Home / Romansa / Sepanas Belaian Mantan Kekasihku / 16. Duduk Saling Berhimpit

Share

16. Duduk Saling Berhimpit

Author: Almiftiafay
last update Last Updated: 2025-12-13 13:46:25
Setelah kalimat-kalimat itu terucap, Brianna menarik tangannya dari cengkeraman Leon.

Suasana mendadak tegang, atmosfer di sekitar mereka menjadi dingin.

Celetukan lirih terdengar dari para anggota tim yang mempertanyakan, “Pak Leon dan Bu Brianna itu sebenarnya sedang bertengkar atau flirting?”

“Terdengar seperti mereka tidak ingin satu sama lain terluka.”

‘Flirting kakiku!’ sahut Brianna dalam hati. Dengus napasnya terdengar kasar.

Sementara mereka terdiam setelah Leon melemparkan pandangan yang menusuk sehingga mereka saling sikut, menunduk dan berpura-pura sibuk dengan peralatan masing-masing.

Brianna menatap Leon, maniknya menghangat akibat menahan marah dan sakit hati. Kalimat yang dikatakan oleh Leon itu seolah dirinya tidak pernah bersalah, padahal ia lah yang egois.

Brianna lebih dulu melangkah, melewati Leon dengan diikuti oleh yang lainnya yang memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Sekitar seratus meter dari jembatan gantung mereka menemukan check point pertama. L
Almiftiafay

tengah malam di sono, beneran kek hantu penunggu vila 😂😂😂😂

| 7
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Eva
Dimana mana pasti ada si Leon, dimanapun dan kapanpun
goodnovel comment avatar
Christy Lino
Melon cosplay jd hantu penunggu villa ckckckck ......
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   61. Sepucuk Mawar Rapuh

    Di dalam kamar rawatnya, Fiona duduk dengan mata yang tertuju pada jendela. Di mana di sana ia bisa melihat gugusan mawar yang sedang mekar.Merah, indah dan sangat cantik.Berdiri dengan tangkainya sendiri, kuat dan tegar meski buliran gerimis jatuh pada siang kelabu ini.Fiona rasa … itu jauh berbeda dengan dirinya yang lemah dan selalu menjadi beban siapapun.Kunjungan dari dokter beberapa saat yang lalu membuatnya sejenak merenung. Meski kondisinya dinyatakan stabil, akankah ke depannya akan terus demikian?Sekalipun tampak berhasil, sejauh yang pernah Fiona baca, kemungkinan pendarahan ulang dan penyempitan pembuluh otak pasca operasi tetap bisa terjadi. Dan buruknya, itu akan membuat dirinya semakin rapuh.Saat itu ia berpikir, mati mungkin lebih ramah daripada harus terus membebani bahu orang di sekitarnya, terutama Leon dan keluarga Ronan.“Selamat siang,” sapa sebuah suara pria yang membuat Fiona bangun dari lamunannya.Saat ia menoleh, ia melihat Ricky yang menunduk dan ters

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   60. Ciuman Tak Tertahankan

    Jika tak ingat ada Katie bersamanya, Brianna sudah pasti akan berteriak.Ia berjalan meninggalkan kamar seraya menjawab, “Iya.”Langkahnya ia buat sepelan mungkin agar tak menimbulkan gema. Brianna lebih dulu mengintip melalui jendela dan memastikan Leon memang benar di depan rumahnya.Pria itu di sana, berdiri menyandarkan dirinya di pintu sedan, memasukkan ponsel ke dalam saku coat panjang yang ia kenakan.Saat Brianna keluar dan menghampirinya, Leon menegakkan punggungnya.“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Brianna setelah berhenti dan bersilang pandangan dengannya.“Ingin bertemu denganmu saja.”“Ini sudah sangat malam.”“Lalu kenapa?” Salah satu alisnya terangkat, seolah tak peduli dengan apapun larangan Brianna. “Apa aku tidak boleh menemui pacarku sendiri?”Brianna mendengus dan bersedekap, “Aku tidak ingin bertengkar denganmu, Leon.”“Sama.”Tawa lirihnya terdengar sebelum pandanganya turun, mengamati Brianna dan bertanya, “Kamu maasih belum tidur?”“Belum.”“Kenapa?”Bria

