tak bisa membendung hasrat. “A-apa yang harus aku katakan memangnya? Kamu seperti ini, bagaimana kalau Eva masuk?” “Aku sudah mengunci pintunya tadi, Eva tidak mungkin masuk.” Sepasang manik hazel Brianna membeliak. Benar juga … Leon sudah mengunci pintunya tadi. Ia lupa. Tapi sensasi dari terpacunya adrenalin itulah ya

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   186. (++) Posisi Apa Ini?

    Entah sudah melakukannya berapa kali semalam sebab rasanya Brianna hampir pingsan. Dirinya berulang kali kalah tetapi Leon belum. Leon sebenarnya selesai beberapa kali juga, tetapi setiap Brianna melihatnya, bagian bawah milik prianya itu selalu saja masih segar bugar. Energinya tak kunjung habis bahkan saat Brianna sudah nyaris kehilangan daya. Pagi ini, ia membasuh tubuhnya di bawah guyuran shower hangat setelah bangun dan tak menjumpai Leon di dalam kamar. Lim—kepala pelayan di mansion—yang tadi masuk mengantar minuman untuknya mengatakan bahwa Leon sedang berjalan-jalan mendorong stroller Leiden dan Cassandra. Dan tentu saja dengan si kembar yang sudah pasti membuntuti ayahnya setiap pagi, Lionel dan Evangeline. Saat Lim masuk tadi, Brianna sangat malu. Ia masih duduk di atas ranjang, mengumpulkan nyawa yang belum sepenuhnya kembali dan Lim membereskan pakaian milik Leon yang berserakan di lantai. Brianna ingat tadi Lim mengatakan sesuatu seperti, ‘Pertarungannya sepertinya s

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   185. (++) Malam Gila di Ranjang Kita

    Brianna tak dapat menahan erangan kala mereka telah berpindah ke ranjang. Hampir dua bulan dalam pekan-pekan yang penuh dengan penantian berlalu hingga tiba pada hari ini. Rasa manis yang diberikan Leon tidak pernah berubah. Selalu membuat Brianna kosong setiap sentuhan itu menjelajah setiap inci tubuhnya. Meremang tubuhnya hingga kebas, memantik gairah dan hasrat setelah hari demi hari hanya dihabiskan dalam pelukan tanpa melewati batas. "Leon ...." Gumaman itu membumbung di udara saat Brianna meremas rambut hitam Leon yang kini sedang sibuk di puncak merah muda pada dadanya. Terpapar dirinya tanpa satu helai kain yang melindunginya. "Ahh ...." Pinggang Brianna menggeliat, sedetik kemudian tangan besar Leon merenggut dagunya dan mendaratkan kecupan panas. Pagutan kecilnya berubah menjadi candu kala lidah mereka saling berkelindan. Tanpa menarik dirinya dari Brianna, Leon melucuti pakaiannya sendiri. Dijatuhkannya ke lantai, bertumpuk dengan gaun tidur Brianna yang tela

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   184. (++) Aku Milikmu Malam Ini

    Dari hisapan atau ciuman yang panas. Dari remasan tangan dan lumatannya yang manis, entah berapa kali Brianna harus mengingatkan Leon bahwa mereka tak bisa melakukan sesuatu yang berlebihan untuk sementara waktu. Meski kadang sedikit di luar kendali, tapi Leon masih dapat menahannya. Brianna kerap membisikkan, 'Bersabarlah sebentar ... nanti kita bisa melakukannya kapanpun kamu mau.' Dari hari ke Minggu, waktu beranjak ke waktu yang tak disangka telah menumbuhkan si kembar kecil Leiden dan Cassandra yang sudah mulai teratur pola tidurnya. Leon pun juga sudah rutin pergi ke kantor, dan hari-hari Brianna akan diisi oleh kegiatannya yang menyenangkan. Mengantar Lionel dan Evangeline ke sekolah, pergi ke studio miliknya, atau sekadar menikmati udara sejuk di belakang mansion. Aah, seperti inikah hidup dalam damai yang didamba itu? Ia banyak-banyak mensyukurinya. Malam ini, Lionel dan Evangeline sudah tidur lebih cepat. Mereka sepertinya kelelahan setelah berlarian saling me

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   142. Tangis Tanpa Suara

    Wanita paruh baya itu kehilangan senyumnya. Tablet yang semula ada di pangkuannya jatuh ke lantai. Air matanya bermuara, menganak sungai, deras memerihkan. Ricky menoleh pada Kim yang berjalan pada Nyonya Susan dengan cepat, memeluk beliau yang tak mampu berteriak. Semua lukanya bertumpuk, seba

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   145. Hancurnya Sebuah Kebisuan

    Tuan Alastair bukanlah tipe orang yang suka menunda. Hanya sehari setelahnya, beliau telah menunjuk pengacara kepercayaan mereka. Mengurus kepergian ke Norwald, kampung halaman sang Ibu yang baru diketahui Brianna ke mana tujuan mereka beberapa saat sebelum mereka bertandang. Sebelumnya mereka tel

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   141. Sampai Waktu yang Tidak Bisa Ditentukan

    Petang itu, Leon dibawa kembali ke rumah sakit. Untuk kali kedua, dokter menyatakan bahwa dirinya kembali koma.Akumulasi lelah yang diabaikan membuat tubuhnya yang baru saja bangun dari koma panjang kehilangan sebagian fungsi organ.Stres berat yang dialaminya, kurangnya tidur berhari-hari, dan fi

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   146. Begini Caraku Melanjutkan Hidup

    “Ayo pulang!” ajak Tuan Alastair kala Brianna masih berkutat dengan air matanya.Beliau melepas Brianna dari dekapannya, meraih payung hitam yang baru saja dilemparkannya begitu saja. Menggunakannya untuk menaungi Brianna saat mereka beranjak meninggalkan halte.Dari sudut mata Brianna, ia melihat

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status