LOGINSatta Elena—gadis cantik yang bekerja sebagai salah satu pelayan di sebuah istana Alderaan, menemukan sosok pria misterius di dalam sebuah ruang bawah tanah yang terletak di gudang tua. Matanya membulat ketika tahu jika pria yang ditemuinya sangat mengerikan. Konon, pria bernama Allard itu dikutuk oleh Beastmen jahat penguasa hutan larangan yang berada tak jauh dari istana. “Jangan mendekat! Aroma tubuhmu bisa membuatku sulit untuk mengendalikan diri, Nona!” “Tapi aku ingin menjadi temanmu ….” “Kau yang telah memancingku untuk melakukan lebih pada tubuhmu, jadi … jangan pernah salahkan aku!”
View MoreAngin malam berembus perlahan, membawa aroma kelopak bunga mawar dan melati yang tumbuh di taman bawah. Di dalam kamar yang tenang itu, Allard tidak langsung memejamkan mata. Ia berbaring miring, menopang kepalanya dengan satu tangan sambil memperhatikan wajah Satta yang tampak bercahaya di bawah temaram lampu minyak. Waktu seolah melambat. Allard teringat hari-hari ketika ia hanya mengenal logam pedang dan derap kaki kuda. Ia ingat betapa dingin hatinya dulu, hingga wanita di depannya ini datang dan mencairkan segala kebekuan itu. "Kenapa kau menatapku seperti itu?" Satta bertanya dengan suara lirih, matanya masih terpejam namun sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis. Allard mengulurkan tangannya, membelai pipi Satta yang masih terasa selembut sutra. "Aku hanya sedang menghitung keberuntunganku, Elena. Jika dulu aku tidak memilih untuk membawamu bersamaku, mungkin hari ini aku hanyalah seorang raja tua yang kesepian di atas takhta berdarah." Satta membuka matanya, m
Sepuluh tahun telah berlalu sejak ekspedisi terakhir Allard ke perbatasan utara. Kini, Alderaan tidak lagi membutuhkan pedang yang terhunus untuk menjaga kedaulatannya. "Sang Gagak" yang dulu menjadi ancaman terakhir, akhirnya luruh bukan karena kekuatan zirah, melainkan karena pengikutnya yang satu demi satu meletakkan senjata, memilih untuk pulang ke rumah-rumah kayu yang hangat dan ladang gandum yang kuning keemasan yang disediakan oleh Sang Singa.Kedamaian di Alderaan bukan lagi sebuah jeda di antara dua perang, melainkan sebuah cara hidup yang mengakar.Cahaya matahari pagi yang lembut membasuh bukit di pinggiran ibu kota. Di sana, sebuah vila kayu yang sederhana namun elegan berdiri, jauh dari hiruk-pikuk urusan birokrasi istana yang kini telah diserahkan sebagian besar kepada Abraham.Allard berdiri di depan jendela besar, tangannya yang kini memiliki beberapa garis kerutan tambahan tetap terasa kuat saat ia menggenggam cangkir keramik berisi teh melati. Di hadapannya, hampara
Tujuh tahun telah berlalu sejak malam di mana api melahap menara tinggi Alderaan dan darah Zehewa meresap ke bumi. Alderaan yang sekarang bukan lagi sekadar kerajaan yang pulih, melainkan sebuah simfoni kemakmuran yang dibangun dari abu. Istana baru telah berdiri—tidak lagi angkuh dan terisolasi seperti benteng lama, melainkan lebih terbuka, dengan taman-taman yang menghubungkan kediaman raja langsung dengan alun-alun rakyat, melambangkan filosofi Allard: raja adalah akar, dan rakyat adalah daunnya.Di tengah taman istana, pohon *Ginkgo* yang legendaris itu masih berdiri. Meskipun separuh batangnya memiliki bekas luka bakar permanen, daun-daunnya tumbuh lebih rimbun dan lebih kuning keemasan daripada sebelumnya. Pohon itu menjadi saksi bisu dari dua pangeran yang kini sedang berlatih tanding di bawah naungannya.Abraham, yang kini berusia dua belas tahun, telah tumbuh menjadi pemuda yang ramping namun berotot, dengan ketenangan seorang jenderal. Sementara itu, Ares, si "anak api" yang
Asap hitam membumbung tinggi, mencabik langit malam Alderaan yang kini berwarna merah kesumat. Di tengah taman yang biasanya menjadi tempat ketenangan, kini berubah menjadi teater maut. Allard berdiri kokoh, kakinya berpijak pada bumi yang bergetar akibat rentetan ledakan di menara mesiu. Darah pengkhianat mengalir di sepanjang bilah pedang peraknya, menetes pelan ke atas rumput yang menghitam karena abu.Di belakangnya, perjuangan hidup dan mati yang berbeda sedang berlangsung. Satta terbaring di atas hamparan kain darurat di bawah perlindungan akar pohon Ginkgo yang agung. Erangannya memecah suara denting senjata. Para bidan bekerja dengan tangan gemetar, mencoba membawa sebuah nyawa ke dunia di saat kematian sedang menari-nari di sekeliling mereka."Satu dorongan lagi, Yang Mulia! Bertahanlah!" suara bidan itu tenggelam dalam dentuman reruntuhan istana.Allard tidak menoleh. Ia tidak boleh menoleh. Di depannya, dari balik kabut asap, sosok yang seharusnya sudah habis ditelan api mu
Sore ini, Satta bertugas memasak untuk Kaisar serta Permaisuri. Di saat kedua tangannya begitu piawai memainkan gagang pisau, tiba-tiba pikirannya melambung pada sosok Allard. Sejurus kemudian, gadis itu melihat ke segala penjuru ruangan. Tidak ada orang selain dirinya. Gadis itu kemudian d
Saat sosok bergaun ungu tua melangkah turun tangga, Allard segera meniup cahaya dari korek api yang masih menyala, hingga kegelapan kembali menerpa ruangan yang begitu lembab dan beraroma besi karat.“Besok kaisar akan menemuimu. Jangan banyak tingkah!” sergahnya. Betul sekali—dia adalah Viona—Perm
Mendengar kata-kata lirih tersebut, sontak membuat Satta melangkah lebih dekat, jantungnya berdegup kencang di balik tulang-tulang rusuknya. Gadis itu kemudian meletakkan ember yang berisi air dan makanan di lantai dekat kaki sosok tersebut, lalu dengan hati-hati menjauhkan korek api agar tidak men
“Satta, sebaiknya kau cepat buang makanan ini ke belakang gudang, sebelum Permaisuri tahu.“Satta, seorang putri dari salah satu pelayan di istana Alderaan mengerutkan dahi. “Bagaimana Kalau besok pagi saja, Bu. Ini sudah larut malam, aku takut kalau harus ke belakang sendirian. Apalagi gudang yang


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore