Startseite / Romansa / Sepanas Belaian Mantan Kekasihku / 58. Bekas Gigitan di Bibirnya

Teilen

58. Bekas Gigitan di Bibirnya

last update Zuletzt aktualisiert: 02.01.2026 14:02:09
“Wah—hampir saja,” celetuk suara dari belakang Leon.

Disahut oleh celotehan lain yang menyebut bahwa Brianna dan Leon nyaris saja saling membenturkan bibir.

“T-terima kasih,” ucap Brianna saat Leon mengendurkan rengkuhannya dan menyisih.

Pria itu mengamatinya, menatap Brianna dan Katie bergantian sebelum bertanya, “Apa yang kalian lakukan?”

“Tidak ada!” Brianna dan Katie menjawab secara kompak.

“Hanya … hiburan pagi sebelum kerja saja, Pak Leon,” kata Brianna, mengatakan apapun yang ada di pikirannya.

“A-apa yang Anda lakukan di sini?” Brianna mengangkat wajah setelah beberapa saat tertunduk,

Pandangannya jatuh pada bibir bawah Leon yang biru di bagian bawahnya. Bekas luka robek setelah Brianna menggigitnya kuat-kuat semalam.

“Mau bertemu kepala cabang,” jawab Leon.

“Selamat pagi.”

Kepala cabang yang baru saja disebutkan muncul dari belakang Leon.

Pria itu meminta maaf karena sedikit terlambat dan membawa Leon untuk ikut dengan beliau.

Leon tak serta merta pergi. Iris birun
Almiftiafay

sedikit demi sedikit lama-lama kita kawin lagi 😁🥰🥰 banyak yang suka, Thor akan kasih lagi nanti 😁😁

| 11
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (4)
goodnovel comment avatar
Tyo Inginsetia
kayak nya briel hamil ya Thor ..... semoga saja dan cepat nikah sama Leon
goodnovel comment avatar
Aya Melodi Agrifina
eh apa apaan ini,koq Brie bisa bgitu??? eeehh lupa kan Nina ninunya nggak pernah pake pengaman hahahha.... perslengkian yg disetujui sih ini mah wkwkkwwkwk
goodnovel comment avatar
Siti Hayatul Amalia
Andre kayaknya si stalker, coba cari ke kantor Leon Brie.
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   68. Kecupan Basah di Leher

    “T-tidak di sini, Leon,” cegah Brianna dengan cepat.Ia menjauhkan kepalanya agar Leon tak terus memberi ciuman. Bagaimanapun, mereka sedang ada di luar ruangan sekarang.“Jadi?”Brianna menoleh ke belakang. Hanya sepersekian milimeter yang membuat hidung mereka nyaris bersinggungan.“A-ada yang ingin aku tanyakan,” kata Brianna, menahan diri agar tak tenggelam dalam pesona iris biru Leon yang tampak sangat berkilauan.“Apa?”“Sejak malam itu, kamu masih belum menjawab pertanyaanku soal siapa Fiona, dan kenapa kamu bilang kalau dia bukan selingkuhanmu dulu?”Harusnya Leon ingat, sejak di hotel, kemudian pada pertemuan mereka di depan rumahnya malam itu, Leon masih belum memberinya kejelasan.“Bisakah sekarang kamu hanya memikirkan kita berdua saja? Aku membawamu sejauh ini tidak untuk membicarakan orang lain, Brie ....”Bibir Leon mendarat ringan di pipi Brianna. Tangannya berpindah ke sekitar pinggul, dan sedikit memberi dorongan saat berujar, “Ayo keluar dulu, kamu kedinginan.”Bria

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   67. Bikini

    Brianna meremas kimono yang ia kenakan saat mendengar itu. Sementara Leon kembali ke dalam kolam renang, menunggunya di dekat tangga turun yang ada di dalam air.“Tidak mau?” tanya Leon, kedua alisnya terangkat untuk beberapa detik.Serupa godaan yang merayu Brianna untuk segera menyusulnya.Brianna tak menjawab. Ia perlahan menguraikan ikatan yang ada di pinggangnya, membukanya dan meletakkannya di kursi malas sebelum melangkahkan kakinya dengan hati-hati pada anak tangga.Ia berpegangan pada tangan Leon yang terulur ke depan, seakan memastikan Brianna akan aman bersamanya.Air kolam yang sejuk menyapa. Dari sebatas pergelangan kaki, memenuhi betis hingga ke lututnya. Leon menangkap pinggangnya dengan cepat, memastikan Brianna tetap berada di permukaan sehingga ia bisa bernapas dengan leluasa.“Jangan panik,” kata Leon.Mengisyaratkan pada Brianna agar ia tetap rileks dan mengatur napasnya.Brianna menurutinya. Ia menghela dan membuang napasnya secara teratur. Tangannya yang semula m