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   59. Hasrat Ingin Bertemu

    Leon menoleh ke arah ranjang rawat Fiona. Ia baru saja melihat ada gerakan sehingga bergegas untuk ke sana.Fiona telah membuka matanya, menatapnya dengan sayu dan terlihat mencerna situasi, barangkali mempertanyakan di mana ia berada sekarang.“Kamu sudah sadar?”“Kak Leon ….” sapanya, nyaris tak terdengar.“Iya. Aku di sini, Fiona.”Leon menekan tombol panggil yang ada di atas meja. Tak lama kemudian dokter datang bersama dengan beberapa orang perawat.Mereka memeriksa keadaan Fiona. Dokter pria berkacamata itu tampak mengangguk beberapa kali sebelum memandang Leon dengan tersenyum.“Kondisi Nona Fiona sudah cukup stabil. Untuk melihat apakah fungsi vitalnya membaik, kami harus terus mengawasinya, Pak Leon,” terang beliau. “Beberapa hari ke depan tetap penting untuk memastikan tidak ada komplikasi lanjutan. Jadi kami meminta agar keluarga menjenguk secara bergantian.”Leon mengangguk tak keberatan.“Baik. Terima kasih, Dokter.”Dokter kemudian pergi bersama dengan para perawat. Meni

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   58. Bekas Gigitan di Bibirnya

    “Wah—hampir saja,” celetuk suara dari belakang Leon. Disahut oleh celotehan lain yang menyebut bahwa Brianna dan Leon nyaris saja saling membenturkan bibir. “T-terima kasih,” ucap Brianna saat Leon mengendurkan rengkuhannya dan menyisih. Pria itu mengamatinya, menatap Brianna dan Katie bergantian sebelum bertanya, “Apa yang kalian lakukan?” “Tidak ada!” Brianna dan Katie menjawab secara kompak. “Hanya … hiburan pagi sebelum kerja saja, Pak Leon,” kata Brianna, mengatakan apapun yang ada di pikirannya. “A-apa yang Anda lakukan di sini?” Brianna mengangkat wajah setelah beberapa saat tertunduk, Pandangannya jatuh pada bibir bawah Leon yang biru di bagian bawahnya. Bekas luka robek setelah Brianna menggigitnya kuat-kuat semalam. “Mau bertemu kepala cabang,” jawab Leon. “Selamat pagi.” Kepala cabang yang baru saja disebutkan muncul dari belakang Leon. Pria itu meminta maaf karena sedikit terlambat dan membawa Leon untuk ikut dengan beliau. Leon tak serta merta pergi. Iris birun

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   57. Ciuman Pria Asing

    Awalnya, Brianna berpikir akan membiarkan penguntit itu pergi. Tapi saat bibir asing itu menekan pipinya, ia tersentak bangun. Secara spontan menghantamkan sikunya, meraba apa saja untuk melawan. Ponsel miliknya ia lempar pada penguntit itu. Seorang pria, yang dalam remang cahaya, Brianna tak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Selain itu, pria tersebut telah mengenakan masker hitamnya tepat sebelum Brianna melakukan serangan. Brianna beranjak turun dari tempat tidur, mencakar wajah si penguntit agar masker yang melindunginya robek. Tapi tidak berhasil. Pria itu menghindar, di matanya ada kekalutan tetapi juga bersemburat rasa senang, seakan ia menikmati waktu di mana Brianna menyadari keberadaannya. “Siapa kamu?!” jerit Brianna, mengejarnya yang dengan sangat lincah keluar dengan cara melompati jendela. Berlari menjauh hingga jarak pandang memisahkan. Napas Brianna terengah, ia duduk merosot di lantai setelah tangannya tak berhasil meraih sandaran kursi. “BRIANNA!” Seruan i

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   56. Perselingkuhan di Hotel

    “Robert?!”Sepasang iris biru Leon tampak penuh kebingungan. Entah ia sedang bersungguh-sungguh, atau ini hanya sebatas kepura-puraannya.Dari raut wajahnya, ekspresi bingung itu lambat laun berubah. Leon terlihat mempertimbangkan sesuatu, seakan ia telah menemukan apa yang selama ini ia cari.Dan tentu saja, Brianna tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya.Pria itu terus melihat lembar demi lembar foto di tangannya sebelum dorongan napasnya terdengar.Gumamannya terdengar lirih saat mengatakan, “Brengsek ….”“Itu foto kalian lima tahun yang lalu, Leon! Berhentilah mengatakan aku egois mulai sekarang!” kata Brianna. “Kamulah yang selama ini egois. Kamu katakan semua janji manis untukku tapi pergi dengan Fiona.”Tawa Leon terdengar, mengiringi diletakkannya foto itu. Ia menyandarkan punggungnya dan memandang Brianna.“Kamu yang meninggalkanku setelah orang tuamu mengatakan kalau aku tidak setara dengan keluarga kalian, Brianna!” balas Leon.“Ya?!”“Nomormu tidak bisa dihubungi setelah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status