Share

96. Pengasingan

Penulis: Almiftiafay
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-20 18:01:40

Tempat yang dituju oleh Brianna sangat jauh dari vila milik Leon yang kapan hari didatanginya. Sebuah bangunan yang ukurannya jauh lebih kecil, dengan beberapa penjaga dan pelayan yang berada di sana.

Lokasinya ada di dekat pantai, jauh dari vila-vila atau penginapan lain yang dijumpai Brianna selama perjalanan. Dengan diantar oleh Leon sendiri, mereka tiba di sana sekitar pukul tiga dini hari setelah Ricky memastikan tidak ada yang mengikuti mereka.

Aroma asin yang dibawa oleh angin malam menyinggahi indera pembaunya saat ia keluar.

Senyum Leon yang terlihat dari cahaya lampu justru menekan dadanya lebih dalam. Meski pria itu seakan sedang memastikan Brianna akan baik-baik saja di sini, tapi jauh di dalam hati ... Brianna merasakan kehampaan.

Ombak terdengar samar di kejauhan, datang dan pergi.

Pintu berdaun dua berukir itu menyambutnya, lantai marmernya memantulkan gema langkahnya yang melintasi ruangan demi ruangan.

Brianna memandang sebuah koper kecil berisikan pakaiannya dari Leo
Almiftiafay

Thor akan tambahin bab Pak Leon ngamok kalau banyak yang komen xixixix.... mau lanjut? tunggu like vote dan ulasan bintang lima di depan 😁😁 ☝🏻 terima kasih sudah membaca ya akak semuanya 🤗😘

| 9
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Nindry Ayangcrut
ya harus ngamuk pak leon.. harus melindungi brie dan babynya
goodnovel comment avatar
Siti Hayatul Amalia
Kenapa Brie ga kasih tau kalau Andrew yg jadi penguntit, biar bisa lgsg ditindak sm Leon. Kayaknya kado dr Brie juga kayaknya belum dibuka apa masih ketinggalan di mobil? Semangat Brie, mana lg hamil, hormon biasanya bikin sensi
goodnovel comment avatar
Aya Melodi Agrifina
ngamuk Leon ngamuk..... marahin semua orng,apalagi itu si dower,dia dalang dibalik kerusuhan ini
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   96. Pengasingan

    Tempat yang dituju oleh Brianna sangat jauh dari vila milik Leon yang kapan hari didatanginya. Sebuah bangunan yang ukurannya jauh lebih kecil, dengan beberapa penjaga dan pelayan yang berada di sana.Lokasinya ada di dekat pantai, jauh dari vila-vila atau penginapan lain yang dijumpai Brianna selama perjalanan. Dengan diantar oleh Leon sendiri, mereka tiba di sana sekitar pukul tiga dini hari setelah Ricky memastikan tidak ada yang mengikuti mereka.Aroma asin yang dibawa oleh angin malam menyinggahi indera pembaunya saat ia keluar.Senyum Leon yang terlihat dari cahaya lampu justru menekan dadanya lebih dalam. Meski pria itu seakan sedang memastikan Brianna akan baik-baik saja di sini, tapi jauh di dalam hati ... Brianna merasakan kehampaan.Ombak terdengar samar di kejauhan, datang dan pergi.Pintu berdaun dua berukir itu menyambutnya, lantai marmernya memantulkan gema langkahnya yang melintasi ruangan demi ruangan.Brianna memandang sebuah koper kecil berisikan pakaiannya dari Leo

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   95. Akulah Wanita Jahat Itu

    “Jangan bicara seperti itu pada Brianna, Ma!”Tinggi nada bicara Leon menggema di sepenjuru ruangan, membekukan Brianna yang berdiri di antara ibu dan anak itu dengan perasaan yang tak karuan.“Jangan karena Mama kehilangan Fiona lalu bisa melampiaskan kekecewaan itu pada Brianna!”Leon selangkah maju, menuju Nyonya Susan yang mendengus kasar. Tepat saat itu, Brianna mencegahnya, menahan pergelangan tangannya agar ia tetap berada di tempatnya dan tidak melangkah lebih dekat pada sang Ibu.Manik biru Nyonya Susan diliputi kebencian kala menatap Brianna dan mengatakan, “Awalnya aku memaklumi keberadaanmu di sini, Brianna. Tapi setelah skandal itu muncul dan Leon melakukan keteledoran sampai meninggalkan Fiona yang mati tanpa ada teman di sampingnya membuatku berpikir bahwa kamu masih sama jahatnya seperti dulu!”“Ma—““Apakah yang Mama katakan salah, Leon?” Nyonya Susan tak ingin disela sewaktu bicara.Beberapa detik beliau menatap Leon sebelum kembali menghujam Brianna lewat tatapan di

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   94. Video Syur Pasangan Berskandal