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   66. Kencan Rahasia

    Brianna bersama Katie beberapa kali menunggu hingga larut malam agar dapat melihat siapa yang tinggal di seberang jalan. Tapi seperti tahu kedatangannya sangat dinantikan, tak satupun kemunculan yang didapati oleh Brianna maupun Katie. Hari ini, Brianna berpesan pada Katie untuk berhati-hati di rumah. Bahkan menyarankannya untuk pergi ke apartemen anak buahnya yang lain karena Brianna tidak akan pulang sampai hari minggu. Brianna beralasan ada pekerjaan yang harus ia selesaikan, padahal ia pergi dengan Leon sejak pagi. Seperti yang telah mereka sepakati sebelumnya, menuju ke vila yang dulu pernah mereka datangi dalam kegiatan team building. Gemuruh terus bermunculan di dada Brianna sepanjang perjalanan hingga saat mereka tiba di sana. Gerbang tinggi dan halamannya yang luas menyambut. Saat keluar dari mobil dan berjalan bersama Leon, Brianna tak bisa menggambarkan seberantakan apa detak jantungnya. “Ayo!” ajak Leon, mengisyaratkan dengan matanya agar mereka masuk. Suasananya sa

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   65. Kebenaran Bersekat Tipis

    Meninggalkan ruang kerja Leon, jantung Brianna berdebar kencang. Panas menjalari tengkuknya dengan hanya membayangkan apa yang akan terjadi di vila itu nanti. ‘Tapi kalau dengan Leon, bukankah sudah pasti kami akan….’ Ia berhenti membatin, mengipasi wajah setibanya di dalam mobil. Perihal bertemu di vila, Brianna setuju akan hal itu. Ia antusias bukan hanya tentang project baru yang ke depannya akan ditanganinya lagi bersama dengan Arcadia, tapi juga karena ia merasa akan memiliki lebih banyak waktu bersama dengan Leon. Saat yang tepat untuk menanyakan apapun yang ingin diketahuinya. Berkendara menjauh dari RN Empire, Brianna menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah toko bakery. Ada kue yang dijual musiman dan kebetulan Brianna sangat ingin makan manis sekarang ini. Baru setelah itu, ia menuju ke rumah. Setibanya di sana, Katie dijumpainya juga baru datang. Temannya itu keluar dari mobil dan memandang Brianna yang membawa dua kotak kue. “Aku pikir kamu sudah pulang dari tadi, B

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   64. Rengkuhan Hangat di Lorong Senyap

    “Kamu—apa yang kamu lakukan, Leon?!” Brianna melebar kedua matanya, mendorong Leon agar membebaskannya karena mereka berada di tempat yang … ‘rawan.’ Jika ada yang melihat mereka berduaan di tempat sepi seperti ini, apa yang akan terjadi? Tapi sekalipun Brianna memberontak, tapi Leon tetap menghalangi jalannya. Tak seinci pun beranjak sehingga secara praktis Brianna tetap terperangkap di sana. “Kamu sudah gila?!” Hanya ditanggapi dengan mengangkat salah satu alisnya saja. Brianna menjauhkan tangannya dari dada Leon, mengembuskan napasnya dan memutar kedua bola matanya dengan malas. Seberapa kuat usahanya mencoba melarikan diri, itu tak akan berhasil. “Sejak kapan kamu di sini?” tanya Brianna. “Baru saja, melihat kamu dan menunggumu lewat.” “Padahal aku hampir bertemu dengan orang yang parfumnya mirip dengan penguntit itu, Leon. Tapi gara-gara kamu aku malah kehilangan jejak.” Alis lebat Leon berkerut dengan cepat, “Penguntit itu di sini?” “Hanya dugaanku. Wangi parfum meman

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   63. Wangi Itu? Tercium di RN Empire

    Di kantor Arcadia, Brianna memandang ponselnya yang berulang kali bergetar karena ada panggilan dari Robert. Meski nomornya tidak disimpan, tapi ia bisa mengenalinya dengan jelas. Brianna mengabaikannya, memilih untuk membaca laporan uji struktural yang kemarin diserahkan oleh tim lapangan melalui Katie. Hasilnya sekali lagi sangat memuaskan. Keseragaman angka yang tertera di sana membuat Brianna mengangguk penuh rasa senang. “Waktunya pergi ke RNE, Bu project manager,” ucap Katie yang berhenti di seberang meja. “Jangan terlambat, anak-anak yang lain sudah aku beri tahu untuk berangkat tadi.” “Iya,” jawab Brianna kemudian menutup laptopnya. Ia simpan terlebih dahulu lalu menghadap pada cermin kecil yang ada di samping monitor, membubuhkan kembali lipstik di bibirnya. “Kamu cantik seperti biasa,” puji Katie sebelum Brianna meninggalkan kursinya. Meraih paper bag berisikan mantel milik Leon yang malam itu diletakkan di punggungnya. “Kenapa harus dikembalikan?” Katie bertanya saa

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status