    Brianna meremas jemarinya yang ada di atas paha, mencoba mencari pegangan di tengah badai emosi yang mengaduk-aduk hatinya. Di sampingnya, sepasang alis lebat Leon nyaris bersinggungan saat bergumam, "Apa yang mereka bicarakan?" Flash kamera bertubi-tubi terlihat, mengepung mereka dari segala arah. Yang meski tak ada satu pun tangan yang berusaha membuka pintu mobil, tapi ini cukup untuk membuat Brianna terintimidasi. Selagi ia membutuhkan waktu untuk mencerna apa yang terjadi, wajah Ricky terlihat di antara kerumunan itu. "Minggir, tolong beri jalan!" serunya di tengah keributan. "Minggir, minggir!" Dalam waktu singkat, pemuda itu masuk ke dalam mobil, mengambil alih kemudi saat Leon berpindah ke kursi penumpang di bagian belakang. Tangan Leon yang terulur ke depan meminta Brianna untuk mengikutinya. "Kita pergi dari sini," kata Ricky. Dari sampingnya, Leon merangkul Brianna, menyembunyikan wajahnya, seakan memastikan ia tidak terus dipotret oleh reporter yang ada di lap

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   93. Andrew Savoy, Sebuah Ancaman

    "Anak di dalam sana itu, milik Leon, 'kan?" Dagu Andrew sekilas mengedik ke arah perut Brianna sebelum kembali mengunci mata hazelnya. "Jadikan itu milikku, tinggalkan dia dan—" "Kamu benar-benar sudah gila, Andrew." Sebisa mungkin, Brianna menjaga nada bicaranya yang nyaris menjerit. Pria itu tersenyum di depan Brianna, alih-alih merasa bersalah, di wajahnya justru tergambar sebuah kepuasan. "Hentikan semua ini! Jangan menggangguku lagi!" "Jangan berpikir bisa menghentikan aku, Brianna. Bersikaplah seperti anak baik lagi mulai sekarang. Aku memegang rahasiamu lebih besar daripada siapapun!" "Aku tidak takut!" balas Brianna, mengencangkan rahangnya. "Aku bisa menuntut atas semua yang sudah kamu lakukan padaku dan aku beritahukan ke semua orang kalau kamu tidak lebih dari pria mesum yang—" "Coba saja." Andrew menyela kemudian tertawa renyah. Kepalanya miring beberapa derajat ke kiri, menikmati pias wajah Brianna yang mati-matian meredam ketakutan. "Kalau kamu mengatakan siapa a

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   92. Kemunculan Pria Asing

    Di dalam kamarnya, Brianna menatap meja yang menunjukkan beberapa lembar foto hasil USG yang tempo hari dilakukannya di klinik milik dokter Kai Lorgan. Angannya tertinggal di waktu makan malamnya yang gagal, keinginan untuk mengatakan kejujuran perihal kehamilannya pun tertunda. Leon masih dalam masa berduka. Mata sendu dan raut kehilangannya saat mereka berdiri mengantar kepergian Fiona ke tidur abadinya masih terbayang jelas. Untuk sementara, Brianna ingin membiarkannya tenang. Lagipula, meski ia menyebutkan ia tengah hamil, Brianna tidak yakin kabar ini akan disukai oleh orang tua Leon. Mengingat tatapan dingin Nyonya Susan membuatnya menghela napas dalam. ‘Apa aku tidak akan disukai oleh ibu pria yang aku cintai lagi?’ Sebelumnya sudah ibunya Robert, haruskah sekarang ibunya Leon juga? “Hah ....” Tapi ia memang sudah berniat untuk memberitahu Leon perihal itu, dan ia memiliki caranya sendiri. Foto-foto hasil print USG itu disusunnya di dalam kotak berwarna putih, ia selipk

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   91. Lautan Payung Hitam

    Pagi ini, langit mengirimkan rintik gerimis yang terasa dingin, seolah-olah semesta pun terbelenggu dalam kehilangan. Kabut tipis menyelimuti kompleks pemakaman, membuat barisan nisan tampak seperti bayangan kelabu yang berderet-deret. Di tengah keheningan yang menyesakkan itu, Brianna berdiri mematung di samping Katie. Di bawah mendung kelabu, mereka mengantar Fiona ke peristirahatan terakhirnya. Lautan payung hitam mengapung melingkupi kerumunan peziarah, menciptakan pemandangan yang suram. Suara jatuhnya hujan yang menerpa dahan pepohonan dan isak tangis yang tertahan sesekali memecah kesunyian. Mata hazel Brianna hanya tertuju pada sebuah titik: gundukan tanah yang masih basah dengan nisan granit yang dipisahkan oleh beberapa meter jarak di hadapannya. Ia menjumpai Leon yang sedang menekuk lututnya, bersama sang Ibu meletakkan buket bunga sebagai ucapan selamat tinggal. Fiona Morin. Huruf-huruf itu diikuti oleh angka di bawahnya, angka tahun lahir dan tahun kematian, waktu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status